LOGINReno yang melihat kedatangan Anisa, ia pun meminta tolong kepada Anisa mengenai hal itu, akan tetapi Hendra pun tidak menerima pertolongan dari Anisa dan temannya, dia yakin sengan surat kepemilikan yang ia miliki. "Sudah aku katakan aku mau lihat villa ku yang ada di dalam, berani sekali kalian menghalangi ku, kalau atasan kalian tau bagaimana". "Hahh atasann? tau? hahahaha dengan surat kepemilikan mu yang palsu ini, sepertinya atasan kami pun tidak akan segan kepada mu". "Udahh cepat pergi dari sini" lantas penjaga keamanan itu pun mendorong-dorong Hendra untuk segera pergi. Reno yang melihat itu, ia pun langsung menghampiri Hendra dan mengajak nya untuk masuk kedalam mobil. "Ren tenang saja, kamu masuk aja kedalam mobil, sepertinya para penjaga keamanan ini terlalu sombong, jelas-jelas aku membawa surat kepemilikan tapi tetap aja gak di terima". "Tapi ndra......" Hendra yang terus-menerus di dorong, ia pun langsung menangkap tangan orang tersebut, dan mematahkan nya.
Reno yang membawa Hendra ke kawasan villa yang ada di kota Anvil, melihat penjaga gerbang di villa tersebut berbadan besar dan terlihat sangat menyeramkan, sehingga hal itu membuat Reno pun ketakutan. Namun berbeda dengan Hendra, ia yang sudah membaca surat yang diberikan oleh sistem, lantas Hendra pun dengan keluar dari mobil dan dengan langkah tegap berjalan menghampiri para penjaga gerbang itu. Sedangkan Reno yang melihat temannya itu, ia pun hanya menepuk jidatnya lantaran tidak tau harus berbuat apa. "Ada urusan apa". "Aku hanya ingin melihat villa ku yang ada di dalam sini apakah aku tidak boleh" sahut Hendra "Hahhh, kalau gitu coba lihat tanda pengenal nya" ucap penjaga keamanan itu yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang di hadapan nya yang tak lain adalah Hendra. "Hahh tanda pengenal apa itu, aku tidak tau dan sepertinya aku tidak memiliki nya". "Hahahaha sudah aku tebak kalau orang seperti mu itu datang kesini pasti ingin membuat keributan, udah cep
Hendra yang baru saja membeli 3 hp terbaru, dengan merk ipong, ia pun sangat terkejut dengan uang yang ia keluarkan. "Busettt dengan uang sebanyak itu, kira-kira buat makan bisa kali untuk setengah tahun" sahut Hendra, dikarenakan ia sedari kecil hidup sangat hemat dengan makan apa yang ada, sehingga uang 48 JT pun sangat banyak di mata Hendra. "Yaelah ndraa, dengan kemampuan mu saat ini, kamu bisa mengobati orang, kamu bisa judi batu, uang itu tidak ada artinya bagi mu" sahut Reno. Mendengar apa yang dikatakan oleh Reno, Hendra pun baru teringat dengan kemampuan yang ia miliki, ia pun baru terpikirkan untuk mencari uang dengan kemampuan tersebut. "Yaudahh lah pikir nanti, ayo sekarang kita pergi ke pergi ke vila". "Hahh kamu seriusan mau pergi kesana?, buat apa ndraa, kalau mau lihat-lihat bisa lihat di handphone kan gampang". ucap Reno. "sudahh ayoo datang kesana" sahut Hendra. Meskipun reno masih penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Hendra, akan tetapi Reno pu
Hendra yang mendapatkan hadian berupa sepasang belati kembar, ia pun sangat terkejut mendengar efek dari kedua belati tersebut. "Sistem kalau aku terus-terusan membawa kedua belati ini, yang ada polisi pun akan menangkap ku dikiranya apa". "DING" "Tuan dapat mengeluarkan belati tersebut sesuai kehendak tuan, dalam arti belati itu akan muncul dengan sendirinya ketika tuan memerlukan nya". "Wuihhhhh kerenn banget kalau gituu, hmm sepertinya nya boleh lah kapan-kapan untuk di coba". "Woiiii ndraaa, ngapa diam aja dari tadi, ini kita mau kemana". "Ehh iya renn maaf, inii kita datang ke villa yang ada di ujung kota Anvil, kamu tau gak". "Hahhh mau apa kesana, kalau tau sih tau, karena di kota Anvil hanya terdapat 1 kawasan villa yang di dalam kawasan tersebut terdapat berbagai macam villa, selain itu harganya juga sangat mahal, bahkan ayah ku sendiri pun harus mikir-mikir ketika mau beli villa disana". "Hahhh emang semahal itu renn" "Iya ndraa seriussan, kebanyakan penghuni villa
