Chapter: Bab 353 Rahasia StelaJantung Danu seolah berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Edo barusan. Jelas ia tak mau mempertaruhkan seorang wanita yang tak ada hubungannya dalam persaingan mereka. Bahkan sebenarnya Danu enggan bersaing dengan siapapun. Ia juga malas meladeni Edo yang pasti tidak akan ada habisnya itu. Danu memilih pergi. Langkahnya mulai jauh dari pria itu, tapi berhenti ketika disindir lagi. “Kalau nggak berani, pasti udah tahu kalah, sih!” Edo mulai memprovokasi. Danu tersenyum kecut, lalu ia balik badannya untuk kembali tatap pria itu. “Terserah. Jika kau kalah—”“Aku akan berlutut cium kakimu!” Edo mengatakan itu sendiri dengan kesadaran penuh dan didengar oleh semua orang yang ada di tempat itu.Danu hanya diam, ia gelengkan kepala dan kemudian pergi darinya. Setelah agak jauh dari tempat itu, Stela datang menghampiri Edo dan memberi nasehat padanya. Ini hanya sebagai peringatan dari orang yang sudah berpengalaman.“Apa mau kamu sebenarnya, Do?” tanya Stela dengan suara yang bertaha
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 352 Taruhan FatmaDaus masuk dengan wajah malu malu. Silvy sudah rebah di brankar untuk USG, dan ia justru duduk di kursi kecil yang ada di pojok ruangan itu. "Eh, Mas! Ngapain di sana? Kamu suaminya dia?" tanya perawat yang sejak tadi menangani. Daus bingung, dan Silvy lebih bingung plus malu. "I-iya, Sus. Saya suaminya," angguk Daus ragu ragu. "Oh, gitu? Daritadi ke mana aja? Baru nongol temenin istrinya. Sini! Nggak usah takut lihat istri diperiksa. Bikin kemaren sama sama," sindir perawat itu padanya. Silvy semakin tersipu malu sampai wajahnya merah merona bagai delima. Apalagi saat Daus mendekat dan area perutnya sudah dibuka. "Ini, lihat bayinya udah berbentuk. Ini kakinya kecil, ini tangannya." Dokter memperlihatksn gambaran bayi mereka yang ada di dalam sana. Daus menatapnya dengan seksama, dan ia tampak sangat terharu melihat hasil karyanya di dalam perut Silvy itu. "Jenis kelaminnya, sudah tahu, Dok?" tanya Daus dengan suara yang terdengar gugup. "Wait... Kita cek dulu." Dokter menga
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 351 Belah Duren Malam HariEdo melotot, dan hatinya sakit sekali diledek seperti itu oleh Danu. Apalagi saat mereka tertawakannya."Awas kamu, Pak Tua!" geram pria itu.Bimbingan berlanjut, dan mereka tenang dengan semua yang diajarkan. Sampai tiba waktunya makan siang, para staf hotel mengantar makanan berupa nasi kotak ke ruangan tersebut."Terimakasih," ucap Fatma pada petugas yang memberi nasi kotak untuknya."Yah, ayamnya paha. Fatma nggak suka, maunya dada." Gadis itu cemberut sedikit.Tapi kemudian Danu membuka miliknya, ia berikan bagian dada yang ia punya dan tukar dengan paha ayam Fatma.Tersipu malu gadis itu dibuatnya. Danu yang terlihat cuek itu, diam diam perhatian hingga membuatnya berdebar bahagia."Kenapa gitu?" tanya Danu."Eng-enggak, nggak papa. Makasih ayamnya," ucap Fatma dengan suara yang begitu lembut.Kali ini, Stela dan yang lain tidak bis mendekat. Hanya bisa makan di tempat masing masing dan menatap Danu dari kejauhan. Mereka terkadang iri dengan keakraban Fatma pada pria itu.Ting!
