مشاركة

BAB 91

مؤلف: Langit Parama
last update تاريخ النشر: 2025-12-27 08:03:40
Radja terus menatap pintu ruang kerjanya. Sepuluh menit sudah berlalu sejak ia meminta Mbok Iyam memanggil Djiwa, namun wanita itu tak juga muncul.

Punggungnya disandarkan ke kursi kerja, kedua tangan terlipat di dada. Wajahnya tampak tenang, tapi rahangnya mengeras—gelisah yang ia sembunyikan rapi. Hingga akhirnya, kenop pintu bergerak.

Begitu pintu terbuka, Radja segera mengalihkan fokusnya ke layar laptop, berpura-pura tenggelam dalam pekerjaannya, seolah tak menunggu siapapun.

Djiwa ma
Langit Parama

Happy weekend, Happy holiday dan Happy reading🫶🏻 terima kasih sudah setia membaca ceritaku, kisah Radja dan Djiwa🫰🏻

| 99+
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (32)
goodnovel comment avatar
Yur Dania
ayooo thoorrr bikin djiwa hamil Radja yg ngidamnya
goodnovel comment avatar
Owoh Lee Lea
kayak nya radja udah benaran jatuh ke dijwa.
goodnovel comment avatar
Herawati Wiria
duh keluarga sekaaar....semuanya bet masalah....sultan ma julian kayanya....hadeuuuh
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 495

    Sekar baru saja memejamkan mata, mencoba menenangkan pikirannya, ketika ketukan keras di pintu kamarnya memecah keheningan. Tok! Tok! Tok! Ia tersentak, refleks langsung bangkit duduk. “Mi, buka pintunya!” suara Kaisar terdengar tergesa dari luar. Sekar menghela napas berat, lalu turun dari ranjang dengan langkah hati-hati. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya. Pintu dibuka. “Ada apa, Kai?” tanyanya. “Kita ke rumah sakit sekarang,” jawab Kaisar tanpa basa-basi. Sekar mengernyit. “Ngapain ke rumah sakit?” Namun tatapannya teralihkan. Ke arah Karin yang berdiri di samping Kaisar, menggenggam sesuatu di tangannya. “Loh, itu apa?” Sekar melangkah mendekat, lalu mengambil benda tersebut. Matanya menyipit, membaca hasilnya. Detik berikutnya. “Kamu … hamil, Rin?” Karin tersenyum kecil. “Iya, Mi. Aku hamil.” Wajah Sekar langsung berubah. Kaget, lalu bahagia. “Ya Tuhan …,” ia langsung menarik Karin ke dalam pelukan hangat. “Akhirnya kamu hamil anak Kai juga. Kai

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 494

    “Daddy … kecelakaan.” Kalimat itu jatuh pelan, tapi dampaknya seperti menghantam keras. “Hah?!” Ratu langsung menangis. “Mommy bohong, kan?! Daddy gak apa-apa, kan?!” Air matanya mengalir deras, tubuh kecilnya gemetar. Naren ikut panik. “Gimana maksudnya kecelakaan, Mom?! Daddy di mana sekarang?! Kita ke sana, kan?! Kita ke sana sekarang?!” Suasana langsung kacau. Hanya Regan yang tetap diam. Wajahnya tegang, tapi ia tidak menangis. Tatapannya langsung tertuju pada ibunya—mencari kepastian. Djiwa sendiri nyaris kehilangan keseimbangan. Kakinya terasa lemas, tangannya gemetar hebat. Namun ia menahan diri. Ia tidak boleh runtuh, tidak di depan anak-anaknya. “Iya, kita ke sana sekarang,” ucapnya pelan, berusaha menguatkan suara yang hampir pecah. Ia meraih tangan Ratu yang menangis, lalu menoleh pada Naren dan Regan. “Ayo … kita ke rumah sakit.” Regan langsung berdiri, sigap. Ia menggenggam tangan Ratu, mencoba menenangkan adiknya yang terus terisak. “Ratu … kita ke Daddy seka

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 493

    Kamar Sankara kembali sunyi. Djiwa masih berdiri di sana, di tempat yang sama, seolah kakinya enggan melangkah pergi. Matanya menatap kosong ke arah jendela, namun pikirannya berputar ke mana-mana. Ucapan Radja sebelumnya terus terngiang. Tentang anak-anak. Tentang keluarga. Tentang bagaimana semuanya pernah baik-baik saja. Napasnya perlahan memburu. “Aku … keterlaluan,” gumamnya lirih, hampir tak terdengar. Tangannya terangkat, menutup mulutnya sendiri, seakan menahan sesal yang tiba-tiba datang tanpa permisi. “Tadi aku bilang cerai.” Kata itu terasa asing sekarang. “Aku marah, aku kecewa, aku sakit, tapi …,” suaranya bergetar, “Aku gak seharusnya bilang itu.” Ia menggeleng pelan, tubuhnya melemah. Dalam bayangannya, terlintas wajah anak-anaknya. Ratu yang selalu memeluknya tanpa alasan. Naren yang cerewet. Regan yang diam tapi selalu memperhatikan. Lalu Radja. Cara laki-laki itu menatapnya tadi. Cara dia menahan emosi. Cara dia tetap berdiri tanpa mundur. Djiwa mengusap wa

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 492

    Radja baru saja tiba di mansion Reinard, rumah besar yang sejak dulu selalu terasa megah namun dingin. Ia sebenarnya tidak berniat datang. Namun ada sesuatu yang mengganjal pikirannya, sesuatu yang harus ia pastikan sendiri. Mobilnya berhenti tepat di depan teras. Begitu turun, langkahnya langsung terhenti. Karin berdiri di sana, menggenggam sebuah paper bag di tangannya. “Mas ….” Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Radja lebih dulu memotong. “Kamu tahu dari istri saya, lalu menyampaikannya pada Mami?” serbunya dingin, tanpa basa-basi. Karin terdiam sejenak, menelan ludah dengan susah payah. “Maaf, Mas …,” ucapnya pelan. “Karena semuanya sudah terbongkar ke Djiwa, saya pikir lebih baik Mami juga tahu.” “Kenapa?” tanya Radja singkat, tatapannya dingin. Karin mengangkat wajahnya, mencoba tetap teguh meski jelas gugup. “Karena saya tidak mau Djiwa terus disalahkan,” jawabnya. “Selama ini … Mami selalu menuding dia. Saya cuma ingin Mami tahu, kalau Djiwa tidak sepenuhnya

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 491

    Radja terdiam sesaat. Namun hanya sepersekian detik. Setelah itu emosinya benar-benar naik. “Apa saja yang bocah itu katakan pada kamu, Djiwa …,” suaranya rendah, namun sarat tekanan. “Sampai kamu bisa berpikir sejauh ini?” Tatapannya menajam, rahangnya mengeras. “Sampai kamu dengan mudahnya melempar kata cerai di depan saya.” Djiwa tidak mundur. Ia justru menatap balik, sama kerasnya. “Bukan Bagas yang bikin aku seperti ini, Mas,” jawabnya dingin. “Kamu yang bikin aku seperti ini.” Kalimat itu menghantam. Radja menggeleng pelan, napasnya mulai tak teratur. “Semudah itu kamu mengatakannya, hah?” desisnya. “Semudah itu kamu ingin mengakhiri semuanya?” “Karena kamu salah,” balas Djiwa tanpa ragu. “Lalu?” Radja tertawa pendek tanpa humor. “Karena saya salah, maka solusinya cerai?” Ia melangkah cepat, mempersempit jarak di antara mereka. “Begitu cara kamu menyelesaikan masalah rumah tangga kita?” lanjutnya, suaranya semakin dalam. “Dengan lari dan memilih berpisah?” Djiwa henda

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 490

    “Adeknya Kak Binar kapan ya keluar dari perutnya Tante Fairish ya, Mas?” tanya Ratu polos, matanya berbinar penuh rasa penasaran. Sore itu, mereka bertiga berkumpul di kamar Regan. Buku-buku sudah tersingkir ke sudut meja, berganti dengan suasana santai setelah les selesai. “Nggak tahu, Dek,” jawab Regan sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur. “Mungkin … nanti, waktu kita mau naik kelas dua. Mirip kayak Mommy dulu, kan? Lahiran pas kita udah mulai sekolah SD.” “Iya juga ya ….” Ratu mengangguk-angguk kecil, seolah membayangkan. Naren yang sedari tadi diam, akhirnya ikut bersuara. “Kalau adeknya Binar, berarti adek kita juga, kan, Mas?” Regan tersenyum tipis, lalu mengangguk. “Iya, adek kita juga. Daddy pernah bilang waktu itu, kalau adek Sankara lahir … dia juga jadi adeknya Binar. Nggak cuma punya kita.” Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada lebih lembut. “Dan sebaliknya juga sama.” “Yeay!” Ratu berseru senang, kedua tangannya terangkat. “Berarti w

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 49

    Kaisar menghela napas panjang begitu mobilnya masuk gerbang kantor. Langit siang yang terik tak mampu menghangatkan dinginnya pikiran yang menggulung di kepalanya sejak sesi konsultasi tadi. Jemarinya mengetuk-ngetuk setir, iramanya tak beraturan—tanda jelas bahwa hatinya sedang kacau karena renc

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 56

    Inggrit baru saja tiba di mansion. Langkah kakinya menghentak keras, cepat, dan penuh amarah—seolah dia sengaja ingin seluruh penjuru rumah tahu bahwa saat ini dia sedang berada di titik paling emosional. Di belakangnya, Anggita menyusul dalam keadaan terisak halus. Arga mengantar bocah itu pu

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 58

    “Simbiosis mutualisme?” Radja mengulang dua kata itu pelan, dengan senyum miring yang tidak sepenuhnya bisa dibaca. Ia menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan seolah mencoba memahami isi kepala perempuan di hadapannya. Djiwa menunduk. Napasnya tercekat. “Biarin Djiwa sendiri dulu, Mas …

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 48

    Sudah satu jam yang lalu Djiwa terlelap di pelukan Radja. Pria itu bahkan absen dari kantornya hari ini hanya untuk menemani wanita itu tidur di hotel. Entah apa yang membuatnya memilih menetap di sini. Jika bicara soal khawatir, harusnya dia tetap bisa meninggalkan Djiwa seorang diri setelah mema

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status