Share

Bab 903

Author: Ayesha
Brielle hampir mengumpat sambil mengertakkan gigi, karena dia benar-benar marah. Atas dasar apa pria ini bersikap seolah-olah dia adalah seorang penyelamat dan membutakannya dari semua ini?

Dada Brielle naik turun hebat. Matanya memerah. Dia menggenggam ponselnya erat-erat, seakan-akan itu adalah sebuah pisau. Jika Raka ada di hadapannya sekarang, dia pasti sudah menusukkannya ke jantung pria itu.

"Maaf, aku salah." Dari seberang sana, Raka langsung mengakui kesalahan dan meminta maaf. "Menyembu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
kitachan kemana ya. apakah masih sakit ?
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
aku juga benci CEO Raka cuma dgn 1 panggilan dari pelakor lsg semua urusan diabaikan anak kandung aja diabaikan apalagi briele pilihannya pasti hanya davina
goodnovel comment avatar
Mardiana Suprianingsih
aku benci raka, dia lebih mempercayai devina dari pada brielie istrinya. kamu manusia paling sombong raka.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1364

    Setelah selesai membaca semua informasi itu, Brielle kembali melamun beberapa saat. Dia tahu bahwa selama penelitiannya memiliki nilai, dia akan mendapatkan dukungan pasar. Perasaan bisa berdiri tegak dengan mengandalkan kemampuan sendiri benar-benar membuatnya merasa tenang dan mantap.Sedangkan mengenai Raka, Brielle memutuskan untuk terus mempertahankan batas yang jelas seperti sekarang.Ayah dari putrinya.Pendukung proyek penelitiannya.Dan untuk masa depan ....Brielle menggelengkan kepala. Entah kenapa, dia tidak ingin memikirkannya lagi. Dia mematikan lampu ruang kerja dan kembali ke kamar tidur.Putrinya sedang tidur dengan nyenyak. Wajah mungilnya merona kemerahan, bahkan masih membawa aroma susu yang samar. Hati Brielle langsung luluh melihatnya. Dia menggesekkan ujung hidungnya ke pipi lembut putrinya yang harum.Mungkin memang begitulah kebiasaan para ibu.Sejak Anya lahir, Brielle merasa ingin menciumnya ratusan kali setiap hari. Begitu melihat Anya, dia langsung ingin me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1363

    Raline benar-benar berharap waktu bisa diputar kembali.Kalau begitu, dia tidak akan melakukan hal sebodoh itu."Sudahlah, biarkan masa lalu tetap menjadi masa lalu. Kalau kalian benar-benar merasa bersalah sama Brielle, mulai sekarang lebih hormati dia dan bantu dia. Sekali lihat saja sudah jelas kalau anak itu bukan orang yang pendendam," ujar Emily dengan tenang."Benar."Meira mengangguk."Aku dan Raline sama-sama berutang budi besar sama Brielle. Raka juga sedang berusaha menebus semuanya. Yang bisa kita lakukan adalah membantu mereka sebisa mungkin dan jangan membuat masalah lagi.""Kak Raka dan Kak Brielle masih punya kesempatan untuk rujuk, 'kan?" Raline bertepuk tangan kecil dengan wajah penuh harap.Emily meliriknya."Rujuk itu nggak semudah yang kamu bayangkan. Kakakmu memang orang yang pikirannya dalam, tapi setidaknya kali ini arahnya sudah benar.""Kalau Raka ingin Brielle kembali, hanya mengandalkan perhitungan dan materi saja jelas nggak cukup. Dia harus menggunakan hat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1362

    Raline seketika tersadar."Jadi, dari dulu Kak Raka memang sudah memikirkan semuanya dengan matang?"Emily mendengus. "Itu adalah cara kakakmu menebus Brielle. Waktu itu dia masih terikat sama Devina. Dia nggak bisa ngomong, jadi hanya bisa menunjukkannya lewat tindakan."Raline berkata dengan kesal, "Tapi mulut Kak Raka kan nggak disegel. Kenapa dia nggak bilang saja? Kalau dia ngomong jujur, mungkin mereka bahkan nggak perlu bercerai."Emily langsung menatapnya. "Memangnya kakakmu berani bahas soal perceraian? Yang minta cerai itu Brielle."Raline pun menoleh ke arah ibunya dengan wajah penuh kebingungan."Bu, sebenarnya dulu kenapa Kak Raka menikahi Kak Brielle? Kalian nggak pernah benar-benar jelasin ke aku. Aku selalu mengira Kak Raka menikahinya untuk membalas budi. Tapi kalau dilihat dari situasinya sekarang, dia benar-benar mencintai Kak Brielle, 'kan?"Saat topik itu disebut, Meira kembali menghela napas panjang."Dulu aku juga nggak bisa melihat dengan jelas apakah kakakmu su