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 350 Edo Bertanya, Danu yang MenjawabPagi itu di kost. Silvy terlihat duduk di ruang tamu rumah Danu, dan terlihat merenung sendirian. Harusnya ia bersiap untuk segera pergi ke Rumah sakit untuk kontrol kehamilan, tapi entah kenapa dia jadi bingung sendiri."Vy! Ya ampun, kamu malah diem gitu?" omel Amy yang datang menghampiri."My, Vy bingung mau bawa apa aja. Ini... Pertama kali, karena selama ini yang periksa, Ane." Ia menjawab dengan tatapan yang memang bingung.Amy menarik napas, menepuk kening dengan pelan. "Ya ampun, Vy. Bawa aja buku hamil, terus suray kontrol.""Biayanya? Nanti untuk konsul sama tebus vitamin, mahal." "Vy, Bapak bayi itu kan ada!" Amy terpancing kesal. Tapi ia kemudian tak enak hati saat Silvy menundukkan kepala dan terlihat sedih."Oh... Maaf, Vy. Maksud aku, bukan gitu." Amy duduk di sebelahnya dan genggam tangan kurus itu."Ya, nggak papa. Cuma... Vy masih canggung, masih malu kalau harus minta duit secara langsung." Suara Silvy terdengar lirih, bibirnya berat ketika berucap dan matanya s
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Bab 349 Akal Bulus DanuDanu kembali ke kamar setelah pertemuan itu, dan ia masih tidak menyangka jika bertemu mereka berdua."Dunia ini sempit. Giliran nggak ketemu, sampai 20 tahun blas nggak ada ketemu. Giliran udah ketemu, tiap hari ketemu terus." Danu bergumam sembari ngudud di rooftop kamar itu.Fatma sengaja mencarikannya kamar yang memang bisa untuk perokok karena Danu sangat aktif. Jika tidak sehari saja, mungkin dia pening.Dalam diamnya itu, Hp Danu berdering. Lily memanggil seolah tahu kegalauannya saat itu."Halo, Nduk?" Danu menyapa tanpa menurunkan cerutunya."Pakde, lagi apa?" tanyanya dengan suara yang begitu manja."Pakde lagi duduk sore, sembari menikmati hari yang sudah nyaris gelap." Puitis sekali."Ciyee, Pakde! Macam orang galau saja!" ledek Lily padanya.Tapi Danu tak berani cerita kalau ia bertemu dengan mama dan papa tirinya. Takut jika Lily kepikitan atau bahkan penasaran nanti. Repot Danu dibuatnya."Kamu lagi apa, Nduk? Gimana kost?" tanya Danu."Baik, Pakde. Semua terkontrol sam
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Bab 348 Orang Dalam SebenarnyaHari sudah sore, dan sesuai jadwal mereka akan duduk menyambut pengisi materi mereka yang akan datang. Semua orang sudah berkumpul di lobi, dengan Stela yang membawa kalung bunga sebagai tanda penghormatan. “Memangnya, nanti ada berapa orang yang datang?” tanya Fatma yang membantunya, karena para wanita lain sedang caper dengan Danu. “Tiga orang. Ini cukup, kok.” Stela menjawabnya dengan santai. “Bu Stela, kok lehernya ada merah merah?” tanya Tasya mendadak datang pada mereka. Stela langsung panik dan mengusap tanda itu, yang pasti dibuat oleh Danu tadi. Ia terlihat gugup dan mulai berusaha memberi alasan. “Oh. Ini, anu… tadi digigit nyamuk,” jawabnya. “Nyamuk? Emang, di hotel mewah gini ada nyamuk?” tanya Fatma, tapi ia kemudian melirik ke arah Danu dengan tatapan sedikit curiga. “Nggak mungkin, kan?” fikirnya, galau. “Iya, nyamuk. Soalnya, tadi siang saya ketiduran di kursi balkon. Saya itu paling nggak bisa gatel. Pasti saya garukin sampai korengan terkadang.” Stela menjelas
