Share

Bab 358

Author: Ayesha
Harvis tersenyum dan mengangguk. "Benar."

Dia lalu membawa Brielle dan Cherlina naik ke ruang VIP di lantai dua. Saat itu, tim dari MD sudah lengkap, sementara dari Universitas Clamen hanya ada seorang kepala jurusan yang datang untuk menyambut.

Brielle memperhatikan bahwa Raka belum tiba, jadi dia duduk dengan tenang. Namun, tak lama kemudian, seseorang yang baru kembali dari toilet melihat ke arahnya dan wajahnya seketika berubah masam.

Ternyata itu Faye. Dia sama sekali tak menyangka bahwa da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Zhen Zhen
antono kalau itu sih aq tau tp dengan banyak clue kyaknya si rka memberi jala ke brillie agar berkembang kariernya
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
untuk nemukan obat leukemia sundal yg pura2 sakit spy Raka perhatian dan meninggalkan briele dan Anya Kel Raka juga sangat mendukung pecundang dgn sundal
goodnovel comment avatar
Tari Emawan
lama2 Raka klepek2 minta balikan ke Brielle
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1545

    Raka yang menyetir, sementara Brielle menunjukkan arah. Hanya sekitar sepuluh menit perjalanan, mereka sudah tiba di restoran.Matahari tengah hari terasa cukup terik. Setelah turun dari mobil, Brielle mengangkat tangan untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan. Saat itu juga, sebuah tangan ikut menaungi kepalanya.Brielle mendongak. Raka tersenyum. Wajahnya yang diterpa cahaya matahari tampak semakin tampan."Ayo."Mereka berjalan memasuki halaman restoran bergaya rumah pribadi itu.Hari itu pengunjung cukup ramai. Untungnya masih tersisa dua meja kosong.Di sana juga ada cukup banyak rekan kerja dari laboratorium. Beberapa meja yang sebelumnya ramai dengan tawa dan obrolan mendadak menjadi sangat hening saat melihat mereka berdua masuk.Brielle merasakan tatapan dari beberapa meja. Bagaimanapun juga, Raka memang terlalu mudah dikenali.Setelah mereka duduk, Brielle melihat para tamu yang tadi berbicara dengan suara keras kini langsung beralih menjadi berbisik-bisik.Setelah B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1544

    Anya mengangguk patuh, lalu kembali bermain. Raka menuangkan segelas air untuk Brielle. Kebetulan Brielle memang sedang haus. Dia menerimanya."Terima kasih."Tatapan Raka tertuju padanya."Brielle, penelitian ilmiah adalah sesuatu yang sangat mulia dan sangat berarti. Jangan merasa bersalah hanya karena nggak bisa selalu menemani putrimu. Mungkin sekarang dia belum sepenuhnya mengerti, tetapi saat dia tumbuh dewasa nanti, dia akan memahami bahwa ibunya sedang melakukan sesuatu yang luar biasa."Brielle tertegun. Dia tidak menyangka Raka bisa melihat perasaan itu.Namun, ucapan Raka benar-benar menghiburnya."Suatu hari nanti, dia akan merasa bangga memiliki ibu sepertimu. Itu juga akan menjadi teladan yang sangat berharga dalam perjalanan hidupnya."Brielle kembali terdiam. Ucapan Raka dipenuhi dorongan, kekuatan, sekaligus dukungan untuknya.Selama ini, dia selalu berusaha mencari keseimbangan antara karier dan perannya sebagai seorang ibu. Terkadang, ketika terlalu banyak waktu dicu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1543

    Malam itu sebenarnya Raka juga tidak minum banyak. Seingatnya, Raka hanya minum dua gelas anggur merah. Namun, apa pun maksud perkataannya, Brielle tidak ingin menanggapi apa pun sekarang. Dia mengernyit lalu berkata, "Sudah malam. Kamu pulang saja dulu."Brielle membuka pintu.Tiba-tiba Gaga berlari keluar dan berputar-putar dengan riang di sekitar kaki mereka. Raka mengusap kepala Gaga, lalu mengangkat kepala menatap Brielle."Gaga kubawa turun dulu."Brielle benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Namun melihat Gaga seolah mengerti, bahkan dengan antusias terus mengitari Raka, dia hanya mengangguk.Keesokan paginya.Brielle pergi menjenguk Harvis. Kondisi lukanya sudah pulih dengan baik dan keadaan mentalnya juga telah kembali seperti biasa. Bahkan asistennya membawa pekerjaan ke ruang rawatnya.Brielle sebenarnya ingin membujuknya untuk beristirahat, tetapi dia tahu seperti apa sikap Harvis terhadap pekerjaan. Harvis selalu mengejar kesempurnaan. Kalau hanya diminta beristirahat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1542

