MasukKami berangkat menunggunakan dua mobil. Satu mobil di isi oleh para orang tua dan mobil satu nya aku bersama Varesh. Sesampai nya di lokasi venue wedding ku ,aku dan Varesh mengajak semua nya berkeliling menikmati suasana dan ambience nya. Aku menjelaskan juga mengenai konsep yang akan aku usung sekaligus penataan yang akan di realisasikan di venue ini. Kami juga bertemu dengan pengurus venue ini dan menyampaikan mengenai rundown yang akan terlaksana nanti nya. Setelah beberapa jam berbincang kami meninggalkan lokasi venue dan menuju beach resto yang susah aku reservasi untuk makan siang kami sembari menikmati keindahan deburan ombak pantai yang tidak jauh dari sini. Menikmati beberapa hidangan khas laut yang masih sangat fresh yang memanjakan indra perasa kami ,sembari menikmati keindahan pantai yang memanjakkan mata. Tentu nya dengan suasana yang dapat merelaksasi beban pikiran kami. Beberapa saat setelah selesai makan ,papa ku mengajak kami untuk berkeliling sekitar pantai. Men
Pagi hari nya saat aku bangun ternyata di dapur sudah ada mama dan mama Varesh. Menyiapkan sarapan kami semua. " Pagi mama “ sapa ku , " Pagi sayang ,kok udah bangun jam segini " " Sudah terbiasa bangun jam segini maa ,ada yang bisa Nala bantu? " " Aduh apa ya ,Nala bantu bikin minum aja gimana? " " Boleh maa " Aku membuat teh hangat dan membantu menghidangkan menu masakan di meja makan. Selang satu jam Varesh keluar kamar dan menyusul kami bertiga di dapur. " Varesh sudah bangun juga nak? " sapa mama ku ke Varesh " Udah ma ,aku kira masih pada selimutan ternyata masakan udah mateng semua. Padahal Varesh mau bantu ini " " Halahh halaah ,ngidupin kompor aja ga bisa lagak nya mau bantuin masak " ledek ku yang memecahkan tawa pagi hari " Mau kopi ,Resh? " tanya ku , " Boleh deh sayang ,aduh jadi beneran ga sabar buat nikahin kamu " " Ishhh ,di dengerin mama mama ini loh. Malu " " Kenapa malu? Kan emang kita calon suami istri ,ya kan ma? " ledek Varesh sambil memainkan
Pukul tujuh malam tepat keluarga Varesh sampai di rumah. Langsung di persilahkan masuk oleh mama papa ,di arahkan ke ruang makan agar segera menikmati hidangan. Setelah nya baru berbincang - bincang mempererat hubungan keluarga. " Ayo silahkan duduk ,mas mbak " titah mama ku , " Terima kasih mbak " balas mama Varesh , " Bagaimana kabar nya Mas Adhikara dan Mbak Kaluna? Sehat ya? " " Sehat Mas ,Alhamdulillah. Bagaimana dengan mas dan mbak? " " Baik - baik " " Mari silahkan di nikmati dulu hidangan nya ,setelah itu baru kita berbincang lagi " Lalu kami berenam menikmati hidangan makan malam ini ,terasa sangat hangat. Kekeluargaan benar - benar terasa disini ,aku menikmati setiap detik nya. Aku semakin merasa aman dan yakin untuk menyatukan dua keluarga ini ke depan nya. • " Mbak terima kasih ya kemarin Nala sudah di temani untuk fitting ,dan juga terima kasih banyak sudah bersedia menyiapkan gaun saya untuk acara nya Nala dan Varesh " " Sama - sama mbak ,kita kan keluar
" Oh jadi weekend besuk itu papa sama mama kamu pulang? " " Iya pa ,makan nya papa ngundang kita semua buat ikut dinner " " Oke ,bisa aja kalo papa sama mama. Ga tau kalo Varesh " " Aku juga belum coba hubungin Varesh " " Tunggu aja ,mungkin bentar lagi sampe rumah " Benar saja ,beberapa menit kemudian Varesh sampai. Dia terkejut tentu nya karena aku tidak memberi kabar. Seperti biasa kami berbincang ngalor ngidul selayak nya keluarga. Sampai waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam ,menyadari sudah cukup malam aku pamit pulang. " Aku anter bby " " Ga usah ,Resh. Aman kok masih jam segini " " Engga ,aku anter. Pa ,ma aku permisi anter Nala dulu ya " " Okai ,kalian hati - hati di jalan ya " Akhir nya aku tetap di antar oleh Varesh ,kami satu mobil. Aku memutuskan agar nanti mobil ku di bawa lagi oleh Varesh dari pada harus naik ojek ,biar besuk pagi kami jalan ke kantor bareng sekalian. • " Dhip ,gue minta tolong banget ke lo buat cari Frelya secepet nya. Gue udah mua