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Bab 79Budi dan Naning duduk bersama dengan napas yang masih tersengal dan tubuh dipenuhi keringat. Naning sendiri sudah tidak lagi mengenakan kacamatanya karena merasa gerah dan sempit, serta berharap Budi masih mau nambah lagi setelah ini.Janda pulen itu memang tidak ada puasnya.“Mbak Ning,” panggil Budi yang berbaring di atas pangkuan Janda itu dan nyaris tenggelam wajahnya pada melon super punya Naning.“Ya, Mas?” Naning berharap Budi mengatakan hal yang sangat ia inginkan.“Mbak Ning, tahu tentang bu Sari?”“Bu Sari, yang mana?”“Yang istri kepala yayasan Wilasita,” jawab Budi lagi.Naning berfikir sejenak dengan dahi berkerut, dan ia tarik napas panjang ketika mulai ingat. “Oh, Bu Sariyanti? Ning kenal, tapi tidak begitu akrab,” ujarnya.Budi yang berbaring itu langsung menatap Naning dengan kedipan mata penuh tanya.“Dulu itu, dia pernah kerja di salon tempat Ning kerja. Lama dia di sana, sampai Ning menikah dengan bapak Arif. Sampai Ning cerai terus balik lagi, dia masih ada. nggak
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 78Dengan dengkusan napas kesalnya, Naning berjalan menuju sang putra yang mendekat ke arah dapur. “Arif mau apa? Nen?” tanya Naning dengan suara yang sangat lembut.“Au nton Hp, uyeh?” tanya si kecil padanya.“Tapi, yang anteng, ya?” pinta Naning, memberi syarat.Ketika Arif mengangguk, Naning raih Hpnya yang ada di meja makan tempatnya berdiri. Ia mainkannya sebentar membungkuk untuk mencari chanel youtub yang Arif suka.Saat membungkuk seperti itu, bagian bawah mini dressnya tertarik tinggi. Panty hitamnya terlihat, membungkus serabi lempit yang sangat pulen dan menggiurkan. Budi langsung mengecap bibir dibuatnya.Budi lihat bagian kolong meja tertutup rapat, tandanya Arif tak akan lihat jika ia melakukan sesuatu di bawah sana. Budi menyeringai, turun dari kuri lalu merangkak menghampiri Naning.“Ehmmh!” Janda pulen itu langsung membulatkan mata ketika merasakan dua telapak tangan meraba bagian kaki dan naik ke pahanya.“Mama, napa?” tanya Arif dengan wajah polosnya itu.“E-nggak papa
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 77Naning mendengar suara Budi. Ia tak kaget, tapi langsung membalik badan. “Eh, Mas Bud udah datang?” Janda pulen itu langsung menyambutnya dengan senyuman.Penampilannya terlihat berbeda. Rambut baru dengan warna blonde yang membuat wajahnya lebih cerah, alisnya yang cetar membahana hasil pelatihan kemarin juga membuatnya lebih cantik dari biasanya.Biasanya itu, memang sudah cantik.Naning mengenakan mini dress warna putih tulang dengan pakaian dalam warna hitam yang sangat kontras dengan kulit dan mini dress yang ia kenakan. Bayangan yang ada di dalam terlihat jelas, bagaimana serabi lempit dan melon super premiumnya hanya terbungkus setengah dari wadah.“Mas Bud, kok ngelamun?” Naning yang sudah ada di depan Budi itu langsung mengibaskan tangan di wajahnya.Lamunan Budi yang liar itu langsung buyar, dan ia tatap Naning dengan wajah gugupnya. Takut jika ketahuan.“Ah, Mbak Ning. Maaf, tadi agak pangling. Soalnya, kelihatan makin fresh aja.” Budi turunkan pisang yang ia bawa dan maink
