Mag-log inHubungan Syifa dengan Aryo berjalan baik. Tidak berbeda jauh dengan pasangan kekasih lainnya, mereka harmonis dan saling mengasihi. Kisah mereka awalnya terjalin tidak sengaja. Aryo yang mendekati Syifa adalah anak rumahan yang tidak mempunyai gambaran tentang dunia luar secara luas terlebih dulu. Latar keluarga Syifa yang terpandang dan mapan awalnya menjadi alasan Aryo mendekat. Berpikir Kekayaan keluarga Syifa bisa mengubah hidupnya. Syifa bukan perempuan yang sulit didekati, polos dan pemalu, memuluskan jalan Aryo. Saat semua rahasia Aryo terungkap, akankah Syifa tetap memilihnya? Sanggupkah Aryo berubah demi nama cinta?
view more"Aku mau ambil hak asuh Tania, sayang. Kamu keberatan?" "Memang kenapa sama Stella?" Syifa mengernyitkan kening mendengar informasi yang Aryo berikan."Kamu keberatan?" Aryo menatap penuh rasa ingin tahu.Syifa menggelengkan kepalanya "Bukan keberatan. Aku tanya memang kenapa dengan Stella? Apa dia nggak masalah?""Menurut hukum dia nggak bisa mengasuh Tania, Stella secara materi kurang dan dia selingkuh selama kita menikah." "Kamu juga selingkuh." Syifa mengingatkan "Kamu berhubungan intim sama aku, menikahi Neni secara siri, jadi apa bedanya? Jangan pakai dasar poligami, apa yang kamu lakukan juga salah jadi jangan menyalahkan Stella saja. Aku nggak masalah kamu ambil hak asuh Tania, tapi pertimbangkan Stella juga. Apa yang buat kamu keberatan? Kamu nggak mau kasih nafkah Stella?" "Salah satunya." Aryo menganggukkan kepalanya "Utamanya adalah aku nggak mau hubungan sama Stella, meskipun tentang anak. Aku berpikir kalau Tania
"Ibu yakin kamu pasti kembali." Syifa tersenyum kearah mantan calon mertua atau mungkin calon mertua, tapi yang pasti Syifa sudah menganggap wanita dihadapannya adalah ibunya sendiri dan kedudukannya tidak jauh berbeda dengan mama yang sekarang memilih tinggal di panti jompo. "Ibu kapan itu lihat mama kamu, dia happy banget disana. Ibu jadi pengen tinggal disana, banyak teman. Sayangnya anak Aryo dari wanita itu butuh pengawasan, mau nggak mau bantuin." Evi mengerucutkan bibirnya."Ibu bisa tinggal disana sekarang." Aryo mengatakan tanpa beban dengan tangannya yang menggendong Akbar "Aww...kok malah dipukul? Aku bilang sebenarnya. Aku sudah ada Syifa, kami akan tinggal bersama dan akan menikah setelah masa iddah selesai.""Kamu langsung buang ibumu setelah pemilik hatimu kembali?" Evi memegang dadanya dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat "Kamu lihat, kan? Dia akan melupakan semua kalau sudah ada kamu." Syifa hanya bisa tersenyum meli
Enam tahun lalu (masih dengan Teddy)"Aku kira kalian nggak akan jadi." "Wanita berharga sulit didapat." Teddy melingkarkan tangan di pinggang Syifa."Jadi, kalian sudah menikah?" Teddy mengangguk dengan senyum lebarnya "Syukurlah, semoga cepat hamil.""Semoga." Menghadiri acara yang membosankan, bukan hanya bagi Syifa tapi juga Teddy. Apabila harus memilih, pasti pilihannya adalah ranjang. Mereka tidak bertemu hampir satu minggu, pekerjaan Teddy yang tidak bisa ditinggal dan Syifa yang juga tidak kalah sibuknya. Syifa yang pulang ke kota asalnya, dirinya datang kemarin pagi dan pastinya Teddy tidak akan melepaskannya dan memilih didalam kamar. Sekarang yang mereka lakukan adalah olahraga bersama teman-teman Teddy dulu, Syifa menyetujui ajakan mereka karena sudah lama tidak bertemu dan nostalgia."Aku bosan, sayang." Teddy berbisik tepat di telinga Syifa."Habis ini juga pulang, mas." Syifa membelai paha Teddy perlahan "Sab
"Aku akan pelan-pelan, sayang. Kalau sakit kamu bisa mencakar punggungku, sayang. Aku berusaha tidak menyakitimu." Aryo mencium kening Syifa dengan penuh cinta, mendorong miliknya memasuki rumah yang diharapkan dari dulu. Aryo memejamkan matanya merasakan miliknya masuk perlahan, membuka mata menatap Syifa penuh cinta dimana mantan kekasihnya ini menutup mata, melumat bibir Syifa agar tidak terlalu tegang dan takut. Mendorong sekali lagi, seketika terhenti ketika merasakan sesuatu yang tidak pernah dialami selama ini. Mendorong sekali lagi dengan memagut bibir Syifa dalam, dorongan perlahan dan pasti ketika merasakan sesuatu dibawah dan didalam sana terasa robek, tangan Syifa mencakar punggung Aryo, pagutan bibir mereka tidak terlepas tapi semakin dalam.Mendiamkannya didalam ketika merasa jika miliknya masuk semua, pagutan bibir mereka terlepas dan saling memandang, tatapan cinta tidak pernah hilang dari Aryo pada Syifa. Mengulurkan tangan membelai wajah Aryo per


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu