Compartir

Bab 381

Autor: Nayla
Ketegangan selama beberapa hari ini akhirnya mereda, Scarlett pun akhirnya bisa menghela napas lega. Melihat Edric dan Devan masih belum sadar, dia memperlambat gerakannya dan melangkah keluar dengan sangat pelan. Dia pergi ke lokasi tempat Devan terjatuh.

Karena penglihatan di malam hari tidak jelas, Scarlett baru menyadari bagian atas tebing sangat curam setelah sekarang dilihat dengan jelas. Dinding batu pun dipenuhi lumut dan terlihat sangat licin setelah diguyur hujan. Baik bagi tim penyelamat yang ingin turun ataupun orang yang ingin memanjat naik, bisa dibilang hal itu hampir mustahil. Begitu terpeleset, nasibnya mungkin akan berakhir seperti Devan.

Jika ada Mavin di antara tim penyelamat dan mengetahui Devan mengalami kecelakaan, kemungkinan besar operasi penyelamatan akan dihentikan dan mencoba mencari jalan dari arah lain. Bagaimanapun juga, dia tahu jelas membuat orang lain berada dalam bahaya demi menyelamatkan mereka bukan pilihan yang masuk akal. Mereka memang harus pergi
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 434

    Pamela berkata, "Kakakku itu memang nggak peduli sama dia."Mavin bertanya, "Lalu menurutmu, kakakmu akan peduli pada pekerjaannya atau pada hal-hal yang dia sukai?"Begitu kalimat itu keluar, Pamela langsung terdiam, tak mampu membantah sepatah kata pun.Sebenarnya, setelah insiden Vivian diperlakukan tidak adil, yang dia tahu hanyalah hubungan Devan dan Scarlett memburuk dengan sangat cepat. Ditambah lagi sejak awal dia memang tidak menyukai Scarlett. Setelah mendengar dari kakaknya tentang berbagai perbuatan Scarlett, kebenciannya pun semakin bertambah.Meskipun pulang ke rumah Keluarga Laksmana, dia dan kakaknya hanya akan menganggap Scarlett seperti udara.Kalaupun berada di ruang yang sama, kakaknya memperlakukan Scarlett seperti orang tak terlihat, sementara dirinya pun sering melontarkan kata-kata tajam.Soal kepedulian? Dia tidak tahu apa yang kakaknya pedulikan, tetapi dia sendiri hanya peduli satu hal, yaitu kapan kakaknya bisa bercerai dari Scarlett.Pamela terdiam. Pikiran

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 433

    Nada dering berbunyi hampir satu menit sebelum akhirnya diangkat. Pamela menunggu dengan agak tidak sabar.Begitu tersambung, dia langsung mengeluh, "Lama sekali baru angkat telepon. Scarlett, kamu ini merasa bersalah, jadi nggak berani angkat ya?"Kalimatnya baru saja selesai, dari seberang terdengar suara Mavin yang sudah sangat dikenalnya."Scarlett sedang rapat sekarang, nggak ada waktu. Kalau ada urusan mendesak, bisa bilang ke aku, nanti aku sampaikan ke dia."Mendengar yang berbicara adalah Mavin, Pamela langsung tertegun. Kata-kata yang sudah dia siapkan sebelumnya pun tertahan di mulut dan tidak jadi keluar.Dia tahu Mavin punya perasaan pada Scarlett, jadi dia tidak ingin hubungannya dengan Mavin menjadi tidak menyenangkan gara-gara urusan Scarlett.Pamela tertawa kecil. "Nggak ada apa-apa, cuma ingin ngobrol dengan Scarlett. Ya sudah kalau Scarlett nggak ada."Mavin sudah menebak tujuan panggilan itu. "Kalau kamu merasa nggak puas karena masalah kemiripan teknologi dan algor

