FAZER LOGINCalista Seraphina Allarick, mahasiswi kedokteran yang cantik dan penuh ambisi, menolak tunduk pada desakan ibunya untuk menikah muda. Namun hidup mempermainkannya saat ia bertemu Angga Raymond, seorang duda dingin dengan masa lalu kelam yang terkunci rapat. Tanpa mereka sadari, orang tua justru menjalin perjodohan yang mengikat takdir keduanya. Di antara sentuhan yang tertahan, Calista dan Angga terjebak dalam hubungan yang tak seharusnya terasa sedalam ini.
Ver maisHari-hari setelah sidang pengadilan terasa berbeda.Bukan karena semuanya tiba-tiba menjadi sempurna. Tapi karena perlahan, satu per satu, semuanya mulai menemukan tempatnya.Di sebuah kafe yang tidak terlalu ramai di sudut kota. Kay duduk berhadapan dengan Alex.Suasana di antara mereka masih canggung. Tidak ada kemarahan seperti sebelumnya. Namun juga belum ada kedekatan.Alex memegang cangkir kopinya, menatap Kay beberapa detik sebelum akhirnya berbicara."Aku gak terbiasa mulai dari awal."Kay mengangkat alis sedikit. "Aku juga."Alex menatap Kay sedikit lebih lama."Bisakah kamu memanggilku Papa. Permintaan ini mungkin mendadak." Hening sejenak. Lalu Kay menyandarkan tubuhnya ke kursi."Akan aku coba."Alex tersenyum tipis.Tidak memaksa ataupun menekan. Hanya mencoba hadir dan membangun kedekatan. Dan kali ini dengan cara yang lebih benar.***Di sekolah, suasana di lapangan basket kembali ramai.Leon melempar bola ke arah Kay."Pass!"Kay menangkapnya dengan mudah, lalu berlar
Ruangan sidang begitu sunyi hingga suara langkah kecil Kay ketika berdiri terdengar jelas dan semua mata tertuju padanya.Kay berdiri tegak di tengah ruangan. Namun dari dekat, orang bisa melihat jemarinya sedikit gemetar.Hakim menatapnya dengan sabar. "Kami ingin mendengar keputusanmu," kata hakim dengan suara tenang.Kay menarik napas panjang. Matanya perlahan menyapu ruangan. Ia melihat Rita yang menatapnya dengan cemas. Calista yang duduk dengan tangan saling menggenggam.Dan akhirnya tatapannya berhenti pada Angga. Duduk tenang seperti biasa. Tidak ada tekanan ataupun permintaan di wajahnya.Hanya ketenangan yang selama ini selalu Kay lihat sejak kecil. Kay menelan ludah. Lalu ia mulai bicara.Suaranya sedikit bergetar, tapi tetap jelas."Saya tau siapa ayah biologis saya."Ruangan terasa semakin tegang.Alex yang duduk di sisi lain ruangan sedikit menegakkan tubuhnya.Kay menoleh perlahan ke arah Angga. Tatapan mereka bertemu. Dan saat itu sesuatu di dalam dada Kay terasa jauh
Beberapa minggu setelah kejadian di rumah sakit, hari yang selama ini ditunggu dan sekaligus ditakuti akhirnya tiba.Gedung pengadilan negeri terlihat lebih ramai dari biasanya.Langkah kaki para pengacara, staf administrasi, dan keluarga yang menunggu sidang bergema di koridor panjang.Di salah satu ruang tunggu, Angga duduk dengan tenang. Di sampingnya ada Calista.Sementara di sisi lain duduk Rita. Wanita itu tampak jauh lebih tegang dibandingkan siapa pun di ruangan itu.Tangannya saling menggenggam. "Gak nyangka sampai sejauh ini," gumam Rita pelan.Angga menatap lurus ke depan. "Dia memang akan melakukan ini," jawabnya tenang.Calista menoleh pada Angga. "Masih sempat mundur," katanya pelan.Angga menggeleng kecil. "Bukan aku yang memilih jalan ini."Beberapa meter dari mereka, Alex berdiri bersama pengacaranya. Wajahnya terlihat percaya diri.Tatapannya sesekali mengarah pada Kay yang duduk di antara Angga dan Calista.Kay tidak bicara sejak mereka tiba. Ia hanya duduk diam. Na
Beberapa jam setelah kejadian di ruang kerja Angga, suasana rumah sakit kembali berjalan seperti biasa.Namun tidak sepenuhnya. Rumor bergerak lebih cepat dari langkah kaki manusia.Beberapa perawat berbisik di ruang administrasi. Dan dokter Dikta di ruangannya mondar mandir memikirkan Calista yang menjadi penengah di antara Angga dan putranya. Sementara di ruang istirahat residen, Yuli dan Viona sedang duduk di sofa kecil dekat jendela dengan pikirannya masing-masing.Meja di depan mereka dipenuhi gelas kopi kertas dan beberapa berkas pasien."Calista masih di ruangan dokter Angga?" tanya Viona."Kayaknya sih begitu."Viona menghela napas panjang. "Gak nyangka dengan kejadian tadi.""Iya, sama. Dari semuanya, satu yang bikin aku penasaran," ucap Yuli."Apa?""Kayaknya ada sesuatu di antara dokter Angga dan Calista.""Aku juga ngerasa gitu. Soalnya cara Calista tadi kayak natural banget. Kayak emang tau permasalahannya. Dan gongnya dia bisa tenangin anak dokter Angga. Kayak ngertiin
Calista berdiri di dekat pintu, bersiap pergi. Mira menemaninya sampai ke depan untuk memastikan semuanya aman.Tinggallah Angga dan Pak Arman di dalam ruangan."Bisa minta waktunya sebentar, Pak Arman?"Pak Arman menutup map dokumen di depannya, lalu menatap Angga dengan serius."Tentu, ada apa Pa
Mobil Angga melaju cepat meninggalkan halaman rumah. Pikirannya dipenuhi kemungkinan yang tidak ia sukai.Calista bukan tipe orang yang pergi malam-malam tanpa memberi tahu siapa pun. Terlebih setelah beberapa hari terakhir ia terlihat sangat lelah.Angga mencoba menelepon lagi. Masih tidak diangk
Kay sudah masuk kamar lebih awal karena besok harus bangun pagi untuk sekolah dan latihan basket. Rita juga kembali ke kamarnya setelah cukup lama berbicara dengan Angga mengenai langkah hukum jika Alex benar-benar mulai bergerak.Calista duduk di ruang tamu dengan laptop terbuka, berpura-pura memb
Keesokan paginya."Kay, mau bareng gak?" tanya Calista.Kay menimbang. "Aku mau bawa motor hari ini.""Oh, oke." Calista mengulas senyum. "Kalau perlu apa-apa kabari aja nanti."Alis Kay berkerut, terdengar sedikit aneh baginya. "Oh, oke.""Kay," panggil Calista, lagi."Apa?""Gak ada apa-apa. Cuma


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.