Início / Romansa / Cinta di Puncak Dunia / BAB 81 : DARAH YANG SAMA

Compartilhar

BAB 81 : DARAH YANG SAMA

Autor: Yoongina
last update Data de publicação: 2026-08-13 21:46:59

Keheningan yang mencekam menyelimuti koridor ICU. Suara dengung lampu neon dan bising samar peralatan medis seolah lenyap dari pendengaran Reygan. Kata-kata Zheydan terus bergema di kepalanya, menghantam kesadarannya bagaikan petir di siang bolong.

​Saudara kembar kandung...

​Reygan menatap pria di hadapannya dengan rahang mengeras. Otaknya berputar cepat—mencoba menyatukan semua kepingan teka-teki yang selama ini mengusiknya. Sorot mata yang mirip, aura yang tegas, hingga kepedulian Zheydan ya
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (2)
goodnovel comment avatar
Yoongina
Aku juga senang pny pembaca setia yg selalu nungguin aku update jd bikin semangat, love kak Nopphy♡
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
love se-nusantara akak. aku paling seneng temu author kaya ini. minyak tambah up. ditambah gak pelittttt. sukses terus pokoknya
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 90 : PERTENGKARAN KAKAK BERADIK

    "Aku nggak mau dengar apa-apa lagi!" Kinan memotong, langkahnya terburu-buru menuju pintu belakang kafe dengan bahu menegang. ​"Berhenti, Kinan!" Suara Lingga menggelegar, memutus langkah adiknya seketika. Kinan membeku di ambang pintu, namun tidak berbalik. "Kenapa kamu jadi begini? Kenapa kamu terus-terusan membantah kata-kata Abang?" ​Kinan akhirnya memutar tubuhnya. Wajahnya sembab, amarah bercampur luka membara di matanya yang berkaca-kaca. "Karena Abang lebih peduli pada dia! Abang lebih memilih membela orang asing itu daripada adik kandung Abang sendiri!" teriaknya, suaranya pecah oleh isak yang tak lagi sanggup ia tahan. ​"Lingga..." Vanda mencoba mendekat, tangannya terulur ragu. "Sudah cukup. Jangan paksa Kinan. Aku... aku nggak mau kalian bertengkar karena aku." ​"Diam!" Kinan menyambar, menatap tajam ke arah Vanda. "Nggak usah sok baik. Berhenti bersandiwara seolah kamu adalah korban di sini!" ​"KINAN!" Lingga memangkas jarak, langkahnya menghentak lantai dengan

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 89 : DIA BUKAN PENYELAMATMU

    Lingga berdiri diambang pintu. Menatap tajam kearah Jackson dan Vanda. Pria itu masih mengenakan kemeja serba hitam yang agak kusut setelah menjaga ruang perawatan Elara semalaman di rumah sakit. Wajahnya terlihat sangat letih, namun sorot matanya yang tajam bagai elang langsung terkunci pada sosok Jackson. Langkah kaki Lingga terdengar tegas menapak lantai kayu kafe, menciptakan gema yang membuat semua orang terdiam. ​"Bang Lingga...?" gumam Kinan kaget dari balik meja kasir. Ia tidak menyangka sang kakak akan pulang secepat ini dari rumah sakit. ​Vanda tersentak pelan. Ada rasa bersalah dan ketakutan yang mendadak hinggap di relung hatinya saat menatap Lingga. Pria itu yang telah menyelamatkan hidupnya, memberinya tempat berteduh, dan satu-satunya orang yang mau percaya padanya. Namun, kini saat ia melihatnya berpelukan dengan Jackson, membuat Vanda berpikir kalau Lingga akan menganggapnya sebagai seorang pengkhianat. ​Jackson, sebaliknya, justru menyunggingkan senyum mirin

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 88 : PULANGLAH BERSAMAKU!

    Aroma gurih biji kopi yang disangrai dan manisnya sirup vanila memenuhi sudut-sudut ruangan kafe milik Lingga dan Kinan yang masih lengang di pagi hari. Sinar matahari tipis menembus jendela kaca depan, memantul di atas meja kasir berbahan kayu jati. ​Di balik meja kasir, Kinan berdiri termenung sendirian. Jemari lentiknya mengetuk-ngetuk permukaan meja, sementara bibirnya mengembang membentuk senyum tipis yang hangat. Benaknya masih dipenuhi oleh bayang-bayang Zheydan—sentuhan dan gairah saat mereka menghabiskan waktu bersama malam itu, seakan menjadi memori termanis dalam hidup Kinan. ​"Kinan..." ​Panggilan bersuara pelan dan agak ragu itu seketika memecah lamunan manis Kinan. Bayangan ketampanan Zheydan mendadak buyar, hatinya kini dipenuhi rasa jengkel yang perlahan membakar dadanya. ​Kinan menoleh ke belakang dengan raut wajah dingin dan sinis. Di sana, Vanda sudah berdiri rapi mengenakan apron kain berwarna hijau tua, siap untuk membantu menyeka meja dan melayani pelangg

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 87 : TERLALU BANYAK MUSUH

    CLARISSA CALLING... ​Reygan mematung di samping brankar Elara. Jemarinya yang masih menggenggam tangan dingin sang istri perlahan mengendur. Keningnya berkerut, menatap nama wanita yang seharusnya sudah tidak memiliki hubungan apa pun dalam hidupnya setelah pernikahan mereka dibatalkan. ​Untuk apa Clarissa menelepon pada pukul dua dini hari? Apakah ada maksud terselubung di balik panggilan misterius ini? ​Reygan melirik ke arah Elara. Wajah wanita itu masih terlelap tenang pasca operasi karena mengalami pendarahan. Tak ingin suara dering telepon mengganggu istirahat Elara Reygan menarik napas panjang, lalu perlahan bangkit dari kursi. ​Ia melangkah keluar kamar dengan perlahan. Begitu pintu kayu tebal itu tertutup rapat di belakangnya, Reygan mendapati Lingga masih duduk menikmati kopi hangatnya dan tetap siaga di depan kamar. ​Lingga menoleh begitu melihat Reygan keluar. "Kenapa, Rey?" ​Reygan tak menjawab. Ia hanya menunjukkan layar ponselnya yang masih bergetar hebat. L

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 86 : TEROR YANG BELUM USAI

    Suasana koridor area VVIP Rumah Sakit Medika Utama berangsur hening saat jarum jam menunjuk angka dua dini hari. Bunyi teratur dari monitor jantung di balik pintu ruang perawatan Elara menjadi satu-satunya irama yang menemani kesunyian malam. ​Di dalam ruangan, Elara sudah tertidur lelap setelah melalui masa-masa kritis yang mencekam. Wajahnya yang pucat pasi kini mulai dialiri sedikit rona hangat, dengan berbagai selang penunjang medis yang memastikan kondisi janin kembarnya tetap stabil. ​Beberapa jam lalu, Zheydan telah pergi meninggalkan rumah sakit bersama Kinan. Kepergian pria saudara kembar Elara itu meninggalkan ruang hampa sekaligus gelombang pertanyaan besar di dalam benak Reygan. ​Di luar kamar perawatan, Reygan menyandarkan punggungnya pada dinding koridor yang dingin. Pria itu baru saja selesai dibersihkan dan diobati oleh perawat, beberapa jahitan menempel di pelipisnya, serta lebam kebiruan menghiasi rahang dan rusuknya yang memar akibat pukulan para pembunuh bayaran

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 85 : KEGAGALAN RENCANA

    Di tempat terpisah, jauh dari basahnya jalanan dan kehangatan yang tercipta di dalam Maybach milik Zheydan, sebuah ruangan penthouse megah di pusat kota Jakarta tampak diselimuti remang lampu hias yang temaram. Udara ber-AC berhembus dingin, membiaskan wangi samar cerutu mahal dan parfum floral yang menusuk hidung. ​Clarissa berdiri di dekat jendela kaca berukuran raksasa yang menampilkan kelap-kelip lampu metropolitan dari lantai tiga puluh. Jemarinya yang berhias kuku merah menyala menggenggam gelas berkaki tipis berisi anggur merah. Sesekali ia memutar gelas tersebut, menyaksikan cairan pekat di dalamnya memantulkan bias cahaya luar. ​Di belakangnya, duduk seorang pria blesteran dengan setelan jas rapi tanpa cacat. Jackson—pria yang menyimpan dendam mendalam pada Reygan Valero yang telah merebut Elara sekaligus perusahaan Adolf Group yang hampir berada dalam genggamannya—sedang menikmati Islay single malt whisky di atas sofa kulit berwarna cokelat gelap. ​"Kau yakin ketiga or

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status