Share

Bab 760

Author: Ayesha
Di kafe, Niro bertanya kepada Brielle, "Mau menghindari mereka? Kita bisa ganti jadwal penerbangan."

Brielle sudah memeriksa, penerbangan berikutnya pukul 11 siang. Dia ingin tiba lebih awal untuk melakukan persiapan. Lagi pula, Derrick juga ada. Tidak ada alasan baginya untuk menghindari siapa pun.

Setelah Brielle duduk, Niro menanyakan dia ingin minum apa. Brielle memesan segelas vanilla latte, lalu Niro pergi memesannya.

Tak lama kemudian, Derrick keluar sambil menerima telepon. Brielle melam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Siti Aminah
mantap niro , maju terus raih cintamu
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
yg penting sdh tau jelang2 akhirnya
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
syaratnya jgn utamakan Davina simpanan ya kitachan hrs tegas dan punya power u menolak dav yg selalu manja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1204

    Faye yang masih hendak memohon tiba-tiba mendengar sekelompok orang berjalan dari arah lobi lift. Dia langsung mengangkat kepala dan menoleh.Terlihat sekelompok pria berjas mengelilingi seorang pria muda dengan aura kuat yang berjalan di tengah. Sosok pria itu tegap, rambut putihnya sangat mencolok. Kalau bukan Raka, siapa lagi?Raka sedikit menoleh mendengarkan pria di sampingnya berbicara. Tatapannya tajam, langkahnya mantap.Jantung Faye langsung berdegup kencang. Hampir tanpa berpikir, dia berlari ke arah Raka dan berteriak, "Kakak Ipar!"Panggilan itu begitu keras dan mendadak, langsung memecah suasana tertib di lobi. Semua orang berhenti dan menatap gadis yang berteriak itu dengan heran.Langkah Raka terhenti. Dia menoleh ke arah wanita yang berlari dari depan resepsionis. Tatapannya yang dalam dan dingin tertuju pada Faye, seperti pisau tajam tanpa sedikit pun kehangatan.Tubuh Faye langsung merinding karena tatapannya, tetapi dia tetap memaksakan diri berbicara, "Kak Raka, tol

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1203

    Faye menggigit bibirnya erat-erat. Dia berjalan menuju toilet untuk menenangkan diri. Baru saja masuk ke bilik, dia mendengar rekan-rekan kantor masuk."Kalian lihat berita tentang Grup Datau? Katanya Keluarga Datau sudah mau bangkrut.""Dari dulu juga sudah banyak kabar buruk tentang mereka, aku saja heran mereka bisa sampai go public.""Bukan cuma bangkrut, di berita katanya bisa terkait masalah ekonomi serius, mungkin ada yang sampai masuk penjara.""Gelar putri kaya Faye itu sudah nggak bakal bertahan lagi, lihat saja dulu dia betapa sombongnya.""Dulu posisinya tinggi sekali, tapi sekarang? Hah, asal nggak terlilit utang saja sudah bagus."Di dalam bilik, Faye menahan emosinya sekuat tenaga. Dulu orang-orang ini selalu mengagumi dan menjilatnya, sekarang justru menghinanya saat dia jatuh. Bahkan untuk keluar membantah mereka pun dia tidak punya keberanian.Setelah masuk ke mobil, Faye menelepon Devina. Meskipun membenci Devina karena mengambil saham perusahaan, sekarang perusahaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1202

    Lastri memanggil Anya untuk mandi, sementara Brielle turun ke lantai bawah. Di samping sofa, Raka sudah mengambil jasnya dan menggantungkannya di lengan, bersiap untuk pergi.Brielle turun dan berkata kepadanya, "Terima kasih sudah jagain Anya."Raka menatapnya dengan tenang, suaranya rendah dan serius. "Brielle, ke depannya biar aku yang urus anak. Aku ingin kamu fokus sepenuhnya pada pekerjaanmu."Brielle sedikit tertegun, dengan peka menangkap sesuatu yang tidak biasa dalam ucapannya. Dia berhenti beberapa langkah dari Raka, menatap langsung. "Katakan yang sebenarnya, proyek ini ... apa berkaitan dengan seseorang yang sangat penting?"Raka menatap balik. Dia terdiam sesaat, seolah-olah sedang menimbang, lalu akhirnya menyahut dengan perasaan tertekan, "Ya.""Siapa?" Pupil Brielle sedikit menyempit."Wakil presiden sebelumnya," jawab Raka dengan suara rendah, lalu menambahkan, "Tapi jangan sampai bocor ke luar."Brielle terkejut. Waktu itu, ketika mantan wakil presiden tiba-tiba meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1201

