Mag-log inSe peninggal an Frelya dari ruangan ku ,tangis ku semakin pecah. Air mata banjir di seluruh wajah ku ,aku tidak mem per masalah kan mengenai datang nya Frelya ke kantor ku. Tapi aku me nyayang kan semua yang sudah hancur sekarang. Tubuh se seorang yang dulu hampir selalu me meluk ku saat aku menangis sekarang malah yang membuat aku me nangis. Se seorang yang dulu hampir selalu menjadi garda ter depan untuk ku setiap saat sekarang ternyata menjadi tombak tajam yang sudah menusuk ku setengah nya. Se seorang yang dulu selalu aku harap kan untuk hadir dan menemani ku di pernikahan ku ternyata sekarang menjadi se seorang yang tidak pernah aku harap kan lagi ke datang an nya di depan muka ku. " Ga ada guna nya gue nyesel in semua hal yang udah kejadian sama gue dan Frelya ,udah ga ada waktu buat gue mikir in semua ini " Aku ber gegas ke toilet untuk kembali mem benar kan penampilan ku ,cuci muka dan make up ulang supaya tidak ter lihat kalau aku baru saja selesai menangis. Aku buang se
" Tok tok tok! " pintu ruangan ku di ketuk , " Permisi Bu Nala ,saya boleh masuk? " " Silahkan! " Terlihat sekretaris ku masuk tapi tanpa mem bawa berkas apa pun. " Ada apa? " " Maaf Bu ,ada yang mencari Ibu. Beliau menunggu di lobby " " Mencari saya? Siapa ya? " " Mohon maaf Bu kalau itu saya kurang tau ,karena beliau bersi - kukuh meminta ber temu langsung dengan Ibu " " Oh ,bukan client kita ya? " " Seperti nya bukan Bu ,saya kurang familiar dengan wajah nya " " Oke yasudah sebentar lagi saya ke lobby ,makasih ya " " Baik Bu. Kalau begitu saya permisi ,mari " Aku yang masih keheranan tidak langsung turun ke lobby , " Nyari in gue? Siapa ya kok tumben cuma nunggu in di lobby ? Kalo sekretaris gue aja ga familiar sama muka nya berarti dia ga pernah ke kantor ini? " ucap ku bingung , Beberapa saat kemudian aku ber gegas turun dengan membawa se gudang rasa penasaran. Saat aku sampai di lobby memang terlihat ada se orang wanita yang berdiri mem belakangi ku. Terlihat pa
Aku menjadi jauh lebih tenang sekarang. Ber awal dari Dhipta yang meyakin kan ku bahwa semua akan aman ,dan jawab an yang aku dapat dari Varesh yang melegakan. Rasa nya seperti memulai kehidupan yang beberapa bulan ini ku lewati tanpa kenikmatan dan ketenangan. Suatu malam aku ,Varesh dan Dhipta ber kumpul di cafe. Namun bukan untuk sekedar nongkrong tetapi kami juga turut melaksanakan Technichal Meeting ( TM ) karena Dhipta akan mengajak ber kolaborasi beberapa Wedding Content Creator dan Video grapher bahkan Cinemato grapher untuk acara wedding ku. Mengingat dia belum juga memiliki team photography ,aku dan Varesh meminta untuk di perlihatkan hasil dari mereka yang akan turut menjadi vendor kami. " Aman sih kalo gue ,hasil nya bagus. Portofolio nya juga oke " kata ku , " Gue juga oke aja ,gue percaya in semua per dokumentasi an ini ke lo ya Dhip. Gue yakin selera lo jauh lebih oke karna lo paham semua nya " sahut Varesh , " Oke berarti setuju semua ya ,kalo udah fix na
Mungkin bagi sebagian orang aku memang terlihat bodoh karena mengetahui semua nya tapi tidak berekasi apa pun ,bisa di bilang hanya diam saja. Namun itu lah karakter ku sejak dulu ,aku tidak bisa langsung menghakimi siapa pun tanpa aku mengetahui detail cerita nya seperti apa. Apa lagi ini perihal Nala yang aku sudah sangat paham bagaimana karakter nya. " Tadi gue denger Frelya udah ga punya bukti apa pun? Apa mungkin bukti foto - foto itu udah di beresin sama Dhipta? " Aku ber fikir bagaimana cara nya aku agar tetap bisa mem bantu Dhipta untuk menghalangi Frelya menganggu Nala tanpa harus mereka tau kalau aku sudah mengetahui semua nya. Aku hanya tidak mau pikiran Nala ter pecah belah dan tidak fokus dalam mengerjakan semua project perusahaan dan persiapan pernikahan kami. Hal yang belum aku ketahui adalah bagaimana bisa se orang Frelya bisa se tega itu melakukan hal yang menganggu Nala dan Dhipta? Sedari dulu Nala dan Frelya adalah dua sejoli yang hampir selalu bersama ,Frely
