Arumi membuka matanya perlahan, cahaya matahari yang menembus melalui jendela kaca begitu menyilaukan.Dia menutup kelopak matanya kembali lalu terdengar suara dari rel yang ditempel di dinding pertanda seseorang menutup tirai dan seketika suasana tidak terang benderang seperti tadi.โArumi?โ Suara parau berlogat Italia terdengar.Arumi kenal betul suara itu tapi dia merasa masih sedang bermimpi jadi Arumi enggan membuka mata.Terasa keberadaan sosok bertubuh atletis di sisi ranjangnya lalu tubuh Arumi yang lemah direngkuh oleh lengan kekar bertato sampai sisi wajah Arumi menempel di dada yang bidang.โBangunlah Arumi, kamu sudah seminggu tidak sadarkan diri โฆ aku mohon bangunlah, aku akan melakukan apapun permintaanmu tapi jangan meminta aku meninggalkanmu โฆ.โ Enzo berbisik kemudian mengecup kepala Arumi.โEnzo.โ Arumi melirih.Enzo memberi jeda pada tubuh mereka untuk bisa menatap wajah cantik yang begitu lemah dalam dekapannya.โArumi โฆ.โ Enzo menangkup wajah Arumi.Arumi
Baru kali ini Aruna melihat Arumi tampak putus asa padahal biasanya Arumi selalu bisa mengatasi beragam masalah yang muncul dalam hidup bahkan memberi saran terbaik layaknya wanita dewasa.โKalau dia enggak mencintai kamu, dia enggak akan nungguin kamu di sini selama satu minggu.โ Aruna memperkuat apa yang sudah Enzo katakan sebelumnya.Arumi terpekur lama sekali sampai ketika ditegur, dia memilih untuk pura-pura tidur.Hatinya sedang gundah gulana saat ini, dia yang mengalaminya jadi biarkan dia menikmatinya sendiri.Meski matanya terpejam tapi air mata Arumi tidak berhenti mengalir, diam-diam menyusut buliran kristal ungkapan kesedihan itu agar tidak ada yang menyadarinya.Tapi Enzo yang fokusnya hanya untuk Arumi seorang menangkap gerak-gerik ganjil tersebut.Setelah keluarga Arumi pulang menyisakan mereka berdua saja di ruangan itu, Enzo duduk di tepi ranjang Arumi.โAku tahu kamu enggak tidur,โ kata Enzo membuat kelopak mata Arumi terbuka.โDari tadi kamu menangis tapi ka
โPapiiiii!!!!โ Aruna berlarian dari lantai dua memburu papi yang baru saja masuk ke dalam rumah bersama mami.โLoh! Belum tidur.โ Papi menghentikan langkahnya di ujung tangga paling bawah dan otomatis langkah mami juga terhenti.Aruna memeluk dada bidang papi yang dibalas beliau dengan pelukan erat.Papi terkekeh meningkahi sikap manja Aruna. โAda apa?โ Papi Arkana bertanya.โPapi, boleh besok Aruna ikut Leon anter istrinya kontrol kandungan ke Korea?โ tanya Aruna mendongak sembari menunjukkan puppy eyes menggemaskan.Papi langsung mengalihkan pandangan ke mami yang masih berdiri di sampingnya.โBilang enggak boleh, Pi.โ Arnawarma yang menimpali dari sofa panjang.Aruna mencebikan bibirnya kesal bersama delikan sebal.โKamu mau ganggu momen bahagia mereka?โ Papi Arkana sedang bersarkasme.โPiiii, Dewa pacarnya Nova juga ikut kok โฆ dia enggak mengijinkan Nova berdua aja sama Leon.โ Aruna memohon.โTerus nanti โkan di sana Leon sama Nova pasti menginap di rumah keluarganya Leo
