Share

Bab 779

Penulis: Ayesha
Raline menggigit bibirnya. Air mata terus mengalir. Dia sama sekali tidak menyangka dua kalimat yang diucapkannya dengan sembarangan justru memicu kemarahan kakaknya sebesar itu.

Sepertinya Anya telah menceritakan hal ini kepada Brielle, lalu Brielle mencari kakaknya untuk membuat keributan. Itulah sebabnya kakaknya bisa semarah ini.

"Raka, makanannya sudah siap," panggil Meira ketika melihat putranya turun dengan amarah yang masih meluap.

"Ibu, kalian saja yang makan," sahut Raka sambil menahan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
ayo Anya satukan lagi orang tuamu,pelakor jangan di kasih panggung..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1384

    "Halo, Faye, kangen aku ya?" Dari seberang telepon terdengar suara Thoriq yang menggoda.Kebencian melintas di mata Faye, tetapi dia tetap berkata dengan tenang, "Thoriq, ayahku sudah tahu kalau kamu pegang bukti tentang dirinya. Dia bersedia bayar 10 miliar untuk beli semua bukti yang ada padamu.""Apa? Sepuluh miliar?" Suara Thoriq di seberang langsung naik beberapa oktaf, penuh kegembiraan dan ketidakpercayaan."Serius? Faye, kamu nggak bohong, 'kan?""Untuk apa aku bohong?" balas Faye pelan. "Thoriq, ayahku mau menceraikan ibuku. Lagi pula, uang itu juga nggak bakal jadi milikku. Jadi, ambillah sebanyak yang kamu bisa.""Oke, oke! Nggak masalah." Thoriq sangat bersemangat. Bagi dirinya, 10 miliar adalah rezeki nomplok.Sekitar pukul 9 malam, di dekat sebuah dermaga terbengkalai yang hampir tak pernah dilewati orang, Declan tiba tepat waktu dengan mobilnya.Dia duduk di kursi pengemudi dan menunggu sebentar sebelum melihat sebuah sedan Volkswagen melaju mendekat. Orang yang turun da

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1383

    Brielle tidak berkata apa-apa lagi. Dia berbalik, membuka pintu, lalu masuk ke rumah dan menutup pintunya.Raka berdiri di tempat selama beberapa saat, lalu juga berbalik dan pergi.....Di rumah Keluarga Datau.Malam ini, Declan pulang ke rumah. Namun, suasana hatinya sangat buruk. Bahkan terhadap Flora yang terus menangis, dia sudah kehilangan seluruh kesabarannya. Dia pulang malam ini hanya untuk meminta Flora menandatangani surat cerai.Faye sedang berada di kamarnya ketika seorang pelayan tiba-tiba berlari masuk. "Nona, cepat lihat Tuan dan Nyonya! Sepertinya mereka bertengkar!"Faye langsung berlari menuju kamar utama. Saat mendorong pintu terbuka, dia melihat ibunya ditekan di atas ranjang oleh ayahnya yang memaksanya menandatangani dokumen.Pemandangan itu membuat Faye tercengang. Ibunya ditekan kuat-kuat di atas ranjang, rambutnya berantakan, wajahnya penuh jejak air mata. Sementara ayahnya tampak garang dengan dokumen di tangan."Tanda tangan. Jangan paksa aku menggunakan kek

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1382

    Yang paling penting bagi Devina sekarang adalah secepat mungkin mengandung anak Ignas dan mengamankan posisinya, bukan berdiri di sini bersaing memperebutkan perhatian dengan Brielle.Siapa pun yang punya mata bisa melihat betapa Raka peduli pada Brielle. Namun, Devina malah maju sendiri mencari masalah dengan mereka. Bukankah itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri?Saat ini, sambil menggenggam tasnya dan masuk ke mobil, Devina bersumpah dalam hati. Suatu hari nanti, dia akan melemparkan uang penalti 4 triliun itu tepat di depan wajah Raka, memutus seluruh kendali pria itu atas dirinya, dan tidak perlu lagi menanggung penghinaan seperti hari ini.Di restoran, Raka kembali ke tempat duduknya. Ekspresinya sudah kembali tenang. Dia mengangkat mata dan mengamati wajah Brielle di seberangnya.Brielle sedang memotong steik untuk putrinya dengan sabar, seolah-olah kejadian barusan hanyalah selingan kecil yang tidak penting.Karena Devina tidak kembali ke restoran, berarti Raka sudah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1381

