Partager

Bab 332

Auteur: Nayla
Scarlett bisa mendengar kalau dia sedang bercanda. Mungkin karena sudah menyiapkan diri sejak awal, kedatangan Harris membuatnya perlahan bisa bersikap tenang. Dia sudah tidak memiliki kepanikan seperti sebelumnya.

"Kalau begitu, sampai besok." Scarlett tersenyum, mencondongkan tubuh, lalu mengecup pipinya. Setelah itu, dia turun dari mobil.

"Istirahat yang baik malam ini. Tidur lebih cepat, jaga stamina." Edric menasihatinya.

Scarlett tidak menoleh, hanya mengangkat tangan membuat gestur "oke".
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
amalia dewi
banyak yg harusnya ga di bahas malah ngabisin 1 bab utk bahas yg ga guna, dari bab msh 300 bilang pertunangan tinggal beberapa hari smp 30 bab lebih msh blm tunangan juga, malah bnyk bahas yg ga guna
goodnovel comment avatar
Mini Juita
tidak bisa di buka lagi
goodnovel comment avatar
Erwin Sipudan
apa tidak bisa tidak terlalu bertele tele ya
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 558

    Langit tampak kelabu, seolah ikut berduka.Para pelayat datang mengenakan pakaian serba hitam. Seluruh kediaman keluarga Laksmana diselimuti suasana duka yang begitu menyesakkan.Begitu memasuki rumah, Scarlett melihat anggota Keluarga Laksmana sedang menyambut para tamu yang datang melayat."Kenapa kamu baru datang sekarang? Bukannya kami sudah nelepon kamu sejak kemarin?"Scarlett baru saja melangkah masuk ketika Pamela menghampirinya dengan mata memerah. Sambil menangis tersedu-sedu, Pamela berkata, "Nenek paling sayang sama kamu selama ini. Sekarang jenazah Nenek bahkan belum dimakamkan, tapi kamu malah bersikap begini. Apa kamu nggak takut menyakiti hati Nenek?"Nada bicara Pamela terdengar penuh tuduhan.Namun setelah berkata demikian, dia tak kuasa menahan diri untuk memeluk Scarlett. Air matanya mengalir deras tanpa henti.Pamela sendiri tidak tahu mengapa dia tiba-tiba memeluk Scarlett. Namun pada saat itu, entah mengapa dia begitu merindukan pelukan Scarlett. Dia berharap Sca

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 557

    Sampai sekarang pun Scarlett masih belum benar-benar tersadar dari semua yang terjadi.Scarlett teringat perkataan Mavin kepada Devan sebelumnya. Setelah berpikir sejenak, dia tetap menjelaskan kepadanya, "Nenek Trisha nggak pernah membiarkan mereka menindasku. Tapi, memang ada beberapa hal yang Nenek sendiri juga nggak bisa berbuat apa-apa."Mavin terdiam.Scarlett tidak tahu apakah Mavin mendengarnya atau tidak, tetapi dia juga tidak menjelaskan lebih lanjut.Waktu terus berlalu, begitu lama sampai Scarlett sempat melamun. Mavin akhirnya bertanya, "Kenapa kamu pulang bersama Devan?"Scarlett masih tenggelam dalam emosinya, jadi pikirannya sedikit lamban. Butuh dua detik baginya untuk menyadari pertanyaan itu."Kebetulan ketemu di pesawat," jawab Scarlett.Mavin bertanya lagi, "Cuma kebetulan?"Scarlett bisa mendengar nada curiga dalam suaranya. Dia juga tahu Mavin tidak ingin dia terlalu dekat dengan Devan.Kalau sebelumnya, dia pasti akan bersumpah, meyakinkan Mavin untuk menghilang

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 556

    Scarlett menoleh ke arah sumber suara dan melihat Mavin sedang berjalan ke arahnya. Begitu sampai di hadapannya, Mavin langsung mengangkat koper Scarlett.Scarlett merasa terkejut. "Kenapa kamu datang?""Edric bilang kamu akan pulang lebih awal malam ini. Kenapa kamu nggak kasih tahu aku sebelumnya?" Mavin terkekeh. Nada bicaranya sama sekali tidak terdengar menyalahkan."Ayo pulang," katanya.Scarlett melirik ke arah Devan. Mengira Mavin belum tahu apa yang terjadi di Keluarga Laksmana, dia pun menjelaskan, "Soal Keluarga Laksmana ...."Namun, sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya, Mavin sudah memotong."Aku sudah dengar. Tapi sekarang kamu bukan lagi bagian dari Keluarga Laksmana. Meskipun kamu ingin datang untuk berkabung, seharusnya bukan sekarang ...."Mavin melirik Devan, lalu melanjutkan, "Nggak pantas kalau kamu muncul di Keluarga Laksmana bersamanya.""Besok aku akan pergi bersamamu."Mendengar ucapannya, Scarlett tertegun sejenak.Perkataan Mavin memang benar. Sekarang S

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 555

    Entah apa yang dikatakan orang di seberang sana, Scarlett sempat tertegun. Senyum di wajahnya perlahan menghilang."Ada apa?" Setelah menutup telepon, Edric menyadari ada yang tidak beres dengan ekspresinya.Scarlett menatapnya dengan tatapan kosong. "Nenek Trisha sudah meninggal."....Scarlett memesan penerbangan paling awal ke Kota Nordigo. Setelah mengetahui kursi kelas ekonomi sudah penuh, dia langsung membayar lebih untuk membeli tiket kelas satu.Setelah naik pesawat, dia kembali bertemu dengan Devan. Mata Devan tampak sedikit memerah, seolah sedang berusaha menahan kesedihan. Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. Seluruh tubuhnya memancarkan aura dingin yang membuat orang enggan mendekat.Scarlett melihat tempat duduknya. Ternyata kursinya tepat di sebelah Devan. Sebelumnya dia tidak tahu, jadi jelas ini hanya kebetulan.Dua kursi di kelas satu itu memang tidak berjauhan, sehingga Scarlett bisa melihat Devan dari sudut matanya.Devan terus menatap ke luar jendela, seola

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 554

    Scarlett merasa agak terkejut dan bertanya dengan bingung, "Kamu nemu di mana?"Namun begitu pertanyaan itu terlontar, dia menyadari bahwa cincin ini memiliki sedikit perbedaan dengan cincin sebelumnya. Dibandingkan cincin yang lama, berlian pada cincin ini tampak memiliki semburat merah muda.Namun jika tidak diperhatikan dengan saksama, perbedaannya nyaris tidak terlihat.Sudut bibir Edric sedikit terangkat. Dia mengecup jari Scarlett. "Nggak ketemu. Aku minta orang buatin lagi berdasarkan desain yang dulu.""Tapi berlian seperti ini cukup sulit ditemukan, jadi butuh waktu dan usaha."Scarlett tertegun sejenak. Perasaannya menjadi campur aduk.Dalam hati, dia merasa sedikit bersalah."Maaf," ucapnya pelan. "Kali ini aku pasti akan menjaganya dengan baik."Cincin yang dulu dibuat sendiri oleh Edric membutuhkan banyak usaha. Tanpa perlu dipikirkan pun, Scarlett tahu berapa banyak usaha dan perhatian yang telah dicurahkan Edric untuk membuatnya, tetapi cincin itu malah hilang di tangann

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 553

    Setelah kembali ke kamar, Devan tanpa ragu menelepon resepsionis dan langsung melontarkan serangkaian teguran. Setelah pihak resepsionis berkali-kali meminta maaf dan memberikan jaminan, dia baru merebahkan diri di tempat tidur dengan lelah.Devan berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong yang mengarah ke langit-langit.Dalam benaknya terus terbayang adegan Scarlett bersama Edric.Senyum Scarlett yang lembut dan bahagia, juga tatapan mesra mereka saat Scarlett menggandeng lengan Edric dengan lembut.Tiba-tiba Devan merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun mental.Rasanya bahkan lebih melelahkan daripada ketika dia harus menangani urusan perusahaan tanpa beristirahat selama tiga hari berturut-turut.Dia pernah berurusan dengan Mavin maupun Edric. Mavin memang rasional, tetapi cenderung mundur jika menyangkut masalah perasaan. Seandainya kekasih Scarlett sekarang adalah Mavin, mungkin akan lebih mudah baginya untuk menghadapinya.Namun, orang itu adalah Edric.Jauh lebih sulit

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status