Share

Bab 504

Author: Ayesha
"Sejak kecil aku nggak pernah kekurangan uang. Jadi, keluargaku punya uang atau nggak, rasanya sama saja bagiku," kata Faye sambil menyibakkan rambut panjangnya.

Saat itu, dia melihat sosok Brielle dan menambahkan dengan senyum bermakna, "Tapi keberhasilan ayahku membawa perusahaannya melantai di bursa kali ini, sebenarnya harus berterima kasih pada seseorang."

"Siapa?" tanya salah satu rekan dengan penasaran.

Faye melangkah sedikit ke samping dan menatap ke arah Brielle. "Orang itu adalah Pak R
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
siapa sih Lo Faye sombong bgt...cm kapan hari aja presentasi ga becus..ga ingat kalau ga brielle yg tampil namamu bakal jd lelucon di seluruh kota...skrg malah mau mengganggu brielle lagi.....mmg sifatnya sama 1 keluarga tkg rusuh...tukang fitnah dan licik
goodnovel comment avatar
Suryat
si faye ini peneliti abal abal kyknya..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1048

    Saat itu, ponsel Brielle berdering. Dia mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah nomor tak dikenal, tetapi berasal dari kota yang sama.Brielle mengerutkan kening, lalu berjalan ke balkon untuk menjawabnya."Halo, siapa ini?" tanyanya dengan sopan terlebih dahulu."Brielle, ini aku. Bisa ngobrol sebentar?" Dari ujung telepon terdengar suara Devina yang sedikit bernada provokatif.Brielle sebenarnya tidak menyangka Devina masih punya keberanian untuk meneleponnya. Setiap kali menelepon, dia juga cukup pintar dengan mengganti nomor, karena nomor lamanya sudah masuk daftar blokir Brielle."Nggak ada yang ingin kubicarakan denganmu." Brielle mendengus dingin, tidak ingin membuang waktu berbicara omong kosong dengannya.Namun, Devina tetap berbicara seolah-olah tidak peduli."Brielle, kamu benar-benar percaya aku dan Raka sama sekali nggak punya hubungan apa-apa? Masih ingat hari konserku di dalam negeri? Kalau saja kamu nggak tiba-tiba masuk ke ruang istirahatku dan mengganggu kesenangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1047

    Lambert sesekali mengambilkan makanan untuk Brielle, tetapi dia selalu menggunakan sendok saji yang ada di samping. Saat melihat Brielle dengan senang hati memakan makanan yang dia ambilkan, suasana hatinya juga tanpa sadar menjadi sedikit lebih baik.Mereka selesai makan sekitar pukul 8 malam, lalu keluar setelah membayar. Begitu keluar dari aula restoran, Lambert memperhatikan bahwa meja Raka sudah dibereskan. Raka sudah pergi.Brielle juga melirik sekilas. Keduanya keluar dari restoran, lalu berjalan kaki kembali ke kompleks perumahan.Saat melewati zebra cross di lampu lalu lintas, Brielle baru saja melangkah ketika sebuah sepeda listrik yang melanggar aturan melaju melewati depan mereka. Lambert secara refleks melangkah maju, memegang pergelangan tangan Brielle, dan melindunginya ke sisi yang lebih jauh dari arus kendaraan, sekaligus menuntunnya menyeberangi zebra cross.Brielle tertegun sejenak. Lampu hijau untuk pejalan kaki di seberang hanya tersisa sembilan detik. Dia membiark

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1046

    Gavin segera tersadar. Dari reaksi Brielle dan Lambert barusan, sepertinya makan malam ini ditraktir oleh Brielle. Sedangkan hubungan Brielle dengan Raka ....Gavin merasa dirinya tadi terlalu banyak bicara. Dia segera memusatkan perhatian dan mulai melaporkan pekerjaan yang ada di tangannya.Yang ada di tangannya adalah perkembangan salah satu proyek akuisisi penting Grup Pramudita baru-baru ini. Dia mulai melaporkannya dengan runtut dan jelas.Dia sedang menatap data-data itu, tidak menyadari bahwa pandangan atasannya sama sekali tidak tertuju pada angka-angka yang dia tunjuk. Tatapan bosnya yang dalam justru tertuju pada lorong yang mengarah ke ruang privat, sementara ujung jarinya tanpa sadar mengusap dinding gelas."Jadi, saat ini harga yang ditawarkan pihak lawan masih relatif tinggi. Setelah evaluasi dari departemen proyek, mereka menilai masih ada sekitar 10% ruang untuk negosiasi harga ...."Ketika Gavin mengatakan ini, dia berhenti sejenak menunggu instruksi atasannya. Namun,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1045

