Share

219. Murka Ki Bayanaka

Sebuah bola api muncul dari balik asap hitam buah kapal yang meledak. Sanggageni tak sempat melakukan apa pun, jarak bola api itu begitu dekat. Namun ia sempat menyilangkan lengannya di depan tubuh guna menahan hantaman.

Tubuh Sanggageni terpental dengan keras. Pakaian khususnya hancur dan lebih dulu jatuh ke tanah, berhamburan di pasir pantai selatan Astagina. Sepuluh prajurit udara bentukannya sebagian hanya bisa mematung, sedang sisanya berusaha mengejar tubuh tak berdaya tuannya.

“Ayo, kembali!” seru seorang prajurit sekaligus mencairkan kembali rekan-rekannya yang mematung. Misi mereka gagal. Mereka hanya sanggup menghancurkan barisan kapal terdepan.

Sepuluh prajurit udara itu segera melesat meninggalkan bibir pantai. Sedang dua puluh tombak dari gerbang selatan yang hancur, tubuh Sanggageni terhempas ke tanah dengan luka bakar nyaris di sekujur tubuh.

“Tuan!” tiga orang prajurit udara mendarat dengan tergesa dan segera memeriksa keadaan Sanggageni.

Sanggageni menyeringai cukup l
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status