Share

Bab 724

Penulis: Ayesha
Tak lama kemudian, Raline menelepon Devina dan memberitahunya bahwa dia telah membeli satu unit lain di Cloudwave Residence.

"Hah? Raline? Bukannya kakakmu sudah punya satu unit di sana?"

"Aku nggak mau tinggal di rumahnya. Aku juga bukan nggak mampu beli sendiri." Nada bicara Raline masih mengandung kekesalan.

"Apa karena aku, kakakmu memarahimu lagi?" tanya Devina dengan cemas.

"Nggak ada hubungannya denganmu. Pokoknya jangan khawatir. Selama aku tinggal di kompleks ini, Brielle nggak akan pun
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Aya Aisyah
Bukan karena kamu Devina...terlalu percaya diri kamu. Raka marah karena Raline lancang ngurusin dia.
goodnovel comment avatar
Aya Aisyah
Dasar gadis bodoh,lu di manfaatin sama Devina. Kamu tahu....bekas sayatan di tangan Devina itu selalu untuk mengancam kakakmu. Benar2 gak bisa mikir kamu punya otak Raline.
goodnovel comment avatar
Suryat
si Raline kelewat di manja,apa pun yg di inginkan hrs dia dapatkan..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1252

    Waktu itu, Freyna yang datang lebih awal untuk menjemput di bandara juga berhasil mengambil foto-foto itu dengan sempurna. Devina langsung menyerahkannya ke media. Dia tidak tahu apakah Brielle melihatnya atau tidak, hanya saja foto-foto itu baru tayang setengah hari sudah ditemukan Gavin, lalu dia menelepon media dan meminta foto-foto itu diturunkan.Namun dia merasa, Brielle yang begitu memperhatikan setiap gerak-geriknya bersama Raka pasti sudah melihatnya.Tentu saja Devina tidak tahu, saat itu Brielle sudah menyewa detektif pribadi untuk memotret adegan itu dan mengirimkannya padanya. Semua itu menjadi bukti yang membuat Brielle semakin mantap memutuskan untuk bercerai.Devina benar-benar menyesal dulu dia tidak sedikit lebih berani. Kalau saja dia mencampurkan sesuatu ke dalam air minum Raka lalu mengirim Gavin pergi sejauh mungkin, mungkin dia dan Raka sudah lama tidur bersama.Asal mereka melakukannya sekali saja, dia tidak percaya Raka bisa menolaknya untuk kedua kali dan keti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1251

    Raka berdiri tanpa ekspresi. "Nggak apa-apa."Gavin sangat paham, bosnya membuat kontrak baru itu justru untuk menghindari berhadapan langsung dengan Ignas dan sengaja mengurangi risiko. Bagaimanapun, Ignas juga tokoh besar di dunia teknologi. Meskipun Grup Pramudita sudah punya fondasi yang kuat, mereka tetap tidak ingin menambah musuh.Apalagi sampai harus membuat dua perusahaan besar saling berkonflik hanya karena Devina.Saat Raka hampir keluar dari ruang rapat, dia menoleh dan memberi perintah, "Kirim orang untuk cek kondisi pajak Ignas."Gavin langsung mengerti. Bosnya tidak pernah bertarung tanpa persiapan. Dalam banyak hal, dia selalu memilih menyerang lebih dulu. Kalau Ignas benar-benar bersikeras membela Devina, maka konflik dengan Grup Pramudita tidak akan terhindarkan.Sementara itu, Devina sudah duduk di dalam mobil. Dia hanya terdiam. Freyna yang duduk di sampingnya juga tidak berani bertanya. Dia hanya melihat Devina terus mencengkeram jari-jarinya, menggertakkan gigi, j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1250

    Devina langsung berdiri. "Jangan harap, aku nggak akan pernah menandatangani kontrak seperti ini."Gavin di sampingnya menjelaskan, "Bu Devina, sebaiknya Anda melihat kontrak baru ini dengan teliti. Ini justru lebih menguntungkan bagi Anda."Devina mencibir. "Menguntungkan bagiku?" Tatapannya penuh kebencian menatap wajah tampan Raka. "Sepuluh tahun ini aku sudah mencurahkan begitu banyak perasaan untukmu. Apa yang aku dapatkan? Kamu bahkan nggak pernah menyentuhku.""Raka, bisa saja kalau mau aku tanda tangan. Aku punya dua syarat, lihat saja kamu berani setuju atau nggak. Pertama, temani aku tidur selama satu tahun. Kedua, seumur hidup nggak boleh bertemu Brielle lagi, apalagi menikah kembali dengannya."Gavin di sampingnya langsung terbatuk kecil dengan canggung. "Bu Devina, tolong jaga sikap."Tatapan Raka seketika membeku. Suasana ruang rapat menjadi mencekam."Kenapa? Nggak mau? Aku nggak minta hadiah juga nggak apa-apa, aku juga bisa tetap donor darah untukmu, asalkan kamu memen

