LOGIN~So weird and I am so confuse about My feel~ Verrelio delard.
*****
Semenjak kejadian kemarin, sevilla menjadi bahan perbincangan semua teman-temannya.bahkan saat ini, dia sedang di gerumuni teman sekelasnya.
"Eh vil lo beneran pacaran sama verrel? kok lo gak bilang-bilang sih? kita kan kepo?" ucap Rani teman sekelas sevilla.
"Eumm... emangnya harus yah?" ucap Sevilla
"Ya haruslah, kita ini kan temen sekelas lo, ya kita harus tau lah!" ucap Lia.
"Aduh vil lo bener-bener cari mati deh sekarang, gue pastiin tuh si nenek lampir kagak bakal ngdiemin lo kek gitu aja!" ucap Lisa.
"Iyaa vil, lo tau gak? semenjak verrel beberin semua tentang yusha, dia sekarang jadi diem mulu!" ucap Lia.
"Yes dan temen-temen segengnya ajah udah ngejauh dari dia!" ucap Rani.
"Tapi, gue yakin dibalik sikap pendiam itu, tersimpan rencana jahat buat nyingkirin lo, gue yakin itu!" ucap Lisa.
"Intinya lo hati-hati aja deh, sama tuh cewe, jangan mudah ketipu sama dia!" ucap Lia.
"Iyaa makasih yah, sarannya!" ucap Sevilla.
"Ya Allah aku kok kek ngrasa bersalah gini yah sama si yusha?" batin Sevilla.
Brakkkk
"Yusha?" ucap Sevilla saat yusha membuka pintu kelasnya dengan keras.
"Mau ngapain lo ke sini nenek lampir?" ucap Lisa.
"Diem loh,gue gak ada urusan sama lo!" ucap Yusha yang menatap tajam sevilla. ia berjalan menuju tempat duduk Sevilla.
"Kamu kenapa yus?" ucap Sevilla.
"Dasar wanita Perebut pacar orang!" ucap Yusha yang langsung menjambak rambut sevilla. lia , lisa dan rani pun mencoba memisahkan mereka. hingga...
"Woyyy!" Teriak Verrel disusul teman-temannya. hedy, brian dan rangga. verrel menghampiri yusha yang tengah dipegangi oleh lia dan rani.
"Kenapa? kamu bela dia lagi? stop akting verrel, aku tau kamu cuman pura-pura pacaran sama dia,kan? kamu cuman mau bikin aku cemburu,kan? jawab rel!" ucap Yusha.
"Heh! masih aja gak terima, lo mau gue memperjelas semuanya? oke gue buktiin sekarang!" ucap Verrel yang mendekati Sevilla yang tengah berada ditempat duduknya.
"Dia mau ngapain sih?" batin Sevilla.
Verrel membelai halus rambut sevilla, sevilla menatapnya heran.
"Jadi,lo beneran pacaran sama villa?" ucap Brian.
"Kalau bukan pacar aku gak bakal gini kali,udah jelas kan? jadi siapa yang menurut kamu akting disini, hah?" ucap Verrel.
"Tega kamu yah rel!" ucap Yusha yang langsung keluar meninggalkan mereka.
"Ya udah aku keluar dulu ya sevilla!" ucap Verrel mesra sambil mengelus pelan rambut sevilla yang masih kaget akan perlakuan nya tadi.
*****
Sekolah pun usai, sevilla pulang bersama verrel. banyak melihat mereka aneh, ada pula yang melihat mereka dengan ekspresi bingung. keduanya diam, tak ada pembicaraan. bahkan mereka tak saling pandang satu sama lain.
"Duh,kenapa deg-degan gini sih?" batin Verrel.
"Dia lagi ngapain sih? usap-usap rambut aku, emang aku kambing apah?!" batin Sevilla.
*****
Sesampainya di rumah, mereka segera masuk ke dalam tanpa mengatakan sepatah kata pun pada bibi sarah yang sudah menyambut mereka di depan pintu.
"Lho pak mereka kenapa?" ucap Bibi sarah
"Saya juga gak tau nyonya? tadi aja pas dimobil mereka diem-dieman gitu!" ucap Pak rudi.
"Aneh? kenapa ya?" ucap Bibi sarah penasaran.
