Beranda / Romansa / Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku / Bab 2 Ini, Sakit Sekali!

Share

Bab 2 Ini, Sakit Sekali!

Penulis: Er_Su
last update Tanggal publikasi: 2026-04-09 17:00:20

“Hiks!” Julia sangat syok dengan apa yang ia lihat saat itu.

Yang bersama suaminya adalah Maya. Wanita yang selama ini ia sudah anggap seperti adik sendiri, dari seorang pembantu di rumah keluarga Lesmana dan ia kuliahkan hingga mendapat posisi bagus di Perusahaan saat ini.

Mereka justru main gila dan saling menikmati satu sama lain di sana.

Julia mundur perlahan dengan tubuh gemetar sembari memeluk lunch box itu. Ia gelengkan kepala sejak tadi, masih denial dengan apa yang terjadi. Ia tak percaya, tapi semua yang ia lihat adalah nyata.

Sangking bodohnya, ia maju sedikit dan ia pastikan kembali itu semua.

“Tidak. Tidak mungkin mereka seperti itu, kan? Sejak kapan?” Julia bertanya-tanya. Bibirnya bergetar, telapak tangan sampai merah basah karena ia kepal sejak tadi, efek ia menahan semua rasa sakitnya itu.

Julia dengan langkahnya yang terhuyung itu lantas meninggalkan ruangan Nando. Ia jalan pelan pada awalnya, tapi lama kelamaan ia berlari pergi dari sana dengan begitu tergesa-gesa.

“Kenapa harus ikut sakit juga!” Julia meracau ketika dadanya mendadak ikut nyeri dan bengkak.

Semakin sakit semuanya. Ia kesal sekali karena kesialan ini menyerang bertubi-tubi dihari yang sama.

Ia bayangkan betapa panas permainan mereka saat itu.Bagaimana bergairahnya Nando ketika bersama Maya.

Tapi kenapa tak bisa seperti itu jika dengan dirinya. Nando selalu seenaknya. Asal masuk, asal keluar dan selesai hingga kadang Julia seolah tak merasakan apapun dari permainan mereka. Ketika Julia mulai merasakan bergejolak, rupanya Nando sudah selesai dan tak akan mungkin bisa lagi lanjutkan setelahnya.

Dulu Julia fikir, Nando memang seperti itu karena sibuk bekerja dan lelah dengan semua tugas yang ada. Tapi ternyata, Nando sudah mengeluarkannya untuk Maya dan ia hanya tempat kedua.

Nando juga tak pernah memainkan bagian tubuh Julia seperti ketika memainkan tubuh Maya tadi. Bahkan menciumpun hanya sesekali, bahkan tak mengizinkan Julia untuk membalas ciuman dan cumbuan itu. Padahal tubuhnya sempat merasa panas.

Yang tadi beda. Nando kecupi semua bagian tubuh Maya dari belakang, bahkan meski tubuhnya berkeringat.

“Sedangkan ketika aku berkeringat, kamu justru mengeluh jijik, Mas!”

Dalam pelarian yang bahkan membuat Julia tak bisa melihat sekitarnya itu, mendadak ia menabrak seorang pria yang baru keluar dari ruangannya.

Bugh!

Pria itu bertubuh tinggi besar, kekar dan sangat kokoh.

Kepala Julia menabrak dadanya saat itu. Ia diam menahan tangis agar tak semakin keras, Ia perlahan mengangkat kepala untuk menatap pria yang ada di depan matanya. Ia takut.

Rupanya yang ia tabrak saat itu adalah Felix, kakak iparnya sendiri. Felix memberinya tatapan yang tajam meski eskpresinya datar. Tapi ia perhatikan bagian kemeja Julia yang basah di bagian dada.

“Kak Felix,” panggil Julia dengan suaranya yang serak.

Dengan cepat Felix tarik Julia untuk segera masuk ke ruangannya. Itu sangat mudah baginya yang bertubuh besar, bahkan jika ia mau gendong Julia hanya dengan satu tangannya saja. Tapi tak ia lakukan karena masih menjaga status mereka sebagai ipar.

Felix tutup pintu ruangannya itu dengan rapat, dan memang ruangannya kedap suara hingga tak akan ada yang mendengar akitvitas mereka di dalam sana. Ketika sudah di dalam, suasana menjadi hening karena hanya ada mereka berdua.

Tapi, Julia justru semakin keras menangis bahkan langsung merosot berlutut di hadapannya.

“Huaaa!!!” Teriakan keras Julia terdengar memekakkan telinga, tapi Felix diamkan sepuasnya hingga lega.

Felix tatap adik iparnya itu selama beberapa saat. Julia terus memegangi dadanya saat itu yang basah dan sesekali mendesis menahan nyeri, belum lagi rembesan yang membuatnya malu sekali.

Lalu ia tarik celananya sedikit segera berlutut di hadapan Julia yang masih terisak. Ia lihat di samping Julia masih ada lunch box, tandanya ia datang untuk mengantar makan siang Nando. Ia raih wajah Julia dengan telapak tangan besarnya, ia usap airmata itu dengan ibu jari dengan tatapan yang begitu dalam.

“Apa yang terjadi?” tanya Felix padanya.

“Kak, dia selingkuh!” Akhirnya Julia mengatakan apa yang ia lihat barusan.

Rahang Felix mengeras, mengerutuk membayangkan kelakuan adiknya itu. Baru tadi ia katakan, agar Nando tak lagi macam-macam pada Julia, tapi justru kelakuannya lebih parah.

“Kenapa dia lakukan itu, Kak? Apa salahku padanya? Bukankah selama ini, semua yang dia minta selalu aku lakukan, bahkan aku … aku sampai suntik laktasi demi bisa adopsi anak untuknya. Aku sudah berjuang sampai sejauh ini untuk Dia dan mama!”

Felix hanya terus tatap adik iparnya saat itu dan ia biarkan Julia lepas semua emosi yang sudah ia tahan sejak tadi.

“Sakit, Kak Felix! Sakit sekali rasanya seperti ini! Dia selingkuh dengan Maya, wanita yang selama ini aku anggap seperti adikku sendiri!” Tangis itu pecah sejadi-jadinya.

Felix hanya tetap dengarkan semua kesedihan itu seraya terus menyeka airmata di pipi Julia. Ia ikut merasakannya, paham sekali apa yang Julia rasakan karena ia juga pernah ada di posisi itu bersama sang ibu.

Julia pasti sangat rapuh, seperti ibunya di masa itu. Ia ingat ketika ibunya sampai kehilangan arah ingin mengakhiri hidup. Felix tak mau Julia melakukan hal yang sama.

“Dan… ini.” Julia membuka tangan yang bertumpu di dadanya sejak tadi. Sudah membengkak dan basah. “Sakit sekali, Kak.”

Felix menatap dada itu dan ia tarik napasnya dalan-dalam.

“Ini karena suntik laktasi itu. Dia lebih cepat dari perkiraan, apalagi makanan sangat berpengaruh.”

Felix spontan menarik tubuh Julia, ia angkat dan ia bopong hanya dengan satu tangan ia bawa wanita itu duduk di atas sofa kulit import yang mahal itu. Tatap mata Felix tertuju pada dada yang sudah sangat padat dan kemeja yang sudah sangat basah itu.

Tubuh Julia lemas, ia bersandar di bahu sofa itu dan terus menghindari tatapan Felix tertuju pada satu titik. Jari telunjuk Felix diangkat, bergerak lurus dan menunjuk tepat di dada yang bengkak itu hingga nyaris menyentuhnya.

Julia menarik napas, yang tanpa sadar justru membuat dada itu membusung seperti menantang Felix untuk segera melakukan sesuatu.

“Itu… harus dikeluarkan.” Felix raih kemeja Julia untuk ia buka dengan Gerakan cepatnya.

Julia yang kaget, spontan meraih tangan Felix dan menahannya agar tak melakukan lebih.

Julia menggigit bibirnya saat itu. Jelas ia ragu dan canggung. Wajahnya memerah, yang tadinya sedih sekarang berubah menjadi gugup dan tak karuan. Debaran jantung itu lebih kuat daripada kesedihan yang tadi.

“Kau kesakitan.” Felix berusaha memberi penjelasan sekaligus penyelesaian.

“Tapi… Kakak mau apa? Mau keluarkan itu dengan cara apa?” Julia mendadak kosong efek ia baru saja menangis sejadi-jadinya.

Tatapan dari Felix yang tajam itu menjawab semuanya, dan pasti akan sulit untuk Julia bantah. Memang ia butuh bantuan, tapi seperti ini sangat sungkan.

Felix kakak iparnya!

Tangan Felix mulai terulur lagi meraih kemeja itu dan membuka kancingnya satu persatu. Julia sangat canggung, dan ia terus menghindar menatap Felix dengan moment ini. Jika tidak ia turuti tawaran itu, dadanya terasa semakin sesak, sakit seolah sebentar lagi akan meledak.

Kemeja itu berhasil dibuka meski Julia menolak untuk menyingkirkannya. Felix setuju dengan yang satu itu, dan ia minta Julia agar membuka bra yang ia kenakan dengan kancing di bagian belakang.

Glek!

Felix meneguk saliva ketika menatap benda besar yang sangat menantang itu terpampang di depan mata.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 174 Delapan Ratus Milyar

    Mama Rosa menarik putranya masuk, setidaknya sedikit menjauh dari Maya."Maaa!" rengek Nando padanya.."Kamu itu, setidaknya bisa jaga ekspresi kamu ketika dengan Maya. Dia itu hamil, butuh mood yang bagus dan-""Iya, Ma, Nando tahu." Pria itu terlihat pasrah pada ucapan mamanya.Mama Rosa pro sekali dengan Maya, meski ia tak tahu rasa bagaimana yang ia miliki pada mantunya itu. Sebagai seorang gundik, ia sebenarnya mau punya menantu yang baik. Tapi sayang, Julia tak bisa memberi keturunan untuk keluarganya. Sekarang hanya Maya. Itu saja karena mama Rosa tak tahu yang sebenarnya mandul adalah sang putra.Nando pisah dari mamanya dan segera naik ke kamar. Ia tatap Maya yang ada di bawah sana dan sedang amat effort dengan dekorasi barunya."Aku fikir, aku bahagia ketika sudah bersamanya. Dia yang selalu menyenangkan dan bisa memuaskanku. Tapi, kenapa aku justru selalu kepikiran Julia? Aku seperti tak rela jika dia pergi seperti ini?"Nando bergumam seraya melepaskan semua pakaiannya sa

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 173 Kamu Begitu Berharga

    Hari ini Julia sangat terpuaskan. Ia jalan jalan, ia belanja banyak sekali sepuas hati.Felix membiarkannya tanpa menasehati sama sekali, bahkan ia hanya duduk menyaksikan betapa bahagia tunangannya itu."Ini, bagaimana?" tanya Julia ketika keluar dari ruang ganti dan mengenakan satu set pakaian rekomendasi dari pramuniaga yang sejak tadi melayaninya."Cantik," puji Felix.Julia tersenyum dan kemudian ambil yang lain juga. Ia sekalian belajar tentang fashion, mengingat Delia juga ingin membuka butik bersama Delia.Julia mencoba beberapa pakaian lagi dan Felix masih menunhgu dengan tenang sembari membaca beberapa pesan yang masuk padanya."Halo." Felix akhirnya menelpon Dika untuk memastikan apa yang terjadi barusan."Nyonya Rosa benar-benar nekat kali ini. Dia menyerang kita ketika Tuan tidak ada!" ucapnya dengan nada yang cukup kesal."Hasil akhirnya?""Saya bisa menekan keadaan, setidaknya sampai tuan pulang. Tapi saat itu, saya juga tidak bisa kontrol apa gebrakan yang akan mereka

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 172 Mana Tuan Kalian?

    “Bagaimana?” tanya Marta pada Dika yang ada di sampingnya.“Kamu pasti tahu jawabannya. Dia sangat cuek seperti tak takut jika sahamnya diambil oleh mereka semua.” Dika tampak bingung.“Ya, tahu. Memang tuan tak pernah takut kehilangan bahkan untuk saham yang dimiliki di perusahaan ini. Dia bertahan hanya karena banyak karyawan senior yang juga harus dipertahankan.”Mereka berdua duduk dan berbincang memikirkan solusi yang mungkin bisa mereka diskusikan dengan yang lain kali ini.“Pak Nando sudah membeli beberapa saham dari pemilik yang lain, baik dengan cara sukarela maupun dengan paksa. Kamu ingat pak Darma?” tanya Marta padanya.“Ya, sampai anak dan istrinya ikut diancam oleh mereka semua. Sekarang pindah ke Singapura. Entah entah, mereka akan bertemu dengan tuan Felix, nanti,” jawab Dika.“Ya, semoga saja. Dan nanti mereka akan mengobrol tentang semuanya. Aku berharap begitu. Sayang sekali jika Lesmana Group yang besar ini harus hancur di tangan Gundik dan keturunannya.”“Hey, mer