Setelah hari itu aku benar - benar marah dengan sosok bernama Frelya. Aku sudah tidak mempertimbangkan apa pun lagi ,perihal setelah nya kita akan menjadi jauh bahkan tidak mengenal pun tidak akan aku permasalah kan. Aku sudah muak memaklumi semua tingkah dan perilaku nya yang menusuk ku dari belakang setajam ini. " Sayang ,papa dan mama mau pulang sebentar weekend ini ya. Bisa ga kamu siapin dinner tapi di rumah aja? Nanti kita undang Varesh dan mama papa nya " pesan dari papa , " Bisa pa ,nanti aku siapin yaa " " Kamu ga kerepotan kan sayang? Atau minta tolong Frelya? Nanti biar sekalian dia ikut makan " " Ga usah pa ,Nala bisa urus semua sendiri. Atau mungkin sama Varesh ,papa tenang aja " " Oke sayang ,sampai bertemu di rumah ya. Love u " " Yah ,love u more papa " Tidak sudi aku meminta bantuan lagi pada manusia itu ,yang aku ingin kan hanyalah bertemu dengan nya. Menanyakan setiap ulah nya ,lalu memutus hubungan dengan nya. Selesai. Kebetulan ini sudah hari Kamis ,rasa
" Resh ,titip bentar deh. Aku ke toilet dulu ya " Kembali nya aku dari toilet ,aku melihat Varesh sedang berbincang dengan seseorang yang tidak bisa aku lihat jelas karena tertutup oleh postur tubuh Varesh yang tinggi besar. Aku berjalan hendak menghampiri mereka ,namun saat sudah dekat aku berhenti. Seperti mengenal postur tubuh orang itu ,saat terlihat wajah nya rupa nya itu adalah Frelya. Aku menghentikan langkah ku dan terdiam mematung di posisi yang masih cukup berjarak dengan tempat mereka berbincang. " Mereka ngomongin apa? Frelya bilang apa ke Varesh? " pertanyaan itu terus berputar - putar di kepala ku. " Kalo aku samperin Frelya di depan Varesh ,gimana kalo dia malah sengaja ngomongin semua hal kemarin di depan Varesh? Engga ,engga aku ga bisa samperin dia di depan Varesh gini selama semua belum selesai " Ingin memaksa mendekat pun tubuh ku seakan menolak. Cukup lama mereka berbincang dan aku tidak berpindah sedikit pun dari posisi ku ,kemudian aku lihat Frelya
----------- Pagi ini aku sangat malas dan tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang merupakan favorit ku ,bangun tidur teringat bahwa aku terpaksa harus bertemu dan bertatap muka dengan pria itu lagi. Aku masih berharap ada keajaiban agar tidak bertemu dengan nya ,entah tiba - tiba dia t
---------------- Pukul 07.00 handphone ku berdering ,seingat ku hari ini tidak ada janji kerja maupun bertemu teman ku. Satu sampai dua kali ku abaikan namun tetap berdering ,ternyata panggilan masuk dari Varesh. " Morning ,Sayang. Ada kerjaan hari ini? " " Hmm ,morning Resh. Aku free hari
Buat apa? Gini aja ,toh cuma makan kok " Jawab ku heran , " Gua mau adain party kecil - kecilan disini ala fine dinning ,Nala. Itung - itung buat ngurangin kesepian lo. Cepetan deh ,aduh gua mau siapin semua nya nih " " Okee ,tapi di lantai 1 aja. Jangan sampe ada yang naik ke atas ,awas a
" Jadi kamu datang terlambat nanti malam ? Apa tidak bisa di usahakan lebih cepat ,Resh? Mama papa ku juga mendadak tidak bisa datang karna harus menjenguk rekan kerja nya yang sedang sakit di luar kota " Aku mencoba memohon dengan tenang ,agar Varesh pacar ku bisa datang ke acara yang sudah kami







