CEO's Darkest Secret

CEO's Darkest Secret

last updateLast Updated : 2024-09-05
By:  Risky ritsCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
4 ratings. 4 reviews
177Chapters
11.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

warning ⚠️ mature content. only for 18+ "You can take my body by force, Aron Fringe, but you'll never be able to gain my soul." "I'm not interested in your soul. Miss Grace, please slake my lustful appetite." He tied a rope around my hands and feet and sealed my lips with his before I could attempt to stop him. Words like "love" and "emotions" don't make any sense to him, and he has only one strong feeling in his life: lust. This is the first thing that 28-year-old billionaire Aron Fringe thinks of whenever he lays eyes on a woman anywhere in the world. When he's not busy overseeing a multibillion-dollar company, he enjoys indulging his libidinal desires. After reading the articles in the 18+ magazine, he gets so enamored with the author that his world comes to a complete stop. As a result, he finds it difficult to quench his thirst for other women. He thinks his life will be perfect if he can just track down the magazine's mystery author and try out the fantastical experience he read about, but then he meets Sara Grace. How emotionally Sara and sex offender Aron Fring will interact? Will Aron and Sara fall in love, leading Aron to see that there are other emotions outside lust, or will Sara develop a sex addiction similar to Aron Fringe? Find out who will prevail in this conflict between love and lust by immersing yourself in the story.

View More

Chapter 1

Mysterious author

Angin malam berembus lembut di antara bangunan pesantren, membawa serta suara adzan Isya' yang bergema dari masjid di halaman depan. Ustadz Faris berdiri di teras asramanya, memperhatikan para santri yang bergegas menuju tempat wudhu. Matanya tajam, tapi dalam sorotnya tersimpan kelelahan yang tak bisa disembunyikan.  

Di usianya yang baru menginjak empat puluhan, ia terlihat lebih tua dari yang seharusnya. Garis-garis di wajahnya bukan hanya karena usia, tapi juga beban yang ia pikul sejak lama, beban yang selalu ia coba kubur bersama masa lalunya.  

Namun, malam ini terasa berbeda.  

Dari sudut pesantren, bayangan seseorang bergerak cepat di antara pohon-pohon jati. Ustadz Faris tak bergeming, tapi jari-jarinya mengepal. Ia mengenali gerakan itu, gerakan yang hanya dimiliki seseorang yang terlatih.  

“Mungkinkah…?” bisiknya.  

Belum sempat ia merenung lebih jauh, seorang santri berlari tergopoh-gopoh mendekatinya. Nafasnya tersengal.  

“Ustadz… ada yang aneh di kamar Fadhil.”  

Ustadz Faris mengerutkan dahi. Fadhil, salah satu santri terbaiknya, selalu menonjol dalam pelajaran dan dikenal sebagai anak yang patuh. Apa yang bisa terjadi pada anak itu?  

Tanpa bertanya lebih lanjut, ia melangkah cepat ke asrama. Di dalam kamar Fadhil, beberapa santri sudah berkumpul, wajah mereka dipenuhi ketakutan. Ustadz Faris mendekati ranjang, lalu melihat sebuah buku terbuka di atasnya. Bukan kitab biasa, bukan pula buku pelajaran. 

Di halaman yang terbuka, ada tulisan dengan tinta merah yang tampak baru.  

"Jejak itu tak pernah hilang. Kau bisa melupakan, tapi kami tidak."  

Dada Ustadz Faris terasa sesak. Ia mengenali tulisan itu. Tangannya gemetar saat menutup buku tersebut, berusaha menyembunyikan kegelisahannya.  

“Sampai kapan mereka akan mengejarku…?”  

Dari luar, suara langkah berat terdengar. Lalu, sebuah suara tegas memecah keheningan.  

*“Ustadz Faris… sudah lama kita tak bertemu.”*  

Ustaz Faris menoleh. Di ambang pintu berdiri seorang pria berseragam militer, Kapten Arya.  

Malam itu, ketenangan pesantren runtuh. Masa lalu yang selama ini disembunyikan, akhirnya menemukan jalannya kembali.

Cahaya lampu kamar santri berpendar samar, menerangi wajah Kapten Arya yang berdiri tegap di ambang pintu. Tatapannya tajam, penuh pengamatan. Seorang perwira yang terbiasa dengan ketegangan, ia tidak menunjukkan ekspresi berlebihan.

Di seberang ruangan, Ustadz Faris tetap diam. Sekian tahun berlalu, tetapi sosok di depannya ini masih sama, seseorang dari masa lalu yang seharusnya tidak pernah kembali.

Santri-santri yang berkumpul di kamar Fadhil mulai saling berpandangan. Mereka tidak mengenal pria itu, tetapi aura kehadirannya begitu berbeda. Otoritatif, Misterius, dan Berbahaya.

Ustadz Faris menarik napas dalam, menenangkan pikirannya.

“Arya…” akhirnya ia bersuara, suaranya berat. “Kenapa kau ada di sini?”

Kapten Arya melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. “Aku sedang dalam misi.”

“Misi apa yang membawamu ke pesantren?”

Kapten Arya melirik ke arah santri-santri yang masih berdiri di sudut ruangan. “Bisa kita bicara berdua?”

Ustadz Faris mengerti isyarat itu. Dengan anggukan pelan, ia menoleh ke santri-santrinya. “Kalian kembali ke kamar masing-masing. Jangan khawatir. Tidak ada yang perlu ditakutkan.”

Mereka tampak ragu, tapi akhirnya patuh. Dalam hitungan detik, kamar menjadi sunyi.

Kapten Arya melangkah lebih dekat, tatapannya tak beranjak dari Ustadz Faris. Ia lalu mengambil sesuatu dari sakunya, sebuah foto lusuh yang disodorkannya begitu saja.

Ustadz Faris mengambilnya dengan enggan. Begitu matanya menangkap gambar itu, jantungnya seakan berhenti berdetak.

Fadhil.

Santri yang menghilang. Tapi bukan itu yang membuatnya tercekat. Di belakang Fadhil, terukir simbol yang ia kenal. Simbol yang seharusnya terkubur bersama masa lalu mereka.

“Apa maksudnya ini?” Ustadz Faris bertanya, suaranya lebih dingin dari sebelumnya.

“Kau yang seharusnya menjawab,” balas Kapten Arya. “Dia menghilang tiga hari lalu. Dan ini ditemukan di tempat terakhir dia terlihat.”

Ustadz Faris menggenggam foto itu lebih erat. Simbol itu… Simbol dari operasi rahasia mereka dulu.

Sebuah misi yang tak pernah selesai. Sebuah misi yang membuatnya meninggalkan dunia militer dan memilih jalan sebagai seorang guru pesantren.

Namun, ternyata masa lalu tidak pernah benar-benar berakhir.

“Aku butuh jawaban, Faris.” Kapten Arya menatapnya tajam. “Apa yang sebenarnya terjadi di pesantren ini?”

Di luar, angin malam bertiup lebih dingin dari biasanya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Clara J. Stari
Clara J. Stari
Beautiful work, keep going, can't wait for more.
2024-06-09 23:57:44
1
0
aansha takfif
aansha takfif
Awesome book ...️ keep up the good work ...
2024-06-05 20:03:19
1
0
Pia St.James
Pia St.James
such an amazing update.
2024-06-05 17:57:51
1
0
Just dream in
Just dream in
I just finished reading your chapters and I wanted to take a moment to express my appreciation for your wonderful work. The way you crafted the romance between the CEO and the protagonist was truly captivating. Your characters were well-developed and relatable, I loved it...
2024-06-05 17:12:02
1
0
177 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status