Share

Bab 358

Penulis: Ayesha
Harvis tersenyum dan mengangguk. "Benar."

Dia lalu membawa Brielle dan Cherlina naik ke ruang VIP di lantai dua. Saat itu, tim dari MD sudah lengkap, sementara dari Universitas Clamen hanya ada seorang kepala jurusan yang datang untuk menyambut.

Brielle memperhatikan bahwa Raka belum tiba, jadi dia duduk dengan tenang. Namun, tak lama kemudian, seseorang yang baru kembali dari toilet melihat ke arahnya dan wajahnya seketika berubah masam.

Ternyata itu Faye. Dia sama sekali tak menyangka bahwa da
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Zhen Zhen
antono kalau itu sih aq tau tp dengan banyak clue kyaknya si rka memberi jala ke brillie agar berkembang kariernya
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
untuk nemukan obat leukemia sundal yg pura2 sakit spy Raka perhatian dan meninggalkan briele dan Anya Kel Raka juga sangat mendukung pecundang dgn sundal
goodnovel comment avatar
Tari Emawan
lama2 Raka klepek2 minta balikan ke Brielle
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1024

    Selama bertahun-tahun seperti itu, Raline tenggelam dalam kebohongan yang dirancang oleh Devina, dengan sukarela menjadi pisau di tangan Devina.Di rumah, di depan ibu dan neneknya, dia mulai memuji-muji kebaikan Devina, mengatakan bahwa Devina baik hati dan berbakat.Pada saat yang sama, setiap tahun ketika Meira menjalani prosedur transplantasi sel punca, Devina juga berada di rumah sakit. Karena itu, dia sering mengambil kesempatan untuk mengunjungi Meira, menemani ibunya mengobrol. Dengan cara mendekati serta menyenangkan hati Meira, dia juga berhasil memenangkan hatinya.Raline ingat suatu kali setelah makan malam, dia mengatakan bahwa Anya ada di rumah. Devina lalu berkata ingin bertemu keponakannya. Raline berpikir Anya cukup dekat dengannya, jadi dia tidak terlalu memikirkannya dan membawa Devina pulang.Kemudian, Devina mengatakan bahwa dia merasa pusing. Tanpa ragu, Raline membiarkannya menginap di rumah Keluarga Pramudita.Hari itu, ketika Brielle datang, Devina yang awalnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1023

    "Kak, kalau begitu ... kalau begitu apa Kakak masih akan mengejar kembali Kak Brielle?" Raline mengangkat matanya yang penuh air mata saat bertanya. Saat ini, dia benar-benar merasa bahwa Brielle adalah kakak ipar terbaik di dunia.Sudut bibir Raka memperlihatkan sedikit kepahitan, tetapi dia tidak menjawab.Raline langsung menjadi cemas. "Tapi di antara kalian masih ada Anya!"Raka memegang bahu adiknya. Tatapannya menjadi jauh lebih tenang. "Raline, sekarang bukan waktunya membicarakan hal ini. Tugasmu yang paling penting adalah bekerja sama dengan pengobatan, cepat sembuh, dan jangan lagi nambah masalah bagi Brielle."Raline mengangguk. Semua kata yang ingin dia katakan akhirnya dia telan kembali. Benar, sekarang Brielle sepenuhnya fokus pada penelitian, memang tidak boleh mengganggu pikirannya pada saat seperti ini."Baik, Kak. Aku ngerti. Aku akan bekerja sama dengan baik." Raline mengangguk dengan patuh.Raline kembali ke ruang rawat. Seluruh tubuhnya masih menegang karena marah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1022

    Ketika sebuah telapak tangan besar menekan bagian belakang kepala Brielle, tubuhnya langsung membeku. Pupil matanya bergetar beberapa detik, tetapi dia tidak berusaha melepaskan diri, juga tidak memberi respons apa pun.Dia hanya membiarkan Raka memeluknya seperti itu. Selama beberapa detik, dia bahkan tidak sempat bereaksi.Setelah tersadar kembali, Brielle bertanya dengan nada dingin, "Sudah cukup peluknya?"Hanya tiga kata singkat, tetapi seolah-olah berubah menjadi pedang nyata yang menusuk keras jantung Raka.Kekuatan pelukannya tiba-tiba mengecil. Perasaan gembira dan rasa terima kasih yang bergolak di dalam dadanya langsung membeku. Dia bisa dengan jelas merasakan tubuh orang di dalam pelukannya yang kaku, sebuah penolakan yang bahkan lebih membuatnya putus asa daripada jika dirinya didorong menjauh.Raka menarik napas berat. Dengan lembut dan perlahan, dia melepaskan lengannya, lalu mundur satu langkah. Kegembiraan di matanya masih ada, tetapi kini bercampur dengan sedikit rasa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1021