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1361

    Di dalam mobil seketika menjadi hening. Dari luar jendela terdengar samar-samar hiruk pikuk kota. Brielle bersandar di kursi sambil memejamkan mata untuk beristirahat, tetapi pikirannya sedang menyusun rencana mengenai detail koordinasi berikutnya dengan pihak militer.Raka menoleh menatap wajah Brielle yang tenang. Bulu matanya yang panjang memantulkan bayangan tipis di bawah kelopak mata. Hidungnya mancung, bibirnya kemerahan dan lembap. Jakun Raka tanpa sadar bergerak pelan.Dalam cahaya yang redup, Brielle bersandar di kursi dengan tenang. Penampilannya begitu lembut hingga membuat hati orang melunak dan memunculkan dorongan dalam diri pria itu untuk memeluknya.Hanya saja, Raka tetap menahan diri meski dorongan dalam dirinya itu begitu kuat. Dia tahu Brielle tidak mau dan tidak akan mengizinkannya melakukan hal itu.Setidaknya, sekarang hubungan mereka mulai membaik. Brielle menerima kerja samanya dan bersedia hidup berdampingan dengannya secara damai. Itu sudah cukup.Mobil berhe

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1360

    Brielle baru saja selesai bertukar nomor telepon dengan biolog muda itu ketika sebuah suara pria yang rendah dan serak terdengar di sampingnya."Profesor Brielle, sudah selesai ngobrolnya? Bisa bicara sebentar?"Brielle mengangkat kepala dan menjawab, "Baik."Setelah mengangguk pada biolog muda itu sebagai salam perpisahan, Brielle mengikuti Raka ke sisi ruangan."Sepuluh menit lagi aku pulang ke rumah Keluarga Pramudita, mau ikut?" tanya Raka.Putrinya berada di rumah Keluarga Pramudita, tentu saja Brielle harus pergi menjemputnya. Dia pun mengangguk. "Oke, aku ikut."Brielle tidak membawa mobil sendiri dan area di sekitar juga ditutup sehingga sulit mendapatkan taksi. Dia hanya bisa menumpang mobil Raka.Senyuman samar melintas di mata Raka. "Aku suruh Gavin bawa mobil ke depan."Sepuluh menit kemudian, Brielle dan Raka meninggalkan lokasi pesta bersama-sama.Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Begitu masuk ke mobil, Brielle memijat pelipisnya dengan lelah. Jamuan sos

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1359

    Setelah kembali ke tempat duduknya, Devina tiba-tiba diberi tahu oleh bartender bahwa Ignas pergi ke ruang santai untuk beristirahat dan menyuruhnya untuk menyusul nanti.Devina memandang Raka yang berada di tengah kerumunan. Dia menyesuaikan ekspresinya, lalu menghampirinya sambil membawa gelas anggur."Raka, lama nggak bertemu." Devina memaksakan senyuman alami dengan suara manja.Saat itu, Raka sedang berbicara dengan beberapa tokoh senior dunia bisnis. Mendengar suara itu, dia hanya melirik sekilas, bahkan tidak repot-repot menatap langsung.Devina melihat beberapa wajah familier di kerumunan. Sudut bibirnya terangkat. Dari tatapan mereka, dia tahu orang-orang itu dulu pernah salah paham tentang hubungannya dengan Raka."Raka, jangan sedingin itu dong! Bagaimanapun juga, kita ini kenalan lama," kata Devina tanpa rasa malu.Reaksi Raka membuat orang-orang di sekitar sedikit terkejut. Mereka semua tahu Devina pernah memiliki hubungan dengan Raka, tetapi sekarang terlihat jelas Raka s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 716

    "Apa dia mengatakan sesuatu kepadamu sampai-sampai kamu sakit begini?" tanya Raline langsung.Devina tersenyum pahit. "Raline, jangan ditanya lagi. Kata-katanya cukup menyakitkan, lebih baik nggak usah diceritakan.""Aku tetap ingin dengar. Cepat kasih tahu aku." Raline benar-benar ingin tahu sejaha

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 720

    Tatapan Raka tertahan di wajahnya selama beberapa detik, tetapi dia tidak langsung menjawab.Lampu dinding berwarna kuning redup di ruang tamu memahat garis-garis dingin dan tegas di wajahnya. Bayangan bulu matanya menutupi emosi di balik matanya, membuat orang tak bisa menebak apa yang sedang dia p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 704

    Jay mengulurkan tangan dan menepuk bahu Lambert, lalu bertanya dengan penasaran, "Tadi kalian ngobrol apa?""Nggak ada apa-apa, cuma ngobrol santai," jawab Lambert sambil menoleh ke arah Raka.Raka mengangkat alisnya. "Iya, cuma ngobrol santai."Jay menatap mereka berdua sejenak. Entah kenapa, dia m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 710

    Di seberang sana, Jay malah balik bertanya, "Kenapa kamu jadi tertarik sekali sama dia?""Cemburu, ya? Aku cuma melihat dia bersama Brielle, jadi penasaran saja," balas Devina. Setelah itu, dia kembali mengirim sebuah foto lain, memperlihatkan Brielle duduk berdampingan dengan pria tersebut."Aku ng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status