首頁 / Romansa / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / Bab 194. Jangan Khawatir, Ada Aku

分享

Bab 194. Jangan Khawatir, Ada Aku

作者: Sayap Ikarus
last update publish date: 2026-06-30 21:54:34
"Jangan bercanda ya Luke! Mau ke Dubai berasa kayak mau beli gorengan di depan gang doang," gemas Freya.

"Buatku emang gitu Frey," kata Lucas sombong.

"Sombongnya ya ampun," keluh Freya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Apa pun yang kamu mau, aku bakal usaha buat wujudin."

Freya tak menanggapi ucapan Lucas barusan. Ia kembali teringat mengenai ponselnya yang hilang, juga nasib sekolah Tamara yang belum juga terselesaikan. Digigitnya bibir bawahnya agar Lucas tak melihat ia sedan
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 246. Boy From Wonderland

    "Yok!" ajak Freya setelah membayar tiket perahunya dan berjalan ke pinggir sungai, menuju deretan perahu. "Kayak gini di Maldives nggak bakalan ada Mas," gumamnya sambil sesekali menoleh lelakinya yang nampak asik menikmati pemandangan. "Iya, aku juga nggak pernah liburan ke Maldives," kata Lucas. "Masa? Sultan kayak kamu? Nggak pernah ke Maldives?" "Aku milih waktu berkualitasku buat liburan ke pusat budaya, yang kira-kira bisa buat majuin bisnis di Bhaskara. Kalo ke Maldives besok aku ngajak Freya aja." "Emang ada Freya yang lain selain aku? Hah?" desak Freya cemburu. "Nggak ada," jawab Lucas menggeleng mantap. "Berarti aku ya?" sorak Freya bangga. Lucas meng-iyakan. Meski matanya tersembunyi di balik kacamata hitamnya, Freya bisa melihat Lucas menikmati suasana. "Neng Freya!!" terdengar sapaan dari salah satu perahu yang terparkir. Freya dan Lucas menoleh bersamaan. Seorang lelaki berbadan cukup tambun datang mendekat, tersenyum dengan sangat ramah ke arah Freya.

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 245. Terbaik Sepanjang Masa

    "Jadi, sebenernya Bi Esih itu punya anak Mas," ucap Freya setelah mereka masuk kembali ke dalam mobil. Freya terbayang sumringahnya wajah Bi Esih saat Lucas bilang akan membantu merenovasi warung miliknya itu. Lelakinya ini sangat bisa membaca maksud tatapan Freya tanpa perlu Freya utarakan lewat kata apa yang menjadi keinginannya. "Tapi sekitar umur 5 tahun kalo nggak salah, meninggal karena kebawa arus pas maen ke pantai Pangandaran," cerita Freya lagi. "Jadi sekarang Bi Esih itu nggak punya anak? Kenapa nggak coba buat program punya anak lagi?" tanya Lucas tertarik dengan kisah sederhana perempuan tua yang ikut mencetak pribadi humble Freya itu. "Suaminya minggat Mas. Sebelum anak Bi Esih meninggal, suaminya pergi ke Jakarta buat nyari kerja, sampe sekarang nggak pernah balik dan nggak tau di mana keberadaannya," jawab Freya pilu. "Pas anaknya meninggal?" Freya menggeleng, "Karena terbatas media informasi waktu itu, Bi Esih nggak punya satu pun cara untuk ngasih tau atau b

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 244. Si Tukang Pamer

    "Ya udah, ditungguan heula nya Neng, sakedap (ditunggu dulu ya Neng, sebentar)," ucap Bi Esih seraya menepuk pundak Freya baru kemudian berlalu meninggalkannya. "Reuni?" tegur Lucas menggeser posisi duduknya mendekati Freya. Freya mengangguk, "Dari kecil Bi Esih ini sering ngasih aku makan di warungnya," ia mulai bercerita. "Pagi kalo Mamah udah sibuk ngurusin Tamara, aku jadi nggak sempet sarapan di rumah, makanya aku mampir ke sini, ikut makan gratis," cengir Freya. "Siangnya juga mampir makan lagi?" Tanya Lucas mendengar dengan serius. "Kadang-kadang. Bi Esih suka manggil aku kalo pas lewat depan, terus langsung dikasih lengko ayam buat dimakan. Aku nggak boleh pulang sebelom lengko ayamnya abis," ujar Freya dengan bangga mengenang masa kecilnya. "Kamu bisa inget banyak kenangan manis pas kecil, tapi kamu lupa banyak hal sepele juga pas udah gede," cibir Lucas. "Entahlah, emang ada beberapa bagian dari kenanganku yang nggak kuinget dengan jelas Mas. Kayak ada yang diamb

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 243. Pesona Lucas Yang Memabukkan

