Compartir

BAB 297

last update Fecha de publicación: 2026-03-01 07:02:05

“Ibu ….” gumam Ratu sambil mengucek matanya.

Ia terbangun di atas ranjang empuk yang terasa asing—terlalu empuk, terlalu luas. Tidurnya begitu nyenyak hingga tanpa sadar pagi sudah merambat ke pukul delapan.

“Aku di mana?” bisiknya bingung. Ratu buru-buru duduk. Kepalanya masih berat dan mengantuk, ingatannya belum sepenuhnya tersusun.

Semalam terlalu banyak hal terjadi—atau justru tak sempat ia cerna. Yang ia tahu, ini bukan kama
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (21)
goodnovel comment avatar
Ais Rin
nunggu Sekar sadar n di hantui rasa bersalah supaya keangkuhan nya runtuh
goodnovel comment avatar
niayaya
Arga baru muncul lagi. si pengkhianat sandy ke mana dia?
goodnovel comment avatar
Sri Agus s
iklan lgi iklan lgi
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 552

    “Mommy, kenapa semuanya sakit? Nenek sakit, Daddy juga sakit. Meskipun Daddy udah sembuh, tapi kenapa gantian jadi Nenek sekarang?” Suara polos Naren memecah suasana makan malam di kantin rumah sakit. Djiwa tersenyum tipis. Ia meraih tisu, lalu mengusap lembut sudut bibir anaknya. “Namanya juga manusia, sayang,” ucapnya pelan. “Kadang sehat, kadang sakit. Itu hal yang gak bisa kita hindari.” Naren mengangguk kecil, meski jelas belum sepenuhnya paham. “Kapan Nenek bangun, Mom? Udah malam belum bangun juga. Besok pagi bangun, ya?” tanyanya lagi, penuh harap. Djiwa menahan napas sejenak. “Naren … nanti kalau Nenek sudah sadar, Mommy kabarin, ya. Sekarang kamu makan dulu.” Nada suaranya terdengar datar. Fairish yang duduk di seberangnya melirik sekilas. Ia tahu Djiwa sedang tidak baik-baik saja. Pikirannya bercabang. Radja yang tak ada kabar, dan Karin dengan segala masalahnya. “Mommy … nanti Ratu mau telepon Daddy, ya,” ucap Ratu pelan dari samping. Gerakan tangan Djiwa terhenti

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 551

    “Kamu yang laporin istri aku, Mas?” suara Kaisar rendah, namun sarat tekanan. Ada jeda. Sultan melirik Karin sekilas, tatapan yang dingin, tajam—sebelum kembali menatap adiknya. “Ini bukan keputusan ringan, Kai,” ucapnya pelan, berusaha menahan emosi yang jelas bergejolak di balik ketenangannya. “Karin itu istri kamu. Adik ipar saya. Menantu di keluarga ini.” Ia menarik napas dalam. “Dan dia sedang mengandung anak kamu. Tapi saya tidak bisa tutup mata setelah saya tahu semuanya. Setelah saya pegang bukti yang kuat kalau dia pelakunya.” Napas Kaisar tercekat di tenggorokan. Rahangnya mengeras. “Kamu tahu saya,” lanjut Sultan, suaranya tetap stabil. “Saya tidak akan bertindak sejauh ini kalau tidak yakin.” Kaisar menelan ludahnya berat. “Asal kamu tahu dampak dari perbuatannya—” “Usia Mas Radja divonis beberapa bulan lagi?” potong Kaisar tiba-tiba, suaranya bergetar tipis. Sultan mengernyit. Informasi itu belum pernah ia dengar secara langsung, tapi ia tahu bahwa kondisi kakakn

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 550

    Begitu Sekar jatuh dengan tangan mencengkeram dada, Fairish langsung sigap memanggil ambulans, sementara Djiwa berdiri membeku beberapa detik sebelum akhirnya tersadar dan ikut membantu. Kaisar tidak ikut. Ia memilih tetap di mansion, menjaga Karin yang masih terbaring lemah—atau setidaknya terlihat seperti itu. Sultan tidak bisa dihubungi. Dan Radja jauh di Jerman. Lampu merah bertuliskan UGD menyala terang di atas pintu rumah sakit. Pintu dorong terbuka, lalu tertutup kembali dengan cepat saat tubuh Sekar dibawa masuk oleh tim medis. “Dok, pasien serangan jantung, tekanan turun!” terdengar suara panik perawat. Fairish berdiri tepat di depan pintu itu, napasnya masih memburu. Kedua tangannya mengepal tanpa sadar, menahan cemas yang terus merayap naik. Sementara itu di sudut ruang tunggu, Djiwa duduk sendiri. Tubuhnya lemas, bahunya turun, dan tatapannya kosong lurus ke depan. Air mata masih terus mengalir tanpa suara, seolah tak ada lagi yang bisa ia tahan. Semua terasa

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 549

    “Bagaimana kondisi menantu saya, Dok?” tanya Sekar begitu dokter kandungan yang ia panggil selesai memeriksa Karin. Dokter itu tidak langsung menjawab. Ia melepas stetoskop dari telinganya, lalu mengalungkannya kembali ke leher dengan tenang. “Secara keseluruhan, kondisinya baik,” ujarnya akhirnya. “Tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Hanya kelelahan dan sedikit stres. Jadi Anda tidak perlu terlalu cemas, Nyonya.” Sekar mengangguk pelan, meski sorot matanya masih menyimpan kegelisahan. “Baik, Dok. Terima kasih.” Dokter itu tersenyum sopan sambil merapikan tas medisnya. “Kalau begitu saya pamit.” “Hati-hati di jalan, Dok,” balas Sekar. Pintu kamar itu terbuka sesaat, lalu kembali tertutup rapat. Di luar, Fairish dan Djiwa berdiri tak jauh dari sana. Keduanya terdiam, namun jelas menangkap setiap kata yang keluar dari dalam. Tak ada yang serius. Kalimat itu seharusnya menenangkan. Namun entah kenapa, justru membuat dada Djiwa terasa semakin sesak. Ia menunduk, menarik

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 548

    “Jenis kelamin bayinya perempuan, ya, Pak, Bu,” ucap dokter obgyn itu lembut, matanya masih tertuju pada layar USG. Karin dan Kaisar saling menoleh hampir bersamaan. Ada jeda sesaat. Lalu senyum itu muncul pelan, tapi penuh. Keduanya sama-sama tidak pernah mempermasalahkan jenis kelamin sejak awal. Namun tetap saja, mendengar kabar itu secara langsung ada rasa hangat yang menjalar di dada. “Terima kasih banyak, Dok,” ucap Kaisar tulus. Dokter itu mengangguk, lalu mulai membersihkan gel di perut Karin dengan hati-hati. Setelahnya, ia membantu Karin untuk duduk perlahan. “Saya cetakkan hasilnya dulu, ya,” ujar dokter tersebut sambil berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya. Karin mengusap perutnya pelan, senyum tipis masih terukir di wajahnya. Sementara Kaisar tak bisa berhenti menatap layar yang tadi menampilkan bayinya. Beberapa saat kemudian, dokter kembali dengan selembar hasil cetakan. “Ini, bisa disimpan sebagai kenang-kenangan,” ucapnya sambil menyerahkan kertas itu. Ka

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 547

    “Kalau anaknya laki-laki, kamu mau kasih nama siapa, Mas? Masih Adipati, kayak yang pernah kamu bilang dulu?” tanya Fairish sambil mengusap perutnya yang mulai membuncit. Sultan hanya bergumam singkat tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. “Hm.” Fairish mendengus pelan, sedikit kesal. “Mas, bisa simpan dulu gak HP-nya?” Sultan melirik sekilas. “Ada yang sedang saya urus, Rish.” “Soal rumah sakit? Atau lagi baca jurnal medis?” cecar Fairish, nada suaranya mulai terdengar tidak sabar. Tanpa menjawab lebih jauh, Sultan meletakkan ponselnya di atas nakas. “Saya ke kamar mandi sebentar.” Ia turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Pintu tertutup. Fairish melirik ke arah pintu kamar mandi, lalu kembali pada ponsel di atas nakas. Tangannya terulur perlahan, ragu—namun rasa penasaran mengalahkan segalanya. Ting. Satu notifikasi masuk. Jantungnya seketika berdegup lebih cepat. “Dia chat-tan sama siapa sih dari tadi?” gumamnya pelan. Ia mengambil ponsel itu, matanya

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 301

    “Ke mana Daddy, Mas?” tanya Narendra malam itu pada saudara kembarnya, Regantara. Keduanya masih terjaga meski jarum jam sudah mendekati pukul sebelas. Mereka berbaring di kamar ayahnya, berharap pintu terbuka dan sosok Radja muncul seperti biasanya. Namun sampai lampu-lampu mansion mulai dired

    last updateÚltima actualización : 2026-04-03
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 219

    “Papa!” seru Inggrit begitu melangkah masuk ke rumahnya, suaranya menggema keras memecah keheningan. Satya yang tengah mengamati lukisan mahal yang baru saja dibelinya langsung mengernyit. Ia menoleh, lalu melangkah menghampiri sang anak dengan langkah tenang, kedua tangannya bertaut di belakang

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 193

    “Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan perkawinan antara Rajendra Afnand Reinard sebagai Penggugat dan Inggrit Anindya Satya sebagai Tergugat yang dilangsungkan pada tanggal hari ini dinyatakan putus karena perceraian.” Palu hakim diketuk satu kali. Sunyi memenuhi ruang sidang

    last updateÚltima actualización : 2026-03-27
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 131

    “Djiwa nggak mau, Mas.” Suara Djiwa terdengar pelan, namun tegas. Tatapannya lurus ke depan, menolak menoleh. Radja melirik singkat ke arahnya, lalu kembali fokus ke jalan. “Maksudnya?” “Djiwa gak mau ke dokter obgyn. Apalagi USG untuk tahu jenis kelamin anak ini.” Sudut bibir Radja terangka

    last updateÚltima actualización : 2026-03-24
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status