MasukKembali ke POV Nala. • " Hah ,heh? Beneran ini udah ilang? Apa handphone gue yang eror? Kalo udah berhasil kan harus nya Dhipta kabarin gue ,ini ga ada tuh " Nala terus mencoba me - refresh account sosial media nya ,memastikan account fake tersebut benar - benar hilang beserta foto di dalam nya. " Beneran ilang ya ini? Duh bodo amat deh yang penting udah ga ada lagi " Akhir nya Nala bisa sedikit ber - nafas lega ,meski belum menemukan siapa pemilik aaccount tersebut setidak nya yang beredar di sosial media sudah benar - benar hilang. Dia juga tidak menghubungi Dhipta lagi ,Nala menganggap ini memang sudah di selesai kan oleh Dhipta. Setidak nya dia bisa kembali fokus ke perusahaan dan pekerjaan nya yang lain. Masalah siapa yang memotret Nala percaya kan pada Frelya. • Di sisi lain ,kampanye orang tua Nala semakin tinggi intensitas nya karena tinggal beberapa minggu lagi akan tiba di hari pemilihan umum. Nala pasrah dan mencoba menerima nya ,yang ter penting adalah
-----------------POV Dhipta" Ngoceh mulu jadi cewe ,heran gua. Sabar napa sih sabar ,di kira gampang apa nyuruh orang buset "Hari ini memang block sosial media ku di buka oleh Nala ,awal nya aku sangat menginginkan itu. Namun sekali nya di buka malah hanya membuat pusing perihal foto viral itu ,padahal di foto itu wajah ku yang lebih terlihat jelas dari pada wajah nya tapi entah lah.•Mungkin hampir setiap menit chat nya masuk ke Whatsapp ku dan menanyakan hal yang ber ulang. Aku heran kenapa dia terkesan ber lebihan dalam ketakutan nya? Bukan kah itu hal biasa di masa sekarang? Toh kata cowo nya waktu ber bincang dengan ku saat dia mengantar Nala pemotretan mereka juga belum akan menikah dalam waktu dekat karena Nala belum siap. Jadi apa yang buat dia berlebihan seperti ini? Aku pun sudah memastikan kalau account dan foto itu pasti akan di hilang kan ,hanya butuh waktu dan sabar. Ya memang aku tau bahwa itu kesalahan ku ,aku juga mengakui nya. Hanya saja saat itu sampai sekarang
" Ya menurut lo? Kalo gua hubungin lo ya berarti lo " " Ya gua viral apa nya? Aktif sosial media aja engga ,gila lo " " Berarti skandal lo yang viral " " Skandal bapak lo ,gua ga pernah punya skandal ya " " Yang lo cium Nala ,lo ga tau itu udah nyebar kemana - mana? " " Nala? " " Ya ,Nala. Kenapa lo bego banget sih Dhip? Kenapa lo pake segala acara cium Nala di tempat rame kek gitu ? " Sejenak hening ,tidak ada jawaban apa pun yang keluar dari mulut Dhipta. Hanya ter dengar helaan nafas berat dari seberang , " Gua mau liat ,lo share ke gua sekarang " titah Dhipta kepada Frelya dengan nada yang cukup tegas. Menunjukkan emosi nya sedang naik saat ini , " Udah gua kirim dari tadi ,makan nya lo liat pake mata " " Breng - sek " , geram Dhipta yang terdengar di sambungan telepon " Siapa yang lancang ambil moment ini? Account ini punya siapa? " " Ya mana gua tau ,Nala juga ga tau. Dari tadi kita mikirin gimana cara nya nemuin orang ini " " Yang di acara kemarin i
