Share

Bab 362

Penulis: Ayesha
Brielle mengernyit. "Apa aku boleh nggak pergi?"

Frederick seolah-olah sudah menduga dia akan menolak, tetapi tetap mencoba membujuk, "Bu Brielle, kamu juga sudah lihat sendiri sikap para pemegang saham tadi terhadapmu. Kehadiranmu dalam rapat pemegang saham Grup Pramudita kali ini punya arti besar. Kalau kamu hadir langsung, posisi dan wibawamu di mata para investor akan jauh lebih kuat."

Brielle mengetuk ujung jarinya di atas meja, terdiam sejenak, lalu menatap Frederick. "Jadi, aku harus perg
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
sabar brielle..semua akan indah pada wkt nya..skrg mgkn msh dibawah kuasa raka..tp percayalah .kedepan kamu bisa lepas dr dia
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
pencundang goblok cocok lah sama sundal KL sundal diekspos perutku mules lsg kelihatan oon nya Raka ktnya CEO genius tp Ndak punya malu dan wibawa sp cemas dan gendong sundal didpn umum pamer kemesraan sundalnya
goodnovel comment avatar
Ema Mahdalena
raka memanfaat kan kejeniusan brayle
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1072

    Jay berdiri sambil memandang Devina dari atas, tatapannya tajam seolah bisa menembus segalanya."Kamu kira aku masih orang bodoh seperti dulu yang bisa kamu tipu cuma dengan beberapa tetes air mata? Air matamu sekarang bukan penyesalan, tapi takut kehilangan aku sebagai cadangan. Takut kehilangan sumber daya dan materi yang bisa aku kasih ke kamu."Air mata Devina masih menggenang di sudut matanya, tapi wajahnya sudah menunjukkan kepanikan karena isi hatinya terbongkar."Jay, kenapa kamu bisa bicara seperti itu ...."Jay langsung memotongnya, "Nggak usah akting. Jalani sendiri jalan yang kamu pilih. Soal waktu dan uang yang aku habiskan untuk kamu, aku anggap sudah selesai. Jadi, jangan pernah lagi muncul di depanku seumur hidup ini. Jangan datang lagi membuatku muak."Nada bicara Jay terdengar tenang, tapi setiap katanya seperti pisau yang menusuk hati Devina. Devina akhirnya benar-benar sadar bahwa semua kepura-puraan dan cara liciknya sudah tidak berguna lagi di hadapan Jay yang sud

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1071

    Devina membelalakkan mata. Terutama saat Jay menyebut Lambert, dia langsung panik seolah semua rahasia dan pikirannya sudah dibaca oleh Jay."Jay, kamu ini ngomong apa sih? Aku dan Lambert dari dulu cuma teman!""Sudah sampai sekarang, kamu masih pikir aku ini pantas jadi orang bodoh yang kamu permainkan seenaknya?"Tubuh Devina langsung terasa dingin. Apa sebenarnya yang sudah diketahui Jay? Kenapa dia bisa tiba-tiba melihat semuanya dengan jelas?"Bukan begitu, Jay, kamu dengarkan aku. Aku dan Raka hanya hubungan transaksi, aku dan Lambert juga cuma teman. Tapi kamu tahu perasaanku ke kamu itu sungguhan. Aku nggak pernah menyangkal kalau aku suka kamu."Devina buru-buru melangkah maju dan ingin meraih lengan Jay, ingin menjelaskan semua perasaannya. Namun, Jay menghindari sentuhannya dengan jijik."Jangan sentuh aku."Jay mundur satu langkah untuk menjaga jarak darinya. Rasa jijik di matanya hampir meluap."Devina, mulai sekarang aku nggak sudi lagi disukai kamu. Ke depannya, jangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1070

    Senyum Devina sempat membeku dua detik, lalu dia tiba-tiba menunjukkan ekspresi memohon. "Bu Siria, bisa bantu aku? Biarkan aku bertemu Jay dulu untuk bicarakan urusan pribadi?"Siria tertegun. Melihat waktu janji dengan Jay masih cukup lama, dia mengangguk. "Oke, kamu naik saja dulu. Nanti aku menyusul."Devina langsung diam-diam merasa senang. Dia masih belum tahu kenapa Jay menghindarinya, jadi dia harus mencari tahu dulu. Kalau Siria ada di sana, itu akan mengganggu caranya berbicara dengan Jay."Terima kasih banyak, Bu Siria. Kamu baik sekali," kata Devina dengan penuh rasa terima kasih.Siria berkata, "Aku tunggu di lobi saja. Kamu naik dulu."Devina melirik jam tangannya, lalu berjalan cepat menuju arah lift. Para resepsionis tidak berani menghentikan kedua wanita yang dekat dengan Jay ini. Apalagi, Devina adalah tamu kehormatan Jay sebelumnya. Setiap kali Devina datang, dia tidak pernah perlu membuat janji dan bisa keluar masuk sesuka hati.Sementara Siria, belakangan ini dia s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1069