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1249

    Tak lama kemudian, suara Gavin terdengar dengan nada sopan yang formal. "Bu Devina, silakan naik."Devina menoleh dan melotot ke arah resepsionis. "Perlu kamu cek lagi identitasku?"Resepsionis itu menoleh, lalu melihat rekannya memberi isyarat. Dia segera tersenyum dan mempersilakan Devina. "Bu Devina, maaf, silakan lewat sini."Devina kembali mengenakan kacamata hitamnya. Dagunya terangkat dan melangkah dengan angkuh menuju lift pribadi milik Raka. Perasaan itu seolah-olah dia sudah sangat terbiasa.Di sampingnya, resepsionis itu diam-diam bergumam dalam hati. 'Jelas-jelas minggu lalu Pak Gavin sudah kirim email bahwa Devina nggak boleh lagi naik ke kantor eksekutif. Apa sekarang Pak Raka kembali berbaikan dengannya?''Apakah dia masih kandidat calon nyonya besar?'Memikirkan itu, resepsionis itu diam-diam melirik Devina. Dengan dandanan yang rapi, dia memang tipe wanita yang mudah menarik perhatian pria.Belakangan ini, gosip di perusahaan sudah beredar dalam berbagai versi. Katanya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1248

    Devina berpura-pura malu dan menurunkan suaranya. "Malam itu kakakmu sangat bersemangat, bahkan bilang aku lebih mengerti dia dibanding Brielle ....""Diam." Raline menggertakkan gigi dan menatapnya tajam. "Devina, kamu benar-benar membuatku muak.""Muak?" Devina tertawa ringan. "Dulu waktu kamu berharap aku jadi kakak iparmu, kenapa nggak merasa muak?"Saat itu pegawai menyerahkan kotak hadiah. Raline menerimanya lalu berbalik pergi.Devina menatap punggung Raline yang menjauh. Mood belanjanya langsung hilang. Sebaliknya, dia teringat ada satu hal yang harus segera dia urus, yaitu soal meminta hadiah dari Raka. Tidak mungkin dia menyia-nyiakan hadiah bernilai miliaran begitu saja."Nggak jadi belanja, temani aku ke Grup Pramudita," kata Devina pada Freyna."Devina, mau ngapain kamu ke sana?" Freyna sedikit terkejut. Bukankah Raka sudah tidak mau menemuinya?"Tentu saja untuk menemui Raka." Devina mengeluarkan kacamata hitam dan memakainya, menutupi ambisi dan keserakahan di matanya.S

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1247

    Devina tiba-tiba merasa bosan. Ignas tidak punya waktu menemaninya, tapi memberinya sebuah kartu kredit untuk berbelanja. Batasnya tidak disebutkan, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan.Devina menghubungi Freyna untuk membawa mobil van menjemputnya. Mereka berdua menuju pusat perbelanjaan paling mewah di pusat kota. Di perjalanan, Freyna sudah mengecek bahwa tas edisi terbatas yang diincar Devina sudah resmi dijual.Sorot mata Devina langsung dipenuhi ambisi. Begitu turun dari mobil, mereka berdua langsung menuju butik mewah itu.Dengan sepatu hak tinggi, Devina melangkah masuk ke dalam toko. Sekilas saja, dia langsung melihat tas itu dipajang di posisi paling mencolok. Matanya berbinar. Tepat saat itu, terdengar langkah kaki dari belakang. Dia langsung menoleh, karena jelas banyak orang yang datang demi tas tersebut.Saat melihat siapa yang datang, mata Devina sempat terkejut, lalu dia segera menampilkan senyum khasnya. "Lama nggak ketemu, Raline."Raline datang bersama seorang teman

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 619

    Niro jelas mendengar suara napas Brielle yang sedikit terengah. Brielle tersenyum lelah dan menjelaskan, "Hari ini ada pernikahan temanku. Suara di dalam aula terlalu keras, jadi aku keluar untuk menjawab telepon.""Kamu baik-baik saja akhir-akhir ini?""Aku baik. Kamu sendiri?""Aku juga ... ah ...

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 606

    "Kamu meragukan penilaianku?" Raka bersandar ke belakang. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin.Dengan pemahamannya terhadap Raka selama ini, Nicholas tahu bahwa ini adalah tanda-tanda dia akan meledak. Dia pun tersenyum kecil. "Mana mungkin? Keputusanmu selalu yang paling benar."Namu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 631

    "Nggak apa-apa, aku cuma tanya," ujar Brielle pelan."Kalau kamu ingin tahu sampel ibumu dipakai untuk penelitian apa, aku bisa tanyakan pada Raka untukmu," kata Madeline.Brielle mengangkat kepala. "Bu Madeline, nggak perlu. Ayahku menyerahkan sampel itu padanya. Dia memang punya hak untuk memakain

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 605

    Lambert menyesap sedikit tehnya. "Aku dengar kali ini Raka akan memasukkan dana ke proyek BCI MD dan itu membuat para pemegang saham Grup Pramudita nggak senang. Pendanaan selanjutnya mungkin akan terpengaruh."Brielle mengernyit.Lambert pun menenangkan, "Tapi dia seharusnya bisa mengatasinya."Bri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status