LOGINAmy mendapatkan mimpi aneh setelah usianya menginjak sembilan belas tahun. Ia bahkan harus bertemu Rain, pria misterius yang seakan selalu terikat dengannya. Tak cukup sampai di situ, berbagai kejanggalan mulai mengusik hidupnya yang semula tenang. Munculnya kabut merah sebagai pembawa berita juga peringatan peramal tua yang mengatakan kematiannya telah dekat. Siapa yang akan mengira jika ternyata ia dan Rain adalah pengantin terkutuk. Mereka harus terjebak dalam siklus dua puluh tahun. Dua orang itu akan bertemu saat Amy berusia sembilan belas, dan setahun kemudian mereka akan dipisahkan oleh kematian. Tapi siapa yang telah mengutuk mereka? Mampukah Amy dan Rain memutus siklus dan hidup bahagia?
View MoreRain menatap lurus ke dalam netra Emilia, memberikan tatapan perpisahan yang dingin sebelum akhirnya melemparkan pil keabadian itu ke udara. "Ambil itu!" serunya singkat.Seketika, keserakahan meledak di dalam gua. Emilia, Mark, dan seluruh anggota tim ekspedisi melompat secara bersamaan, tangan-tangan mereka terjulur ke atas berusaha menggapai pendaran biru tersebut. Namun, pil itu tidak jatuh. Seolah menolak hukum gravitasi, pil sebesar kelereng itu berhenti di udara, berputar dengan kecepatan tinggi hingga menciptakan pusaran cahaya biru yang menyilaukan.WUUUUUUUUUUUUUUUU—Suara dengung frekuensi tinggi yang memekakkan telinga mendadak muncul, menghantam dinding-dinding kristal dan memantulkannya kembali ke arah mereka. Suaranya begitu menyakitkan, seolah-olah ribuan kaca pecah secara bersamaan di dalam kepala."Argh!" Emilia jatuh berlutut sambil menutup telinganya rapat-rapat.Gideon pun tak luput dari serangan suara itu. Sambil tetap memapah tubuh Amy yang lunglai, ia berusaha
Gideon menyadari atmosfer yang menjadi canggung sejak Rain masuk ke dalam gua. Untuk mencairkan suasana, ia mengeluarkan sebuah dadu segi delapan berwarna perak dari saku celananya. Dengan lihai, ia memainkan lempar-tangkap, membuat dadu itu berputar di udara sebelum mendarat sempurna di ujung jarinya."Ayolah, Amy. Jangan memasang wajah seperti sedang menunggu hukuman mati begitu," goda Gideon sambil mengerlingkan mata. "Rain itu lebih keras dari batu gua ini. Dia akan baik-baik saja, bahkan jika ular itu mengajak teman-temannya untuk makan malam."Amy tidak menyahut. Ia memilih duduk di sebuah batu besar yang permukaannya rata, menatap nanar ke arah kegelapan mulut gua. Pikirannya masih dipenuhi rasa bersalah karena telah mengabaikan bantuan Rain di jembatan tadi, namun rasa cemasnya jauh lebih mendominasi."Heei, kau dengar tidak? Bagaimana kalau kita bertaruh? Jika dadu ini berhenti di angka delapan, kau harus berhenti cemberut," Gideon mencoba lagi, namun suaranya perlahan memuda
Beberapa jam perjalanan melewati medan yang semakin curam membawa rombongan pada sebuah jembatan gantung tua. Jembatan itu tampak rapuh dengan tali tambang yang sudah berlumut, membentang di atas jurang dalam yang memisahkan dua tebing tinggi. Angin gunung yang kencang membuat struktur kayu itu berderit dan berayun pelan.Rain, sebagai yang paling ahli dalam navigasi, melangkah lebih dulu. Ia memeriksa setiap pijakan dengan teliti sebelum memberi isyarat agar rombongan mengikuti. Emilia berjalan tepat di belakangnya. Namun, saat mendekati ujung tebing seberang, sebuah kayu pijakan yang lapuk mendadak patah."Aaah!" Emilia memekik kecil saat tubuhnya limbung ke arah jurang.Dengan refleks secepat kilat, Rain berbalik dan menangkap tubuh Emilia. Ia merengkuh bahu dan pinggang gadis itu agar tidak terjatuh. Posisi mereka menjadi sangat dekat; wajah Emilia tersembunyi di ceruk leher Rain dan napas mereka menderu di udara yang dingin. Dari sudut pandang barisan di belakang—terutama dari po
Suasana makan siang di kamp terasa kontras. Di satu sisi, tim ekspedisi Emilia tampak tegang mempersiapkan perlengkapan, sementara di sudut lain, Amy duduk melingkar bersama teman-temannya di bawah naungan pohon besar.Velia menggigit apelnya dengan suara renyah, wajahnya tampak lesu. "Yah, petualangan ini seru, tapi kenyataan memanggil. Waktu cutiku berakhir besok. Kalau aku tidak kembali bekerja, bosku akan menggantungku di lobi kantor," keluhnya malas."Aku juga," timpal Davon sambil membersihkan sepatunya dari sisa tanah gua. "Ada agenda keluarga yang tidak bisa kutunda lagi. Sepertinya kita harus segera turun gunung."Amy hanya terdiam, jemarinya memutar-mutar gelas minumannya. Pikirannya melayang jauh. Ia sudah mengirimkan surat pengunduran diri dari kafe milik paman Tora tepat sebelum perjalanan ini dimulai. Ia merasa butuh awal yang baru, meski ia sendiri belum tahu akan ke mana kaki melangkah setelah angka di perutnya mencapai nol.Tora yang duduk di sampingnya terus mengunya
Krieeett. Blam!Pintu kamar Rain terbuka dan menutup kembali dengan cukup keras usai wanita cantik bergaun putih masuk. Netranya basah, hidungnya memerah. Meski bibirnya terkatup, raut wajahnya cukup menggambarkan jika ia sedang tidak baik-baik saja. Rain yang duduk di sebuah kursi hanya diam men
Amy mengeratkan jaket ungunya karena angin malam semakin dingin. Wanita itu mempercepat langkah, area tempat tinggalnya sudah dekat. Hanya dua ratus meter lagi.Memasuki jalan lebih sempit, Amy berpapasan dengan pemuda dengan rokok di tangan. Mereka tidak saling mengenal tapi orang tersebut memanda
Pria berusia lima puluh enam tahun membetulkan letak kacamata sebelum memeriksa kotak musik berbentuk piano di tangannya. Benda cantik itu didominasi transparan dan berwarna putih pada bagian mesin. "Di mana Rain?" tanya pria bernama Tino itu saat Gideon baru memasuki ruang reparasi."Keluar. Cari
Amy menerima uluran tangan pria itu. Mereka saling tatap selama beberapa saat. Wajah tampan dengan kulit pucat, rambut coklat gelap dan tatapan yang kelam. Entah mengapa Amy bisa merasakan jika pria di hadapanannya ini sedang bersedih meski bibirnya tersenyum tipis. "Kamu ...." Amy hendak mengatak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews