Share

Pertanyaan Pertama

Penulis: Fredelina Putri
last update Tanggal publikasi: 2025-02-16 21:38:17

Semua mata tertuju pada kedua insan manusia yang tercipta begitu serasi. Thalita dan Baskara menghentikan ucapan mereka sejenak sebelum akhirnya sang penguasalah yang mengambil alih perseteruan.

“Saya sudah menikah,” kata Baskara secara lantang yang membuat Jani membelalakkan matanya. Namun, belum sempat Tante dari sekretaris cantiknya angkat bicara guna menolak mentah-mentah dirinya, Baskara sudah melanjutkan kata-katanya. “Saya sudah dalam proses perpisahan dengan istri saya jauh sebelum say
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Tak Asing

    “Sayang, maaf aku lam—” Baskara yang hendak melanjutkan kata-katanya tiba-tiba membelalakkan mata. Tepat di saat itu juga, tangan Karina yang hendak menampar Thalita dihentikan seseorang. Bukan Yudith ataupun Baskara, melainkan Tahlita sendiri-lah yang melakukannya. “Kamu pikir kamu bisa menamparku? Jangan harap kamu bisa menyentuhku, Karina! Saat kamu berani menamparku, aku akan membalasmu 10 kali lipat dari tamparan serta rasa sakit yang kamu berikan padaku. Masih berani coba? Aku nggak main-main, Karina.” Thalita tampak berbeda saat ini. Wanita yang tengah mengandung buah cintanya dengan Baskara itu terlihat tegas, ambisius dan diliputi amarah yang tak main-main.Karina sontak memundurkan tubuhnya. Tumbuh rasa takut yang kini menyelubungi hatinya. Ia melirik ke arah Yudith yang diam saja dan sepertinya tidak akan berada di pihaknya. “Kamu itu tunanganku tapi kenapa malah diam? Kenapa kamu nggak angkat bicara saat wanita ini menggangguku?” Karina menyalahkan Yudith yang memilih d

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Amarah

    “Ada apa ini? Kenapa kalian—” Yudith hendak mempertanyakan tapi dicegah oleh Karina. Karina mengangkat satu tangannya yang lain dan memberi penjelasan. “Dia mau merebut gaun pilihanku, padahal gaun ini aku yang pilih duluan untuk pernikahan kita.” Wanita itu dengan tegas menuduh mantan kekasih dari tunangannya melakukan hal demikian. Mendengar hal itu, Thalita sedikit terkejut. Jujur, ia seperti sudah terbiasa meladeni orang-orang yang suka asal menuduh dan menjatuhkan orang lain demi memuaskan kesenangan diri sendiri. Wanita cantik yang pernah menjadi kembang kampus itu melepaskan gaun dari tangannya secara tiba-tiba.Gaun yang tadi menjadi bahan perebutan sekaligus perdebatan dua wanita cantik itu terhempas ke arah Karina. Karina yang belum siap dengan pergerakan Thalita nyaris tersungkur ke belakang karena sebelumnya ia menarik cukup kuat. Dua wanita itu sempat menggunakan tenaga mereka saat memperebutkan gaun tersebut. Tapi kini Thalita-lah orang yang mengikhlaskan gaun itu untu

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Gara-Gara Gaun

    Mendengar seseorang yang paling tak ingin lagi ia lihat di sepanjang hidupnya disebut di hadapannya, Thalita refleks menggeleng cepat.“Jangan sebut orang itu lagi, Nek. Beliau sudah lama pergi dari kehidupan Ibu dan saya. Jadi ke depannya, saya sudah menemukan seseorang yang tepat untuk menjadi wali nikah saya. Dan jelas orang tersebut bukan ayah kandung saya. Ada orang yang lebih pantas dan mampu menjadi wali nikah untuk pernikahan saya dan Mas Baskara.” Thalita tersenyum manis pada nenek dari calon suaminya. Seruni tak bisa memaksa, ia bisa dan juga paham di mana dirinya memposisikan diri sebagai Thalita. Tak mudah bagi wanita cantik itu dan ibunya selama belasan tahun ditinggalkan Latief begitu saja untuk menerima kembali kehadirannya. Apapun alasannya, Thalita pasti akan mencari solusi lain. “Ya sudah kalau begitu. Nenek dan Kakek pulang dulu, ya. Kamu pasti juga lelah, dan ingin beristirahat di rumah ibumu. Nenek nggak akan mengganggu pertemuan kalian. Kamu pasti sangat merind