*****
Dikamar, sevilla membayangkan betapa terkejutnya dia saat melihat perlakuan Verrel padanya tadi.
"Ihh kenapa sih si manusia salju tadi? dia udah gak normal yah? main usap rambutku aja, nanti tangannya kotor, kan rambutku juga jadi ikutan kotor!" kesal Sevilla sambil memukul-mukul bantalnya.
"Ohh jadi itu alesannya?" ucap Bibi sarah yang kemudian masuk ke kamarnya.
"Loh mommy? sejak kapan disitu?" ucap Sevilla kaget.
"Sejak kamu ngomel-ngomel sendiri tadi!" ucap Bibi sarah.
"Ini bukan yang seperti mommy bayangkan kok, ini cuman salah paham ajah!" ucap Sevilla berusaha menjelaskan.
"Udah deh gak usah malu gitu, lagipula kamu juga masa depannya dia kelak!" goda Bibi sarah.
Sevilla hanya tersenyum menanggapi perkataan bibi sarah. padahal sebenarnya, ia ingin sekali muntah mendengar perkataan mommy angkat nya itu.
*****
"Aduh gue kenapa sih? kok deg-degan trus? kek nya gue harus pergi ke klinik deh buat cek jantung!" ucap Verrel.
"Gak usah cek ke dokter den, bibi aja tau kenapa jantung aden berdebar mulu!" ucap Bibi zainab yang kemudian masuk mengantarkan susu dan buah-buahan untuk verrel.
"Terus menurut bibi, aku ini kenapa?" ucap Verrel.
"Itu disebabkan karena aden lagi suka sama cewe, hahaha!" ucap Bibi zainab tertawa kecil.
"Dih, bibi yang bener aja deh!" ucap Verrel.
"Beneran lah den,pasti kalau aden di deket cewek yang aden suka, jantung aden bakal berdebar kencang!" ucap Bibi zainab.
"Ahh masa sih? bibi tau darimana?" ucap Verrel.
"Ihh aden nih, bibi kan juga pernah muda!" ucap Bibi zainab.
"Tapi yang dideket aku tuh wanita yang paling nyebelin bi, masa iya aku suka sama dia? dih jangan sampe dong bi!" ucap Verrel.
"Ya bisa aja dong den, kan dari benci berubah ke suka!" ucap Bibi zainab.
"Ya udah deh terserah bibi ajah!" ucap Verrel.
*****
Malam harinya, mereka makan bersama dengan suasana canggung diantara keduanya. bahkan suasana menjadi hening tanpa adanya pembicaraan.
"Sevilla gimana sekolah mu hari ini?" ucap Paman alvian.
"Baik kok dad!" ucap Sevilla singkat.
"Beneran nih? gak ada kejadian yang spesial gituh di sekolah?" goda Bibi sarah.
"Emm... gak ada kok mommy!" ucap Sevilla gugup.
Bibi Sarah hanya bisa tersenyum, dan membisikkan sesuatu pada suaminya Paman alvian.
"Hahaha, masa sih?" celetuk Paman alvian.
"Apaan sih dad? udah deh fokus makan aja napa?" ucap Verrel.
"Iya deh!" ucap Paman alvian.
"Oh iya besok katanya allen, irene sama michalle mau ke sini loh?" ucap Bibi sarah.
"Oh ya syukur deh, mereka akhirnya main juga ke sini!" ucap Paman alvian.
"Mau ngabisin holiday disini katanya!" ucap Bibi sarah.
"Wah seru dong, bisa main sama cucuku yang unyu!" ucap Paman alvian.
"Iyaa nih, gak sabar banget ketemu mereka besok!" ucap Bibi sarah.
"Tapi, kok mark gak pulang?" ucap Paman alvian.
Brakk
"Aku udah selesai!" ucap Verrel yang terlihat kesal. dia meninggalkan mereka termasuk sevilla yang bingung akan perilaku Verrel barusan.
"Dia kenapa mommy?" ucap Sevilla.
"Dia emang gitu orangnya vil, dari dulu mark sama verrel itu kek bukan kakak adik, selalu aja musuhan!"jelas Paman alvian.
~ Maaf yang tulus bukan sekadar menghapus jejak duka masa lalu, melainkan membuka pintu berkah yang melimpah bagi masa depan yang abadi ~ Sevilla Flovie.Pagi hari di kawasan pegunungan Cisarua, Bogor, disambut oleh gumpalan awan putih yang berarak pelan di bawah hamparan langit biru jernih. Angin lereng gunung berembus sejuk, membawa aroma pinus yang segar dan wangi tanah basah yang menentramkan. Sinar matahari pagi terpancar hangat, membiaskan pendar keemasan di atas kubah kaca raksasa Delard Botanic Sanctuary & Research Center yang megah.Satu minggu telah berlalu sejak peristiwa kelam di rumah sakit, di mana peristiwa taubatnya Alfian dan Sarah menutup secara sempurna seluruh lembaran dendam masa lalu. Hari ini adalah hari yang paling dinantikan: peresmian peletakan batu pertama sekaligus pembukaan tahap awal kawasan konservasi bunga dan pusat riset edukasi lingkungan terbesar di Indonesia.Di atas lahan seluas lima hektar tersebut, ratusan karangan bunga ucapan selamat berdir
~ Dendam yang membara pada akhirnya hanya akan membakar jiwa pemiliknya, sementara ketulusan dan maaf adalah cahaya yang meruntuhkan kegelapan paling pekat ~ Sevilla Flovie.Hujan deras mengguyur Kota Jakarta sejak tengah malam, menyapu jalanan ibu kota dengan sapuan air yang dingin dan lebat. Sirine ambulans melolong membelah heningnya malam di kawasan Cisarua, Bogor, membawa dua sosok tubuh yang terkulai lemas di atas brankar darurat menuju Rumah Sakit Pusat Pertamain Jakarta.Alfian dan Sarah—dua manusia yang sebelumnya menyusun rencana jahat untuk menghancurkan peresmian Delard Botanic Sanctuary dan menculik Abrar—kini terbaring tak berdaya. Rencana keji mereka hancur berkeping-keping bukan karena serangan balik dari keluarga Delard, melainkan akibat senjata makan tuan. Bahan peledak cair buatan ilegal yang disimpan Alfian di dalam vila tersembunyi mereka mendadak meledak akibat kebocoran gas dan korsleting listrik di tengah badai Bogor.Dua hari pasca kejadian mematikan itu,
~ Ketika kejahatan masa lalu meretas kembali belenggunya, keteguhan hati dan cinta sejati akan selalu berdiri sebagai benteng yang tak terkalahkan ~ Sevilla Flovie.Udara dingin akhir musim gugur membungkus kawasan Lapas Kelas I Cipinang dengan suasana kelam yang muram. Langit Jakarta di sore hari itu tampak kelabu diliputi gumpalan awan tebal, seolah menyimpan firasat buruk yang siap meluap kapan saja.Di depan gerbang besi raksasa berkarat, dua orang figur berdiri dalam keheningan yang mencekam. Alfian—pria yang dulu pernah menjadi dalang di balik konspirasi hukum dan kecelakaan pesawat yang hampir merenggut nyawa Verrel Delard—melangkah keluar dengan tatapan mata yang dingin, liar, dan dipenuhi dendam yang makin membara. Jas hitam lusuh yang dikenakannya tampak agak kebesaran di tubuhnya yang kini lebih kurus, namun aura kejahatannya sama sekali tak memudar.Di sampingnya, Sarah berdiri dengan senyum miring yang penuh kepahitan. Wanita yang pernah berpura-pura menjadi sosok pen
~ Di atas tanah yang sunyi, di bawah naungan doa-doa yang dilangitkan, kami berjanji untuk terus merawat cinta yang pernah kalian tanam hingga akhir masa ~ Sevilla Flovie.Gerimis tipis menyiram Kota Jakarta sejak fajar menyingsing, meninggalkan aroma tanah basah dan kesegaran yang khas di sepanjang pemakaman keluarga yang asri dan tertata rapi. Dedaunan hijau pohon kamboja meneteskan sisa-sisa air hujan, menciptakan ketenangan yang magis di atas gundukan-gundukan tanah berumput hijau yang dipotong rapi.Sebelum memulai perjalanan dinas dan liburan keluarga ke Swiss untuk mengurus brankas peninggalan di Geneva, Verrel dan Sevilla memutuskan untuk berziarah terlebih dahulu. Hari ini terasa sangat istimewa dan penuh kepasrahan emosional, sebab Sevilla akan mendatangi peristirahatan terakhir tiga sosok paling berjasa dalam hidupnya: ibu kandungnya almarhumah Martha Liora Flovie, sang ayah almarhum Willie Wijaya, serta ibu tirinya almarhumah Vierra. Ketiga makam tersebut berdampingan d
~ Keberanian sejati bukan tentang tidak pernah memiliki ketakutan, melainkan tentang berdiri tegak melindungi mereka yang dicintai saat badai lama mencoba bertiup kembali ~ Sevilla Flovie.Pagi hari di kawasan permukiman elit Kebayoran Baru diselimuti oleh kabut tipis dan rintik hujan lokal yang membawa kehangatan tersendiri. Di dalam ruang kerja pribadi Verrel Delard yang megah dengan dinding berpanel kayu jati dan rak-rak buku tua yang tertata rapi, aroma kopi espresso pekat menyeruak memenuhi udara.Verrel duduk tegak di balik meja kerjanya yang luas. Kemeja putihnya yang kaku tergulung rapi hingga siku, memamerkan jam tangan perak berdesain minimalis dan urat-urat perkasa di lengan tangannya. Wajah tampannya yang biasanya memancarkan ketenangan kini tampak sedikit menegang. Pandangan matanya yang tajam menatap sebuah amplop cokelat tebal berstempel khusus yang tergeletak di atas meja.Di hadapan Verrel, Johny duduk bersandar dengan raut wajah serius yang jarang sekali ia tunju
~ Keindahan sejati dari sebuah perjalanan bukan terletak pada seberapa jauh kita melangkah, melainkan pada kehangatan tangan yang terus menggenggam kita di setiap lembaran baru ~ Sevilla Flovie.Dua minggu setelah kepulangan keluarga kecil Delard dari Amsterdam, Kota Jakarta disambut oleh cuaca cerah di awal bulan. Angin pagi berembus sejuk menelusuri lorong-lorong pertokoan elit di kawasan Senopati, membawa aroma kopi segar dan dedaunan hijau yang menyegarkan jiwa.Di lantai dua bangunan Flovie The Florist, suasana terasa begitu hangat dan penuh dinamika baru. Ruangan berukuran besar yang dulunya hanya difungsikan sebagai gudang penyimpanan vas dan peralatan tambahan kini telah disulap sepenuhnya menjadi kantor pusat operasional jaringan internasional Flovie x Vierra’s Secret Garden.Dinding-dindingnya dicat dengan warna pastel bernuansa gading dan hijau sage, dihiasi oleh foto-foto berbingkai kayu mahoni yang menampilkan keindahan rumah kaca Vierra’s Secret Garden di Zaanse Scha
~Banyak wanita yang berekspektasi menjalin hubungan dengannya~ Verrelio delard.*****Dari mobil sport itu, keluarlah sosok pria dengan rambut blonde, hidung mancung serta kulitnya yang putih. pria itu membuka kacamata hitamnya dan menghampiri sevilla yang tengah
~Keluarga kaya tak membutuhkan ruang lain yang tak layak untuk anaknya.tapi, mengapa ia membutuhkan nya?~ Sevilla flovie.Hari weekend ini, sevilla sangat antusias untuk bangun di pagi hari. ia senang karena bisa berangkat bekerja tepat waktu. segera ia langkahkan kakinya menuju
~Beraninya kau menghancurkan harga diri seorang wanita lemah seperti ku, padahal kau sendiri seorang pria, yang harusnya melindungi wanita~ Sevilla flovie.*****Hari ini adalah lomba matematika antar kelas, hari dimana para peserta siap berpusing-pusing ria menghadapi nya.
~Jika ada bunga yang gugur, maka kebahagiaan akan hancur. hidup ini tidak akan berjalan lurus, kalau ada kebahagiaan yang tergerus~ Sevilla flovie.*****Hujan deras turut menyambut kedatangan sang ayah ke alam baru. tepat di hari ulang tahunnya, sang ayah mengalami kecelak