Aruna tahu kalau papinya yang memiliki jasa keamanan swasta telah mengutus seseorang untuk mengawasi.Bisa jadi orang itu adalah Pilot dari privat jet sewaan tuan Lee yang akan ditumpanginya sekarang atau mungkin awak kabin atau bisa jadi driver yang menjemput mereka nanti di Korea, staf hotel atau mungkin mereka semua adalah orang suruhan papi Arkana.Dan Aruna tidak peduli, sama sekali tidak peduli.Mobil yang ditumpanginya bersama Leonhard berhenti di depan sebuah privat jet, Aruna turun dibantu Leonhard dan sampai naik ke dalam pesawat, pria itu tidak melepas genggaman tangannya.Di dalam sana sudah ada Nova dan Dewa yang duduk bersebelahan.Baru sekarang Aruna bertemu lagi dengan Nova dan seketika suasana menjadi canggung.Nova bangkit dari sofa mengulurkan tangan.โApakabar Aruna,โ sapanya ramah.โKabar baik โฆ kamu dan adik bayi apa kabar?โ Aruna balas bertanya.Nova menundukan kepala mengusap perutnya lalu berkata, โKami baik.โ Dia pun menjawab.Tatapan Aruna beralih
Tok โฆTok โฆTasya yang sedang mager akhirnya harus bangkit dari peraduannya karena mendengar suara pintu diketuk.โSiapa lagi sih hari sabtu gini ganggu aja.โ Dia menggerutu karena merasa tidak memiliki janji dengan Rocky.Mengingat di Jakarta Tasya hanya memiliki om Roger dan kini sedang dekat dengan Rocky jadi kehidupannya hanya seputar mereka selain pekerjaan.Ceklek โฆ โTezaar.โ Tasya bergumam dengan mata membulat dan kedua alis terangkat tidak pernah menyangka Tezaar akan berada di depan pintu kossannya.โTasya โฆ boleh aku masuk?โ Raut wajah Tezaar tampak sendu.โMasuk aja โฆ.โ Tasya membuka pintu lebar-lebar.Tezaar duduk di satu-satunya sofa yang ada di sana.Sofa yang menghadap televisi itu hanya cukup untuk dua orang jadi mau tidak mau Tasya dan Tezaar berdesakan di sofa itu.Tezaar merogoh tasnya lalu mengeluarkan sebuah undangan pernikahan berwarna coklat.โPerut Marisa semakin besar, aku harus segera menikahi dia
Om Kaivan dan tante Zhafira baru saja keluar dari ruangan mami Zara setelah sebelumnya dokter Patologi menjelaskan hasil lab yang kini tengah tante Zhafira peluk.Keduanya melangkah pelan dengan tatapan kosong menuju kamar Arumi.Sampai di sana, mereka melihat Arumi sedang disuapi makan siang oleh Enzo.Pria itu begitu tekun merawat Arumi pagi siang malam tanpa lelah atau pun mengeluh padahal Arumi belum memutuskan menerima cintanya.โMau Mama atau Papa aja yang sampaikan hasil lab ini ke Arumi?โ Om Kaivan meminta pendapat istrinya.โPapa aja, Papa yang paling dekat dengan Arumi.โ Tante Zhafira mengusap pundak suaminya kemudian mendorong pelan untuk masuk ke dalam ruang rawat itu.Enzo dan Arumi seketika menoleh saat sosok om Kaivan mendekat ke area ranjang pasien.Enzo tidak sengaja mengalihkan pandangan ke arah sofa set di mana di atas mejanya terdapat MacBook yang terbuka sebagai media Enzo memantau pekerjaan di Italia, di sana juga telah duduk tante Zhafira yang memberi kod
โAmore โฆ.โ Enzo yang duduk di tepi ranjang meraih satu tangan Arumi yang bebas.Malam hampir larut, hanya ada mereka berdua saja di ruangan itu karena papa dan mama sudah pulang untuk beristirahat.โBesok aku akan pulang ke Italia untuk menyelesaikan beberapa urusan di sana lalu aku akan kembali untuk membangun bisnis dengan papa kamu di sini dan menikahi kamu โฆ kamu tunggu aku ya, aku usahakan hanya seminggu di Italia.โ Arumi menggelengkan kepala. โPergilah Enzo, tapi aku tidak akan menunggumu โฆ jangan berjanji apa-apa โฆ kamu bebas, aku tidak berharap apapun padamu.โ Bukannya Arumi sok jual mahal tapi justru dia tidak ingin membuat Enzo terikat karena sadar diri dengan keadaannya.Menurutnya, Enzo adalah pria baik dan berhak mendapatkan wanita yang sempurna.Enzo terkekeh, dia tidak mengambil hati ucapan Arumi justru sangat mengerti makna tersembunyi dibalik ucapannya itu.Bergerak ringan, Enzo membaringkan tubuhnya di samping Arumi dalam posisi miring kebetulan ranjang pasi
Sampai di depan ruangan Arumi, Aruna langsung membuka pintunya.Di dalam sana masih ada om Kaivan dan tante Zhafira.โOm โฆ Tante โฆ pulang aja, biar Arumi sama aku,โ kata Aruna setelah menyalami kedua orang tua Arumi diikuti Leonhard.โOke deh, kami pulang dulu ya โฆ mungkin Tante sama om agak lama di Bandung jadi nanti Arumi ditemani Reynand.โ Tante Zhafira memberitahu.โOke Tante โฆ Om, hati-hati di jalan.โ โTitip Arumi, ya sayang.โ Tante Zhafira berpesan.โKami duluan Pak Leon,โ ujar om Kaivan saat meninggalkan ruangan dan berbalas anggukan kepala dari pria itu.โKapan mulai theraphy?โ Aruna bertanya seraya meletakan paperbag berisi dessert kesukaan Arumi di atas meja.โMinggu depan.โ Arumi menjawab.โLekas sembuh ya Arumi.โ Leonhard akhirnya buka suara.โMakasih Pak Leon.โ Arumi menyahut.Leonhard mengangguk sambil tersenyum tipis.โAku pulang ya.โ Leonhard pamit kepada Aruna.Aruna mendekat kemudian memeluk Leonhard
Tok โฆTok โฆCeklek โฆAruna dan Arumi yang sedang asyik mengobrol seketika menoleh ke arah pintu.Sosok Reynand masuk memunculkan senyum di bibir kedua perempuan cantik itu namun pudar ketika sosok perempuan ikut masuk mengikuti Reynand dari belakang.โAruna โฆ kamu udah makan malem? Aku bawain makanan ini, tadi Danisa yang beli.โ Reynand menunjuk gadis yang kini berdiri di sampingnya.Arumi dan Aruna masih bingung, keduanya menatap Reynand dan gadis bernama Danisa secara bergantian.โOh โฆ ini Danisa, mamanya lagi dirawat di sini juga, beberapa hari lalu kami bertemu di coffe shop โฆ.โ Lalu Reynand beralih ke Danisa. โDanisa, kenalin ini Arumi adik aku dan Aruna kakak sepupu aku.โ Danisa mengulurkan tangan sembari tersenyum ramah.โHallo โฆ aku Danisa.โ Danisa memperkenalkan diri.Meski masih heran karena setau merekaโReynand adalah sosok pendiam, dingin dan tertutup kepada orang baru apalagi perempuan tapi Arumi dan Aruna mencoba menya
Sikap Tasya berubah seratus delapan puluh derajat menghadapi Tezaar.Dia butuh waktu untuk menata hatinya setelah penolakan Tezaar kemarin dan tentunya menerima kenyataan kalau pria itu akan menikah.Karena pekerjaan mereka dilakukan tanpa mengobrol dan sungguh-sungguh jadi lah pekerjaan cepat selesai.Sebelum sore mereka sudah dalam perjalanan kembali ke Jakarta namun karena berbarengan dengan jam pulang kerja, jadilah Tasya dan Tezaar harus melewati kemacetan.Saat pergi tadi Tezaar sengaja duduk di depan di samping driver untuk memberi Tasya ruang agar bisa menerimanya kembali dan sekarang saat pulang Tezaar memilih duduk di kabin belakang bersama Tasya yang duduknya terlalu mepet ke pintu seakan enggan berdekatan dengannya.Tezaar menoleh menatap Tasya yang pandangannya lurus ke depan dengan kepala bersandar pada kaca jendela, gadis itu sedang melamun.โHei โฆ laper enggak?โ Tezaar bertanya memulai pembicaraan karena sepanjang jalan baik pergi tadi maupun sekarang saat pulang
Sampai di depan ruangan Arumi, Aruna langsung membuka pintunya.Di dalam sana masih ada om Kaivan dan tante Zhafira.โOm โฆ Tante โฆ pulang aja, biar Arumi sama aku,โ kata Aruna setelah menyalami kedua orang tua Arumi diikuti Leonhard.โOke deh, kami pulang dulu ya โฆ mungkin Tante sama om agak lama di Bandung jadi nanti Arumi ditemani Reynand.โ Tante Zhafira memberitahu.โOke Tante โฆ Om, hati-hati di jalan.โ โTitip Arumi, ya sayang.โ Tante Zhafira berpesan.โKami duluan Pak Leon,โ ujar om Kaivan saat meninggalkan ruangan dan berbalas anggukan kepala dari pria itu.โKapan mulai theraphy?โ Aruna bertanya seraya meletakan paperbag berisi dessert kesukaan Arumi di atas meja.โMinggu depan.โ Arumi menjawab.โLekas sembuh ya Arumi.โ Leonhard akhirnya buka suara.โMakasih Pak Leon.โ Arumi menyahut.Leonhard mengangguk sambil tersenyum tipis.โAku pulang ya.โ Leonhard pamit kepada Aruna.Aruna mendekat kemudian memeluk Leonhard
โAmore โฆ.โ Enzo yang duduk di tepi ranjang meraih satu tangan Arumi yang bebas.Malam hampir larut, hanya ada mereka berdua saja di ruangan itu karena papa dan mama sudah pulang untuk beristirahat.โBesok aku akan pulang ke Italia untuk menyelesaikan beberapa urusan di sana lalu aku akan kembali untuk membangun bisnis dengan papa kamu di sini dan menikahi kamu โฆ kamu tunggu aku ya, aku usahakan hanya seminggu di Italia.โ Arumi menggelengkan kepala. โPergilah Enzo, tapi aku tidak akan menunggumu โฆ jangan berjanji apa-apa โฆ kamu bebas, aku tidak berharap apapun padamu.โ Bukannya Arumi sok jual mahal tapi justru dia tidak ingin membuat Enzo terikat karena sadar diri dengan keadaannya.Menurutnya, Enzo adalah pria baik dan berhak mendapatkan wanita yang sempurna.Enzo terkekeh, dia tidak mengambil hati ucapan Arumi justru sangat mengerti makna tersembunyi dibalik ucapannya itu.Bergerak ringan, Enzo membaringkan tubuhnya di samping Arumi dalam posisi miring kebetulan ranjang pasi
Om Kaivan dan tante Zhafira baru saja keluar dari ruangan mami Zara setelah sebelumnya dokter Patologi menjelaskan hasil lab yang kini tengah tante Zhafira peluk.Keduanya melangkah pelan dengan tatapan kosong menuju kamar Arumi.Sampai di sana, mereka melihat Arumi sedang disuapi makan siang oleh Enzo.Pria itu begitu tekun merawat Arumi pagi siang malam tanpa lelah atau pun mengeluh padahal Arumi belum memutuskan menerima cintanya.โMau Mama atau Papa aja yang sampaikan hasil lab ini ke Arumi?โ Om Kaivan meminta pendapat istrinya.โPapa aja, Papa yang paling dekat dengan Arumi.โ Tante Zhafira mengusap pundak suaminya kemudian mendorong pelan untuk masuk ke dalam ruang rawat itu.Enzo dan Arumi seketika menoleh saat sosok om Kaivan mendekat ke area ranjang pasien.Enzo tidak sengaja mengalihkan pandangan ke arah sofa set di mana di atas mejanya terdapat MacBook yang terbuka sebagai media Enzo memantau pekerjaan di Italia, di sana juga telah duduk tante Zhafira yang memberi kod
Tok โฆTok โฆTasya yang sedang mager akhirnya harus bangkit dari peraduannya karena mendengar suara pintu diketuk.โSiapa lagi sih hari sabtu gini ganggu aja.โ Dia menggerutu karena merasa tidak memiliki janji dengan Rocky.Mengingat di Jakarta Tasya hanya memiliki om Roger dan kini sedang dekat dengan Rocky jadi kehidupannya hanya seputar mereka selain pekerjaan.Ceklek โฆ โTezaar.โ Tasya bergumam dengan mata membulat dan kedua alis terangkat tidak pernah menyangka Tezaar akan berada di depan pintu kossannya.โTasya โฆ boleh aku masuk?โ Raut wajah Tezaar tampak sendu.โMasuk aja โฆ.โ Tasya membuka pintu lebar-lebar.Tezaar duduk di satu-satunya sofa yang ada di sana.Sofa yang menghadap televisi itu hanya cukup untuk dua orang jadi mau tidak mau Tasya dan Tezaar berdesakan di sofa itu.Tezaar merogoh tasnya lalu mengeluarkan sebuah undangan pernikahan berwarna coklat.โPerut Marisa semakin besar, aku harus segera menikahi dia
