Share

Bab 129

Penulis: Merspenstory
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-11 09:13:40

Buggy golf itu kembali melaju, kali ini menuju hole berikutnya. Sienna duduk di kursi penumpang, berusaha mengatur napas sambil memandang lurus ke depan. Sebastian di belakang kemudi hanya meliriknya sekilas, bibirnya mengulas senyum tipis seperti pria yang tahu persis efek yang baru saja ia tinggalkan.

“Bagus juga ayunanmu tadi,” ucap Sebastian santai. “Walau kau terlalu kaku di bagian pinggul.”

Sienna mendengus pelan. “Mungkin karena pelatihnya terlalu mengganggu.”

Sebastian tertawa pendek. “Gangguan yang menyenangkan, ‘kan?”

Sienna hanya mengangkat alis tanpa menjawab, matanya menatap pemandangan hijau di sekitar. Tapi dari ekor matanya, ia tahu Sebastian tengah memperhatikannya dengan tatapan yang membuat darahnya kembali berdesir.

Di hole berikutnya, Sebastian sengaja membiarka Sienna memukul sendiri. Tapi setiap kali Sienna membungkuk mengambil bola, ia merasakan tatapan penuh maksud itu lagi.

“Kau sengaja menatapku seperti itu?” tanya Sienna tanpa menoleh.

“Seperti apa?” Sebast
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
syakila
semangat thor sehat2 y thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin   Bab 129

    Buggy golf itu kembali melaju, kali ini menuju hole berikutnya. Sienna duduk di kursi penumpang, berusaha mengatur napas sambil memandang lurus ke depan. Sebastian di belakang kemudi hanya meliriknya sekilas, bibirnya mengulas senyum tipis seperti pria yang tahu persis efek yang baru saja ia tinggalkan.“Bagus juga ayunanmu tadi,” ucap Sebastian santai. “Walau kau terlalu kaku di bagian pinggul.”Sienna mendengus pelan. “Mungkin karena pelatihnya terlalu mengganggu.”Sebastian tertawa pendek. “Gangguan yang menyenangkan, ‘kan?”Sienna hanya mengangkat alis tanpa menjawab, matanya menatap pemandangan hijau di sekitar. Tapi dari ekor matanya, ia tahu Sebastian tengah memperhatikannya dengan tatapan yang membuat darahnya kembali berdesir.Di hole berikutnya, Sebastian sengaja membiarka Sienna memukul sendiri. Tapi setiap kali Sienna membungkuk mengambil bola, ia merasakan tatapan penuh maksud itu lagi.“Kau sengaja menatapku seperti itu?” tanya Sienna tanpa menoleh.“Seperti apa?” Sebast

  • Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin   Bab 128

    Buggy golf itu melaju pelan di jalur pribadi menuju hole keempat belas. Sebuah area tersembunyi di ujung lapangan, konon dikenal sebagai tempat bermain para miliarder yang ingin benar-benar tak terganggu.Tidak ada kamera. Tidak ada pengawal. Hanya angin tenang, langit biru, dan suara dedaunan yang tersapu angin.Sienna mengedarkan pandangan ke sekitar, lalu melirik Sebastian yang duduk di sebelahnya. “Tempat ini terlalu mewah hanya untuk memukul bola kecil,” gumamnya pelan.Sebastian tersenyum miring tanpa menoleh. “Siapa bilang aku datang hanya untuk bermain golf?”Buggy berhenti di tepian lapangan yang luas. Sebastian turun lebih dulu, lalu menoleh dan mengulurkan tangan. Sienna diam sesaat, lalu menyambut uluran itu.“Aku tak bawa pelatih hari ini,” ucap Sebastian seraya mengambil stik golf dari tas di belakang mereka. “Tapi kau beruntung, aku dikenal sangat sabar dalam mengajar.”Sienna menyipitkan mata. “Kau yakin itu bukan cuma alasan agar bisa memelukku dari belakang dan menye

  • Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin   Bab 127

    Setelah sarapan selesai, Joseph kembali ke kamarnya dan tenggelam dalam dunia video game kesayangannya. Suara-suara dari dapur perlahan mereda. Sienna membersihkan meja, sementara Sebastian masih duduk santai di kitchen island sambil menyesap sisa kopi terakhirnya.Sienna menghela napas pelan. Ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Dan akhirnya, tanpa benar-benar direncanakan, pertanyaan itu lolos dari bibirnya.“Kau tak pulang, Sebastian?”Sebastian mendongak. Wajahnya langsung berubah. Ia meletakkan cangkirnya perlahan, menyandarkan tubuh ke kursi, lalu menatap Sienna tanpa berkedip.“Kita sudah bercinta tadi malam,” ucapnya pelan namun mantap. “Dan sekarang kau berpikir untuk mengusirku?”Sienna terdiam. Napasnya tertahan. Ia buru-buru menunduk, merapikan sendok yang sebenarnya sudah tersusun rapi.“Bukan maksudku begitu—”“Lalu apa?” potong Sebastian, suaranya tetap tenang tapi tegas. “Sienna, kau tahu, ‘kan? Setelah semalam, aku bukan tipe yang bisa disingkirkan semudah it

  • Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin   Bab 126

    “Mom… Dad?”Sienna sontak membeku.Panik menjalar dari ubun-ubun hingga ke ujung jemarinya. Ia menoleh cepat, matanya melebar seperti rusa yang tertangkap sorot lampu mobil.Joseph berdiri tak jauh di belakang Sebastian—dan ia baru sadar, dirinya masih mengenakan hanya kemeja Sebastian. Tanpa bra, tanpa celana dalam. Kancing bagian atas pun terbuka, memperlihatkan dadanya yang sedikit menyembul keluar.Sebastian menoleh dengan reaksi yang lebih lambat, tapi langsung tanggap. Ia berdiri, lalu bergerak menutupi pandangan anak mereka.“Joseph!” serunya ceria. “Pagi, Kapten!”Bocah itu melangkah mendekat.Sienna yang nyaris membatu, mendadak turun dari kursi dan berjongkok di balik kitchen island.“Alihkan perhatiannya. Aku akan cepat-cepat ke kamar,” bisiknya singkat.Sebastian mengangguk. Ia langsung jongkok menyambut Joseph, mencoba mengalihkan perhatian bocah itu. “Hei, bangun pagi sekali, ya?”“Aku cium bau telur,” ucap Joseph sambil mengucek matanya.“Dan kau benar!” balas Sebastian

  • Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin   Bab 125

    “Bukan aneh,” gumam Sebastian. “Hanya… tak kuduga. Kupikir kau akan mengusirku alih-alih mengucapkan ‘pagi’.”Sienna terkekeh kecil. “Kalau kau tidak mengacau, mungkin aku akan lebih sering menyapa seperti ini.”Sebastian menaikkan sebelah alis, setengah menggoda. “Kau bilang aku mengacau, padahal semalam kau—”Sienna langsung melempar bantal ke arah wajah pria itu. “Jangan lanjutkan,” tukasnya, meski senyum masih mengendap di sudut bibirnya. “Aku masih mempertimbangkan untuk menyesal.”Sebastian menangkap bantal itu, lalu tertawa rendah. “Kau tak terlihat seperti orang yang menyesal,” katanya. “Sienna… kau tahu itu berarti sesuatu bagiku, ‘kan?”Sienna menatap Sebastian sebentar, kemudian menunduk. “Aku tahu,” jawabnya pelan. “Itulah masalahnya.”Sebastian hendak mengatakan sesuatu, tapi Sienna lebih dulu bangkit, menyambar kemeja pria itu yang tergeletak di lantai dan memakaikan ke tubuhnya. Ia berdiri, berjalan menuju pintu dengan langkah ringan, lalu berhenti di ambang.“Aku akan

  • Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin   Bab 124

    Sebastian tidak memberinya waktu untuk berpikir. Bibirnya langsung menyergap bibir Sienna dalam ciuman yang keras, dalam, mengklaim. Seolah enam tahun penantian dan penyangkalan tumpah dalam satu tarikan napas.Tangan pria itu mencengkeram pinggul Sienna, menariknya lebih dekat hingga tubuh mereka saling bertubrukan tanpa jarak. Sienna menahan napas, lengannya melingkar pada bahu Sebastian, mencengkeram kerah kemeja yang kini telah terbuka sepenuhnya.Ciuman itu berubah menjadi medan pertempuran. Bukan lagi sekadar rindu, tapi hasrat yang tak pernah sempat padam meski dibenamkan selama bertahun-tahun.Sienna mendorong tubuhnya ke arah Sebastian, balas mencium pria itu dengan napas yang tak terkendali. Jemarinya mencakar punggung Sebastian, menyusuri otot-otot yang menegang di balik kulitnya yang hangat.Pria itu menggeram pelan, lalu menunduk dan menyerang lehernya, menggigitnya dengan tekanan yang nyaris menyakitkan. Sienna terlonjak kecil, tapi tidak menjauh—justru merapat, seolah m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status