Share

Malam pertama.

Penulis: iva dinata
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-31 12:26:11

Di dalam kamarnya, Nara duduk bersandar di atas tempat tidur. Wajahnya terlihat segar setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah seharian sibuk dengan acara akad nikahnya bersama Dirga.

Wajahnya menunduk sambil sesekali tersenyum dengan mata fokus pada benda pintar ditangannya.

Jemarinya lincah menari diatas lanyar ponsel, sibuk membalas komentar di group alumni sekolahnya. Meski tidak ada yang di undang tapi foto akad nikahnya sudah sampai di group alumni sekolahnya.

Dan itubkarena Keyra memposting acara akad nikah Nara di media sosial miliknya. Dan entah bagaimana ceritanya foto itu dibagikan ulang di group alumni Sekolah.

[Kapan resepsinya, Neng? Bertanya dengan nada selembut sutra.]

[Jangan lupa undang aku ya, Eneng cantik.]

[Masih dipikirkan,] balas Nara.

[Pokoknya harus ada resepsi dan kita wajib diundang, titik.]

[Kalau gak ngundang kita aku sumpahin punya banyak anak.]

[Eh... Ngomongin anak, jadi keinget, kikuk...kikuk..]

[Nanti malam Nara mau mala
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Pisah ranjang

    Dirga melebarkan matanya. Kaget juga tak percaya dengan apa yang Nara ucapkan. Emosinya sudah bergemuruh dalam dada, namun setengah mati ditahannya. Mau sekesal apapun Dirga pada Nara, tapi tak akan tega Dirga berkata kasar apalagi membentak Nara. Andai Nara bisa mengingat betapa berat perjuangan mereka untuk bisa menikah, pasti dia tidak akan begitu mudahnya mengucapkan kata 'Cerai'. "Astagfirulloh....." ucapnya mengusap wajahnya kasar. Lalu, menghela nafas panjang mencoba memupuk kembali rasa sabar yang sempat mengikis. "Kamu kenapa sih sayang?" tanyanya setelah bisa menguasai diri. Pria itu berlutut di depan Nara. "Kalau aku ada salah kamu bilang, jangan tiba-tiba bersikap dingin dan minta pisah ranjang." Sejak pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu, sikap Nara jadi berubah dingin. Tak hanya dingin. Wanita itu juga ketus dan sulit diajak bicara, tiba-tiba kesal dan marah-marah tanpa alasan. Awalnya Dirga berpikir mungkin sikap istrinya itu dipengaruhi karena emosinya

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Merasa tak pantas.

    "Kita pulang! Naik taksi saja," ujar Nara dengan tangan mengepal. Mendadak dadanya terasa panas mendengar kata 'mantan pacar'. "Eh, jangan! Bisa habis aku dimarahi suami kamu." Keyra berdiri di depan Nara sambil memegangi kursi roda Nara kuat-kuat. "Sabar dulu ya..., tunggu Dirga sebentar saja!" bujuknya sambil tersenyum semakin mungkin. "Gak usah tunggu dia! Kita pulanv sekarang," kekeh Nara. "Waduh... gawat nih, bisa-bisa aku gagal dapat bonus bulan ini," gumam Keyra yang semakin membuat Nara kesal. "Kamu lebih pilih uang dari pada aku?" Nara melotot tajam. "Tentu saja kamu. Tapi aku sudah terlanjur janji sama suami kamu, gimana dong?" Keyra memelas. "Biar aku panggil di sekarang." Keyra mengunci kursi roda Nara terlebih dulu sebelum berjalan ke area depan kafe. "Ga...," panggil Keyra berteriak melambaikan tangan pada Dirga yang berdiri di depan mobilnya. Dirga yang awalnya masih berbincang dengan Nirmala, gegas berlari mendekat. "Nara minta pulang," kata K

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Cemburu.