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Wali Nikah

    “Nyonya Seruni—” Thalita tak mampu berkata-kata. Mengapa wanita tua ini di sini? Di rumahnya? Bersama ibunya?Tanda tanya besar terlihat jelas di keningnya atau bahkan malah terlihat jelas dari raut wajahnya saat ini. Hal tersebut segera dijawab oleh Seruni didampingi Teddy. “Biar saya jelaskan semuanya,” tegas Seruni pada Thalita. “Kemarilah, Thalita. Ada banyak hal yang belum kamu tahu tentang masa lalu semua orang yang ada di sini,” jelas Seruni selanjutnya.Thalita mendekat lalu ia diminta duduk di dekat Seruni. Terungkaplah sudah segalanya. Kini, Thalita tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. “Jadi yang menolong anda saat itu adalah ibu saya?” Thalita mulai paham. Ia menyimpulkan semuanya dengan anggukan dari kepalanya. “Ya. Ibumu adalah penyelamat saya saat itu. Saya berhutang nyawa padanya. Dan saat tahu bahwa ibu kamu mengalami hidup yang tidak mudah setelah kepergian ayah kamu, saya merasa sangat bersalah. Andai saat itu saya tahu bahwa bukan Ferry yang telah men

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Kecemasan Thalita

    “Oh, jadi kamu nggak mau tanda tangan?” tanyanya santai, terdengar biasa-biasa saja. Kali ini Yola menatap heran. Kenapa pria di hadapannya saat ini bersikap seperti itu padanya? Baru saja pria itu bertindak kasar saat melempar dokumen tapi sekarang malah bersikap tenang. Tak ada tanda-tanda kemarahan atau melontarkan kalimat menyakitkan. Ada tantangan di balik pertanyaan itu. Yola tahu jelas ada sesuatu yang disembunyikan Baskara padanya. Tapi, apakah itu?“Kenapa cara bertanya kamu sama aku seperti itu? Kamu mau melakukan apa sama aku kalau aku nggak mau tanda tangan?” cecar Yola disertai tatapan heran. Ia merasakan adanya intimidasi dari pria yang duduk di hadapannya dengan aura wibawa tak terbantahkan.“Kamu lupa siapa aku?” balas Baskara sembari tersenyum sinis. “Kalau kamu masih menginginkan klinik kecantikan yang kamu miliki tetap aman dan tak tersentuh polisi, maka tanda tangan saja! Ya itupun kalau kamu masih menginginkan klinik itu. Kalau nggak, kamu tahu kan segampang apa

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Menemui Dia

    “Thalita, Thalita, apa selama ini kamu nggak pernah menyadari perhatianku ke kamu? Bukankah biasanya kamu selalu peka akan keadaan sekitar? Kenapa kamu nggak peka sama sekali dengan perasaanku?” Junior kembali mengungkap rasa. “Aku nggak pernah mengira bahwa kamu…” ucapan yang bersumber dari mulutnya kini terhenti. Wanita itu merasa tak enak hati karena banyak hal, salah satunya, ia tak menyadari bahwa orang yang selama ini selalu bersamanya memiliki perasaan padanya.“Hanya menganggap kamu sebagai sahabat?” Pria itu menyerobot cepat. “Dari awal aku kenal sama kamu, aku sudah kagum sama kamu, Ta. Kamu perempuan yang kuat, pintar, bertalenta, dan tentu saja kamu cantik. Banyak laki-laki yang suka sama kamu. Bisa dekat sama kamu sebagai sahabat saja aku sudah seneng banget, Ta. Tapi entah kenapa, perasaan suka dan cinta mulai bertumbuh di hatiku buat kamu. Aku berusaha selalu ada di samping kamu, agar kamu bisa lihat aku dan mempertimbangkan aku sebagai orang yang spesial. Tapi aku kal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status