LOGINKathrine Maeve dikhianati oleh suaminya, Ethan Xavier. Tidak hanya berselingkuh, Ethan juga menyewakan rahim Kathrine diam-diam sehingga Kathrine mengandung anak pria lain. Setelah bercerai, Kathrine ingin menggugurkan kandungannya. Tapi ayah sang bayi datang dan menawarkan sebuah pernikahan. Siapa sangka ayah bayi itu ternyata adalah bos di perusahaan mantan suaminya. Bagaimana kehidupan cinta Kathrine akan berlanjut?
View More“Ayo bercerai!”
Kathrine terkejut dengan pernyataan suaminya, Ethan Xavier. Hari itu pertengkaran terjadi di rumah mereka. Kathrine marah karena Ethan membawa selingkuhannya. Mereka bermesraan secara terbuka di hadapan Kathrine.
Kathrine merasa sakit hati. Setelah dua tahun mereka menikah, Kathrine merasa dikhianati. Dua tahun yang lalu, mereka menikah dan menjadi pasangan yang sangat bahagia. Meskipun awalnya mereka menikah karena dijodohkan oleh nenek Ethan, tapi mereka setuju dan menerima perjodohan itu dengan senang hati.
Kathrine adalah gadis yatim piatu yang bekerja sebagai perawat untuk nenek Ethan yang sudah tua dan sering sakit. Kebaikan hati dan ketulusan Kathrine membuat nenek Ethan menyukainya dan menjodohkannya dengan cucunya. Ethan yang hanya tinggal berdua dengan neneknya juga menerima perjodohan itu.
“Apa yang kau katakan? Bercerai? Kau membawa selingkuhanmu ke rumah dan mengajukan perceraian demi perempuan ini?” protes Kathrine. Ia sangat tidak menyangka Ethan akan menceraikannya.
“Kau yang mengusik kesenangan kami berdua. Seharusnya kau sadar, ini adalah rumahku. Aku bebas membawa siapa pun ke rumah ini. Baik itu selingkuhan atau pun istri lain,” balas Ethan dengan angkuh.
“Tapi aku adalah istrimu. Seharusnya kamu menjaga perasaanku. Tapi kau justru berselingkuh dengan perempuan yang suka merebut suami perempuan lain,” ucap Kathrine menyindir selingkuhan Ethan. Tapi perempuan itu juga menunjukkan kesombongannya.
“Ethan sudah mencintaiku sejak kalian belum menikah. Kalau kau ingin tahu, kami sudah berpacaran sejak masih kuliah. Jadi aku tidak merasa telah merebut Ethan darimu. Justru kamu yang menjadi pengganggu dalam hubungan kami,” balas selingkuhan Ethan yang bernama Grace Hailey.
Pernyataan Grace membuat Kathrine semakin sakit hati. Dia adalah korban dari perselingkuhan mereka. Tapi dirinya justru dianggap sebagai pengganggu hubungan dua kekasih itu.
“Kalau memang kau sudah lama memiliki hubungan spesial dengan Ethan sebelum aku, kenapa kau tidak menikah dengannya?” ucap Kathrine.
“Karena aku bukan perempuan bodoh seperti kamu!” balas Grace.
“Semua karena permintaan nenek. Aku tidak bisa menolak permintaannya untuk menikah denganmu,” timpal Ethan.
“Lucu sekali. Selama dua tahun kita menjadi suami istri. Aku melayani semua kebutuhanmu dan kau bersikap seperti suami yang baik untukku. Aku pikir kita menjalani kehidupan pernikahan yang normal dan kita saling mencintai. Tapi hari ini kamu mengatakan semua ini hanya karena nenek?” kata Kathrine. Dia sangat tidak menyangka.
“Nenek menyukaimu karena kau merawatnya dengan baik. Tapi kebaikanmu pada nenek tidak bisa membuatku benar-benar mencintaimu.”
“Jadi karena sekarang nenek sudah meninggal, kau ingin bercerai? Kau ingin membuangku?” kata Kathrine. Dia merasa kecewa.
“Sesuatu yang sudah tidak dibutuhkan memang harus dibuang, Kath” timpal Grace.
“Dulu kau dibutuhkan karena nenek. Tapi sekarang nenek sudah tidak ada. Ethan tidak membutuhkanmu karena perempuan yang dia inginkan hanya aku. Hanya Grace Hailey. Coba bandingkan dirimu dengan aku. Kau hanya perempuan yatim piatu yang menjadi pembantu di rumah ini. Bahkan setelah menikah dengan Ethan yang kaya, kamu tetap tidak berguna. Kau hanya menjadi beban peliharaan di rumah. Sementara aku, aku yakin kau pernah mendengar tentang ketenaran keluarga Hailey. Aku lebih pantas menjadi istri Ethan dibandingkan dirimu,” ucap Grace merendahkan Kathrine.
“Apa? Aku tidak berguna? Setiap hari aku mengurus kebutuhan Ethan. Aku mengurus rumah ini agar Ethan bisa memiliki tempat pulang yang nyaman,” balas Kathrine membela diri.
“Kalau Ethan merasa nyaman pulang kepadamu dan ke rumah ini, dia tidak akan datang dan mencariku. Itu artinya kamu sudah gagal. Usahamu sia-sia. Aku akan memberitahumu rencana kami selama ini. Ethan sengaja menikahimu untuk memenuhi permintaan nenek. Itu semua dia lakukan karena dia sangat mencintaiku. Ethan tidak mau aku kerepotan mengurus nenek yang sudah tua. Lagi pula nenek tidak akan hidup selamanya. Setelah nenek meninggal, kami akan menikah. Bukankah itu rencana yang sangat cerdas?” ujar Grace sambil memeluk Ethan dengan mesra.
Kathrine sangat kecewa. Dia merasa sudah dipermainkan dan dimanfaatkan. Tapi Ethan juga tidak merasa berhutang atas jasa Kathrine mengurus neneknya. Ethan menganggap memberikan tempat tinggal dan makan selama ini sudah cukup sebagai bayaran atas jasa Kathrine.
Kathrine tidak menyangka pernikahannya agar berakhir dengan perceraian. Tapi dia juga tidak tahan menerima perselingkuhan. Apalagi Grace mengaku selama ini Ethan sering menemuinya diam-diam. Mereka bahkan pergi liburan bersama tanpa sepengetahuan Kathrine. Sementara Kathrine hanya menjadi seorang istri yang mengurus rumah.
Sekarang Kathrine baru mengerti kenapa selama ini Ethan tidak pernah mengajaknya ke pesta atau acara perusahaan. Ethan sudah ditemani oleh Grace. Kathrine merasa tidak dihargai sebagai seorang istri.
Ethan adalah pengusaha kaya tapi membiarkan Kathrine sibuk mengurus rumah sendirian. Padahal Ethan bisa membayar jasa asisten rumah tangga. Kathrine baru menyadari bahwa Ethan memang memperlakukannya seperti pembantu.
“Selama dua tahun kita menikah, aku mencintaimu dengan tulus. Aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan balasan seperti ini darimu,” ungkap Kathrine kecewa.
“Salahmu adalah menerima perjodohan nenek dengan laki-laki yang tidak mencintaimu,” balas Ethan menyalahkan Kathrine.
“Lupakan masa lalu, Ethan. Ini saatnya kita membangun cerita cinta kita yang bahagia,” imbuh Grace memeluk Ethan dengan bangga.
Sementara Kathrine seperti orang bodoh yang menyaksikan kemesraan mereka. Sebenarnya Kathrine bukan perempuan yang mudah putus asa. Tidak masalah baginya jika memang dia harus bercerai dari Ethan. Dia bisa melanjutkan hidupnya sendiri. Tapi ada satu hal yang mengganggu pikirannya.
“Pernikahan kita mungkin tidak didasari cinta dan kau ingin bercerai. Tapi apa kau lupa bahwa sekarang aku sedang hamil? Bagaimana nasib anak kita?” tanya Kathrine. Tangannya meraba perutnya yang mulai buncit.
“Anak kita? Itu bukan anakku, Kathrine” ucap Ethan menyangkal. Grace juga tertawa di samping pria itu. Kathrine merasa kebingungan.
“Apa maksudmu mengatakan anak ini bukan anak kita?” tanya Kathrine.
“Apa kamu lupa bahwa kau hamil karena inseminasi di rumah sakit? Sperma itu bukan milikku tapi milik pria lain.”
“Apa?”
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Fokus Henry teralihkan setelah mendapat pertanyaan tak biasa dari Kathrine. "Aku hanya berpikir dia adalah pewaris Foster Group dan perempuan yang sudah disiapkan untukmu sejak awal. Apa kau tidak tertarik padanya?" tanya Kathrine lagi-lagi menguji Henry. "Tidak perlu berpikir jauh tentang itu. Aku tidak akan mengkhianatimu sama seperti mantan suamimu," jawab Henry justru menyangka pertanyaan Kathrine adalah sebuah kekhawatiran terulangnya masa lalu. Henry menyangka Kathrine bertanya hubungannya dengan cucu Kakek Hikmawan karena dia takut akan dicampakkan lagi karena perempuan lain seperti yang dilakukan Ethan. Dia mengerti rasa trauma seorang perempuan tidak mudah dihilangkan. Henry pun berjanji tidak akan menyakiti Kathrine seperti mantan suaminya. "Percayalah padaku. Aku tidak sama dengan mantan suamimu. Meskipun kau bilang pernikahan kita hanya tiga bulan, tapi selama kita masih menjadi suami istri, aku janji tidak akan dekat dengan
"Ponselmu berdering? Kenapa kau tidak menjawab teleponnya?" tanya Henry membuat Kathrine gugup."Oh itu, bukan sesuatu yang penting juga, Pak" jawab Kathrine beralasan. Dia hanya membuat teleponnya diam dan bukan mereject panggilan. "Istriku juga tidak menjawab panggilan," ujar Henry membuat Kathrine dan Agita kembali saling lempar pandangan. Jelas panggilan itu tidak akan terjawab karena istrinya ada di hadapannya sendiri. "Tidak apa. Biar nanti saya langsung pulang cepat saja ke rumah. Sekalian kasih surprise juga padanya.""Memangnya hubungan bapak sedekat itu dengan istri?" tanya Kathrine membuat Henry mengerutkan kening."Maksudnya? Kenapa kamu bertanya seperti itu?" ujar Henry. "Em tidak, saya hanya penasaran saja bagaimana sebenarnya hubungan bapak dengan istri mengingat apa yang sedang diberitakan tentang kalian," kata Kathrine berdalih."Rumor yang beredar itu tidak benar. Saya tidak pernah merebut istri siapa pun. Ethan saja yang tidak bisa menghargai istrinya. Saya menik
"Kalian saling kenal?" Pertanyaan Henry membuat Kathrine dan Agita sama-sama kebingungan. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Henry di sana. Lagi-lagi Kathrine harus bersandiwara. "Em, Pak Henry juga makan siang di sini?" tanya Kathrine berusaha mencairkan suasana agar tidak tegang. "Ya begitulah. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kau sedang apa di sini bersama orang dari Foster Group?" tanya Henry mengulang kembali pertanyaannya. Dia juga melayangkan tatapan curiga pada Agita. "Saya dan Agita memang sudah lama berteman. Iya kan, Git?" ujar Kathrine berbohong. Dia memberi kode pada Agita agar ikut bekerja sama. "Iya itu benar," kata Agita. "Dulu kami kuliah di kampus yang sama. Sayangnya setelah melamar kerja, kami diterima di perusahaan yang berbeda. Setelah bekerja kami sama-sama sibuk dan jarang bertemu. Tadi kami juga tidak sengaja bertemu di sini lalu sekalian makan siang bersama," kata Kathrine mengarang cerita. "Kalau begitu boleh saya bergabung sekalian?" tanya
"Kamu ikut saya."Perintah Henry pada Kathrine setelah membubarkan rapat. Hal itu membuat Kathrine cukup gugup. Dia khawatir Henry curiga padanya. Meski begitu dia tetap mengikuti Henry ke ruangannya. "Saya suka keberanian dan semangatmu untuk membalikkan keadaan di tengah situasi perusahaan yang sedang sulit. Kamu juga bisa menularkan energi positif dan membangun kepercayaan diri karyawan yang lain. Saya rasa kamu mampu menjadi penanggung jawab tim untuk tender proyek ini," kata Henry menyampaikan keinginannya. "Maksud bapak bagaimana ya?" tanya Kathrine memastikan. "Ke depannya, tanggung jawab terkait tim ini aku serahkan padamu. Kau leadernya," jawab Henry.Kathrine menerima jabatan itu dengan senang hati. Dia tidak menaruh curiga sama sekali. Dia berpikir dengan menjadi penanggung jawab tim maka pergerakannya akan lebih mudah untuk mengarahkan karyawan yang lain sesuai keinginannya. Dia juga lebih bebas menuangkan aspirasinya untuk proyek itu. "Kalau bapak sudah memberikan kep
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.