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 76“Bu Sari itu, tipe yang suka dipuji. Kalau mas Bud bisa ambil hati beliau, semua urusan pasti akan mudah. Saya akan cari tahu apa saja yang beliau suka,” ucap Tiara, memberi saran.Tapi, sepertinya Budi sudah tahu apa yang wanita itu sukai, terutama setelah melihat pergulatannya dengan pak Jon beberapa hari lalu. Ini bukan hanya tentang ambil hati, tapi yang lain.“Oh, iya, Mbak. Terimakasih atas bantuannya, ya? Mbak sudah sampai mau sejauh ini urusin saya,” balas Budi.“Ini sudah tugas saya, Mas Bud. Saya yang pegang asuransi kek Bono, jadi saya harus urus dengan berbagai cara sampai beres. Ini bukan apa apa.” Tiara kembali membalasnya dengan ramah.Tapi saat keduanya tengah bicara lewat telepon, mendadak tubuh Tiara tegang. Senyum cemerlang Budi terbayang bayang, tubuhnya, ketampanannya dan pesonanya yang luar biasa itu mulai meliar di kepala.Tiara sampai memejamkan mata, bersandar di kursi dan menengadahkan kepala terbayang bayang sentuhan Budi terhadapnya.“Aah! Mas Bud!” Tiara
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 75Semua panenan ikan sudah Budi catat dan dipisah dengan benar sesuai ukuran pesanan. Wadah juga sudah dipisah, tinggal menunggu orang yang memesan datang untuk membelinya.“Bud, kamu kelihatan capek banget.” Sinta datang dengan segala perhatiannya untuk Budi.Melihat Budi dengan tubuh berkeringat dan terlihat seksi itu, ia mendekat. Ia angkat kaos oblong yang ia kenakan untuk usapi wajah Budi dan seka keringat yang ada di wajahnya.Perut rata Sinta terlihat sampai bagian bawah pusarnya, dan ia juga hanya mengenakan leging hitam sangat ketat hingga belahan buah peachnya terlihat.“Eh, Bu?” Budi spontan beralih ke depan Sinta untuk menutupi tubuhnya yang terbuka.Sinta tersenyum gemas, suka sekali dengan perhatian Budi yang terlihat berusaha melindunginya dari semua orang.“Bud~” panggil Sinta dengan suara lembut mendayu dayu dan telapak tangan mendarat di perut Budi yang berotot itu.“Ya, Bu?” Budi menjawabnya dengan tegukan saliva, merasakan kelembutan tangan Sinta yang merabanya.“Ka
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Bab 74“Udah, Mas Bud. Nggak papa, kok. Ning ikhlas kasihnya, yang penting mas Bud cepet sehat.” Naning menenangkan Budi sembari menyuapi sang putra yang tengah sarapan pagi itu.“Ya, mbak Ning. Makasih sekali lagi. Nanti… saya main ke sana, ya?” ucap Budi padanya.Dada Naning langsung berdesir, ia pegangi dan ia atur debarannya dengan cara menarik hembuskan napas beberapa kali agar segera normal.Tak lama kemudian, Naning matikan panggilan karena Budi pamit duluan. Serasa tak sabar untuk bertemu dengannya nanti.Selepas mandi, Budi ke meja makan dan nikmati bubur yang dibuatkan oleh Mely untuknya. Ia duduk dengan tenang sembari menatap duo Simbah yang anteng menonton tv.Hari itu mereka tak senam. Hanya nanti akan dibawa ke kebun untuk urus tanaman dan melihat kondisi ikan di kolam yang kemungkinan sudah siap untuk dipanen.Terakhir Budi ke kolam, waktu berenang dengan Mely. Ia merasa ikannya sudah besar besar sampai sering kali menabrak di Tegar dengan kasar.“Bud, “ panggil mbah Harjo pada