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 432

    Setelah berkata demikian, Pamela sengaja meninggikan nada bicaranya dan menyindir Devan dengan dingin, "Masalahnya, pasangan yang paling dipercaya Kak Vivian dan satu-satunya orang yang bisa membantunya, yaitu kakakku sendiri, hatinya malah buta dan tuli. Aku benar-benar merasa nggak adil untuk Kak Vivian."Devan terdiam.Untuk pertama kalinya, dia tidak berdebat dengan Pamela. Setelah beberapa detik hening, dia berkata, "Akhir-akhir ini kamu lebih sering temani dia. Kalau ada waktu, ajak dia periksa kehamilan lagi.""Itu calon istrimu, tapi kamu malah suruh aku yang temani. Kamu benar-benar tega," Pamela melontarkan candaan.Meski begitu, dia tetap menyetujuinya. Lagi pula, kondisi Devan masih belum pulih sepenuhnya setelah cedera.Selain itu, Pamela sangat memahami sifat kakaknya. Dia bisa menebak bahwa kemungkinan besar Devan baru saja berselisih dengan Vivian karena Scarlett, sehingga dia gengsi untuk menemui Vivian dan butuh waktu untuk menenangkan diri serta berpikir jernih.Seba

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 431

    Belakangan ini, Pamela juga mendengar kabar tentang kasus plagiarisme yang ramai dibicarakan di internet. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa kakaknya bukan hanya tidak membantu Vivian untuk menuntut pertanggungjawaban, malah justru membantu Scarlett.Dia kesal sekaligus tak habis pikir, lalu akhirnya menutup laptopnya dengan keras."Kak, sekarang kamu benar-benar sudah nggak bisa membedakan mana yang benar dan salah.""Scarlett kasih kamu obat apa sih sampai-sampai kamu jadi begini? Apa kamu tahu kalau Vivian melihat apa yang sedang kamu lakukan, dia bakal sangat terluka?"Devan membuka kembali laptopnya. "Terlepas dari benar atau salah, yang berhak menilai bukanlah orang-orang ini. Mereka sama sekali nggak punya kualifikasi untuk mencaci maki orang lain."Pamela membalas, "Tapi mereka juga ingin menegakkan keadilan. Lagian, memang Scarlett yang memakai cara-cara rendahan seperti ini."Mendengar ucapannya, Devan mengangkat kelopak matanya sedikit. "Masalah ini bukan urusan pr

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 430

    Edric mengangkat tangan dan menyentuh dahinya dengan lembut. "Jangan pusing, aku punya cara. Mau dengar?"Scarlett mengangguk.Edric mendekat ke telinganya dan membisikkan beberapa kalimat.Mata Scarlett langsung berbinar. "Ide bagus," katanya.Namun seketika, seolah-olah teringat sesuatu, dia tampak ragu.Edric menebak isi pikirannya. "Urusan Harris, biar aku yang cari cara. Kamu fokus saja mengerjakan urusanmu sendiri."Beberapa hari ini dia terkurung di sini. Di permukaan, suasana hatinya tampak baik-baik saja setiap hari, tetapi sebenarnya hatinya sudah lama melayang ke UME.Namun, Harris seperti sebilah pedang yang tergantung di atas kepala dengan sehelai rambut, bisa jatuh kapan saja.Scarlett tidak ingin membuat Edric khawatir, jadi dia menurut dan tetap tinggal di sini.Sebenarnya Edric sudah lama menyadarinya. Barusan, setelah berbicara lewat telepon dengan Lucinda, dia baru benar-benar paham bahwa dirinya tanpa sadar juga sedang menggunakan nama cinta untuk membatasi kebebasa

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 429

    Setelah panggilan berakhir, Edric keluar dari kamar.Saat berjalan ke koridor lantai dua, dia melihat Scarlett duduk di sofa, sementara Sheriff meringkuk di pangkuannya, menyipitkan mata sambil tidur.Scarlett mengelus bulu Sheriff dengan lembut, tampak termenung, entah sedang memikirkan apa."Kalau sering mengerutkan kening, nanti cepat keriput lho," kata Edric sambil tersenyum dan menuruni tangga.Mendengar suaranya, Scarlett tersadar. Kemudian, dia segera mengendurkan keningnya dan menggosok dahinya dengan kuat."Ada apa?" Edric tersenyum ke arahnya.Scarlett berpikir sejenak, lalu tetap menceritakan situasinya kepadanya.Awalnya, robot pintar yang mereka rancang lebih dulu entah bagaimana bocor ke luar. Akibatnya, pihak Grup Laksmana lebih dulu menerapkan algoritma teknologi mereka dan bahkan mengadakan konferensi pers.Karena itu, dia terpaksa memperbarui algoritma dan fungsi baru, lalu merancang produk lain. Meskipun berbeda dengan robot milik Grup Laksmana, arsitektur dasarnya m

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status