Se connecterAlexandra Jhonson mengira ia telah mati saat mengalami kecelakaan karena dikejar penagih hutang. Gadis itu terbangun di tepi sungai. Betapa terkejutnya ia kala kembali ke masa kerajaan sebelum masehi. Pada masa itu pihak kerajaan mencari para wanita yang belum menikah untuk menaklukan naga di The Dark Hill. Hal itu dilakukan karena naga bernama Ares itu akan menyantap seluruh rakyat. Sayangnya, jika para wanita tersebut gagal, mereka yang akan menjadi santapan sang naga. Bagaimana Alexandra harus berjuang bertahan hidup setelah ia terpilih menjadi tumbal selanjutnya, meskipun dia dan Raja Evander telah saling jatuh cinta? Apakah ia akan menyelamatkan kerajaan Raja Evander atau memilih menyelamatkan diri? Padahal bukan Naga Ares yang sebenarnya harus ditakuti pihak kerajaan. Ada makhluk lain yang bersembunyi dalam hutan dan telah membuat Alexandra menjadi manusia yang berbeda. Akankah Alexandra mampu kembali ke dunia dia sebelumnya?
Voir plusEkstra Part Happy Ending “Happiness is not something ready made. It comes from your own action," — Dalai Lama. ***** Kondisi Evander dan Alexandra sudah membaik. Mereka diperbolehkan untuk pulang. Ayah dan ibunya menyempatkan diri menjemput keduanya saat pulang dari rumah sakit. Tuan Edward bahkan memberikan mereka bulan madu menuju Maldives dengan pesawat jet pribadi yang bertuliskan E Sky di dinding pesawat. "Ayah, kau benar-benar akrab dengan Ares sekarang ini," ucap Alexandra kala merangkul pinggang ayah mertuanya itu. Tuan Edward menoleh ke arah Ares yang berjalan di sampingnya. "Dia anjing yang pintar, semua yang aku perintahkan dia paham." Gurat kerutan di wajahnya nampak jelas kala ia tersenyum. "Yah begitulah ayah kalian, ia bahkan sengaja pulang cepat untuk bermain dengan anjing ini. Dia sudah menganggap Ares seperti anak
Part 90 “There are all these moments you think you won’t survive. And then you survive.” — David Levithan. ***** Beberapa petugas yang membawa tandu untuk mengevakuasi tubuh Alexandra dan Evander datang. Tuan Edward dan sang istri bersama Selena juga ikut berlarian menuju tepi sungai. Mereka juga tak sabar ingin melihat keduanya. Alexandra mencoba membuka kedua matanya. Ia sudah melihat para petugas lalu lalang di sekitarnya saat sudah berada di atas tandu darurat. Wanita itu menoleh ke arah Evander yang juga sedang ditandu. "Hai, Alex!" sapa Selena yang mengiringi dengan melangkah di samping tandu Alexandra. "Hai, Sel! Di mana Ares?" Alexandra mencari keberadaan anjing peliharaannya itu. "Ada, tuh! Dia terlihat menggemaskan dan lucu sekali." Selena menunjuk Tuan Edward yang menggendong tubuh anjing siberian husky yang kira-kira berusia satu tahun itu. Pria itu merasa berhutang budi
Part 89 Human progress is neither automatic nor inevitable… Every step toward the goal of justice requires sacrifice, suffering, and struggle; the tireless exertions and passionate concern of dedicated individuals.–Martin Luther King, Jr. ***** Keesokan harinya, Alexandra, Evander dan Ares melangkah mengikuti Obis dan Arial menuju The Dark Hill. Mereka sampai di batu besar bertuah yang menjadi pembuka dimensi waktu. Batu besar yang berpendar kehijauan seolah ada kristal-kristal yang menyelimuti permukaannya kala terkena sinar matahari itu berkilauan. "Wow, cantik sekali batu ini," ucap Evander. "Jadi, ini mungkin pertemuan terakhir kita, karena menurutku batu ini harus dihancurkan agar tak lagi membuka portal dimensi waktu," ujar Obis.
Part 88“Trust yourself. You’ve survive a lot, and you’ll survive whatever is coming.” — Robert Tew.*****"Ayah? Ibu?" Alexandra menoleh pada Tuan Obis."Begitulah."Pria kerdil itu mengangkat kedua bahunya."Kalian menganggapnya anak kalian?" tanya Alexandra."Ya, kau benar. Aku akan siapkan makanan untuk kalian. Oh iya, sebentar aku lupa mengeringkan tubuh kalian."Obis lalu mengarahkan telapak tangan pada Alexandra dan Evander. Makhluk itu sudah memiliki sihir untuk menyembuhkan dan mengeringkan tubuh kedua orang itu."Wow, kau hebat! Bagaimana kau bisa melakukan sihir seperti ini?" tanya Alexandra."Sejak aku pergi, batu besar tempat pedang Brave Gold memberikan aku kekuatan. Tapi, pedang itu hilang begitu saja. Dia akan kembali saat diperlukan
Part 71 “Be strong enough to let go and patient enough to wait for what you deserve.” — Unknown ***** Alexandra pamit pada Evander, tetapi pria itu tak menyadarinya. Ia hanya berpikir kalau permaisurinya hanya akan pergi sebentar bersama naga Ares. "Lekas kembali, ya!
Part 70 "Happiness is the secret to all beauty. There is no beauty without happiness. Most folks are as happy as they make up their minds to be. Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony." — unknown. ***** Pagi
Part 69 “Good character is not formed in a week or a month. It is created little by little, day by day. Protracted and patient effort is needed to develop good character.” — Heraclitus ***** "Nah, jika kau percaya akan hal itu, maka kau harus
Part 65 “A great marriage is not when the perfect couple comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.” — Dave Meurer. ***** Penerangan obor suci untuk menghormati sang Raja Anat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Notes
commentairesPlus