Share

Bab 379

Author: Ayesha
Tak lama kemudian, Raka keluar dari ruang rapat dengan langkah cepat menuju area lift. Wajahnya tampak tegang, ekspresinya menunjukkan bahwa pikirannya masih penuh dengan gelang giok itu.

Begitu tiba di mobil, dia langsung memerintahkan Gavin untuk menelusuri rekaman CCTV hotel tempat dia turun malam sebelumnya. Tak butuh waktu lama, Gavin menemukan nomor pelat taksi yang dia tumpangi.

Raka segera naik ke mobil dan menelepon sopir tersebut. Suaranya terdengar tenang tapi dingin. "Saya Raka, penu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yantii Daok
adoh adoh bikin Tensi sj
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
lonte lagi bosen skip saja KL sundal gatel memalukan dan pencundang goblok lembek sok arogan sama sundal lembek kayak kotoran anjingku jijik pria TDK gentle koq bisa JD CEO ya amit amit
goodnovel comment avatar
Suryat
valakor makin gak tahu diri,gini nih efek terlalu di manja si Raka..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1244

    Ekspresi Raka seketika membeku beberapa detik, tapi hampir secara refleks dia menolak, "Nggak bisa."Reaksi itu sudah diduga Brielle. Dia lebih memilih melewatkan kesempatan berdamai daripada mengungkapkannya, ya?"Kenapa?" Brielle menatap lurus ke matanya, suaranya tenang tapi tidak memberi ruang untuk menghindar. "Sebenarnya apa yang disembunyikan di dalamnya? Sampai kamu rela membiarkan aku terus membencimu demi merahasiakannya?"Jakun Raka kembali bergerak, sorot matanya rumit dan sulit dibaca. "Kamu bisa mengajukan syarat lain untuk ditukar, tapi yang ini nggak bisa. Tapi aku bisa jamin, rahasia ini nggak ada hubungannya dengan kamu, dan nggak akan menyakiti siapa pun."Brielle menggigit bibirnya. Meskipun sudah bercerai dan Brielle sudah tumbuh lebih dewasa, setiap kali berhadapan langsung dengan Raka, sudut matanya tetap saja memerah."Raka, kamu selalu seperti ini. Kamu merasa berhak menentukan apa yang boleh aku tahu dan apa yang harus kamu sembunyikan dariku. Ini masalah terb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1243

    "Tuan Raka, kecap di rumah habis, aku mau ke supermarket untuk beli. Tolong jaga Nyonya, ya!" Setelah berkata demikian, Lastri meletakkan hadiah di atas lemari, lalu berjalan ke arah pintu. Tak lama kemudian, dia sudah keluar.Brielle mengernyit. Lastri jelas sengaja mencari alasan untuk pergi. Tiba-tiba dia merasa canggung, lalu menutup laptopnya. Raka duduk di sofa seberangnya, tatapannya masih tertuju pada lengan Brielle yang dibalut perban. "Lukanya masih sakit?""Nggak lagi," jawab Brielle sambil menunduk."Rapat kali ini berjalan sangat lancar, aku juga dapat banyak hal." Raka menatapnya. "Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal investasi selanjutnya."Brielle memalingkan wajah, melihat ke arah pemandangan di luar jendela, lalu menjawab pelan, "Aku tahu."Raka menunduk. "Aku tahu sekarang aku sudah nggak punya hak untuk menjelaskan apa pun kepadamu, tapi ada beberapa hal yang tetap harus aku katakan."Brielle menoleh kembali menatapnya. Dia tidak tahu apa yang ingin dijelaskan Raka,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1242

    Raline menggigit bibirnya dan melanjutkan, "Kak Brielle, aku bisa jamin, benaran nggak ada apa pun di antara kakakku dan Devina. Selama ini dia membiarkan Devina tetap di dekatnya hanya karena penyakit Ibu."Brielle menghela napas pelan. "Semuanya sudah lama berlalu, nggak perlu dibahas lagi.""Nggak, belum berlalu." Raline menatapnya dengan tegas. "Di hati kakakku cuma ada kamu. Kulihat hidupnya juga nggak baik setelah bercerai. Kadang dia sering sendirian di ruang kerja. Bahkan, aku pernah lihat dia sedang membaca catatan kamu menemaninya di rumah sakit."Brielle mengernyit. Mengingat catatan itu, dia malah ingin mengambilnya kembali dan menghapusnya.Raline tidak menyadari Brielle sedang melamun, dia terus bicara, "Kak Brielle, aku tahu aku sudah nggak pantas lagi mengatakan ini, tapi kakakku sudah tahu dia salah, dia juga sedang berusaha berubah.""Raline." Brielle memotongnya dengan lembut, "Aku tahu dia sedang berubah, tapi ada banyak hal yang memang nggak bisa kembali seperti du

