Share

Bab 53

Author: Nayla
Scarlett menatap dengan penuh penasaran. Namun, dia melihat mobil mewah itu perlahan menyala dan segera menghilang dari pandangannya.

"Pak Devan ...."

Di kursi pengemudi, Fadil tampak ingin berbicara tapi ragu. Dia melirik ke kaca spion, memperhatikan wajah Devan yang sulit ditebak ekspresinya. Akhirnya dia tidak tahan untuk berkata, "Apakah Bapak nggak mau kembali, lalu ngomong sama Bu Scarlett?"

Tadi, mereka sama-sama telah melihat pria itu. Mereka juga menyaksikan seluruh adegan sejak pria it
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Rc Phone
dikit bangeeetty per bab nyaa minimal 10 hal
goodnovel comment avatar
Neny
alur ceritanya bikn penasaran
goodnovel comment avatar
Sukmawati Nurhayati
kesel sama Devan Terlalu percaya diri
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 546

    Keesokan harinya, Scarlett mengatur semua pekerjaannya. Menjelang pulang kerja, dia pergi ke kantor Mavin untuk melaporkan pekerjaan. Namun setelah masuk, dia mendapati Mavin tidak ada di sana.Scarlett kemudian bertanya kepada Henry dan baru tahu bahwa Mavin sama sekali tidak datang ke perusahaan hari itu.Membahas hal itu, wajah Henry langsung dipenuhi rasa penasaran. Dengan penuh semangat dia menarik Scarlett mendekat dan berbisik, "Beberapa waktu lalu ada seorang perempuan menunggunya di bawah gedung. Mereka pergi bersama naik mobil. Jangan-jangan dia sedang pacaran?"Melihat ekspresinya yang terkejut, Scarlett tersenyum lalu berkata, "Usianya juga sudah nggak muda lagi. Kalau pacaran seharusnya bukan hal yang aneh, 'kan?""Aneh, tentu saja aneh." Henry tak kuasa menahan diri dan berkata, "Dia itu orangnya setia. Dulu jelas-jelas ...."Di tengah kalimat, Henry akhirnya menelan kembali sisa ucapannya.Sekarang Scarlett sudah punya pacar. Sebelumnya dia sempat berpikir kalau Scarlett

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 545

    "Sudahlah, urusan hari ini kita akhiri sampai di sini. Aku masih ada pekerjaan, jadi aku harus kembali bekerja."Setelah berkata demikian, Scarlett tersenyum kepadanya, lalu langsung berbalik dan pergi.Mavin memandangi punggungnya yang makin menjauh. Hatinya masih tidak bisa tenang. Perasaannya dipenuhi kegelisahan.Belakangan dia mendengar dari pengacara tentang apa yang terjadi di vila Vivian. Menurutnya, Devan bukan tipe orang yang akan semudah itu memutuskan untuk mengakhiri semuanya.Devan memang mengatakan bahwa uang itu adalah kompensasi untuk Scarlett, tetapi jika kabar itu tersebar, belum tentu orang lain akan menganggapnya seperti itu.Dulu karena kelalaiannya, hidup Florence hampir dihancurkan oleh seorang pria. Sekarang, dia tidak akan membiarkan Scarlett juga dihancurkan oleh seorang pria.Setelah terdiam beberapa saat, dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Devan.[ Aku mau ketemu. ]....Malam harinya, setelah selesai makan malam, Scarlett kembali ke kamar

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 544

    Edric tersenyum. "Aku sebenarnya cukup ingin menerima ucapan terima kasihmu, tapi aku nggak pernah meminta Scarlett melakukan hal seperti itu. Mungkin kamu salah paham."Mavin terdiam sejenak. Dia teringat ekspresi Scarlett yang terlihat sedikit gugup saat mereka hendak mengonfirmasi ulang kontrak kepemilikan saham waktu itu.Samar-samar, dia seperti mulai memahami sesuatu.Mavin tidak mengatakan terlalu banyak kepada Edric dan hanya tersenyum. "Sepertinya memang aku yang salah paham. Maaf."Setelah menutup telepon, Mavin langsung pergi mencari Scarlett.Saat itu, Scarlett sedang sibuk bekerja. Ketika melihat Mavin, dia tidak terlalu memedulikannya."Ikut aku keluar."Setelah mengatakan itu, Mavin berbalik dan berjalan keluar.Scarlett menyadari ada yang tidak beres dengan nada bicaranya. Meski sedikit bingung, dia tetap meletakkan pekerjaannya dan mengikuti Mavin.Mereka naik lift menuju atap gedung. Setelah memastikan tidak ada siapa pun di sekitar, Mavin baru menatapnya dengan seriu

