LOGIN"Damian."
Panggil Rosemary pada Damian yang membersihkan dirinya di kamar mandi. Jemarinya segera membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci, kepulan uap panas dari air pancuran membuat kaca pembatas area basah dan kering tertutup embun yang menampilkan siluet tubuh Damian.
Rosemary meneguk liur yang tiba-tiba memenuhi mulutnya, kemudian menghembuskan dari bibirnya untuk menahan debar jantungnya. Damian berdiri membelakanginya sambil bernyanyi dengan nada yang tidak sumbang d
Udara terasa begini dingin meskipun hari ini Pinehill sedang dihujani sinar matahari, kabut sama sekali tidak muncul bahkan langit yang biasanya diselimuti awan saat ini berwarna biru cerah. "Apa maksud kalian?" Steven berjalan mondar-mandir dihadapan tiga pekerja lainnya. Tukang kebun yang biasa merawat tanaman dan rumput mansion, istri dari tukang kebun yang sering membantu Ella membersihkan rumah dan keponakan laki-laki Ella yang juga sering membantu membersihkan serta menjaga rumah. "Bibi dipukul oleh seseorang, sekarang dia mengalami koma." Jawaban dari keponakan laki-laki Ella yang bernama Gary membuat Steven memijat pelipisnya. Dia terlambat datang, seseorang berusaha menghilangkan saksi untuknya. "Apa pelakunya sudah ditemukan? " Ketiga orang tersebut menggelengkan kepala mereka serentak. "CCTV?" "Tidak ada CCTV di tepi hutan, Paman Caine menemukan bibi tergeletak di tepi hutan. " Gary kembali menjawab pertanyaan Steven. "Tepi hutan?" Kali ini mereka bertiga ser
"Tidak bisa, aku tidak akan mengijinkannya." Kening Steven berkerut, dia sudah tahu jawaban yang akan diberikan oleh pria yang ada di hadapannya. Dia hanya sedang mencoba dan juga meyakinkan dirinya jika Rosemary memang bersalah. "Apa kamu pikir aku dan istriku berbohong?" Pertanyaan yang membuat wajah Steven memerah malu seakan-akan dia sedang tertangkap mencuri permen. "Aku mengenal istriku sejak dia masih kecil, hingga dia beranjak dewasa dan menjadi dewasa. Aku selalu mengawasinya dengan baik, bahkan saat dia berada di Waterbay dan aku berada di Brighton, aku masih mengawasinya. Tidak hanya aku, tetapi juga kakaknya, jadi tidak ada celah baginya untuk bermalam dengan seorang pria bahkan sampai hamil. Tidak ada kesempatan yang ku berikan untuk dia mengenal pria lain selain aku dan kakaknya." Steven kehilangan rasa percaya dirinya dan keyakinannya melihat tatapan Damian dan bagaimana pria itu mendominasi dirinya. Dia tahu jika pria yang berada di hadapannya saat ini sedang ti
Rosalia tersenyum tipis, apalagi yang bisa dia lakukan selain memberi semangat kepada Steven yang berniat menyakiti Rosemary serta Damian. Dia masih mendengarkan rencana-rencana Steven untuk menyakiti Rosemary. "Aku dengar dia sedang hamil." ucap Rosalia sambil memandang lurus ke arah Steven. Di mata Rosalia, wajah pria itu sama sekali tidak menyembunyikan rasa terkejutnya, menyakiti Rosemary sama saja menyakiti janin di dalam perut Rosemary dan bagi Rosalia hal tersebut sama saja menabuh genderang perang terhadap Damian Reeves. Sementara Steven tentu saja terkejut, dia tidak bodoh dan mudah baginya untuk paham mengapa Damian Reeves dan Rosemary Steele sangat niat mendatanginya pada malam itu. Semua tentu saja demi keamanan Rosemary dan calon anak mereka. Rasa ragu kembali menyelimuti diri Steven, bagaimana jika Damian Reeves dan Rosemary Steele berbohong padanya, bagaimana jika Rosalia memang tidak ada hubungannya dengan Mattiash. "Anak itu pantas mati, bukankah dia juga
Angin laut berhembus sepoi-sepoi, menggerakkan daun-daun palem dan kelapa yang berbaris rapi di sepanjang jalan tempat Rosalia melintas. Rambutnya tergerai, diterbangkan angin yang berhembus, wajahnya tampak ceria meskipun sebenarnya dia tetap menyimpan rasa khawatir. Khawatir jika Steven telah mengetahui kebenaran yang selama ini dia tutupi. Jemarinya mengetuk setir, mengikuti irama lagu yang berkumandang di dalam mobil, mengabaikan rasa resah di dalam dirinya. Bahkan bibirnya bergerak mencoba mengikuti lirik lagu. Hari ini dia akan kembali bertemu Steven, tentu saja dia tidak akan melibatkan perasaanya. Semua dia 8lakukan agar Steven tidak merasa curiga, jika dia menghindari pria itu pasti akan ada banyak pertanyaan di dalam diri pria itu. Selama dekat dengan Steven dia paham jika Steven mudah sekali terusik dengan rasa penasaran, kebenciannya terhadap kekasih Mattiash pasti juga berawal dari rasa penasaran. Rosalia mulai memarkir mobilnya, dia belum melihat mobil Steven
"Jika kamu ingin membalas dendammu pada Rosalia, pastikan dia tidak sadar jika kamu sudah mengetahui kebenarannya." Kali ini Giselle mondar-mandir di hadapan Steven yang masih terlihat kacau dan Max yang mengangguk-anggukkan kepalanya setuju dengan pernyataan Giselle. "Aku setuju dengan Gigi, Rosa pasti sudah tahu siapa dirimu dan tujuan menyakiti Rosemary Steele." Max menyetujui semua ucapan Giselle. Steven mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rosalia tahu siapa dirinya, tujuannya mendekati dan menyakiti Rosemary Steele yang juga mendapat dukungan dari wanita itu. Akhirnya dia paham jika perpisahan antara dirinya dan Rosalia tidak akan pernah meninggalkan luka pada diri wanita itu. Rosalia sudah pasti merasa senang dan bahagia ketika mereka berpisah. Steven kembali mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia masih berharap jika Rosalia bukanlah kekasih Mattiash, dia masih sangat berharap jika hal yang disebutkan Rosemary Steele dan Damhhian Reeves
Steven menjambaki rambutnya sendiri, pertemuannya dengan Damian Reeves dan Rosemary Steele yang sama sekali tidak terduga membawanya pada kebenaran yang masih saja dia sangkal, kebenaran yang masih tidak dapat dia terima. Di dalam pikirannya, tetap saja Rosemary Steele adalah wanita yang menyebabkan Mattiash bunuh diri, bukan Rosalia Steele. Sosok lembut Rosalia telah melengahkannya dan membuatnya berpikir tidak. mungkin jika perempuan selembut Rosalia mampu bersikap kejam dan juga menyimpan kebohongan."Dia bisa gila jika Rosalia adalah kekasih Mattiash yang sesungguhnya. Dia pernah tidur dengan wanita yang sudah melukai Mattiash, dia bahkan pernah berniat akan menghabiskan hidupnya bersama Rosalia. Di samping itu semua, dia telah menyakiti orang yang sama sekali tidak bersalah, orang yang tidak tahu apa-apa tentang keberadaan Mattiash. Steven masih menjambaki rambutnya saat pintu apartemennya terbuka, sosok Giselle dan Max tiba-tiba muncul dengan wajah bingung. Keduanya memandan
"Bagaimana hari ini?" Rosalia tersenyum senang, dia bisa menjadi dirinya, dia tidak pernah khawatir akan dibanding-bandingkan dan Steven sangat menghargai dirinya. Mereka akan bertemu di akhir pekan saat kerja magangnya tiba, Rosalia memutuskan tidak lagi tinggal di apartemen
Suara gelak tawa yang sangat khas milik Rosemary menyambut kedatangan Rosalia. Sesuai dugaannya Damian kembali luluh dan sudah menemani gadis itu lagi. Film kartun tentang kucing dan tikus yang saling jahil terlihat di layar televisi berlayar tujuh puluh satu inch. "Ah! Kamu
"Rosa! Sarapan untukmu." Langkah Rosalia berhenti saat mendengar Rosemary memanggilnya. Dia bisa melihat pancake, omellete dan bacon berada di atas meja makan. Perutnya memang terasa lapar, tetapi dia tidak yakin dengan ketulusan Rosemary yang menyiapkan sarapan unt
"Sialan!" umpat Rosalia sambil memandangi Hilda yang tidur dengan lelap tanpa busana.Berbagai alat bantu pemuas gairah berserakan di atas karpet berbulu pada kamar Hilda, dulu dia bisa menikmati kegiatan seksual tanpa kehadiran lawan jenis. Dari Hilda yang membantunya menyelesaikan masala







