LOGINJovita tak menyangka akan menjadi istri rahasia Raymond, ayah dari sahabatnya sendiri. Padahal di mata dunia, Raymond adalah milik wanita lain. Sampai sebuah malam mengubah segalanya. Jebakan maut memicu malam panas yang mengaburkan batas antara belas kasihan dan gairah. Terjebak di antara status istri rahasia, sahabat putri suaminya, dan cinta yang terlarang, akankah Jovita bertahan saat rahasia itu mulai terkuak?
View More“Kau gila, Fel!” Mata Julian membelalak menatap perempuan di hadapannya.‘Perempuan ini iblis,’ bisik suara di dalam kepala Julian, berulang kali menegaskan rasa takut yang mendadak mencengkeram dadanya.Dulu, sosok Felisa di matanya adalah paduan sempurna dari pesona ragawi, kehangatan keibuan, dan kasih sayang yang menenangkan. Namun, ingatan itu kini berubah menjadi bayangan yang mengerikan.Tanpa beban Felisa melenyapkan bayi dalam kandungannya berulang kali, demi mempertahankan bentuk tubuh dan ambisi gaya hidupnya. Ditambah lagi, perempuan itu memanfaatkan kepolosan Viola sebagai alat mengeruk kemewahan, membuat Julian merinding.Otak Julian menjerit ketakutan, ajakan nekat yang baru lolos dari mulut Felisa bukan sekadar gertakan. Dia tahu pasti, iblis berwajah cantik di depannya ini tidak akan ragu menumpahkan darah siapa pun demi targetnya, dan giliran siapa selanjutnya jika rencana ini gagal? Bisa jadi dirinya sendiri.Felisa justru tertawa sinis melihat kepanikan di wajah Ju
Raymond memasuki apartemen membawa kantong berisi obat-obatan yang diresepkan Dokter Amira dan beberapa kantong berisi makanan sehat khusus untuk ibu hamil.Setelah percakapan berat dengan sang papa, Raymond hanya ingin pulang, melayani, dan memastikan istri tercintanya mendapatkan asupan gizi terbaik.Raymond berjalan ke dapur, mengeluarkan bahan-bahan segar tersebut satu per satu dan menyusunnya ke dalam lemari es. Alpukat, salmon segar, bayam hijau, buah-buahan. Ia mengingat kembali deretan catatan dari Jimmy.“Sini, Sayang. Jimmy kasih tahu, makanan-makanan ini bagus banget buat kesehatan kamu sama calon anak kita.”Jovita memandangi bahan makanan memenuhi lemari es yang tadinya cukup lengang. Langkah kaki Jovita terasa begitu ringan saat ia mendekat, namun dadanya justru mendadak bergemuruh oleh rasa haru yang teramat sangat.Jovita, yang sejak kecil terbiasa tumbuh tanpa kehadiran orang tua dan selalu menanggung segalanya sendiri, merasa akhirnya menemukan sosok sandaran hidup y
“Terserah.”Raymond mengukir senyum dingin, menatap papanya dengan tatapan tajam tanpa keraguan.“Aku tidak peduli Papa mau menyebutnya apa. Dia tetap anakku.”“Ray…”“Kita ini sama-sama bukan lelaki yang suci,” potong Raymond cepat. “Jadi, ada baiknya tidak perlu merasa paling benar dan saling membongkar aib. Dan kalau perlu… tidak saling mengenal lagi.”Roberto terdiam seketika. Kalimat itu meluncur tenang tapi terasa layaknya pukulan keras yang menghantam dadanya.Bayangan masa lalu berputar di kepala Roberto. Dulu, demi menjaga nama baik keluarga besar dan memenuhi desakan istrinya, Roberto tega menyingkirkan dan mengasingkan Raymond dari keluarga Chandra. Kini, ia harus menyaksikan kenyataan pahit bahwa putra sulungnya benar-benar telah memutus harapan untuk kembali di tengah keluarga.Nada suara Roberto melunak, terdengar serak dan melemah. “Papa... Papa cuma ingin mengingatkanmu, Ray. Supaya kamu tidak mengulang kesalahan yang sama. Pikirkan reputasimu. Bisnis yang sudah kamu r
Tak jauh dari posisi Jovita dan Raymond berdiri, seorang pria paruh baya melangkah keluar dari balik pilar koridor. Roberto berdiri di sana sambil menggenggam ponsel di telinganya. “Papa ingin bicara denganmu, Ray,” ucap Roberto dingin begitu mereka terhubung. Raymond mengepal erat jemari tangannya yang bebas, merasa sang ayah menghubungi di waktu yang tidak tepat. “Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kita sudah bahagia dengan hidup kita masing-masing.” Jovita mengerutkan dahinya mendengar nada bicara sinis suaminya. Dia menduga saat ini Raymond sedang bicara dengan mantan istri yang sepertinya masih berat untuk melepaskan. “Ini penting,” potong Roberto cepat, suaranya terdengar penuh penekanan. “Ini menyangkut wanita simpananmu.” “Simpanan apa?!” bentak Raymond dengan nada suara meninggi. Rahangnya mengeras menahan amarah yang mendadak membakar dadanya.
Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka
Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"Jovita sedikit tersentak, lalu me
“Papa jahat!”Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari
Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore