Home / Romansa / Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku / Bab 137 Pusat Perhatian

Share

Bab 137 Pusat Perhatian

Author: Er_Su
last update publish date: 2026-05-24 13:46:42

Hari yang ditunggu mereka telah tiba. Hari di mana Nando akan resmikan semuanya, tentang proyek dan bahkan tentang Maya. Ia ingin memberi pelajaran pada Julia karena sudah mempermainkan keadaan saat ini.

Acara peresmian itu ada di gedung kantor. Beberapa orang sudah datang, dari berbagai kalangan. Nando juga sudah siap, sangat rapi menyambut semua orang yang tiba.

“Ah, sebentar lagi tuan Dirga dari FJ dan yang lain juga datang. Aku harus sambut mereka dengan baik.” Ia sangat bersemangat hari in
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 174 Delapan Ratus Milyar

    Mama Rosa menarik putranya masuk, setidaknya sedikit menjauh dari Maya."Maaa!" rengek Nando padanya.."Kamu itu, setidaknya bisa jaga ekspresi kamu ketika dengan Maya. Dia itu hamil, butuh mood yang bagus dan-""Iya, Ma, Nando tahu." Pria itu terlihat pasrah pada ucapan mamanya.Mama Rosa pro sekali dengan Maya, meski ia tak tahu rasa bagaimana yang ia miliki pada mantunya itu. Sebagai seorang gundik, ia sebenarnya mau punya menantu yang baik. Tapi sayang, Julia tak bisa memberi keturunan untuk keluarganya. Sekarang hanya Maya. Itu saja karena mama Rosa tak tahu yang sebenarnya mandul adalah sang putra.Nando pisah dari mamanya dan segera naik ke kamar. Ia tatap Maya yang ada di bawah sana dan sedang amat effort dengan dekorasi barunya."Aku fikir, aku bahagia ketika sudah bersamanya. Dia yang selalu menyenangkan dan bisa memuaskanku. Tapi, kenapa aku justru selalu kepikiran Julia? Aku seperti tak rela jika dia pergi seperti ini?"Nando bergumam seraya melepaskan semua pakaiannya sa

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 173 Kamu Begitu Berharga

    Hari ini Julia sangat terpuaskan. Ia jalan jalan, ia belanja banyak sekali sepuas hati.Felix membiarkannya tanpa menasehati sama sekali, bahkan ia hanya duduk menyaksikan betapa bahagia tunangannya itu."Ini, bagaimana?" tanya Julia ketika keluar dari ruang ganti dan mengenakan satu set pakaian rekomendasi dari pramuniaga yang sejak tadi melayaninya."Cantik," puji Felix.Julia tersenyum dan kemudian ambil yang lain juga. Ia sekalian belajar tentang fashion, mengingat Delia juga ingin membuka butik bersama Delia.Julia mencoba beberapa pakaian lagi dan Felix masih menunhgu dengan tenang sembari membaca beberapa pesan yang masuk padanya."Halo." Felix akhirnya menelpon Dika untuk memastikan apa yang terjadi barusan."Nyonya Rosa benar-benar nekat kali ini. Dia menyerang kita ketika Tuan tidak ada!" ucapnya dengan nada yang cukup kesal."Hasil akhirnya?""Saya bisa menekan keadaan, setidaknya sampai tuan pulang. Tapi saat itu, saya juga tidak bisa kontrol apa gebrakan yang akan mereka

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 172 Mana Tuan Kalian?

    “Bagaimana?” tanya Marta pada Dika yang ada di sampingnya.“Kamu pasti tahu jawabannya. Dia sangat cuek seperti tak takut jika sahamnya diambil oleh mereka semua.” Dika tampak bingung.“Ya, tahu. Memang tuan tak pernah takut kehilangan bahkan untuk saham yang dimiliki di perusahaan ini. Dia bertahan hanya karena banyak karyawan senior yang juga harus dipertahankan.”Mereka berdua duduk dan berbincang memikirkan solusi yang mungkin bisa mereka diskusikan dengan yang lain kali ini.“Pak Nando sudah membeli beberapa saham dari pemilik yang lain, baik dengan cara sukarela maupun dengan paksa. Kamu ingat pak Darma?” tanya Marta padanya.“Ya, sampai anak dan istrinya ikut diancam oleh mereka semua. Sekarang pindah ke Singapura. Entah entah, mereka akan bertemu dengan tuan Felix, nanti,” jawab Dika.“Ya, semoga saja. Dan nanti mereka akan mengobrol tentang semuanya. Aku berharap begitu. Sayang sekali jika Lesmana Group yang besar ini harus hancur di tangan Gundik dan keturunannya.”“Hey, mer

