Início / Romansa / Cinta yang Angkuh / Bab 105: Identitas Asli Pak Thor

Compartilhar

Bab 105: Identitas Asli Pak Thor

Autor: Salju Berterbangan
Hati Trey seketika tenggelam saat dia sadar Klara nggak terlihat di mana pun.

Lebih buruk lagi, Paul juga menghilang dari meja mereka.

Nggak buang waktu, Trey langsung melangkah menuju Popi.

“Popi, temanmu di mana?”

“Maaf? Pak Trey, maksud kamu siapa?” tanya Popi, terkejut karena tiba-tiba Trey tanya tentang temannya. Biasanya mereka hampir nggak pernah saling bicara.

“Temanmu.”

“Eh, yang mana?”

“Klara.”

“Klara?” ulangnya ragu, nggak yakin apa pria itu beneran panggil Klara dengan namanya.

“Klar
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cinta yang Angkuh   Bab 200: Episode Spesial 6 (Tamat)

    Dengan wajah sedikit terkejut, Puput buka pintu kamar untuk kakaknya, meskipun sebenarnya dia sudah duga kalau Pasha pasti akan datang tanya tentang Nico.“Cerita ke aku, kenapa kamu begitu percaya ke dia?”“Pasha, gimana bisa kamu tanyakan itu? Malu banget, tahu.”Puput jalan ke arah tempat tidur lalu jatuhkan dirinya ke atas ranjang. Kakaknya ikut mendekat dan duduk di tepi ranjang sambil usap rambut adiknya perlahan.“Nggak perlu malu. Ceritakan saja semuanya supaya aku bisa lihat itu dari sudut pandang yang berbeda.”Meskipun semuanya sudah jadi jelas, tetap ada sedikit keraguan yang tersisa di hati Pasha.“Pasha, kamu tahu nggak kalau Nico buat tato baru di sisi kiri dadanya?”“Hm? Oh yah?”“Iya.”“Terus?”Pasha masih belum ngerti apa hubungannya dengan semua ini. Puput segera bangkit dari tempat tidur, ambil HP nya, buka foto yang sempat dia ambil, lalu kasih kakaknya lihat.“Ini Nico?”“Iya.”Puput tersenyum aneh, seolah ada sesuatu yang tersembunyi di dalam foto itu. Pasha perh

  • Cinta yang Angkuh   Bab 199: Episode Spesial 5

    Di tengah kicauan lembut burung-burung pagi, Puput yang masih tertidur pulas bergerak mendekat, cari kehangatan. Dia peluk tubuh di sampingnya erat-erat, seolah itu adalah bantal favoritnya. Namun, kenapa bantal lembutnya bisa gerak? Dengan cepat Puput buka mata.“Nico.”Puput menatap Nico yang sudah bersandar dengan sikunya, pandangi dia dengan senyum hangat. Seketika, hatinya ikut terasa hangat.“Sekarang jam berapa? Aku nggak sadar kapan aku ketiduran.”“Kamu tidur sangat nyenyak. Kamu pasti capek banget tadi malam.”Mata Nico berkilau nakal ketika dia usap pipi lembut Puput dengan penuh kasih.“Nico, seluruh tubuhku rasanya pegal-pegal.”Gadis kecil itu tampak lelah sekaligus merajuk. Nico tahan tawanya penuh sayang. Gimana mungkin tubuh Puput nggak pegal? Tadi malam dia benar-benar kerahkan seluruh tenaganya nggak tahan diri lagi.Tok … tok … tok.“Sarapan sudah datang.”Nico segera bangkit dari tempat tidur dan tarik selimut hingga tutupi tubuh Puput sepenuhnya. Dia nggak mau sia

  • Cinta yang Angkuh   Bab 198: Episode Spesial 4

    Nico angkat kedua telapak tangannya dan tangkup wajah Puput dengan lembut. Dia dekatkan bibirnya perlahan, lalu cium gadis itu berulang kali, lembut, manis, dan penuh kerinduan, hingga Puput hampir kehabisan napas.Napasnya semakin terputus ketika sesuatu di bawah permukaan air tekan tubuhnya. Sebuah hasrat keras yang tertahan oleh kain menempel erat pada tubuh Puput.“Puput .…”Suara Nico terdengar serak, jelas tunjukkan perasaannya saat itu. Nggak tunggu lama, Nico tarik pergelangan tangan Puput, bawa dia menuju tangga di sudut kolam yang tersembunyi. Sudut itu benar-benar gelap, tertutup papan kayu yang halangi pemandangan tebing.“Nico … ah!”Puput yang terus-menerus dihujani ciuman tanpa sempat bersiap langsung melemah. Nico duduk di anak tangga paling bawah. Dia tarik Puput untuk duduk di pangkuannya, jaga tubuh bagian atasnya tetap berada di atas air. Puput peluk dia erat, sementara tali bra-nya terlepas. Telapak tangan Nico yang besar menyelinap ke dalam tank top kecil yang dik

  • Cinta yang Angkuh   Bab 197: Episode Spesial 3

    Begitu Puput tutup teleponnya, Nico langsung tertawa keras. Dia benar-benar terhibur oleh kepandaian Puput untuk bohong. Dia hampir nggak percaya gadis itu berani katakan semua itu.“Kamu ini benar-benar licik.”“Tunggu dulu, kenapa kamu sebut aku gitu, Puput? Aku nggak pernah suruh kamu bohong ke ibumu. Kamu sendiri yang pikirkan semuanya.”“Itu karena kamu, Nico, aku jadi sampai harus bohong.”Puput pasang wajah cemberut, seolah semua kesalahan sepenuhnya miliknya.“Sudah, sudah. Jangan gitu. Jangan ngambek.”“Aku bukan anak kecil. Kamu selalu bilang aku ngambek.”“Tapi itu cocok untuk kamu, Puput. Kamu memang suka ngambek dan juga gampang nangis, tapi semua tentang kamu tetap terlihat manis dan menggemaskan.”Senyum Nico sampai ke matanya. Puput yang duduk di atas tempat tidur hanya sedikit putar tubuhnya karena malu.“Menurutmu ibumu percaya dengan yang barusan kamu bilang?”“Aku nggak tahu. Sebelum tutup telepon, aku sempat dengar dia menghela napas pelan.”“Kalau dia percaya, itu

  • Cinta yang Angkuh   Bab 196: Episode Spesial 2

    “Makasih. Ngomong-ngomong, kita bisa makan malam di mana?”“Dapur kami buka sampai pukul 22.00. Kamu juga bisa telepon untuk pesan makanan dan nikmatin itu di balkon dekat kolam renang, atau makan langsung di restoran. Nomor teleponnya ada di samping telepon.”“Makasih.”Setelah staf itu pergi, Nico kunci pintu kamar sambil cari sosok yang tadi sudah masuk lebih dulu. Ternyata Puput sudah buka pintu balkon dan duduk di sana, nikmati keindahan kolam renang yang berpadu dengan pemandangan hutan dan pegunungan di depannya.Kamar mereka hampir tepat di tepi lereng gunung yang curam. Untungnya ada pagar pembatas di depan kolam renang.“Udara setelah hujan benar-benar segar, Nico.”Puput yang duduk di kursi rotan bundar menoleh ke arah Nico yang baru saja buka pintu geser dan duduk di hadapannya.“Kamu nggak lapar, Puput? Aku mulai lapar. Sejak kita sepedaan tadi kita belum makan malam. Kita cuma setir bolak-balik saja.”Nico pegang menu makanan yang ada di kursi santai dekatnya.“Aku juga l

  • Cinta yang Angkuh   Bab 195: Episode Spesial 1

    Mereka berdua terus mengayuh sepeda kelilingi waduk hingga selesaikan satu putaran penuh, sebelum akhirnya kembalikan sepeda itu ke tempat sewa. Nico kemudian beli sebuah kelapa utuh dari kios kecil di dekat sana untuk Puput minum, biar dia nggak haus lagi.Mereka duduk berdampingan untuk istirahat, menyeruput air kelapa sambil pulihkan tenaga setelah naik sepeda cukup lama.“Tadi itu pesan apa kok sampai buat kamu senang banget, Puput? Sepanjang tadi kita naik sepeda, aku lihat kamu senyum-senyum sendiri,” tanya Nico, nggak mampu sembunyikan rasa penasarannya. Sejak terima pesan itu, pipi Puput terus mengembang karena senyumnya.“Nggak ada apa-apa.”“Hei, Puput, nggak boleh main rahasia-rahasiaan dari aku.”“Kalau begitu gimana dengan kamu, Nico? Apa kamu juga punya rahasia?”“Nggak ada. Sama sekali nggak ada, Puput.” Nico menggeleng cepat.“Yakin?”“Tentu saja. Ngapain aku bohong ke kamu?”Mereka saling tersenyum, masing-masing merasa telah simpan rahasia mereka dengan sangat baik. W

  • Cinta yang Angkuh   Bab 131: Pokoknya Kamu Istriku 2

    Bibir panas Andi yang dipenuhi gairah turunkan hujan ciuman di seluruh wajah Patricia, lalu perlahan meluncur ke daun telinganya, giginya sentuh dan gigit lembut bagian itu.“Ah!”Pikirannya perintahkan untuk lawan, tetapi tubuhnya justru nyerah pada sentuhan Andi yang begitu mendesak dan nggak kena

  • Cinta yang Angkuh   Bab 130: Pokoknya Kamu Istriku 1

    Ketika Patricia terbangun lagi, Andi sudah nggak terlihat di mana pun.Patricia lari menuju pintu depan untuk memastikan, tetapi dia lihat pintu itu terkunci dengan gembok dari dalam. Bahkan ketika dia tidur, Andi tetap berhati-hati, takut Patricia akan kabur.Patricia menggelengkan kepala lihat bet

  • Cinta yang Angkuh   Bab 129: Dikurung 4

    “Andi, menurutku sebaiknya kamu bicara dulu dengan istrimu. Gimanapun juga, dulu kalian saling cinta. Sayang sekali kalau semuanya dibuang begitu saja.”“Kalau aku cinta seseorang, aku bakal cinta dia dengan sepenuh hati. Tapi kalau aku sudah benci, aku nggak mau lihat wajahnya lagi. Ini rumahku, da

  • Cinta yang Angkuh   Bab 128: Dikurung 3

    “Aku nyalakan TV buat kamu. Kamu bisa pilih saluran apa saja yang kamu suka,” kata Andi sambil tiba-tiba ganti topik pembicaraan.Patricia tarik napas dalam.Siapa yang bisa nikmati nonton TV kalau dirinya diikat seperti ini?“Oh yah, satu hal lagi, Pat. Aku sudah cabut semua kabel telepon, jadi jan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status