Share

Bab 914

Auteur: Ayesha
Freyna mengangkat sudut bibirnya dan tampak puas. "Tentu saja. Orang yang aku cari mana mungkin mengecewakan?"

Devina kembali tenggelam dalam pikirannya. Freyna memperhatikan bahwa sejak Devina pulang ke dalam negeri kali ini, dia terlihat semakin banyak beban pikiran. Beberapa kegiatan komersial yang sudah dijadwalkan bahkan ditolaknya.

"Devina, ada satu pengiklan yang menawarkan biaya 100 miliar. Kamu mau ambil nggak ...."

"Aku nggak tertarik," potong Devina sambil mengernyit.

"Seratus miliar
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
kayaknya typo ya thor..bukannya raka itu dr klrg pramudita kok skrg jd laksmana thor
goodnovel comment avatar
Henny Yanuartati
Pramudita diganti namanya jadi Laksmana??
goodnovel comment avatar
Suryat
nah gitu sekali kali tolak sja,jangan selalu dstang tiap undang
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1172

    Setelah sibuk seharian, waktu pun menunjukkan pukul 2.30 siang. Brielle merasa sedikit mengantuk. Dia mengangkat cangkir kopi dan menyesapnya.Ketika memandang pemandangan di luar jendela, bayangan Niro muncul di benaknya. Tanpa terasa, sudah tujuh hari berlalu, tetapi tidak ada kabar sama sekali darinya. Tidak ada pesan, tidak ada telepon.Brielle sempat terpikir untuk menghubungi Keluarga Harmawan, tetapi dia tidak tahu harus menggunakan identitas apa untuk menghubungi mereka. Hubungannya dengan Niro pun hanya dikonfirmasi secara pribadi. Sebelum hubungan mereka diumumkan secara resmi, dia tidak bisa sembarangan menghubungi Keluarga Harmawan.Namun, dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Niro.Ketika Brielle sedang melamun, tiba-tiba terdengar suara pria yang rendah dari belakang. "Cemasin dia ya?"Brielle terkejut, lalu berbalik melihat pria yang entah sejak kapan sudah masuk. Dia mengerutkan kening. "Lain kali kalau masuk, tolong ketuk pintu."Wajah tampan Raka menjadi sedikit kak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1171

    "Baiklah! Kalau begitu, aku tutup dulu." Lambert menutup telepon lebih dulu.Tak lama kemudian, telepon dari Jay juga masuk. "Ketua Raka, selamat ya! Lama nggak bertemu, sekarang statusmu sudah berbeda lagi."Nada suara Jay terdengar agak bercanda. Dia juga bertanya dengan penasaran, "Terakhir kali aku lihat, rambutmu masih sebagian yang beruban. Kenapa kali ini jadi putih semua?""Aku suka warna ini, kamu juga bisa coba warnai sendiri." Suasana hati Raka sedang cukup baik hari ini, jadi dia bercanda sedikit."Haha! Kalau aku sepuluh tahun lebih muda, mungkin aku benar-benar akan mencobanya!" Setelah tertawa, Jay menjadi lebih serius. "Tanggal 5 Mei adalah hari pernikahanku, jangan lupa datang."Raka tentu sudah menerima undangan pernikahannya. Belakangan ini dia sangat sibuk, waktu itu pun dia hanya sempat berbicara sebentar sebelum akhirnya menutup telepon."Oke, selamat ya. Aku pasti akan meluangkan waktu untuk minum di pesta pernikahanmu."Di seberang, Jay terdiam selama beberapa d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1170

    Brielle mengangguk. Tadi dia bekerja di lantai atas, sepanjang malam ini juga tidak banyak menemani putrinya. Dia mengambil piring buah itu, lalu berjalan menuju ruang kerja di lantai satu.Baru saja melangkah masuk ke ruang kerja sambil membawa piring buah, Brielle sudah mendengar suara penjelasan Raka yang lembut dan suara putrinya bertanya."Papa, tulisanku bagus nggak?""Hmm, bagus. Bagian ini perlu sedikit lebih ditekan, nanti akan lebih bagus." Suara Raka terdengar pelan dan sabar. "Ya, seperti itu."Brielle melangkah masuk ke ruang kerja. Melihat pemandangan hangat ini, di hatinya muncul perasaan yang agak rumit. Anya belajar dengan sangat serius, wajah kecilnya penuh konsentrasi. Raka pun menatapnya dengan senyuman penuh apresiasi.Anya menyadari sesuatu. Dia menoleh dan berseru dengan senang, "Mama!"Raka juga ikut menoleh. Pandangannya tertuju ke piring buah di tangan Brielle. "Anya, makan buah dulu. Kita istirahat sebentar.""Oke." Anya mengangguk senang.Brielle meletakkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1169