    Hari ini jadwal terapi Nara ke rumah sakit. Dan kali ini untuk pertama kalinya Dirga menemaninya. Selama satu jam Nara menjalani terapi untuk kakinya. Selama itu juga Dirga menemani. Ikut mendengarkan intruksi dokter. Dia juga mencatat di ponselnya, apa saja yang perlu dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh Nara. Setelah selesai terapi, Dirga berniat mengajak Nara untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju dan alat-alat rumah tangga untuk dibawa ke apartemennya. Namun tiba-tiba Agus menelpon, memberitahu salah satu klien penting meminta meeting dimajukan dari jadwal yang sudah disepakati.Awalnya Dirga hendak membawa Nara ikut meeting tapi istrinya itu menolak. Meminta menunggu di kafe dekat restoran tempat Dirga meeting. "Kalau gak mau ikut meeting. Aku telpon Keyra saja ya? Minta dia temani kamu?""Iya." Nara setuju. Setelah meminta persetujuan Nara, Dirga menelpon Keyra. Meminta gadis itu untuk Nara selagi dirinya meeting. "Kalau ada apa-apa langsung

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Malam pertama.

    Di dalam kamarnya, Nara duduk bersandar di atas tempat tidur. Wajahnya terlihat segar setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah seharian sibuk dengan acara akad nikahnya bersama Dirga. Wajahnya menunduk sambil sesekali tersenyum dengan mata fokus pada benda pintar ditangannya. Jemarinya lincah menari diatas lanyar ponsel, sibuk membalas komentar di group alumni sekolahnya. Meski tidak ada yang di undang tapi foto akad nikahnya sudah sampai di group alumni sekolahnya. Dan itubkarena Keyra memposting acara akad nikah Nara di media sosial miliknya. Dan entah bagaimana ceritanya foto itu dibagikan ulang di group alumni Sekolah. [Kapan resepsinya, Neng? Bertanya dengan nada selembut sutra.] [Jangan lupa undang aku ya, Eneng cantik.] [Masih dipikirkan,] balas Nara. [Pokoknya harus ada resepsi dan kita wajib diundang, titik.] [Kalau gak ngundang kita aku sumpahin punya banyak anak.] [Eh... Ngomongin anak, jadi keinget, kikuk...kikuk..] [Nanti malam Nara mau mala

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Akad nikah.

    Sudah dari setengah jam yang lalu Nara selesai di make up. Wajah cantik yang sudah dibalut make up itu nampak gugup. Matanya menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin dengan jantung yang berdegup. kencang. "Tenang Nara," gumamnya sambil sesekali menghela nafas. "Duh.... gugupnya yang nanti malam pertama," goda Keyra dari atas ranjang. Gadis itu menaikturunkan alisnya, jail. "Ck." Nara berdecak sambil melirik kesal sepupunya itu. Sejak tadi gadis 24 tahun itu terus saja menggodanya. "Sudah jangan gugup, ini masih aku carikan video unboxing yang paling hot." Keyra mengedipkan matanya. "Keyra!" Mata Nara mendelik menahan kesal. "Ok, ok, aku diam." Jari Keyra bergerak seolah sedang mengunci bibirnya. Baru menghela nafas lega, tiba-tiba pinti terbuka. "Khem...." Ratih berdiri diambang pintu. Nara menoleh namun tak bersuara. Gadis itu memilih diam meski ada rasa penasaran dengan kedatangan Ratih. Sejak kemarin siang, bundanya Dorga itu tidak keluar kamar. Bahkan s

  • Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku   Sikap tegas Dimas.

    "Apa sekarang kamu sudah puas?" tanya Dimas menatap istrinya yang sejak tadi menundukkan kepalanya. "Aku cuma ngasih saran, Mas. Kalau Mbak Amelia gak setuju, ya gak perlu marah-marah." "Apa menurutmu saranmu itu pantas?" Ratih terdiam. "Kalau yang duduk di atas kursi roda itu putramu, apa kamu bisa menerimanya?" Rasanya Dimas sudah hampir kehabisan stok kesabarannya. "Sebelum berangkat aku sudah berkali-kali mengingatkan kamu. Jangan membuat masalah! Kalau tidak suka, lebih baik diam." "Mas, aku ini ibunya Dirga. Aku berhak mengatur dan memberi saran. Terlebih jika itu membuat kita malu," ujar Ratih menatap suaminya. "Astaghfirullah...." Dimas mengusap wajahnya kasar, lelah menghadapi istrinya yang belakangan inu jadi suka membantah. "Apa kamu ingin Dirga membencimu?" "Mana ada ibu yang ingin dibenci anaknya sendiri," jawab Ratih. "Kalau begitu jangan pedulikan omongan orang! Pikirkan perasaan dan kebahagiaan putramu," "Mas, apa yang aku lakukan ini demi menjaga har

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status