Share

Bab 768

Author: Ayesha
Brielle mengerutkan kening. Dengan ekspresi dingin, dia melangkah melewati Raka tanpa menoleh.

"Sepertinya aku harus mengucapkan selamat padamu," ujar Raka. Ujung alisnya yang tajam terangkat, sorot matanya yang gelap memancarkan dingin.

Brielle tahu apa maksudnya. Raka mengira hubungannya dengan Niro sudah hampir sampai pada tahap itu?

Brielle sama sekali tidak berniat menanggapi. Dia membuka pintu kamar dengan kartu dan mendorongnya masuk. Saat hendak menutup pintu, sebuah lengan tiba-tiba men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (23)
goodnovel comment avatar
Naya
Raka seumur hidup gak mau menikah lagi , tp tetep bisa berhubungan bebas dg Davina, itu sama saja hanya gak punya status.
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
seru...seru...si Raka dah mulai panik menyangka brielle bakalan nikah sama Niro....sukurin biar tau rasanya sakit hati gimana...pake ngancam2 mau ambil.hak.asuh Anya segala....sama klausul 5th ga boleh nikah lagi...tu pelakor dah nungguin kamu...kesepian dia...
goodnovel comment avatar
Norainie Sulaiman
kan benar...x sabar ni baca bab² seterusnya ..paling x sabar tunggu bab cdavina kena tendang dr sekitar briell n raka
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1384

    "Halo, Faye, kangen aku ya?" Dari seberang telepon terdengar suara Thoriq yang menggoda.Kebencian melintas di mata Faye, tetapi dia tetap berkata dengan tenang, "Thoriq, ayahku sudah tahu kalau kamu pegang bukti tentang dirinya. Dia bersedia bayar 10 miliar untuk beli semua bukti yang ada padamu.""Apa? Sepuluh miliar?" Suara Thoriq di seberang langsung naik beberapa oktaf, penuh kegembiraan dan ketidakpercayaan."Serius? Faye, kamu nggak bohong, 'kan?""Untuk apa aku bohong?" balas Faye pelan. "Thoriq, ayahku mau menceraikan ibuku. Lagi pula, uang itu juga nggak bakal jadi milikku. Jadi, ambillah sebanyak yang kamu bisa.""Oke, oke! Nggak masalah." Thoriq sangat bersemangat. Bagi dirinya, 10 miliar adalah rezeki nomplok.Sekitar pukul 9 malam, di dekat sebuah dermaga terbengkalai yang hampir tak pernah dilewati orang, Declan tiba tepat waktu dengan mobilnya.Dia duduk di kursi pengemudi dan menunggu sebentar sebelum melihat sebuah sedan Volkswagen melaju mendekat. Orang yang turun da

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1383

    Brielle tidak berkata apa-apa lagi. Dia berbalik, membuka pintu, lalu masuk ke rumah dan menutup pintunya.Raka berdiri di tempat selama beberapa saat, lalu juga berbalik dan pergi.....Di rumah Keluarga Datau.Malam ini, Declan pulang ke rumah. Namun, suasana hatinya sangat buruk. Bahkan terhadap Flora yang terus menangis, dia sudah kehilangan seluruh kesabarannya. Dia pulang malam ini hanya untuk meminta Flora menandatangani surat cerai.Faye sedang berada di kamarnya ketika seorang pelayan tiba-tiba berlari masuk. "Nona, cepat lihat Tuan dan Nyonya! Sepertinya mereka bertengkar!"Faye langsung berlari menuju kamar utama. Saat mendorong pintu terbuka, dia melihat ibunya ditekan di atas ranjang oleh ayahnya yang memaksanya menandatangani dokumen.Pemandangan itu membuat Faye tercengang. Ibunya ditekan kuat-kuat di atas ranjang, rambutnya berantakan, wajahnya penuh jejak air mata. Sementara ayahnya tampak garang dengan dokumen di tangan."Tanda tangan. Jangan paksa aku menggunakan kek

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1382

    Yang paling penting bagi Devina sekarang adalah secepat mungkin mengandung anak Ignas dan mengamankan posisinya, bukan berdiri di sini bersaing memperebutkan perhatian dengan Brielle.Siapa pun yang punya mata bisa melihat betapa Raka peduli pada Brielle. Namun, Devina malah maju sendiri mencari masalah dengan mereka. Bukankah itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri?Saat ini, sambil menggenggam tasnya dan masuk ke mobil, Devina bersumpah dalam hati. Suatu hari nanti, dia akan melemparkan uang penalti 4 triliun itu tepat di depan wajah Raka, memutus seluruh kendali pria itu atas dirinya, dan tidak perlu lagi menanggung penghinaan seperti hari ini.Di restoran, Raka kembali ke tempat duduknya. Ekspresinya sudah kembali tenang. Dia mengangkat mata dan mengamati wajah Brielle di seberangnya.Brielle sedang memotong steik untuk putrinya dengan sabar, seolah-olah kejadian barusan hanyalah selingan kecil yang tidak penting.Karena Devina tidak kembali ke restoran, berarti Raka sudah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1381