    "Pak Raka sudah datang," sapa Smith. Setelah itu, dia menoleh kepada seorang perawat dan berkata, "Tolong panggil Profesor Brielle ke ruang rapat nomor satu.""Bu Raline, kamu juga ikut," kata Smith.Raline segera menggandeng lengan Raka. "Kak, apa Kak Brielle sudah menemukan cara lain?"Smith tidak bisa menahan diri untuk menoleh dan tersenyum. "Bu Raline, sebentar lagi kamu akan tahu."Di ruang rapat nomor satu, sebelum Brielle datang, Smith masih mempertahankan sikap misterius. Baru ketika Brielle masuk sambil membawa laptop, Smith berkata dengan bersemangat, "Pak Raka, sebentar lagi kamu akan tahu betapa hebatnya Brielle."Raka mengangkat kepala dan menatap Brielle. Dia mengenakan jas laboratorium putih, tanpa riasan, tetapi secara alami memancarkan pesona akademis yang membuatnya begitu memikat hingga Raka tidak bisa mengalihkan pandangan.Raline juga merasa Brielle dalam keadaan seperti ini sangat cantik. Dia tidak bisa menahan rasa bersemangatnya, bertanya-tanya kabar baik apa y

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1020

    Devina tidak suka masa lalunya diungkit. Dia menggenggam tas di tangannya lebih erat, lalu berkata, "Raline, aku sudah bilang, semua ini sudah nggak ada artinya lagi. Persahabatanku denganmu itu tulus."Setelah berkata begitu, Devina melewati Raline dan berjalan pergi. Raline langsung mengulurkan tangan hendak menangkap pergelangan tangannya. "Jangan pergi, jelaskan dulu semuanya."Namun, Devina menghindari tangan Raline dan melangkah cepat menuju arah lift. Raline masih gemetar karena marah. Dadanya naik turun. Setelah tersadar kembali, tiba-tiba dia berlari ke arah Brielle.Brielle juga baru saja berdiri hendak meninggalkan tempatnya. Ketika Raline memeluknya erat seperti itu, dia tertegun beberapa detik."Maaf, maaf, Kakak Ipar. Semua ini salahku. Aku salah, aku ...." Rasa bersalah di dalam hati Raline seperti banjir besar yang jebol dan meluap deras. Dia memeluk Brielle erat-erat dan tidak mau melepaskannya."Aku terlalu bodoh. Aku malah membantunya menindasmu. Aku bahkan mengataka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1019

    Wajah Devina seketika berubah sangat masam. Dia tidak menyangka Brielle langsung merobek semua penyamaran dan rencananya. Dengan marah dan malu, dia berkata, "Brielle, omong kosong apa yang kamu bicarakan? Perasaanku kepada Keluarga Pramudita itu tulus ....""Tulus?" Brielle memotongnya. Nada ejekannya semakin jelas. "Kalau bukan karena Raka memberimu saham Grup Datau, apa kamu akan setuju bekerja sama dengan eksperimen ini? Bicara soal ketulusan setelah menegosiasikan syarat dan meminta bayaran setinggi langit? Kamu nggak merasa itu lucu?"Kata-kata Brielle terdengar tegas dan sangat menyakitkan.Devina tiba-tiba tersulut amarah. Belakangan ini, emosinya memang mudah meledak. Dia berdiri mendadak dan menunjuk Brielle sambil berteriak, "Apa yang kamu mengerti? Dulu jelas aku yang jatuh cinta padanya duluan! Kenapa kamu yang merebutnya di tengah jalan? Kamu masih berani menyalahkanku?""Aku sudah mengorbankan sepuluh tahun masa muda dan kesehatanku. Ini adalah imbalan yang pantas untukk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 236

    Agnes adalah pusat perhatian mutlak malam ini.Melihat Agnes masuk, Devina segera mengatur ekspresinya, bersiap maju untuk menyapa. Dalam acara seperti ini, siapa pun yang bisa menjadi orang pertama berbicara dengan Agnes, dialah yang akan unggul di lingkaran sosial.Jadi, Devina menyesuaikan senyum

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 256

    Brielle menggigit bibir sambil melotot pada sahabatnya. "Lihat apa yang sudah kamu lakukan.""Nggak apa-apa. Hari itu aku yang akan menemani Anya. Kamu pergi saja menemui Niro dengan tenang, biar si berengsek Raka tahu betapa banyak orang menginginkanmu."Brielle terdiam, meski tak habis pikir. Akan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 247

    Saat ini, sebuah sosok yang berdiri di belakang mereka pun mendengar ucapan Lambert. Itu adalah Devina.Dia datang karena mendapat pesan dari Jay yang mengajaknya untuk duduk dan mengobrol. Tak disangka, dia malah mendengar pengakuan Lambert tentang Brielle.Lambert melihatnya, hanya mengangguk ring

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 255

    Brielle baru saja duduk di mobil ketika panggilan dari Raka masuk. Dia langsung menolaknya. Kalau pria itu ingin membela Devina, Brielle sama sekali tidak akan memberi muka. Dia langsung mengemudi menuju sekolah dan meminta Alice untuk berbicara berduaan.Di kafe. Setelah mendengarkan penjelasan Bri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status