    Devina terpaku oleh tatapan dingin Raka. Hatinya langsung mencelos. Dia menyadari bahwa kali ini mungkin dia sudah keterlaluan.Bahkan Freyna yang berdiri di sampingnya sampai menahan napas, merasa Devina seharusnya tidak memancing emosi Raka pada saat seperti ini.Devina menoleh ke arah Brielle di seberang meja, lalu berkata dengan lembut, "Kamu temani Anya makan dulu."Namun, setelah dia mengatakan itu, Raka justru bangkit dari kursinya. Tatapannya tertuju pada Devina, sementara nadanya tegas tanpa ruang untuk membantah. "Bu Devina, mari kita bicara di luar sebentar."Itu bukan ajakan. Itu perintah.Wajah Devina langsung memucat. Melihat sorot mata Raka, dia tahu pria itu benar-benar marah. Dia pun memaksakan senyuman. "Raka, aku nggak ingin ganggu kalian ma ...."Namun, Raka sudah berjalan keluar menuju pintu restoran. Devina langsung panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia bertukar pandang dengan Freyna.Pada saat yang sama, dia melihat Brielle sedang memandanginya. Seketika m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1380

    "Mama sudah di rumah," jawab Brielle."Kalau begitu, Mama makan sama kami, 'kan?""Mama ....""Mama, ayo dong, ayolah!" Anya buru-buru merengek dengan manja, takut ibunya akan menolak.Hati Brielle langsung melunak."Baiklah, Mama ikut.""Kalau begitu, Mama turun ke parkiran ya! Papa jemput Mama," ujar Anya.Brielle juga ingin menemani putrinya keluar untuk bersantai sejenak. Setelah memberi tahu Lastri, dia pun turun. Saat tiba di area parkir, mobil Raka kebetulan baru saja berhenti di tempatnya.Jendela mobil turun. Anya melambaikan tangan kecilnya dengan gembira. "Mama, cepat!"Melihat putrinya yang begitu tidak sabar, Brielle tersenyum sambil menggeleng, lalu membuka pintu mobil dan masuk.Baru saja duduk, Raka menoleh ke arahnya. "Mau makan apa? Western food atau chinese food?""Terserah. Kamu yang pilih saja," jawab Brielle dengan tenang."Oke, aku yang atur."Tak lama kemudian, mobil Raka berhenti di depan sebuah restoran barat. Begitu turun dari mobil, Anya menggenggam tangan B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1379

    Saat Brielle masih mengamatinya, Raka sudah berjalan ke hadapan mereka. Kebetulan, dia menangkap tatapan Brielle yang sedang memperhatikan pengikat lengan kemejanya.Sudut bibirnya sedikit terangkat, nyaris tak terlihat."Jangan dilihat terus," ujarnya dengan suara rendah. "Kamu yang belikan."Kalimat itu membuat napas Brielle sedikit tertahan. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus menjawab apa.Justru Syahira yang berada di sampingnya memperlihatkan ekspresi seolah-olah sedang menonton pertunjukan menarik. Dia segera mencari alasan untuk pergi."Brielle, aku ke toilet dulu. Kalian ngobrol saja." Tanpa menunggu reaksi Brielle, dia langsung kabur.Raka menambahkan penjelasan, "Kemejanya kurang pas. Pakai pengikat lengan jadi lebih cocok."Brielle memalingkan wajah. Dulu setelah mereka menikah, ukuran pakaian, selera, hingga warna pakaian Raka hampir semuanya diurus sendiri oleh Brielle.Namun, dia juga tidak percaya kalau sekarang Raka sampai tidak bisa mendapatkan kemeja yang pas.Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 674

    "Aku akan suruh orang mengantarnya ke laundry lalu kembalikan ke temanku," kata Raka. Setelah itu, dia mengambil jas setelan biru tua berkelas tinggi itu dan pergi.Setelah Raka benar-benar keluar dari gerbang rumah, barulah Lastri naik ke lantai atas untuk menyampaikan hal itu kepada Brielle.Saat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 680

    Raka menatap foto-foto itu selama beberapa detik. Dia teringat bahwa dia sempat menanyakan pada Brielle apakah dia akan ikut kegiatan tersebut pada hari Rabu. Waktu itu, Brielle jelas mengatakan tidak akan ikut.Lalu, kenapa sekarang dia malah membawa Anya ikut? Apakah dia sengaja melakukannya agar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 659

    Raka berdiri di luar gerbang halaman. Angin malam menyapu wajahnya yang tegang. Dia menoleh ke arah jendela lantai dua yang masih menyala, lalu membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi.Di kamar lantai dua, Brielle berbaring miring di sisi putrinya. Sesekali dia menyentuh kening Anya. Anya t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 671

    Setelah turun dari pelukan Raka, Anya langsung menggenggam tangan Brielle. Pelukan Raka pun mendadak kosong, alisnya sedikit berkerut.Brielle menggandeng putrinya berdiri sejenak. Anya teringat mainannya yang masih berada di sofa di samping Raka, lalu berkata, "Mama, mainanku masih ada di sofa sebe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status