Masuk~Ada seseorang yang selalu ikut dalam urusan ku, dan sangat mengganggu ku~Verrel.
*****
Hari ini, seperti biasa verrel dan sevilla pergi ke sekolah bersama. bahkan saat mereka berpisah pun, verrel membelai halus rambutnya.
"Dia kenapa sih? kok jadi kek gitu?" pikir Sevilla.
Tiba-tiba datang lia dan rani yang langsung menghampiri nya dari belakang.
"Ciee sang putri berangkat bareng sama pangeran!" goda Lia.
"Enggak kok, cuman kebetulan ketemu ajah dijalan!" ucap Sevilla bohong.
"Alah alesan, paling udah janji mau jemput!" goda Rani.
"Ya udahlah terserah kalian aja, aku mau masuk ke kelas!" ucap Sevilla yang langsung meninggalkan rani dan lia.
*****
Waktu istirahat pun tiba, sevilla dan ketiga temannya makan siang bersama.
Tiba- tiba datang verrel dan ketiga temannya.
"Eh bisa ikut gue sebentar gak? gue mau ngomong berdua sama lo?" ucap Verrel pada sevilla.
"Kamu omong sama aku?" ucap Sevilla
"Iya iyalah, kan cuman kamu pacarku disini? siapa lagi kalau bukan kamu?" ucap Verrel.
"Udah sana vil, kasihan tuh prince kamu nungguin!" ucap Lisa.
"Kalian gak papa aku tinggal?" ucap Sevilla.
"Iyaa gak papa kok!" ucap Rani.
Sevilla dan verrel pun pergi
meninggalkan mereka menuju taman sekolah.
"Ada apaan sih rel?" ucap Sevilla.
"Eh tolong bujuk mommy, supaya dia gak nyuruh gue ikut lo ke bandara, please!" ucap Verrel memohon.
"Hah? bandara? kok aku baru tau? siapa lagi yang mau dateng?" ucap Sevilla.
"Kak mark mau pulang ke Indonesia, dia pulang dari Itali!" ucap Verrel.
"Kenapa harus aku yang bujuk mommy? kamu kan anaknya?" ucap Sevilla.
"Udah deh, gak usah kebanyakan tanya, lo mau bantuin gue gak?" ucap Verrel.
"Iya iya aku bantuin!" ucap Sevilla.
"Bagus kalau gitu!" ucap Verrel yang membelai halus rambut sevilla dan pergi meninggalkan nya.
"Aneh banget itu orang?" ucap Sevilla. sembari menoleh ke belakang. terlihat rangga, hedy dan brian tengah menatapnya.
"Ohh gara-gara mereka, dia tiba-tiba belai rambut aku!" batin Sevilla.
"Hai sevilla, ngomongin apa barusan?" ucap Rangga.
"Kalian udah dari tadi disitu ya?" ucap Sevilla.
"Iya, sejak verrel belai rambut kamu,
so sweet banget sih kalian!" ucap Hedy.
"Kalian apaan sih? mana mungkin verrel beneran pacaran sama cewek cupu kek dia!" ucap Brian.
"Iya, itu pertanda ada sebuah keajaiban dalam hidup verrel, makannya dia mau sama sevilla, iya gak?" ucap Rangga.
"Eum i..iya!" ucap Sevilla.
"Ya udah kita pergi dulu ya sev!" ucap Hedy.
"Iyaa!" ucap Sevilla. mereka pun meninggalkan sevilla.
*****
Sekolah pun usai, sevilla dan verrel pulang bersama. seperti biasa tidak ada pembicaraan diantara mereka selama diperjalanan pulang. sesampainya di rumah, mereka disambut oleh bibi sarah dan paman alvian.
"Akhirnya kalian pulang juga!" ucap Paman alvian.
"Ada apa emangnya daddy alvian?" ucap Sevilla.
"Itu semua kakaknya verrel udah pada dateng semua!" ucap Bibi sarah.
"Kak mark gimana mom? mau kita jemput sekarang?" ucap Sevilla.
"Ohh dia udah di perjalanan pulang, gak jadi jemput dibandara!" ucap Paman alvian.
"Ya udah yuk kita masuk!" ucap Bibi sarah.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, terlihat kakak perempuan verrel tengah duduk bersama anak-anaknya.
"Irene kenalkan ini calon verrel dimasa depan!" ucap Bibi sarah.
"Nice to meet you ya!" ucap Irene sembari tersenyum.
"Seneng ketemu kakak juga!" ucap Sevilla sembari tersenyum.
"Aku capek, aku mau istirahat dulu dikamar!" ucap Verrel yang langsung meninggalkan mereka.
"Ya ampun tuh anak gak berubah ya?" ucap Michelle.
"Oh ya sevilla, kenalkan ini anthony sama audrey mereka anak-anakku!" ucap Irene.
"Hai audrey salam kenal yah!" ucap Sevilla.
"Eum... maaf sevilla mereka gak bisa bahasa Indonesia, jadi mereka gak paham kamu bilang apa?" ucap Irene.
"Ohh sorry nice to meet you anthony and audrey!" ucap Sevilla.
"Mommy who is she?" ucap Anthony anak pertama.
"Ohh she is your new aunty!" ucap Irene
"Uncle will married with her?" ucap Anthony.
"Maybe!" ucap Sevilla.
"Mommy I want play with her, Can I?"ucap Audrey.
"Of course baby!" ucap Irene tersenyum.
"Sevilla, audrey ingin kau menemani nya bermain, apa kau mau?" ucap Irene.
"Tentu saja, come on audrey!" ucap Sevilla.
Audrey dan sevilla pun mulai bermain di luar rumah.
"Mommy, I am back!" teriak seorang pemuda didepan pintu yang tak lain adalah Mark.
"Ohh masuklah mark, kami semua menanti mu disini!" ucap Paman alvian. mark masuk dan menghampiri mereka.
"Apa kabar kakak? how are you anthony?" ucap Mark.
"Fine!" ucap kedua kakaknya dan juga anthony.
"Mommy daddy fine, kan?" ucap Mark
"Iya kita berdua baik-baik aja kok!" ucap Bibi sarah.
"Itu si anak kesayangan mana mom?" ucap Mark.
"Dia lagi di kamar tuh!" ucap Bibi sarah.
"Kalau gitu, aku ke kamarnya ya mom!" ucap Mark yang pergi ke kamar verrel.
*****
tok
tok
"Siapa?" ucap Verrel dari dalam kamar.
"Ini mark!" ucap Mark.
"Ngapain lo ke sini? bikin kesel gue aja!" ucap Verrel.
"Aduh please deh, gue udah gak kek gitu lagi kok, kakak udah dewasa, udah bisa berpikir terbuka, you know?" ucap Mark.
"Are you sure? I think you still adorable!" ejek Verrel.
"Kamu masih nantangin kakak de?" ucap Mark.
"Scusa suo (maaf) Mark!" ucap Verrel dalam bahasa itali.
Mark pun langsung masuk ke dalam kamar adiknya, dan duduk di punggung adiknya yang tengah bermain game.
"Awhh mark, kau ini berat, kenapa duduk dipunggung ku?" ucap Verrel.
"Benarkah? padahal aku sudah diet ketat disana?" ucap Mark.
"Turun tidak? atau kau mau aku jatuhkan secara paksa?" ucap Verrel.
"Barusan kamu bilang, aku masih adorable bukan? ya ini aku kembalikan lagi sifat adorable ku!" ucap Mark.
"Lee mark, tolong sehari saja jangan ganggu aku!" ucap Verrel.
"Salah siapa kau terlalu imut!" ucap Mark.
Verrel pun berusaha mengangkat punggungnya dan menjatuhkan mark ke lantai.
"Awh sakit, tega sekali kau menyakiti kakakmu hm!" ucap Mark dengan suara khas Mickey mouse.
"Sudah pergi sana!" usir Verrel.
"Berani sekali kau hm!" ucap Mark sambil mencekik leher Verrel.
"Yakk kau ingin aku mati hah?" ucap Verrel kesakitan.
"Tentu saja tidak!" ucap Mark melepaskan cekikanya dan mengacak-acak rambut verrel. lalu ia berlari keluar , meninggalkan verrel yang kesal di buatnya.
"Mommy!!!!" teriak Verrel.
*****
Sedangkan di luar rumah terlihat sebuah mobil sport berwarna kuning terparkir di depan rumah.
"Siapa itu?" batin Sevilla yang tengah bermain bersama audrey di halaman rumah.
~ Ketika fajar kebenaran akhirnya menyingsing menembus pekatnya malam, setiap luka dan ujian hidup berubah menjadi mahkota kedamaian yang melingkupi jiwa ~ Sevilla Flovie. Matahari pagi di Kota Singapura menyemburkan pendar cahaya keemasan menembus benteng-benteng kaca pencakar langit di kawasan Financial District. Angin laut bertiup sejuk membelah jalanan kota yang mulai ramai, menyapu bersih sisa-sisa kecemasan yang sempat mengendap di sepanjang malam. Hari yang baru telah tiba, membawa serta penentuan akhir dari seluruh konspirasi dan prahara yang membelenggu keluarga Delard dan Vane. Di lantai atas Gedung Bank DBS Marina Bay, Johny dan Allen bersama tim hukum independen Delard Corp baru saja menyelesaikan misi krusial mereka. Frans, sang sekretaris senior Vane Group yang selama ini memegang kunci rahasia internal perusahaan, berhasil membuka brankas deposit tingkat tinggi milik almarhum Henry Vane. Di dalam brankas berlapis baja itu, tersimpan sebuah unit drive enkripsi perak
~ Keberanian bukanlah tentang ketiadaan rasa takut, melainkan tentang keputusan untuk terus berdiri tegak di atas kebenaran saat badai terpekat mencoba merobohkan langkah kita ~ Verrel Delard.Roda pesawat privat Delard Corp mendarat mulus di landasan pacu Bandara Internasional Changi, Singapura, saat malam baru saja melabuhkan pekatnya. Gemerlap lampu-lampu megapolitan The Lion City menyambut kedatangan rombongan keluarga Delard. Namun, di balik kemewahan arsitektur kaca dan baja kota tersebut, atmosfer ketegangan yang dingin langsung menyergap begitu mereka melangkah keluar dari area terminal VIP.Dua unit mobil sedan hitam Mercedes-Maybach berpelat diplomatik privat sudah bersiap di area apron. Frans, pria paruh baya berkacamata tebal yang menjabat sebagai Kepala Sekretariat Vane Group, berdiri menyambut mereka dengan wajah pucat dan raut kecemasan yang tak sanggup disembunyikan."Tuan Mark, Tuan Verrel... Nyonya Sevilla," sapa Frans seraya membungkukkan badannya secara hormat.
~ Takdir tidak berhenti melukis cerita hanya karena ijab kabul telah terucap. Setiap fajar baru membawa warna yang tak pernah kita duga sebelumnya ~ Sevilla Flovie.Tiga bulan setelah kehangatan malam akad nikah di tepi tebing Uluwatu, ritme kehidupan Verrel dan Sevilla berlabuh di sebuah hunian privat kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah berarsitektur minimalis tropis dengan pekarangan rumput jepang yang asri itu menjadi tempat mereka merajut rutinitas sebagai pasangan suami istri yang sah.Aroma kopi luwak hangat dan harum oseng danging mentega menyeruak dari arah dapur bersih pagi itu. Sevilla berdiri di depan kompor pulau mengenakan gaun rumah berbahan katun lembut berwarna krem, dengan hijab instan berlarik simpel yang tertutup rapi. Wajahnya yang polos tanpa riasan tebal memancarkan aura keibuan dan kedamaian yang makin matang.Dari arah koridor tangga kayu, Verrel melangkah turun. Ia mengenakan kemeja formal berlengan panjang berwarna abu-abu terang yang baru sepa
~ Bukan tentang seberapa megah majelis yang kita pijak, melainkan tentang seberapa dalam janji suci yang kita ikrarkan di hadapan Allah untuk saling menguatkan hingga akhir waktu ~ Verrel Delard.Enam bulan berlalu sejak prahara di ruang rapat direksi Delard Corp resmi mereda. Bayang-bayang ancaman Yusha Vane serta kerumitan konflik korporasi telah sepenuhnya sirna, berganti dengan babak baru yang tenang dan penuh keberkahan. Jakarta yang biasanya diwarnai oleh kebisingan megapolitan kini menjadi saksi bisu persiapan momen paling sakral dalam perjalanan hidup Verrel Delard dan Sevilla Flovie.Hari Minggu yang cerah di awal bulan Oktober menyapa ibu kota dengan hamparan langit biru bersih tanpa gumpalan awan mendung. Di kawasan elit Uluwatu, Bali. lokasi yang dipilih Verrel dan Sevilla untuk menggelar prosesi akad nikah serta resepsi pernikahan mereka. angin laut berembus selembut sutra, membawa aroma khas bunga jepun dan kesegaran Samudra Hindia yang membentang luas di bawah tebing
~ Badai di luar sana mungkin sanggup mengguncang takhta dan harta, namun selama jemarimu tetap tergenggam di jemariku, tak ada satu pun ancaman yang mampu merobohkan rumah yang kita bangun bersama ~ Verrel Delard.Seminggu setelah perhelatan megah pernikahan Mark dan Willan di Solo, riuk-pikuk kedamaian berubah menjadi atmosfer ketegangan tingkat tinggi. Gedung pencakar langit Delard Tower yang menjulang megah di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta Pusat, diselimuti aura dingin. Kaca-kaca kristal gedung memantulkan awan mendung yang berarak rendah di atas ibu kota, seolah menandakan badai baru yang siap menerjang.Di lantai teratas, tepatnya di ruang rapat utama direksi, suasana begitu mencekam. Meja kayu mahoni panjang yang dipoles mengilap dikelilingi oleh jajaran papan komisaris, pengacara senior, serta para pemegang saham utama Delard Corp.Di ujung meja, Mark duduk sebagai Direktur Utama mengenakan setelan jas tiga lapis berwarna abu-abu gelap. Wajahnya tenang namun memancarkan
~ Ketika masa lalu yang telah lama terkubur kembali menuntut haknya, fondasi cinta terbaik pun akan diuji oleh dinginnya kenyataan ~ Sevilla Flovie. Hari pernikahan Mark dan Willan yang dinantikan akhirnya tiba dengan megah di Ballroom Utama Hotel Royal Surakarta. Karpet merah membentang sepanjang lima puluh meter, dikelilingi oleh dekorasi bunga melati putih segar, mawar pastel, dan ukiran kayu khas Jawa yang memancarkan keanggunan tiada tara. Alunan gending Jawa tradisional yang dimainkan secara live oleh seniman karawitan Solo menyambut kedatangan para tamu undangan dari kalangan pengusaha top dan pejabat daerah. Di sudut area foyer utama, Verrel berdiri tegap mengenakan beskap hitam modern berhias sulaman benang emas yang elegan. Ketampanannya memukau setiap mata yang memandang. Di sampingnya, Sevilla tampak sangat anggun mengenakan kebaya katun halus berwarna krem lembut yang dipadukan dengan kain batik tulis motif sido mukti. Jemari Sevilla yang melingkar cantik cincin
~Keluarga kaya tak membutuhkan ruang lain yang tak layak untuk anaknya.tapi, mengapa ia membutuhkan nya?~ Sevilla flovie.Hari weekend ini, sevilla sangat antusias untuk bangun di pagi hari. ia senang karena bisa berangkat bekerja tepat waktu. segera ia langkahkan kakinya menuju
~Beraninya kau menghancurkan harga diri seorang wanita lemah seperti ku, padahal kau sendiri seorang pria, yang harusnya melindungi wanita~ Sevilla flovie.*****Hari ini adalah lomba matematika antar kelas, hari dimana para peserta siap berpusing-pusing ria menghadapi nya.
~Jika ada bunga yang gugur, maka kebahagiaan akan hancur. hidup ini tidak akan berjalan lurus, kalau ada kebahagiaan yang tergerus~ Sevilla flovie.*****Hujan deras turut menyambut kedatangan sang ayah ke alam baru. tepat di hari ulang tahunnya, sang ayah mengalami kecelak
~Banyak wanita yang berekspektasi menjalin hubungan dengannya~ Verrelio delard.*****Dari mobil sport itu, keluarlah sosok pria dengan rambut blonde, hidung mancung serta kulitnya yang putih. pria itu membuka kacamata hitamnya dan menghampiri sevilla yang tengah