Notifikasi whatsapp masuk ,dengan perasaan gelisah aku segera membuka nya.Sejenak aku menarik nafas sebelum mengunduh foto yang di kirim oleh sahabat ku ," Huhh ,tenang santai aja. Pasti cuma sekedar foto ku bersama Varesh " tenang ku pada diri sendiri.Ber gegas ku unduh foto tersebut ,aku terkejut setengah mati. Pikiran mendadak kosong ,jantung berdebar ,keringat mengucur membasahi tubuh ,tangan gemetar.Handphone yang ku pegang jatuh dengan sendiri nya ,tanpa ber kata apapun. Aku menitikan air mata ," kok bisa? "Seperti mengorek trauma yang sudah mulai hilang ,trauma yang sudah mulai aku kubur. Yang ada di fikiran ku hanya lah masa depan ,masa depan ku se-akan hancur. Hubungan ku dengan Varesh diambang kehancuran ,reputasi mama papa terancam rusak.Ya ,foto itu adalah foto kejadian malam pesta itu. Foto ku dengan Dhipta ,dimana yang ada di dalam foto itu adalah saat Dhipta mencium bahkan melumat bibir ku. Terlihat sangat jelas ,meski dalam foto tersebut tidak terlihat aku menik
------------ Semakin lama ,berita di penuhi oleh kampanye dari segala arah. Sampai detik itu juga mama dan papa masih bungkam ,padahal tidak mungkin kalau mereka mengira aku belum tahu apapun sedang kan berita sudah ramai dimana - mana. Tidak ada sepatah kata pun untuk memberi tahu ku. Bahkan mereka belum menginjak kan kaki lagi di rumah semenjak masa kampanye di mulai ,di sisi lain aku mulai terusik. Banyak wartawan yang mulai mendatangi rumah ,beberapa nekat menunggu ber jam - jam di depan gerbang ,mungkin mereka kira papa dan mama ada di rumah. Ini baru permulaan ,belum apa - apa tapi sudah sangat mengganggu apalagi kedepan. Aku sudah tidak bebas keluar masuk rumah ku sendiri ,bahkan untuk ke kantor pun aku harus mencuri - curi waktu agar tidak bertemu mereka. Ini bukan ranah ku ,aku tidak mau mengurus nya. Aku ber tekad hanya akan fokus ke perusahaan.Namun ,seperti yang kita ketahui. Sudah bukan lagi menjadi rahasia bahwa awak media pasti sangat mudah mendapatkan info
--------------Sudah beberapa bulan Nala memegang kendali perusahaan dan hasil nya cukup signifikan. Banyak investor masuk ,bahkan sampai akan membuka anak cabang baru di luar kota.Namun ,tanpa Nala ketahui ternyata sudah masuk masa kampanye Papa nya sebagai Wali Kota.Bahkan sampai masa kampanye ini datang ,tak sedikit pun Nala di beri tahu.Banner berisi wajah Papa Nala sudah ter sebar di mana - mana ,di setiap titik daerah. Siaran televisi mulai memuncul kan narasi - narasi kampanye ,termasuk di media sosial." Papa! "Ucap Nala yang terkejut melihat wajah papa nya ter pampang di sosial media.Marah ,kecewa ,semua berkecamuk. Nala merasa di bohongi selama ini ,dia merasa walau pun dia tidak setuju tapi dia harus tetap tau.Ini langkah besar ,bukan sekedar memimpin RT atau pun desa." Kenapa tega bohongin aku ma ,pa? Aku udah nurutin keinginan mama papa buat pegang perusahaan. Apalagi yang kalian cari? Bahkan sedikit pun kalian memberi tau Nala " monolog Nala pada diri nya sendiri
----------- Pagi ini aku sangat malas dan tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang merupakan favorit ku ,bangun tidur teringat bahwa aku terpaksa harus bertemu dan bertatap muka dengan pria itu lagi. Aku masih berharap ada keajaiban agar tidak bertemu dengan nya ,entah tiba - tiba dia t
" Pa ,gimana kalau kita nikahin Nala dulu sama Varesh? " Lanjut mama , " Huhh ,papa udah mikirin itu ma. Tapi ujung nya sama ,Varesh juga ga bakal bisa gantiin kita di perusahaan " Keluh papa , " Setidak nya dengan ada nya Varesh bisa sedikit membantu pa ,ga harus kita serahin semua ke Var
Beruntung ada taksi melintas saat itu ,aku tidak peduli dia mau jawab apa yang jelas aku harus segera meninggalkan tempat itu. Di dalam taksi aku semakin berkecamuk menakutkan semua nya ,bagaimana kalau benar - benar ada yang mengambil gambar atau video? bagaimana kalau nanti nya di sebarkan di d