    Devina terpaku oleh tatapan dingin Raka. Hatinya langsung mencelos. Dia menyadari bahwa kali ini mungkin dia sudah keterlaluan.Bahkan Freyna yang berdiri di sampingnya sampai menahan napas, merasa Devina seharusnya tidak memancing emosi Raka pada saat seperti ini.Devina menoleh ke arah Brielle di seberang meja, lalu berkata dengan lembut, "Kamu temani Anya makan dulu."Namun, setelah dia mengatakan itu, Raka justru bangkit dari kursinya. Tatapannya tertuju pada Devina, sementara nadanya tegas tanpa ruang untuk membantah. "Bu Devina, mari kita bicara di luar sebentar."Itu bukan ajakan. Itu perintah.Wajah Devina langsung memucat. Melihat sorot mata Raka, dia tahu pria itu benar-benar marah. Dia pun memaksakan senyuman. "Raka, aku nggak ingin ganggu kalian ma ...."Namun, Raka sudah berjalan keluar menuju pintu restoran. Devina langsung panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia bertukar pandang dengan Freyna.Pada saat yang sama, dia melihat Brielle sedang memandanginya. Seketika m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1380

    "Mama sudah di rumah," jawab Brielle."Kalau begitu, Mama makan sama kami, 'kan?""Mama ....""Mama, ayo dong, ayolah!" Anya buru-buru merengek dengan manja, takut ibunya akan menolak.Hati Brielle langsung melunak."Baiklah, Mama ikut.""Kalau begitu, Mama turun ke parkiran ya! Papa jemput Mama," ujar Anya.Brielle juga ingin menemani putrinya keluar untuk bersantai sejenak. Setelah memberi tahu Lastri, dia pun turun. Saat tiba di area parkir, mobil Raka kebetulan baru saja berhenti di tempatnya.Jendela mobil turun. Anya melambaikan tangan kecilnya dengan gembira. "Mama, cepat!"Melihat putrinya yang begitu tidak sabar, Brielle tersenyum sambil menggeleng, lalu membuka pintu mobil dan masuk.Baru saja duduk, Raka menoleh ke arahnya. "Mau makan apa? Western food atau chinese food?""Terserah. Kamu yang pilih saja," jawab Brielle dengan tenang."Oke, aku yang atur."Tak lama kemudian, mobil Raka berhenti di depan sebuah restoran barat. Begitu turun dari mobil, Anya menggenggam tangan B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1379

    Saat Brielle masih mengamatinya, Raka sudah berjalan ke hadapan mereka. Kebetulan, dia menangkap tatapan Brielle yang sedang memperhatikan pengikat lengan kemejanya.Sudut bibirnya sedikit terangkat, nyaris tak terlihat."Jangan dilihat terus," ujarnya dengan suara rendah. "Kamu yang belikan."Kalimat itu membuat napas Brielle sedikit tertahan. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus menjawab apa.Justru Syahira yang berada di sampingnya memperlihatkan ekspresi seolah-olah sedang menonton pertunjukan menarik. Dia segera mencari alasan untuk pergi."Brielle, aku ke toilet dulu. Kalian ngobrol saja." Tanpa menunggu reaksi Brielle, dia langsung kabur.Raka menambahkan penjelasan, "Kemejanya kurang pas. Pakai pengikat lengan jadi lebih cocok."Brielle memalingkan wajah. Dulu setelah mereka menikah, ukuran pakaian, selera, hingga warna pakaian Raka hampir semuanya diurus sendiri oleh Brielle.Namun, dia juga tidak percaya kalau sekarang Raka sampai tidak bisa mendapatkan kemeja yang pas.Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 597

    Brielle mengangkat ponsel. "Aku kasih kamu satu menit buat pergi. Kalau nggak, aku langsung lapor polisi."Senyuman Devina menegang. "Brielle, aku nggak berniat jahat.""Kamu mendekati putriku dengan status sebagai seorang selingkuhan, lalu kamu bilang nggak berniat jahat? Aku nggak keberatan membua

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 576

    Dalam perjalanan mengantar Derrick kembali ke hotel, Brielle berbicara dengannya tentang kondisi peralatan laboratorium."Ya! Peralatan inti ini bagus, hanya perlu dikalibrasi ulang dan sudah bisa dipakai." Derrick berkata, sangat puas dengan semua fasilitas laboratorium itu.Brielle juga merasa bah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 587

    Langkah yang dilakukan Raka itu ternyata membuat Derrick memandangnya dengan cara yang sangat berbeda."Paman Derrick, mungkin Anda terlalu menilainya tinggi," kata Brielle tanpa bisa menahan diri.Derrick hanya tertawa pelan di seberang sana. Setelah berbicara beberapa kalimat lagi, telepon pun dit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 573

    "Boleh minta kontak Profesor Brielle?""Ya, ya! Boleh ya?" Yang bersuara adalah beberapa mahasiswa laki-laki yang cukup tampan. Masing-masing penuh dengan energi muda khas mahasiswa pria.Suasana mendadak menjadi riuh.Brielle baru hendak menolak ketika suara laki-laki yang dalam dan dingin terdenga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status