Mungkin menurut Dhipta dan Nala hari itu menjadi titik akhir dari semua per masalahan yang melibat kan Frelya. Namun yang tidak Dhipta sadari hari itu adalah ada satu pasang mata yang tak lepas mengikuti dia dari selama di rumah Frelya sampai rumah makan itu. Bukan di sengaja dari rumah ,tapi mengikuti setelah dia tau kalau Dhipta akan menemui Frelya. Terlihat tidak sopan tetapi dia melakukan hal ini untuk mengetahui sebenar nya ada permasalahan apa di antara mereka. Ya ,orang itu adalah Varesh. Mari kita lanjut kan melalui POV Varesh~~ Saat itu kebetulan memang aku sedang di luar kantor. Aku baru selesai meninjau lokasi client ku yang baru akan opening dan menjalin kerja sama dengan perusahaan ku. Selesai meninjau rencana nya aku akan mencari cafe di dekat lokasi tersebut untuk makan siang ,lokasi yang aku tinjau memang masih di sekitar tempat tinggal Frelya. Hanya ber beda komplek ,baru saja aku ingin melajukan mobil aku melihat mobil yang sangat familiar di mata ku. Dia mel
Siang hari nya setelah aku menyelesaikan beberapa job pemotretan pagi ,aku langsung jalan menuju rumah kediaman Frelya. Jika ter ingat perlakuan nya membuat aku semakin geram dan sangat ingin segera ber temu. Se sampai nya di depan rumah Frelya terlihat cukup ramai karena ada beberapa motor di garasi dan mobil Frelya juga ada di sana. " Kaya nya itu team event organizer nya deh ,rame banget lagi. Apa gue langsung masuk? Tapi kalo gue langsung masuk ,nanti anak - anak jadi pada tau dan denger percakapan gue sama Frelya. Tapi kalo gue nunggu berapa lama? Mana nanti gue masih ada job lagi " keluh ku sambil memikir kan cara ter baik. Akhir nya aku memutus kan untuk menunggu saja ,semoga waktu nya cukup. Pokok nya hari ini aku harus selesa in ini. Sembari menunggu aku menghubungi Nala melalui pesan ,aku mengirim kan foto kalau aku sudah di lokasi depan rumah Frelya. Tak ber selang lama Nala menelfon ku. " Hai ,gimana Dhip? Frelya ada di rumah? " " Harus nya sih ada Nal. R
----------- Pagi ini aku sangat malas dan tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang merupakan favorit ku ,bangun tidur teringat bahwa aku terpaksa harus bertemu dan bertatap muka dengan pria itu lagi. Aku masih berharap ada keajaiban agar tidak bertemu dengan nya ,entah tiba - tiba dia t
--------------Sudah beberapa bulan Nala memegang kendali perusahaan dan hasil nya cukup signifikan. Banyak investor masuk ,bahkan sampai akan membuka anak cabang baru di luar kota.Namun ,tanpa Nala ketahui ternyata sudah masuk masa kampanye Papa nya sebagai Wali Kota.Bahkan sampai masa kampanye
------------ Semakin lama ,berita di penuhi oleh kampanye dari segala arah. Sampai detik itu juga mama dan papa masih bungkam ,padahal tidak mungkin kalau mereka mengira aku belum tahu apapun sedang kan berita sudah ramai dimana - mana. Tidak ada sepatah kata pun untuk memberi tahu ku. Bahkan
Beruntung ada taksi melintas saat itu ,aku tidak peduli dia mau jawab apa yang jelas aku harus segera meninggalkan tempat itu. Di dalam taksi aku semakin berkecamuk menakutkan semua nya ,bagaimana kalau benar - benar ada yang mengambil gambar atau video? bagaimana kalau nanti nya di sebarkan di d