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 171 Rencana Kudeta

    “Apa? Coba katakan sekali lagi?” pinta Julia dengan tawanya yang renyah dan terasa bahagianya.“Julia Agnia. Will You Marrie Me? Ayolah, aku suda seserius ini dan sudah mencoba yang terbaik dengan versiku.” Felix merengek kali ini, dan terlihat imut sekali.Julia jadi terharu dari yang tadi tertawa. Ia raih wajah Felix yang tertunduk itu, terlihat malu-malu. Padahal selama ini ia tak pernah takut dengan apapun. Sepertinya, takut jika ditolak oleh Julia.Ketika Felix mengangkat kepala dan menatapnya, Julia ulurkan tangan dan menyodorkan jari manis.Felix terlihat menarik napas lega dan terlihat sangat bahagia ketika Julia menerimanya. Tapi, apakah ada kesempatan Julia menolak ketika hubungan keduanya juga sudah sedalam itu.Felix raih Julia, kemudian ia dekap wanita itu dengan begitu eratnya. “Kakak menangis?” tanya Julia, mendengar isakan dari kekasihnya.“Tidak, aku tak bisa menangis. Bahkan ketika aku berusaha untuk menangis, airmata itu tak mau keluar lagi seolah sudah habis.” Feli

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 170 Will You Marry Me?

    Hari ini Felix libur sesuai dengan janjinya pada Julia. Ia akan bawa kesayangannya itu pergi ke suatu tempat yang sempat Julia tulis dalam list perjalanan mereka kali ini.“St. Andrew's Cathedral!” ucap Julia.“Hmm.” Felix membalasnya dengan tenang sembari tunggu Julia pasangkan dasinya saat itu.“Aku fikir, kamu mau ke tempat yang lain yang lebih indah.” Felix menambahi kata-katanya.“Yang lebih indah? Sudah ada,” balas Julia lagi.“Tapi, tempat ini lebih indah dari apapun,” balas Julia padanya.Julia memiliki keinginannya sendiri ketika berkunjung ke Gereja terbesar dan iconic di Singapore itu. Ia ingin duduk dan berdoa dengan tenang di sana, untuk dirinya dan untuk mereka berdua.“Apa yang kamu inginkan?” tanya Felix pada Julia yang kemudian diam dan seperti merenung.“Tidak ada. Kakak tahu apa yang Julia inginkan, dan tak perlu Lia katakan lagi.” Suaranya mendadak pelan dan tak sesemangat tadi.Felix hanya meraih kepala Julia dan mengusuknya, setelah itu ia pergi karena mobil yang

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 169 Kenapa Felix Bisa?

    Yose tahu jika ibunya baru saja mendapat transfer dari sang adik. Saat itu juga, ia jadikan itu laporan pada Nando agar tahu perkembangan dari Julia.“Kapan?” tanya Nando padanya dengan begitu penasaran.Kemarin memang sempat ia matikan debit otomatis pada ibu Julia, berharap Julia tertekan, bingung dan memohon padanya. Tapi ternyata tidak mempan juga.“Tadi, baru sekitar satu jam lalu dan dia kirim sepuluh juta.”“Apa!” Nando kaget mendengarnya. Yose juga tak mungkin bohong karena ia ingin Julia kembali pada Nando agar tetap bisa dimanfaatkan setelah ini.“Kau memberinya gono gini? Atau, kau masih menafkahinya setelah perceraian sebagai kompensasi?” Yose cukup penasaran dengan ini. Jika iya, maka akan jadi keuntungan baginya.“I-ya, lah. Aku harus tetap memberi kompensasi, karena biar bagaimanapun, dia sudah menemaniku selama lima tahun ini,” bohong Nando yang tak mau kehilangan harga diri sama sekali.“Oh, baguslah jika seperti itu. Tandanya, orang tua kami masih bisa tercukupi mesk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status