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 171 Rencana Kudeta

    “Apa? Coba katakan sekali lagi?” pinta Julia dengan tawanya yang renyah dan terasa bahagianya.“Julia Agnia. Will You Marrie Me? Ayolah, aku suda seserius ini dan sudah mencoba yang terbaik dengan versiku.” Felix merengek kali ini, dan terlihat imut sekali.Julia jadi terharu dari yang tadi tertawa. Ia raih wajah Felix yang tertunduk itu, terlihat malu-malu. Padahal selama ini ia tak pernah takut dengan apapun. Sepertinya, takut jika ditolak oleh Julia.Ketika Felix mengangkat kepala dan menatapnya, Julia ulurkan tangan dan menyodorkan jari manis.Felix terlihat menarik napas lega dan terlihat sangat bahagia ketika Julia menerimanya. Tapi, apakah ada kesempatan Julia menolak ketika hubungan keduanya juga sudah sedalam itu.Felix raih Julia, kemudian ia dekap wanita itu dengan begitu eratnya. “Kakak menangis?” tanya Julia, mendengar isakan dari kekasihnya.“Tidak, aku tak bisa menangis. Bahkan ketika aku berusaha untuk menangis, airmata itu tak mau keluar lagi seolah sudah habis.” Feli

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 170 Will You Marry Me?

    Hari ini Felix libur sesuai dengan janjinya pada Julia. Ia akan bawa kesayangannya itu pergi ke suatu tempat yang sempat Julia tulis dalam list perjalanan mereka kali ini.“St. Andrew's Cathedral!” ucap Julia.“Hmm.” Felix membalasnya dengan tenang sembari tunggu Julia pasangkan dasinya saat itu.“Aku fikir, kamu mau ke tempat yang lain yang lebih indah.” Felix menambahi kata-katanya.“Yang lebih indah? Sudah ada,” balas Julia lagi.“Tapi, tempat ini lebih indah dari apapun,” balas Julia padanya.Julia memiliki keinginannya sendiri ketika berkunjung ke Gereja terbesar dan iconic di Singapore itu. Ia ingin duduk dan berdoa dengan tenang di sana, untuk dirinya dan untuk mereka berdua.“Apa yang kamu inginkan?” tanya Felix pada Julia yang kemudian diam dan seperti merenung.“Tidak ada. Kakak tahu apa yang Julia inginkan, dan tak perlu Lia katakan lagi.” Suaranya mendadak pelan dan tak sesemangat tadi.Felix hanya meraih kepala Julia dan mengusuknya, setelah itu ia pergi karena mobil yang

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 169 Kenapa Felix Bisa?

    Yose tahu jika ibunya baru saja mendapat transfer dari sang adik. Saat itu juga, ia jadikan itu laporan pada Nando agar tahu perkembangan dari Julia.“Kapan?” tanya Nando padanya dengan begitu penasaran.Kemarin memang sempat ia matikan debit otomatis pada ibu Julia, berharap Julia tertekan, bingung dan memohon padanya. Tapi ternyata tidak mempan juga.“Tadi, baru sekitar satu jam lalu dan dia kirim sepuluh juta.”“Apa!” Nando kaget mendengarnya. Yose juga tak mungkin bohong karena ia ingin Julia kembali pada Nando agar tetap bisa dimanfaatkan setelah ini.“Kau memberinya gono gini? Atau, kau masih menafkahinya setelah perceraian sebagai kompensasi?” Yose cukup penasaran dengan ini. Jika iya, maka akan jadi keuntungan baginya.“I-ya, lah. Aku harus tetap memberi kompensasi, karena biar bagaimanapun, dia sudah menemaniku selama lima tahun ini,” bohong Nando yang tak mau kehilangan harga diri sama sekali.“Oh, baguslah jika seperti itu. Tandanya, orang tua kami masih bisa tercukupi mesk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status