    Brielle mendorong stroller belanja, Raka menggendong putrinya. Tatapan di sekitar mereka beragam, ada yang iri, ada yang penasaran. Beberapa orang dari kalangan bisnis tingkat menengah ke atas bahkan mengenali Raka, karena rambut putihnya sudah seperti ciri khasnya.Tak disangka, pria dengan status tinggi dan kekayaan luar biasa itu juga punya waktu untuk menemani istri dan anak berbelanja di mal.Walaupun Brielle adalah mantan istrinya, pemandangan ini tetap membuat banyak orang menganggap mereka adalah satu keluarga yang beranggotakan tiga orang.Sesampainya di hunian mewah Brielle, Raka menggendong Anya masuk dengan sangat alami. Brielle ingin menyempatkan waktu menemani putrinya, sementara masih ada banyak data yang harus dia cek, jadi dia bertanya kepada Raka, "Kamu ada waktu? Tinggal di sini saja temani Anya, aku masih harus kerja."Raka mengangguk. "Malam ini aku kosong.""Baiklah, aku bilang ke Bi Lastri dulu." Setelah berkata begitu, Brielle menuju dapur, meminta Lastri menyia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1200

    Sesampainya di rumah, kedua orang tuanya belum pulang. Faye masuk ke kamar mandi, menggosok tubuhnya dengan keras, seolah-olah ingin menghapus noda kotor yang menempel di tubuhnya.Untuk saat ini, dia hanya bisa melangkah dengan hati-hati. Selama belum benar-benar terdesak, dia tidak boleh berbalik melawan Thoriq.....Krisis Grup Datau terus meluas. Menjelang sore, kembali muncul berita buruk.Brielle sedang mengajak putrinya berjalan-jalan di mal. Anya berjalan di depan memilih barang, kuncir kudanya bergoyang, penampilannya tampak polos dan menggemaskan.Di belakang Brielle, Zakie membawa dua bawahannya yang menyamar di antara para pengunjung. Mereka terus mengawasi situasi sekitar.Berbelanja di supermarket adalah hal yang cukup santai. Tatapan Brielle yang lembut mengikuti gerak lincah putrinya. Si kecil kini berdiri di depan rak cokelat, matanya yang besar penuh harap.Dia menoleh ke arah ibunya. "Mama, aku boleh beli satu cokelat nggak?" Setelah itu, dia mengangkat satu jari kec

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1199

    Walaupun Faye sangat ingin mencabik-cabik Thoriq, saat mendengar ayahnya bisa dipenjara dan reputasinya akan hancur, dia tetap panik. Dia sama sekali tidak boleh membiarkan Thoriq menghancurkan sisa terakhir Keluarga Datau.Saat ini, di mata Thoriq selain kegilaan, masih ada sedikit rasa takut. Bagaimanapun, dia bukan orang yang benar-benar jahat. Dia berpendidikan tinggi, dulu juga seorang pemuda yang penuh impian. Hanya saja, keadaan memaksanya sampai ke titik ini.Ditambah lagi dia memegang bukti tentang Declan, membuat perasaannya terhadap Faye berubah menjadi cinta yang menyimpang.Saat ini, dia justru berharap Faye menyerah dan setuju menjadi pacarnya. Faye adalah gadis yang dia cintai diam-diam selama enam tahun. Dia masih dengan naif berharap bisa memiliki akhir bersama dengannya.Faye menggigit bibir bawahnya erat-erat. Situasi di hadapannya membuat amarahnya mereda dan kembali tenang. Dia tahu tidak boleh memancing emosi Thoriq, setidaknya untuk saat ini tidak.Untuk menenang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 512

    Hari ini setelah Brielle dan Madeline selesai menyusun laporan, ponsel Brielle berbunyi. Brielle mengira itu pesan kerja, tetapi ketika melihat, ternyata pesan itu dikirim oleh Niro.[ Brielle, ada paket yang kemungkinan akan dikirim hari ini. Ingat untuk menerimanya. ]Brielle terkejut. Apakah Niro

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 517

    "Aku ada urusan," sahut Harvis.Namun, Faye mengira itu cuma alasan untuk menutupi kenyataan bahwa dia diabaikan. Dia merasa tidak adil untuk Harvis dan berkata dengan nada tak puas, "Bahkan Brielle saja bisa ikut makan bareng Pak Justin dan yang lain. Bu Madeline sama Profesor Louie agak pilih kasi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 535

    "Aku sudah kasih tahu Bu Madeline tentang keputusanku. Nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan." Setelah menuangkan kopi, Brielle menuju kantor pribadinya."Setengah jam lagi, aku akan datang menemuimu." Nada bicara Raka tidak memberi ruang untuk penolakan.Brielle bahkan belum sempat menjawab keti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 513

    Malam itu, asisten perempuan itu menerima surat pemutusan kontrak kerja. Besok, dia tidak perlu datang lagi.Asisten itu sudah mengerahkan segala cara untuk bisa pindah ke kantor pusat. Tujuannya hanya satu, yaitu menggunakan kecantikannya untuk menarik perhatian Raka, lalu berhasil naik ke tempat t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status