    Devina menggenggam ponselnya erat. Tentu saja dia tahu itu hanya alasan dari Gavin, Raka memang tidak ingin menerima teleponnya."Pak Gavin, ini soal kerja sama antara Grup Datau. Aku ingin minta Raka ....""Bu Devina." Gavin tiba-tiba memotongnya dengan nada yang tetap tenang, "Untuk urusan kerja sama bisnis, silakan langsung hubungi divisi terkait. Pak Raka nggak menangani hal-hal seperti itu. Kalau nggak ada hal lain, aku tutup teleponnya.""Tunggu, Gavin ...." Devina berseru dengan cemas, "Apa kamu nggak bisa bantu menyambungkannya? Atau kasih tahu aku dia ada di mana, aku akan datang sendiri menemuinya.""Maaf, Bu Devina. Jadwal Pak Raka nggak bisa diinformasikan. Sampai jumpa." Gavin menutup telepon dengan tegas.Devina duduk kaku di tempat, mendengar nada sambung yang berulang-ulang, seolah menjadi ejekan baginya. Rasa terhina dan tak berdaya langsung membanjiri dirinya. Kapan dia pernah diperlakukan sedingin ini? Bahkan Gavin sekarang bersikap seperti ini padanya?Devina menggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1068

    Perasaan dan kondisi batin Raline sekarang memang sudah banyak berubah. Dari awal yang penuh ketakutan terhadap penyakitnya, kini dia benar-benar sudah lebih tenang. Lagi pula, jika dia bisa pulih, itu berarti penyakit ibunya juga memiliki harapan untuk disembuhkan.....Di vila, Devina baru saja menerima telepon dari ibunya dan suasana hatinya sedang buruk. Freyna membawa kontrak iklan yang baru diterima dan meletakkannya di depannya."Devina, aku tahu belakangan ini suasana hatimu nggak baik. Tapi, uang yang datang sendiri ini, apa nggak sebaiknya kita ...."Devina melihat kontrak iklan itu, lalu berkata dengan kesal, "Iklan sampah apa ini? Kamu suruh aku jadi bintang iklan popok?""Bukan, maksudku ...." Freyna mencoba menjelaskan.Devina membanting kontrak itu ke meja dengan marah, "Kamu pikir aku sudah terpuruk sampai harus menerima iklan apa saja? Iklan yang merendahkan statusku begini, jangan pernah kamu bawa lagi."Freyna menghela napas, lalu membujuk dengan sabar, "Devina, seka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1067

    Dari balik kaca, Brielle melihat Raka yang duduk tenang di kursi dan lengannya terulur. Perawat melakukan prosedur pengambilan darah dengan terampil.Seolah menyadari keberadaan Brielle di luar, Raka mengangkat kepala. Tatapannya kembali dalam dan tenang seperti biasa. Tatapan mereka sempat bertemu sesaat, lalu Brielle langsung berbalik untuk pergi.Perawat mencabut jarum dan menekan bekas tusukan dengan kapas. Raka mengucapkan terima kasih dengan suara pelan, lalu berdiri. Dia menggulung lengan kemeja dan memperlihatkan lengannya yang kokoh. Setelah menekan beberapa detik, dia merapikan kembali lengan bajunya dan berjalan menuju pintu dengan tenang.Brielle baru hendak masuk ke kantor ketika mendengar langkah kaki di belakangnya. Dia pun berbalik.Raka berdiri beberapa langkah darinya dan menjaga jarak yang tepat."Dokter Brielle," sapanya dengan nada bicara formal.Brielle mengangkat pandangan dengan dingin. "Ada perlu?""Aku datang untuk menyelesaikan pengambilan darah minggu ini,"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 523

    [ Sepertinya Raka sedang kena masalah. ]Brielle tertegun sejenak, lalu membuka tautan yang dikirim. Judul berita itu sangat mencolok.[ Grup Pramudita membantu Grup Datau untuk melantai di bursa, diduga terlibat suap terhadap lembaga pengawas. ]Brielle mengerutkan kening. Dalam hati, dia hanya bis

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 549

    Kedua gadis itu saling memandang dengan canggung. Seketika, wajah mereka memerah. "Ah ... maaf, kami salah paham."Niro mengangguk sopan, memalingkan tatapan ke luar jendela. Gadis cantik itu kembali ke kursinya dengan kikuk, lalu berbisik kepada sahabatnya, "Ternyata dia lagi ngejar single mom ....

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 521

    Tatapan Raka semakin dalam. Jakun di lehernya sedikit bergerak, tapi akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa. Meski begitu, kopi itu benar-benar dia bawa pergi.Pintu ruang kerja Brielle tertutup rapat. Dia berdiri di depan meja kerjanya, menggertakkan gigi dengan marah. "Berengsek," umpatnya pelan.N

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 514

    Namun, Thoriq yakin suatu hari nanti dia akan berdiri di sisi ayah Faye, menjadi tangan kanannya. Saat itu tiba, mungkinkah dengan sedikit usaha, dia bisa mengejar dan mendapatkan Faye?"Nggak ada apa-apa. Maksudku, aku akan berusaha bekerja sebaik mungkin di bawah ayahmu, Faye. Kamu lanjutkan kesib

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status