    "Harvis kali ini mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku. Budi itu terlalu besar. Aku butuh waktu untuk memikirkan cara terbaik membalasnya, tapi jelas bukan dengan cara yang kamu maksud."Sorot mata Raka seketika berbinar. "Aku mengerti."Ternyata memang dirinya terlalu larut dalam pikirannya sendiri dan terlalu tergesa-gesa mendesak Brielle dengan pertanyaan itu.Mereka masuk ke dalam lift. Brielle menekan tombol lantai 28, sementara Raka tidak menekan tombol lantai 27. Brielle pun mengulurkan tangan dan menekannya untuknya."Di rumahmu masih ada obat tidur? Beri aku satu strip lagi," tanya Raka tiba-tiba.Brielle menoleh menatapnya, matanya dipenuhi keterkejutan. "Strip yang kuberikan waktu itu sudah kamu habiskan?"Mata Raka dipenuhi senyum. "Kenapa? Memangnya ada masalah?""Menurutku kamu jangan minum obat tidur lagi, lebih baik pergi periksa ke dokter. Kondisimu sudah cukup serius. Aku sudah pernah bilang, obat tidur nggak boleh dikonsumsi berlebihan."Brielle benar-benar t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1541

    Anya juga memberikan kartu ucapan ulang tahun yang dibuatnya sendiri kepada Raka. Raka melihat tulisan tangan putrinya yang ditulis dengan sungguh-sungguh.[ Papa, selamat ulang tahun. Aku akan selalu, selalu mencintaimu! ]Mata Raka langsung memerah.Melihat putri kecilnya, dia baru benar-benar menyadari bahwa Anya telah tumbuh besar. Dia bukan lagi anak kecil yang setiap saat harus digendong dan dibujuk olehnya.Raka mengusap lembut puncak kepala putrinya dan berkata, "Terima kasih, sayangnya Papa."Setelah lewat pukul sembilan, Brielle juga harus pulang. Halaman rumah malam ini dihias dengan sangat indah dan Anya masih belum ingin pulang. Brielle pun mengizinkannya tetap tinggal, lalu membawa tasnya dan keluar lebih dulu.Baru saja melangkah keluar, dia mendengar suara langkah kaki dari belakang. Saat menoleh, dia melihat Raka membawa kantong hadiah dan menyusulnya."Boleh nebeng mobilmu?" tanya Raka sambil tersenyum. Lalu dia menambahkan, "Aku minum alkohol malam ini."Brielle meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1540

    Kini, melihat pemandangan di hadapannya, dia akhirnya mengerti. Semua yang telah dia lakukan adalah demi saat seperti ini. Agar keluarganya dapat hidup tenang, bahagia, dan tanpa kekhawatiran."Kak, kok melamun sih? Ini ulang tahunmu, 'kan? Cepat ke sini!" Raline melambaikan tangannya sambil memanggil Raka."Raka, kami tinggal menunggumu." Emily juga melambaikan tangan kepadanya.Raka pun tersadar. Senyum lembut perlahan muncul di matanya. Dia melangkah maju, lalu berjalan menuju cahaya hangat yang seakan memang menyala untuk dirinya."Papa!" Anya turun dari kursinya, lalu berlari menghampiri seperti seekor burung kecil yang riang.Raka langsung mengangkat putrinya ke dalam pelukan, lalu menggendongnya menuju meja makan dan mendudukkannya di samping Brielle. Setelah itu, dia duduk di kursi yang berada tepat di seberang Brielle. Tatapannya secara alami tertuju pada wanita itu.Brielle mengangkat kepala menatapnya. Kali ini, dia tidak menghindari pandangan Raka. Dengan suara pelan, dia b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 164

    Meskipun surat perjanjian cerai sudah ditandatangani, karena masalah pembagian harta, akta cerai belum bisa diproses. Jawaban yang diberikan Farel adalah, setidaknya butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikan urusan ini.Jadi untuk sekarang, Brielle hanya bisa berpisah rumah dengan Raka.Setengah ja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 176

    Setelah marah, Lukas pun akhirnya kembali tenang. Ekspresinya tampak sedikit frustrasi saat berkata, "Ini semua salahku yang terlalu ceroboh, nggak bisa menemukan masalah ini tepat waktu. Aku harus berterima kasih pada Brielle. Kalau nggak, nanti kalau benar-benar terjadi masalah, aku yang akan jadi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 181

    Brielle terkejut sampai wajahnya agak pucat. Dia terengah-engah beberapa kali, lalu menyahut, "Aku nggak apa-apa.""Maaf, tadi aku nyetir sambil melamun," ujar Lambert meminta maaf.Brielle tahu dirinya juga bersalah. Dia menenangkan, "Bukan sepenuhnya salahmu. Tapi kalau lagi nyetir, jangan sampai

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 194

    Brielle seolah tidak peduli lagi dengan ucapan Raline. Dia mentertawakan dirinya sendiri dengan berkata, "Kalau hidupku bisa diulang sekali lagi, aku nggak akan pernah melakukan kebodohan ini."Raline mencibir dan hendak melanjutkan kata-katanya, tetapi tiba-tiba dia melihat sebuah sosok yang tinggi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status