Beranda / Romansa / CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU / 43. Cinta yang Tersimpan

Share

43. Cinta yang Tersimpan

Penulis: A. Rietha
last update Terakhir Diperbarui: 2025-05-24 10:35:49

Miranti dan Bianca tengah menikmati matahari pagi di balkon lantai dua. Pagi ini matahari bersinar cukup terik. Setelah 30 menit Miranti mengajak Bianca kembali ke dalam.

Miranti menggendong Bianca yang berteriak dan bersuara riang dalam gendongannya. Miranti merasakan bahagia jika Bianca aktif seperti ini. Mendakan anak itu sehat dan bahagia. Meski hanya seorang wet nurse ikatan batin antara dirinya dan Bianca telah terbentuk begitu kuat.

Saat beranjak ke dalam, Miranti mendengar suara mobil memasuki halaman rumah. Ia tahu siapa yang datang bahkan sebelum pintu terbuka. Mungkin Keysha lagi, pikirnya. Atau Linda. Atau keduanya. Dua wanita dari lingkaran sosial Adrian yang belakangan semakin sering berkunjung.

”Mbak Miranti!”

Kepala Unti muncul di ambang pintu balkon Bianca. Wajah Unti terlihat membawa pesan penting.

”Ya,?” sahut Miranti.

”Nona Keysha sudah datang. Pak Adrian minta membawa Bianca ke ruang keluarga."

Begitu saja. Tanpa perlu menunggu jawaban Miranti, Unti sudah menghil
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 113

    Adrian duduk di mobilnya yang terparkir di depan kos Rino. Dia sudah menunggu beberapa lama, tapi orang yang ditunggunya belum juga menampakkan batang hidungnya. Tak lama kemudian, sosok Rino tampak mendekati tempat kosnya dengan mengendarai motor matic-nya.Saat melihat mobil Adrian, Rino mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam tempat kos. Ia melajukan motornya mendekati mobil Adrian, lalu memarkir motornya."Jadi?" Adrian membuka pembicaraan dengan suara dingin. "Lima puluh juta sudah masuk ke rekeningmu. Sekarang bicara."Rino tersenyum licik. Ia mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman percakapannya dengan Keysha."Kau percaya kan kalau perempuan itu yang sudah membayarku untuk mengancam Miranti?," ujar Rino akhirnya, suaranya hampir berbisik. "Keysha yang membayarku untuk... untuk meneror Miranti lagi. Membuat dia ketakutan. Lalu meninggalkan rumahmu dan tidak kembali lagi."Adrian mengepalkan tangannya erat. Rahangnya mengeras. Tapi ia berusaha sekuat tenaga mengendalikan em

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 112

    Keysha membanting pintu mobilnya dengan keras. Amarah mengalir deras di setiap urat nadinya. Tangannya gemetar saat menekan nomor Rino untuk kesekian kalinya pagi ini. Tidak diangkat. Lagi."Sialan!" umpatnya sambil melempar ponsel ke jok penumpang.Tiga hari. Sudah tiga hari sejak ia mendengar kabar bahwa Adrian mendatangi kos Rino. Bukan untuk menjalin tali silaturahmi tentu saja. Tapi untuk mengancam. Mengancam Rino agar tidak lagi mengganggu Miranti.Keysha tertawa getir. Semua rencananya hancur. Uang ratusan juta yang ia berikan pada Rino terbuang percuma. Miranti masih dengan tenang berada di sisi Adrian, bahkan posisinya semakin istimewa di hati Adrian.Ponselnya berdering. Keysha meraihnya dengan cepat."Rino! Kau…""Jangan teriak-teriak. Aku lagi pusing," potong Rino dengan nada santai yang justru membuat Keysha semakin geram."Kita harus ketemu. Sekarang!""Untuk apa?""Untuk apa?" Keysha hampir berteriak lagi. "Kau tanya untuk apa? Semua rencana kita gagal, Rino! Adrian sud