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1241

    Hari keempat pagi-pagi, Brielle sudah pulang ke rumah. Anya pergi ke sekolah, Lastri membuatkan bubur bergizi untuk memulihkan tubuhnya. Walaupun Brielle ada di rumah, pikirannya tetap tertuju pada laboratorium. Di sofa ruang tamu, dia tidak pernah lepas dari laptop. Di sampingnya, Gaga juga sudah melepas perban dan luka di tubuhnya sudah mulai mengering dan membentuk keropeng.Mulai sekarang, Lastri hanya akan mengajaknya jalan-jalan di area kompleks bawah, tidak lagi membawanya ke taman luar.Pukul lima sore, Raline menggandeng Anya pulang. Dengan tas kecil di punggungnya, Anya melompat-lompat dengan ceria."Mama sudah pulang!" seru Anya sambil berjalan mendekat.Brielle mengenakan baju lengan panjang, jadi Anya tidak menyadari bahwa lengan ibunya terluka. Raline kemudian berkata, "Anya, bilang ke Mama, malam ini kamu mau tidur sama siapa?""Mama, aku masih boleh tidur sama Tante nggak?" tanya Anya langsung dengan nada memohon. Dia pikir karena Brielle sudah pulang, dia tidak bisa la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1240

    Devina menggigit bibir merahnya. Raka pergi ke luar negeri? Untuk apa?Tepat saat itu, dia mendengar suara mobil dari luar. Dia segera menghapus riwayat obrolan dengan Gavin di ponselnya. Jangan sampai Ignas tahu dia meminta hadiah dari Raka.Devina mengenakan gaun tali tipis berwarna merah anggur yang seksi, lalu dia melangkah turun dari lantai dua dengan anggun. Namun, begitu melihat Ignas masuk dengan wajah muram tanpa meliriknya sama sekali, hatinya langsung berdegup kencang."Ignas, ada apa?" Devina mendekat dengan nada khawatir.Ignas duduk di sofa, lalu tiba-tiba meninju bantal dengan keras. Nada suaranya suram. "Raka diundang ke konferensi Solar Valley. Kali ini, entah berapa banyak lagi sumber daya yang akan dia dapatkan."Jantung Devina langsung berdegup keras. Konferensi Solar Valley diadakan tiga tahun sekali. Itu adalah pertemuan para pemimpin bisnis top dunia. Yang diundang semuanya tokoh berpengaruh di bidangnya. Dia ingat tiga tahun lalu Raka sudah pernah ikut, tak disa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1239

    Gavin berbalik untuk menerima telepon. Cherlina baru sadar kalau ponselnya tertinggal, lalu dia berkata kepada Brielle, "Brielle, tunggu aku sebentar, ponselku ketinggalan."Brielle mengangguk. Tak lama kemudian, terdengar suara Gavin. "Bu Devina, ada perlu?"Brielle tanpa sadar menoleh ke arah Gavin. Lalu, Brielle mendengar dia tetap berbicara dengan nada profesional, "Pak Raka lagi dinas di luar negeri. Untuk jadwal detailnya nggak bisa kami beri tahu.""Saat ini aku juga nggak bisa menghubungi Pak Raka, mohon maaf.""Daftar hadiah?" Suara Gavin terdengar agak terkejut. "Maksudnya hadiah seperti apa?""Maaf, soal itu aku nggak bisa ambil keputusan atas nama Pak Raka. Silakan tunggu sampai beliau kembali ke dalam negeri."Entah apa yang dikatakan Devina di sana, nada suara Gavin mulai terdengar sedikit tidak sabar. "Aku mengerti perasaanmu, tapi urusan pribadi Pak Raka bukan wewenangku untuk campur tangan. Maaf ya, aku masih ada urusan."Gavin langsung menutup telepon lebih dulu. Saat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 330

    Menjelang dini hari, studio Devina mengeluarkan sebuah pernyataan. Karena kondisi kesehatannya menurun, dia tidak bisa menyelesaikan syuting iklan kampanye Hari Perempuan Sedunia sehingga resmi mundur dari kegiatan tahun ini.Brielle kebetulan belum tidur. Dia membuka pernyataan dari studio Devina,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 332

    Lambert sudah kembali dari luar negeri, Vivian juga datang untuk ikut kelas."Bibi Brielle." Vivian melihatnya, lalu menyapa dengan ramah.Brielle membalas dengan senyuman lembut."Mama, boleh nggak aku ajak Vivian main ke rumah kita? Kita sudah lama banget nggak ketemu." Anya menarik tangan Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 326

    Brielle membolak-balikkan laporan penelitian di ponselnya, tenggelam dalam bacaannya. Pukul 9.45 pagi, dari arah pintu lift, asisten Raka berjalan cepat menghampiri. "Bu Brielle, Pak Raka sudah menunggu di ruang rapat."Brielle tertegun. Sepertinya resepsionis sudah memberi tahu kantor pusat, jadi R

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 343

    Di sisi lain, Jay yang melihat semuanya pun menawarkan diri, "Raka, biar aku yang mengantar Brielle pulang!"Devina menggigit bibir, lalu menatap Brielle sambil berkata, "Brielle, aku tahu kamu membenciku, juga nggak butuh perhatianku."Dalam hati Brielle mencibir, 'Kalau tahu nggak dibutuhkan, untu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status