    "Brielle." Lambert menatapnya dengan hangat. Melihat mata ibunya yang memerah, dia meletakkan jaket, lalu duduk di sampingnya. Savana segera bertanya dengan cemas, "Lambert, gimana situasinya?""Mereka kekeuh sekali. Aku sudah menunjuk pengacara dan bersiap menempuh jalur hukum." Lambert menggosok pelipisnya. Perusahaannya baru saja melewati masa sulit, sekarang muncul masalah baru lagi dalam kehidupan pribadinya.Brielle berkata dengan tulus kepada Lambert, "Kalau ada yang bisa aku bantu, jangan ragu untuk ngomong."Walaupun Brielle tidak tahu apakah dirinya benar-benar bisa membantu, jika ada yang membutuhkan bantuannya, dia pasti akan berusaha sebaik mungkin.Lambert menatap Brielle dengan penuh syukur. "Terima kasih."Pada saat yang sama, dia juga tidak ingin Brielle terlalu mengkhawatirkannya. "Aku sudah bicara sama seorang pengacara otoritatif yang menangani sengketa hak asuh internasional. Dia bilang, peluang kita sangat besar, hanya saja perlu waktu untuk menjalani prosedurnya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1044

    Brielle menoleh menatapnya. Walaupun dia tidak yakin apakah Raka benar-benar sedang flu, yang pasti dia memang tidak ingin menjemput anak bersama dengan Raka."Nggak perlu. Kamu pulang saja," tolak Brielle dengan datar.Tatapan mata Raka yang dalam sedikit meredup. Namun, dia tidak langsung pergi. Dia hanya mundur dua langkah sambil bersandar pada badan mobil, dan pandangannya tetap tertuju pada sisi wajah Brielle.Brielle bisa merasakan tatapannya. Beberapa detik kemudian, Brielle menoleh dan menatapnya dengan tajam.Ditatap seperti itu oleh Brielle, seulas senyum melintas di mata Raka. Barulah dia membuka pintu mobil, lalu membungkuk masuk ke dalam dan menyalakan mobil untuk pergi.Brielle merapikan rambut panjangnya. Bagaimanapun juga, suasana hatinya sedikit terpengaruh.Saat itu, gerbang sekolah sudah dibuka. Brielle berjalan menuju pintu sekolah bersama para orang tua lain. Ketika Anya keluar, kepalanya tertunduk seolah-olah sedang mengalami pukulan besar. Brielle segera berjongk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1043

    Madeline sedang berbicara dengan beberapa mahasiswa muda. Ketika mendengar suara Brielle, dia terkejut menoleh, lalu wajahnya langsung dipenuhi kegembiraan."Brielle, kenapa kamu kembali?"Madeline mengatakan beberapa hal kepada para mahasiswa itu, lalu berjalan ke arah mereka. Brielle memperhatikan wajahnya. Sepertinya pemulihan setelah operasinya berjalan cukup baik."Bu Madeline, kalau begitu kalian lanjut mengobrol. Aku kembali ke laboratorium dulu," kata Harvis dengan sopan.Setelah Harvis pergi, Madeline memperhatikan Brielle dengan saksama lalu bertanya pelan, "Brielle, gimana keadaanmu belakangan ini? Anakmu baik-baik saja?"Brielle teringat kejadian pingsan dan dirawat di rumah sakit sebelumnya. Tentu saja dia hanya menyampaikan kabar baik, "Aku baik-baik saja. Bu Madeline sendiri gimana? Gimana pemulihan tubuh Ibu?""Semua indikator sudah mencapai standar. Sekarang timku juga sudah dibubarkan. Setiap minggu aku hanya datang beberapa kali ke kampus untuk mengajar," kata Madeli

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 523

    [ Sepertinya Raka sedang kena masalah. ]Brielle tertegun sejenak, lalu membuka tautan yang dikirim. Judul berita itu sangat mencolok.[ Grup Pramudita membantu Grup Datau untuk melantai di bursa, diduga terlibat suap terhadap lembaga pengawas. ]Brielle mengerutkan kening. Dalam hati, dia hanya bis

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 542

    "Nggak perlu terburu-buru menjawab. Kamu punya waktu tiga bulan untuk mempertimbangkan." Raka berkata, lalu berbalik dan pergi.Brielle tidak langsung menekan tombol lift. Pikirannya melayang kembali ke eksperimen terakhir dua tahun lalu. Itu adalah penelitian yang ia lakukan di laboratorium bawah t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 528

    Pekerjaan pendampingan Brielle di Kyoza berjalan sangat lancar. Tim dari Universitas Medis Militer Kyoza benar-benar luar biasa dan respons para peserta uji coba juga stabil. Efek obat berhasil diuji dengan akurat.Waktu berlalu cepat. Lima hari kemudian, Festival Pertengahan Musim Gugur tinggal seh

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 514

    Namun, Thoriq yakin suatu hari nanti dia akan berdiri di sisi ayah Faye, menjadi tangan kanannya. Saat itu tiba, mungkinkah dengan sedikit usaha, dia bisa mengejar dan mendapatkan Faye?"Nggak ada apa-apa. Maksudku, aku akan berusaha bekerja sebaik mungkin di bawah ayahmu, Faye. Kamu lanjutkan kesib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status