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 111

    Adrian tidak pernah main-main dengan ucapannya. Begitu janji keluar dari mulutnya, dia akan memastikan semuanya terlaksana.Karena itu, hanya dalam hitungan jam setelah percakapan terakhirnya dengan Miranti, dia sudah menghubungi seorang detektif swasta yang pernah membantunya mengurus masalah bisnis beberapa tahun lalu."Cari tahu semua tentang pria ini," kata Adrian waktu itu, sambil menyerahkan secarik kertas berisi nama lengkap Rino dan beberapa informasi dasar yang berhasil dia kumpulkan. "Aku butuh alamatnya, tempat kerjanya, kebiasaannya. Semuanya."Detektif itu hanya mengangguk. Dia tidak bertanya apa-apa. Orang seperti Adrian tidak perlu ditanya alasannya yang penting bayarannya sesuai.Adrian sengaja tidak melaporkan masalah ini ke polisi. Bukan karena dia takut atau tidak percaya pada hukum, tapi karena ini menyangkut harga diri Miranti.Foto-foto itu terlalu pribadi, terlalu memalukan untuk disebarkan lebih luas, bahkan ke hadapan aparat. Adrian tahu betul bagaimana sistem

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 110

    Rino melempar ponselnya ke atas kasur dengan kasar. Tiga hari sudah berlalu sejak ultimatum yang dia berikan pada Miranti, tapi wanita itu masih betah tinggal di rumah Adrian. Tidak ada tanda-tanda Miranti akan pergi. Ancaman yang selama ini selalu ampuh kini seolah kehilangan tajinya."Sial!" Rino mengacak rambutnya frustasi. Dia tidak habis pikir. Dulu, hanya dengan sedikit gertakan, Miranti langsung menurut. Kini? Wanita itu bahkan tidak menghiraukan ancaman foto-foto masa lalunya yang bisa menghancurkan hidupnya.Ponselnya berdering lagi. Nama Keysha muncul di layar. Rino menghela napas panjang sebelum mengangkat."Apa?" sahutnya ketus."Bagaimana?" suara Keysha terdengar menuntut di seberang sana. "Sudah ada perkembangan?""Belum.""Belum?!" Keysha meninggikan suaranya. "Sampai berapa lama, Rino? Kamu pikir uang yang aku berikan itu cuma-cuma?""Aku tahu!""Tidak! Kamu tidak tahu!" bentak Keysha. "Aku membayarmu bukan untuk mendengar kata 'belum'. Aku butuh hasil nyata, Rino. Mir

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   Bab 109

    Miranti menggeleng cepat, menyeka air matanya. "Tidak apa-apa.""Jangan bohong." Adrian melangkah mendekat. "Siapa yang meneleponmu sampai kau seperti ini? Apa Rino?"Miranti tidak menjawab, tapi tatapan matanya sudah memberikan konfirmasi bahwa yang diperkirakan Adrian memang benar.Adrian duduk di sampingnya. "Katakan padaku apa yang terjadi. Aku sudah berjanji akan melindungimu."Miranti hanya bisa terdiam. Ia tak tahu bagaimana mengatakan semuanya pada Adrian."Apa yang Rino inginkan darimu?" Adrian bertanya dengan suara lembut namun penuh perhatian.Miranti terdiam. Tangannya yang terkulai lemah terlihat gemetar."Aku tahu dia akan mengganggumu lagi. dia tak akan menyerah sampai kau menderita bersamanya," Adrian melanjutkan, melangkah mendekat. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Aku melihat caramu bereaksi setiap kali namanya disebut. Ada sesuatu yang kau sembunyikan, Miranti. Apa yang sebenarnya terjadi?"Dunia Miranti seakan mengingat apa yang barusan dikirimkan Rino padanya.

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   Bab 108

    Miranti memeluk Bianca yang tengah tertawa riang di pangkuannya. Sudah hampir dua minggu berlalu sejak ia kembali bekerja sebagai pengasuh bayi berusia tujuh bulan itu. Setiap tawa kecil Bianca mampu mengusir segala kekhawatiran yang bersarang di hatinya."Cit... cit... cit..." Miranti menirukan suara burung sambil menggerakkan jarinya di depan wajah mungil Bianca. Bayi itu tertawa lepas, tangannya berusaha meraih jari-jari Miranti.Inilah yang selalu dirindukan Miranti. Momen sederhana yang membuat hidupnya terasa bermakna. Bianca sudah jauh lebih ceria dibanding minggu-minggu pertama. Tidak ada lagi tangisan panjang di malam hari atau penolakan saat makan. Bayi itu bahkan sudah mulai merangkak dengan lincah mengelilingi ruangan.Namun, kebahagiaan Miranti tidak dibagikan oleh semua orang di rumah besar itu.Linda berdiri di ambang pintu kamar, menatap Miranti dan Bianca dengan tatapan dingin. Wanita paruh baya itu tidak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya sejak Miranti kembali. S

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status