    Devina dan Freyna kembali ke dalam mobil. Freyna menghela napas lega. "Tadi aku lihat tatapan Ignas, dia sangat tertarik padamu. Rencanamu untuk mendekatinya berhasil."Devina memegang dadanya, wajahnya menunjukkan sedikit rasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, pria tua itu berusia 60 tahun. Saat tadi mendekatinya, bau khas orang tua itu tetap saja tercium olehnya.Dibandingkan dengan aroma kayu cedar yang bersih dan memikat dari tubuh Raka, Devina merasa sedikit mual.Freyna melihat ketidaknyamanannya. Meskipun dulu latar belakang Devina sangat rendah, bahkan berstatus anak haram, selama sepuluh tahun ini, apa yang diberikan Raka kepadanya, baik materi maupun nama, tak kalah dari para putri keluarga kaya. Jadi di dalam dirinya, Devina tetap memiliki kebanggaan."Devina, kamu harus pikirkan baik-baik. Anak panah yang sudah dilepaskan nggak bisa ditarik kembali. Karena kamu sudah menarik perhatian Ignas, kamu harus terus berjalan sampai akhir." Freyna mengingatkannya.Dia juga berharap D

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1168

    Devina baru duduk sebentar. Setelah mendapat izin dari manajer restoran, dia berjalan menuju piano dengan anggun. Dengan mengenakan gaun putih panjang, dia duduk di bangku piano. Jari-jarinya mendarat di atas tuts, lalu alunan merdu segera mengalir.Para tamu di restoran pun tertegun. Mereka tak menyangka bisa melihat seorang wanita cantik bermain piano secara langsung, bahkan bermain seindah itu. Banyak pria langsung menoleh, sampai terpaku.Tentu saja termasuk meja Ignas. Ignas jelas tertegun sejenak, lalu pandangannya tertuju ke arah piano.Devina menyadarinya dari sudut matanya. Dia mengangkat kepala pada saat yang tepat, matanya bertemu dengan tatapan Ignas. Kemudian, dia sedikit mengangguk, menampilkan senyuman yang sempurna.Ignas langsung merasa suasana hatinya membaik. Dia memanggil pelayan, membisikkan sesuatu, lalu kembali menikmati permainan piano itu.Satu lagu selesai. Saat Devina kembali ke tempat duduknya, seorang pelayan datang membawa segelas anggur merah. "Bu, anggur

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1167

    Faye menyesal tidak melihat jelas sifat Devina sejak awal. Dia pikir setelah Devina masuk ke Keluarga Pramudita dan menikmati kekayaan triliunan, Devina tidak akan lagi memikirkan bisnis Keluarga Datau. Tak disangka, bahkan sebelum Devina masuk ke Keluarga Pramudita, dia sudah membuat Raka merebut 13% saham Grup Datau untuknya.Faye sedang duduk di sofa sambil menggulir berita. Tiba-tiba, dia melihat laporan keuangan, juga melihat foto Brielle, Raka, serta para petinggi. Seketika, matanya membesar karena iri. Dia tak percaya melihat pencapaian Brielle sekarang.Dua tahun lalu, mereka masih sesama peneliti di laboratorium yang sama. Kini, Brielle mendapatkan 160 triliun dari harta perceraian dan kariernya juga berkembang pesat di dunia riset, menjadi sosok top di industri.Di foto itu, orang yang berbincang akrab dengan Brielle adalah ketua sebuah perusahaan farmasi besar. Apakah sekarang orang-orang yang dikenal Brielle sudah berada di lingkaran kelas atas seperti itu?Senyuman Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 235

    Pukul enam lewat tiga puluh, Brielle dan Syahira menyerahkan undangan mereka lalu melangkah masuk ke aula utama.Begitu masuk ke lift dan ketika pintunya terbuka kembali, seorang pelayan menoleh ke dalam. "Maaf, ada tamu lain yang akan masuk."Lalu dia tersenyum ke arah luar. "Silakan masuk, Nona."

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 243

    Malam itu, Brielle menulis sebuah makalah yang dipublikasikan di situs kolom jurnal medis internasional. Penemuannya segera memicu diskusi di kalangan dunia medis.Tak lama kemudian, banyak media asing mengutip makalahnya.Sebuah konferensi puncak medis internasional yang diselenggarakan di Kota Ama

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 214

    Brielle baru menyadari angin di luar sangat kencang. Dia dan Harvis cepat-cepat masuk ke lobi, berjalan menuju arah lift.Dia agak bingung. Angin sekencang ini, suhu sedingin ini, kenapa Raka malah merokok di luar?Tentu saja, sekarang dia tidak akan membuang waktu dan energi untuk menebak apa yang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 259

    Brielle sudah bisa menebak bahwa Madeline memanggilnya pasti karena masalah kuota itu.Begitu dia duduk, Madeline menampakkan raut penuh rasa bersalah. "Brielle, awalnya kuota ini memang ingin kuberikan padamu.""Bu, aku mengerti. Aku akan menunggu kesempatan berikutnya."Madeline tampak berpikir se

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status