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 543

    Edric tersenyum. "Jadi singkatnya, kemungkinan mataku nggak bisa melihat lagi memang lebih besar."Kalau menjalani operasi, ada kemungkinan dia akan kehilangan penglihatannya. Kalau tidak menjalani operasi, beberapa bulan kemudian dia juga mungkin akan kehilangan penglihatannya.Dokter asing itu mengangguk.Jari Edric mengetuk pelan permukaan meja. Setelah berpikir selama dua detik, dia berkata, "Kalau begitu, lakukan operasinya."Dokter asing itu melirik ke arah orang di sampingnya, lalu berkata, "Apa kamu ingin menghubungi keluargamu terlebih dahulu untuk membicarakan hal ini?"Edric menggeleng sambil tersenyum tipis. "Dia sangat sibuk. Aku nggak ingin dia mengkhawatirkanku. Lagi pula, aku percaya pada pacarku. Dia nggak akan meninggalkanku hanya karena operasinya gagal."Dokter asing itu mengacungkan jempol. "Benar-benar wanita yang luar biasa. Aku sudah melihat terlalu banyak pasangan, baik yang masih pacaran maupun yang sudah menikah, semuanya saling meninggalkan saat musibah data

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 542

    "Kamu akan baik-baik saja, Florence, kamu pasti akan baik-baik saja."Suara Harris belum pernah selembut ini. Ucapannya begitu lirih. Entah kata-kata itu sedang dia ucapkan untuk Florence atau untuk menghibur dirinya sendiri.Florence sudah tidak memiliki tenaga. Kesadarannya mengambang antara sadar dan tidak. Namun, rasa anyir di mulutnya serta rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh terus-menerus menyeretnya kembali ke kenyataan."Cari cara! Cari cara untuk sembuhkan dia!" Harris berteriak kepada para dokter keluarga di sampingnya.Salah seorang dokter maju dengan tubuh gemetar."Pak Harris, kondisi Bu Florence saat ini sangat dipengaruhi oleh emosinya. Kalaupun diberi obat, itu hanya mengatasi gejalanya, bukan akar masalah.""Lagi pula, setiap obat pasti memiliki efek samping. Dengan kondisi tubuh Bu Florence sekarang, kalau terus diberi obat, organ tubuh lainnya juga mungkin akan terdampak.""Memberinya obat sekarang sama saja seperti meminum racun untuk menghilangkan dahaga.""P

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 541

    Devan mencibir. "Terus, aku harus gimana? Berlutut memohon supaya dia jangan pergi?"Namun menurutnya, Scarlett sudah benar-benar bulat dengan keputusannya. Kalaupun dia berlutut memohon agar Scarlett tidak pergi, kemungkinan besar Scarlett tetap tidak akan mendengarkannya. Yang ada, Scarlett justru akan makin memandang rendah dirinya."Kakak belajar saja dari dia." Pamela berkata santai. "Dulu waktu Kakak bersikap sedingin itu padanya, dia tetap berusaha cari cara supaya bisa tetap berada di sisi Kakak.""Kakak dan Scarlett punya fondasi hubungan selama bertahun-tahun. Nggak seperti aku dan Mavin."Saat mengatakan itu, Pamela merasa sedikit menyesal. Kalau dulu hubungannya dengan Scarlett lebih baik, mungkin Scarlett akan mengenalkannya kepada Mavin, sehingga dia tidak akan kalah telak seperti sekarang.Namun menurutnya, apa yang dikatakan Scarlett juga benar. Mavin tidak menyukainya. Kalaupun mereka benar-benar bersama, dia hanya akan menjadi Scarlett yang kedua.Lagi pula, dia mende

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status