Aruna tahu kalau papinya yang memiliki jasa keamanan swasta telah mengutus seseorang untuk mengawasi.Bisa jadi orang itu adalah Pilot dari privat jet sewaan tuan Lee yang akan ditumpanginya sekarang atau mungkin awak kabin atau bisa jadi driver yang menjemput mereka nanti di Korea, staf hotel atau mungkin mereka semua adalah orang suruhan papi Arkana.Dan Aruna tidak peduli, sama sekali tidak peduli.Mobil yang ditumpanginya bersama Leonhard berhenti di depan sebuah privat jet, Aruna turun dibantu Leonhard dan sampai naik ke dalam pesawat, pria itu tidak melepas genggaman tangannya.Di dalam sana sudah ada Nova dan Dewa yang duduk bersebelahan.Baru sekarang Aruna bertemu lagi dengan Nova dan seketika suasana menjadi canggung.Nova bangkit dari sofa mengulurkan tangan.โApakabar Aruna,โ sapanya ramah.โKabar baik โฆ kamu dan adik bayi apa kabar?โ Aruna balas bertanya.Nova menundukan kepala mengusap perutnya lalu berkata, โKami baik.โ Dia pun menjawab.Tatapan Aruna beralih
โPapiiiii!!!!โ Aruna berlarian dari lantai dua memburu papi yang baru saja masuk ke dalam rumah bersama mami.โLoh! Belum tidur.โ Papi menghentikan langkahnya di ujung tangga paling bawah dan otomatis langkah mami juga terhenti.Aruna memeluk dada bidang papi yang dibalas beliau dengan pelukan erat.Papi terkekeh meningkahi sikap manja Aruna. โAda apa?โ Papi Arkana bertanya.โPapi, boleh besok Aruna ikut Leon anter istrinya kontrol kandungan ke Korea?โ tanya Aruna mendongak sembari menunjukkan puppy eyes menggemaskan.Papi langsung mengalihkan pandangan ke mami yang masih berdiri di sampingnya.โBilang enggak boleh, Pi.โ Arnawarma yang menimpali dari sofa panjang.Aruna mencebikan bibirnya kesal bersama delikan sebal.โKamu mau ganggu momen bahagia mereka?โ Papi Arkana sedang bersarkasme.โPiiii, Dewa pacarnya Nova juga ikut kok โฆ dia enggak mengijinkan Nova berdua aja sama Leon.โ Aruna memohon.โTerus nanti โkan di sana Leon sama Nova pasti menginap di rumah keluarganya Leo
Baru kali ini Aruna melihat Arumi tampak putus asa padahal biasanya Arumi selalu bisa mengatasi beragam masalah yang muncul dalam hidup bahkan memberi saran terbaik layaknya wanita dewasa.โKalau dia enggak mencintai kamu, dia enggak akan nungguin kamu di sini selama satu minggu.โ Aruna memperkuat apa yang sudah Enzo katakan sebelumnya.Arumi terpekur lama sekali sampai ketika ditegur, dia memilih untuk pura-pura tidur.Hatinya sedang gundah gulana saat ini, dia yang mengalaminya jadi biarkan dia menikmatinya sendiri.Meski matanya terpejam tapi air mata Arumi tidak berhenti mengalir, diam-diam menyusut buliran kristal ungkapan kesedihan itu agar tidak ada yang menyadarinya.Tapi Enzo yang fokusnya hanya untuk Arumi seorang menangkap gerak-gerik ganjil tersebut.Setelah keluarga Arumi pulang menyisakan mereka berdua saja di ruangan itu, Enzo duduk di tepi ranjang Arumi.โAku tahu kamu enggak tidur,โ kata Enzo membuat kelopak mata Arumi terbuka.โDari tadi kamu menangis tapi ka