    "Tapi kamu nggak pa-pa?" tanya Freya lagi. Lucas menggeleng, "Ayok kita coba," katanya mantap. Freya menghela napas lega. Jika Lucas sudah bertekad, ia bisa apa? Setelah Freya mengangguk, Lucas meraih jemari gadisnya untuk digenggam. Ia membimbing Freya menyeberang jalan ramai itu untuk mencapai warung makan. Sebelumnya Lucas tak pernah mengalami hal seperti ini. Ia tidak perlu mengantre untuk bisa memuaskan rasa laparnya karena Bimo atau Nino pasti sudah mengurusnya dengan membooking tempat makan itu beserta semua menunya. Namun kali ini berbeda, Lucas harus menjadi rakyat jelata, mirip di dongeng-dongeng sebelum tidur di mana pangeran rela berbaur dengan rakyatnya demi perempuan yang ia cintai. Ada rasa bangga tersemat di dadanya saat beberapa orang menatapnya takjub, mungkin karena penampilan Lucas yang terlalu formal. "Kayaknya aku jadi pusat perhatian deh," gumam Lucas ke arah Freya. "Kan mirip debt collector penampilannya," cibir Freya menahan tawa. Lucas mencembikka

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 242. Setampan Calon Suami

    "Kan kalo begini enak diajak jalan-jalannya," gumam Lucas saat Freya keluar dari dalam kamarnya dengan pakaian yang lebih casual tapi cukup manis dipandang. "Apa sih Bos, keliatan bahu doang kali," sangkal Freya mengulum senyum, menggoda rasa cemburu lelakinya. "Bahu sama tulang selangkamu yang seksi. Udah ayok jalan," ajak Lucas langsung meraih pergelangan tangan gadisnya dan menariknya keluar rumah. "Lho? Biar kubikinin Abang-Abangnya kopi dulu," tahan Freya. "Mereka nggak haus," sambar Lucas. "Bang, kunci!" ucapnya ke arah Bimo. "Ke mana?" tanya Bimo bingung. "Keluar dulu. Orang yang mau ditemuin lagi ke kebun. Nanti aja ke sininya lagi," kata Lucas. "Berarti gue sama anak-anak balik dulu ke penginapan?" Bimo menegaskan perintah bosnya. "Iya. Ntar gue kasih kabar kalo gue udah mau balik ke sini," kata Lucas. "Oke. Gue ikut mobil anak-anak kalo gitu," balas Bimo mengangguk sambil menyerahkan kunci mobil yang dibawanya pada Lucas. Freya melambai pada Bimo dengan e

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 241. Serindu Ini Padamu

    Di dekat pagar bambu buatan Pak Danang, Lucas berdiri sangat gagah dengan setelan celana slimfit dan kemeja warna biru mudanya. Sepatu sneakers melengkapi penampilan kasualnya yang tetap terlihat berkelas. Kacamata hitam bertengger di atas hidung mancung menantangnya. "Kangen!!" seru Freya sambil berlari dan memeluk Lucas tak peduli di mana lelakinya itu berdiri. Lucas balas memeluk erat pinggang gadisnya. Menumpahkan segenap kerinduan yang ia tahan karena krisis di perusahaan yang tak kunjung reda. "Bang, tolong jas gue!" pinta Lucas pada Bimo yang ikut datang diiringi dua anak buahnya yang lain. Mereka layaknya gengster yang siap berperang menghadapi lawan dari wilayah berbeda. "Siap!" balas Bimo sigap. Ia membuka pintu mobil mewah yang dibawanya lantas mengambil jas milik Lucas. "Pagi Bang Bimo!" sapa Freya masih belum melepas pelukannya di tubuh Lucas. "Pagi Neng Geulis!" balas Bimo ramah, memainkan alisnya sok berbahasa Sunda. "Nggak pantes ngomong Sunda lo!!" serga

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 102. Lamaran Masa Lampau

    "Aku serius," kata Lucas lagi, menjawab wajah tak percaya yang Freya tampilkan. "Iya, aku tau. Alumnus Universitas Stanford yang pas kuliah udah bisa kerja di Wall Street!" bisik Freya merasa sangat kecil di depan pacarnya itu. Lucas mengangguk meng-iyakan. Kesuksesan yang diraihnya dalam memimpi

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 97. Sebuah Asumsi Tak Berdasar

    "Aku bukan cewek matre," desah Freya tiba-tiba, setelah menyelesaikan acara makannya. "Kenapa tiba-tiba begitu?" gumam Lucas sibuk mencari bungkus rokoknya yang berhasil disembunyikan Freya. "Kamu nggak jujur sama aku soal statusmu, artinya, kamu ngerasa nggak nyaman dan aman macarin aku. Mungkin

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 95. I'll Be There For You

    Tini menggeleng kecil sambil tertawa. Ia sudah paham kode yang dimaksud istri oleh Lucas. Artinya, Freya adalah gadis yang benar-benar berarti dalam hidup tuannya itu, berbeda dengan yang lain. Menjelang sore, demam Freya mulai turun. Kendati demikian, Lucas sama sekali tak beranjak dari kamar. Ia

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 94. Yes, She's My Wife

    Tiba di rumah besar milik Lucas, mobil langsung terparkir di halaman depan. Nanti Bimo pasti akan menyusul dan memarkirkan mobil itu tanpa perlu diperintah. Tak banyak bicara, Lucas langsung berlari memutar mobilnya, mencegah Freya berjalan sendiri. Dibopongnya Freya masuk ke dalam rumah, membaring

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status