Share

Bab 378

Author: Ayesha
Brielle baru saja duduk di dalam mobil ketika Raka berjalan mendekat. "Sore ini kamu ada waktu?" tanyanya datar.

Brielle mengerutkan kening. "Nggak ada."

"Aku mencarimu untuk urusan pekerjaan," jawab Raka tenang.

"Urusan apa?"

"Kamu sudah dua minggu nggak memberiku laporan perkembangan eksperimen," katanya sambil menatap jam tangannya. "Jam dua nanti aku akan datang ke laboratoriummu." Tanpa menunggu jawaban, Raka langsung berbalik dan masuk ke mobilnya. Dia menyalakan mesin, lalu pergi lebih du
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (16)
goodnovel comment avatar
Suryat
iya ya..heran aku juga,bisa bisanya si Raka peduli banget sm si jalang..
goodnovel comment avatar
Renadwijo
Setuju..Raka buang ke laut aje...tapi ceritanya terlalu bertele2...terlalu di exploitasi kebodohan seorang CEO, kekurang ajaran Raline dan Dev..dan kemalangqn Briel..Kesannya terlalu berlebihan
goodnovel comment avatar
Matahari Alaska
abis ini pasti diem"an lagi datar lagi enggak ada adegan dimana menjelaskan keadaan apalgi kesadaran yg dimiliki salah satu pihak. terus mau dibawa kemana sih ceritanya ?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1244

    Ekspresi Raka seketika membeku beberapa detik, tapi hampir secara refleks dia menolak, "Nggak bisa."Reaksi itu sudah diduga Brielle. Dia lebih memilih melewatkan kesempatan berdamai daripada mengungkapkannya, ya?"Kenapa?" Brielle menatap lurus ke matanya, suaranya tenang tapi tidak memberi ruang untuk menghindar. "Sebenarnya apa yang disembunyikan di dalamnya? Sampai kamu rela membiarkan aku terus membencimu demi merahasiakannya?"Jakun Raka kembali bergerak, sorot matanya rumit dan sulit dibaca. "Kamu bisa mengajukan syarat lain untuk ditukar, tapi yang ini nggak bisa. Tapi aku bisa jamin, rahasia ini nggak ada hubungannya dengan kamu, dan nggak akan menyakiti siapa pun."Brielle menggigit bibirnya. Meskipun sudah bercerai dan Brielle sudah tumbuh lebih dewasa, setiap kali berhadapan langsung dengan Raka, sudut matanya tetap saja memerah."Raka, kamu selalu seperti ini. Kamu merasa berhak menentukan apa yang boleh aku tahu dan apa yang harus kamu sembunyikan dariku. Ini masalah terb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1243

    "Tuan Raka, kecap di rumah habis, aku mau ke supermarket untuk beli. Tolong jaga Nyonya, ya!" Setelah berkata demikian, Lastri meletakkan hadiah di atas lemari, lalu berjalan ke arah pintu. Tak lama kemudian, dia sudah keluar.Brielle mengernyit. Lastri jelas sengaja mencari alasan untuk pergi. Tiba-tiba dia merasa canggung, lalu menutup laptopnya. Raka duduk di sofa seberangnya, tatapannya masih tertuju pada lengan Brielle yang dibalut perban. "Lukanya masih sakit?""Nggak lagi," jawab Brielle sambil menunduk."Rapat kali ini berjalan sangat lancar, aku juga dapat banyak hal." Raka menatapnya. "Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal investasi selanjutnya."Brielle memalingkan wajah, melihat ke arah pemandangan di luar jendela, lalu menjawab pelan, "Aku tahu."Raka menunduk. "Aku tahu sekarang aku sudah nggak punya hak untuk menjelaskan apa pun kepadamu, tapi ada beberapa hal yang tetap harus aku katakan."Brielle menoleh kembali menatapnya. Dia tidak tahu apa yang ingin dijelaskan Raka,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1242

    Raline menggigit bibirnya dan melanjutkan, "Kak Brielle, aku bisa jamin, benaran nggak ada apa pun di antara kakakku dan Devina. Selama ini dia membiarkan Devina tetap di dekatnya hanya karena penyakit Ibu."Brielle menghela napas pelan. "Semuanya sudah lama berlalu, nggak perlu dibahas lagi.""Nggak, belum berlalu." Raline menatapnya dengan tegas. "Di hati kakakku cuma ada kamu. Kulihat hidupnya juga nggak baik setelah bercerai. Kadang dia sering sendirian di ruang kerja. Bahkan, aku pernah lihat dia sedang membaca catatan kamu menemaninya di rumah sakit."Brielle mengernyit. Mengingat catatan itu, dia malah ingin mengambilnya kembali dan menghapusnya.Raline tidak menyadari Brielle sedang melamun, dia terus bicara, "Kak Brielle, aku tahu aku sudah nggak pantas lagi mengatakan ini, tapi kakakku sudah tahu dia salah, dia juga sedang berusaha berubah.""Raline." Brielle memotongnya dengan lembut, "Aku tahu dia sedang berubah, tapi ada banyak hal yang memang nggak bisa kembali seperti du

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1241

    Hari keempat pagi-pagi, Brielle sudah pulang ke rumah. Anya pergi ke sekolah, Lastri membuatkan bubur bergizi untuk memulihkan tubuhnya. Walaupun Brielle ada di rumah, pikirannya tetap tertuju pada laboratorium. Di sofa ruang tamu, dia tidak pernah lepas dari laptop. Di sampingnya, Gaga juga sudah melepas perban dan luka di tubuhnya sudah mulai mengering dan membentuk keropeng.Mulai sekarang, Lastri hanya akan mengajaknya jalan-jalan di area kompleks bawah, tidak lagi membawanya ke taman luar.Pukul lima sore, Raline menggandeng Anya pulang. Dengan tas kecil di punggungnya, Anya melompat-lompat dengan ceria."Mama sudah pulang!" seru Anya sambil berjalan mendekat.Brielle mengenakan baju lengan panjang, jadi Anya tidak menyadari bahwa lengan ibunya terluka. Raline kemudian berkata, "Anya, bilang ke Mama, malam ini kamu mau tidur sama siapa?""Mama, aku masih boleh tidur sama Tante nggak?" tanya Anya langsung dengan nada memohon. Dia pikir karena Brielle sudah pulang, dia tidak bisa la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1240

    Devina menggigit bibir merahnya. Raka pergi ke luar negeri? Untuk apa?Tepat saat itu, dia mendengar suara mobil dari luar. Dia segera menghapus riwayat obrolan dengan Gavin di ponselnya. Jangan sampai Ignas tahu dia meminta hadiah dari Raka.Devina mengenakan gaun tali tipis berwarna merah anggur yang seksi, lalu dia melangkah turun dari lantai dua dengan anggun. Namun, begitu melihat Ignas masuk dengan wajah muram tanpa meliriknya sama sekali, hatinya langsung berdegup kencang."Ignas, ada apa?" Devina mendekat dengan nada khawatir.Ignas duduk di sofa, lalu tiba-tiba meninju bantal dengan keras. Nada suaranya suram. "Raka diundang ke konferensi Solar Valley. Kali ini, entah berapa banyak lagi sumber daya yang akan dia dapatkan."Jantung Devina langsung berdegup keras. Konferensi Solar Valley diadakan tiga tahun sekali. Itu adalah pertemuan para pemimpin bisnis top dunia. Yang diundang semuanya tokoh berpengaruh di bidangnya. Dia ingat tiga tahun lalu Raka sudah pernah ikut, tak disa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1239

    Gavin berbalik untuk menerima telepon. Cherlina baru sadar kalau ponselnya tertinggal, lalu dia berkata kepada Brielle, "Brielle, tunggu aku sebentar, ponselku ketinggalan."Brielle mengangguk. Tak lama kemudian, terdengar suara Gavin. "Bu Devina, ada perlu?"Brielle tanpa sadar menoleh ke arah Gavin. Lalu, Brielle mendengar dia tetap berbicara dengan nada profesional, "Pak Raka lagi dinas di luar negeri. Untuk jadwal detailnya nggak bisa kami beri tahu.""Saat ini aku juga nggak bisa menghubungi Pak Raka, mohon maaf.""Daftar hadiah?" Suara Gavin terdengar agak terkejut. "Maksudnya hadiah seperti apa?""Maaf, soal itu aku nggak bisa ambil keputusan atas nama Pak Raka. Silakan tunggu sampai beliau kembali ke dalam negeri."Entah apa yang dikatakan Devina di sana, nada suara Gavin mulai terdengar sedikit tidak sabar. "Aku mengerti perasaanmu, tapi urusan pribadi Pak Raka bukan wewenangku untuk campur tangan. Maaf ya, aku masih ada urusan."Gavin langsung menutup telepon lebih dulu. Saat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 164

    Meskipun surat perjanjian cerai sudah ditandatangani, karena masalah pembagian harta, akta cerai belum bisa diproses. Jawaban yang diberikan Farel adalah, setidaknya butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikan urusan ini.Jadi untuk sekarang, Brielle hanya bisa berpisah rumah dengan Raka.Setengah ja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 195

    Dalam perjalanan pulang, Brielle menerima telepon dari Syahira."Aku nggak tahu media mana yang membongkarnya, tapi sekarang seluruh internet sudah menyebarkan berita perceraian kalian, bahkan muncul banyak spekulasi!"Brielle tersenyum tenang. "Cepat atau lambat, masalah itu memang akan terbongkar.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 176

    Setelah marah, Lukas pun akhirnya kembali tenang. Ekspresinya tampak sedikit frustrasi saat berkata, "Ini semua salahku yang terlalu ceroboh, nggak bisa menemukan masalah ini tepat waktu. Aku harus berterima kasih pada Brielle. Kalau nggak, nanti kalau benar-benar terjadi masalah, aku yang akan jadi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 179

    Keahlian menyetir Raka sangat stabil. Brielle tidak mengobrol dengannya. Namun, mobil yang dia kemudikan malah berhenti di depan sebuah restoran, bukan rumah sakit.Brielle mengerutkan kening, menatap restoran itu, lalu berkata kepadanya, "Kenapa ke sini?""Aku sudah menyuruh Raline mengantar Anya k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status