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Bab 263 “Hahahaha!” Maya tertawa seperti orang gila dengan suaranya yang begitu keras.Tak lama kemudian, pintu ruangan klinik itu dibuka dan beberapa Polisi masuk ke dalamnya.“Selamat siang. Kami datang mencari Ibu Rosa,” ucap salah satu dari anggota Polisi itu.Mama Rosa yang lesu semakin lesu, dan bahkan jatuhkan tubuhnya di atas lantai dengan begitu lunglai.“A-ada apa, Kalian cari Mama saya?” tanya Nando.“Kami mendapat laporan bahwa Ibu Rosa telah menggelapkan aset, tuduhan proyek fiktif dan pemalsuan beberapa data di perusahan. Masih ada lagi, tapi itu akan dibahas nanti.”Nando langsung merangkak menuju mamanya. “Ma, ini bagaimana, Ma? Kalau Mama di penjara, Nando gimana, Ma?” Wajah penuh takut itu terlihat begitu jelas.Mama Rosa hanya bisa diam, ia seolah kehilangan suaranya yang selama ini selalu lantang.Polisi mendekat dan menarik tubuh itu. Tapi karena lunglai, mau tak mau salah satu dari mereka menggendongnya.“Jangan sampai ada alasan gangguan jiwa untuk kasus ini, Pak. Saya
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Bab 262Mama Rosa dibawa ke klinik terdekat dan masih di area Mall yang super besar itu. Kondisinya lemah, tapi ia memaksakan diri untuk cepat sadar demi satu ganjalan yang ada di hatinya.“Kamu harus ganti rugi atas apa yang terjadi!” Maya masih terus merongrong Julia saat ini.“Maya! Diam!” Nando menyergah istrinya.“Mas, kita butuh uang! Bukankaah—”“Oh, ini alasan kamu mendadak datang dan cari gara gara ke aku?” balas Julia padanya.Maya membuang muka dengan dengkusan napas yang kasar. Tidak perlu dijelaskan, memang apa yang Julia katakan barusan benar adanya.Tapi sayang. Apa yang Maya tunjuk ke Julia justru sekarang terkena pada dirinya sendiri.“Nando,” panggil lirih mama Rosa pada sang putra.“Ya, Ma? Gimana Mama sekarang?” tanya Nando dengan begitu cemas.“Mama pusing, tapi—” Wanita itu menatap pada Nando dan kemudian beralih ke Maya dengan penuh tanya.Tarikan napas wanita itu panjang, dan pasti ada yang sangat mengganjal di dalam hatinya sekarang.“Julia hamil.” Mama Rosa mengata
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Bab 261“Apa? Aku harus ganti rugi atas apa? Memangnya, aku berbuat apa ke kamu, Maya?” tanya Julia.“Ya, kamu harus bayar kompensasi terhadap apa yag terjadi terhadapku. Perlakuan tidak menyenangkan!” ucap Maya dengan begitu konyolnya.Mereka semua yang ada di sana lalu tertawa, terutama para tamu undangan yang melihat semua kejadiannya.“Kenapa kalian tertawa? Kalian harusnya bela aku, ibu hamil yang teraniaya! Aku seharusnya dilindungi!” Maya terus membela diri.“Melindungi siamang sepertimu?” tukas Marta.“What is… Siamang?” celetuk Delia, seolah tidak ada seriusnya.“Marta! Jangan mentang mentang kamu tidak di Lesmana lagi, jadi kamu bisa ngga sopan sama saya!” sergah Maya yang emosinya semakin merajalela.“Oh… perasaan, saya memang sejak awal tidak pernah sopan pada Anda, Nyonya gundik.”“Hhahaa! Gundik!” Delia tertawa lagi dengan ucapan barusan.Maya meradang, ia semakin emosi dan perutnya semakin tak enak saat ini.“Bu Rosa. Sepertinya menantu anda kontraksi. Atau, dia sudah mau melah
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: Bab 260 Seminggu kemudian.Julia dan Delia meresmikan butik mereka yang ada di Mall FJ, dan sausananya sungguh meriah dengan banyaknya tamu undangan yang datang.“Selamat dan sukses, Sayang. Lancar terus usahanya, tapi jangan sampai kamu kelelahan, ya?” ucap Ibu Aida pada sang mantu.“Kamu juga, Delia!” Tatapannya sedikit tajam pada teman dekat Felix itu.“Hehhe! Iya, Ibu. Kami itu pasti akan jaga kehamilan, apalagi calon mantu masing masing. Hahaha!” Delia tertawa membalasnya.“Heh! Belum lahir, udah diboking calon mantu. Nanti kalau ternyata sama sama cewek atau sama sama cowok, gimana?” tegur Marta yang ada di dekat mereka.“Ya, no problem. Itu tetap my child.” Julia mendengar itu dan tertawa dengan tingkah kakak angkatnya.Ibu Delia juga ada di sana, sangat gemas dengan tingkah mereka.Semua orang bahagia, apalagi ayah Edo sudah mulai bisa jalan meski masih beberapa langkah dan belum bisa terlalu tegap.“Sayang, selamat, ya? Semoga ke depannya akan selalu jadi lebih baik. Aku tidak bisa
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: Bab 259 Lesmana Kehilangan Segalanya“Tidak! Itu tidak mungkin!” Mama Rosa melotot sebesar biji jengkol ketika mendengar apa yang Dirga katakan.“Tidak mungkin bagaimana? Nyonya tidak sadar, bahwa selama ini Tuan Dirga selalu turuti apa maunya Tuan Felix? Dalam setiap proyek, Beliau masuk dan menjadi investor terbesar itu karena Tuan Felix. Memangnya apa?” tanya Marta padanya.Mama Rosa mundur darurat dengan tenggorokan yang tercekat.Mungkin ia fikir, semua yang ada selama ini adalah usaha dan kerja keras dari putranya yang tercinta itu.“Yang jelas, kami tidak perlu tunjukan surat kepemilikan perusahaan. Tapi untuk hak cipta, dan royalti, tetap akan kami tuntut setelah Tuan kami keluar dari Perusahaan ini!”Dika maju dengan semua hitungan yang sudah ia lakukan, dan Dirga memberikan tempatnya agar Dika mengumumkan semua itu di hadapan mereka semua.“Jadi, kira kira total royalti yang harus diberikan adalah Dua trilyun. Itu selama enam tahun setelah Tuan Felix ambil posisi di Lesmana Grup, dan semua proyek yang ditangan
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 258 Tuntutan Balik FelixKabar sudah beredar di mana-mana, tentang lepasnya Felix dari Grup Lesmana.Saat itu, Ibu Aida tengah duduk menatap beritanya dengan secangkir teh camomile dan tatapan yang begitu tenang. Ia juga menarik napas panjang, seoalh ia telah melepaskan sebuah beban.“Ibu,” panggil Julia yang kemudian menghampirinya di kursi ruang keluarga.Ibu langsung menoleh dan tersenyum pada Julia, bahkan ia ulurkan tangan untuk genggam erat tangan menantunya.“Ibu tidak sedih, Sayang. Ibu sedang lega, dan rasanya ibu sudah lepas dari semua beban yang sangat berat selama ini.”“Lia tahu, Bu. Pasti rasanya lega sekali, kan? Itu juga Lia rasakan waktu itu, meski belum seberat Ibu,” balas Julia padanya.“Ya, kita sudah lepaskan semuanya. Setelah ini, kita harus fokus pada masa depan, terutama untuk kebahagiaan keluarga kita.”Pelukan hangat Julia dapatkan dari sang ibu mertua, meski ia masih penasaran dengan apa yang terjadi setelahnya di kantor sana.“Pasti suasana sedang sangat panas, Bu.”“Ya, sangat pan
Last Updated: 2026-07-30