Setelah Hendra menyembuhkan penyakit pak Slamet dengan 7 jarum putaran naga, Hendra dan juga Reno pun bersantai di dalam rumah bu Ani. Dimana mereka yang sedang asik berbincang, tak sengaja mendengar perbincangan ibu-ibu di luar rumah, hal itu membuat Reno pun memandangi wajah Hendra dengan raut wajah yang tersenyum. "Apa yang kamu pikirkan itu, kenapa kamu melihat ke arah ku dengan eskpresi wajah seperti itu". "Hahahaha tidak aku sangka, ternyata ibu-ibu mengincar mu ndra". "Halahhh udah lah, aneh juga itu ibu-ibu". "Lha lagian perubahan mu ganteng seperti ini" sahut Reno. "Udahh istirahat saja, pulihkan tenaga, nanti langsung lanjut jalan". "Okee baik" dan tak terasa mereka berdua pun tertidur dengan pulas nya di dalam rumah Bu Ani. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, Hendra dan Reno pun terbangun dari tidurnya, lantas mereka berdua pun bersiap untuk segera pulang. "Udah bangun ndraa, pulas banget tadi tidur nya". "Hehehehe mungkin karena kecapekan Bu An
Hendra dan juga Reno yang numpang terlebih dahulu di rumah bu Ani untuk beristirahat, di dalam rumah Bu Ani, Hendra pun teringat dengan pak Slamet yang sudah jatuh sakit sedari lama. Lantas Hendra pun meminta Bu Ani untuk mengantarkan nya melihat kondisi dari pak Slamet. "Ini.... kenapa bisa seperti ini, kalau tidak segera di tangani, gak ada waktu satu Minggu pak Slamet tidak dapat di selamatkan" ucap Hendra dari dalam hati nya yang melihat kondisi dari pak Slamet yang sudah sangat parah. Alhasil Hendra pun turun tangan untuk membantu menyembuhkan pak Slamet dengan ilmu pengobatan yang ia miliki. "Ndraa kamu seriuss bisa menyembuhkan bapak" sahut Bu Ani yang ragu-ragu dengan apa yang akan Hendra lakukan, pasalnya bu ani sudah sangat mengenal Hendra sedari kecil. "Tenang saja Bu Ani, aku akan berusaha untuk menyembuhkan pak Slamet, bu Ani tinggal lihat aja" sahut Hendra. "Tapi ndra....." "Sudahh tenang aja bu, percaya aja sama Hendra, pasti nanti Bu ani akan terkejut melihat pe
Hendra yang ingin melakukan check out, atas dibawa pulang kakek nya, di tempat administrasi ataupun pembayaran, Hendra pun melihat adanya dokter Rey disana. Dan dokter (Rey yang melihat Hendra, ia pun langsung menyambut akan kedatangan Hendra. "Guruu, kenapa guru bisa ada disini" Semua orang
Hendra yang sudah sampai di rumah sakit, ia pun langsung menuju ke tempat kakek nya sedang di rawat. Namun sesampainya di sana, kondisi kakek Bejo pun telah jauh membaik, sehingga bisa untuk dibawa pulang, akan tetapi karena jarak dari rumah dan rumah sakit sangatlah jauh, sehingga kakek Bejo pun
Kakek Yanto yang selama ini pura-pura tidur karena mendengar nasihat dari Hendra, ia yang mendengar semua yang dikatakan oleh dokter tersebut membuat kakek Yanto tidak sanggup lagi untuk berpura-pura. "Tuannn.... bagaimana kamu bisa bangun, jelas-jelas tadi aku memeriksa tuan tidak ada denyut nad
Ketika dokter Fais telah sampai di depan rumah Reno, semua orang di dalam pun sudah bersiap untuk menjalankan aksi mereka. "Hahahaha sudah waktunya, pasti sih kakek tua itu sudah meninggal" dokter Fais pun tersenyum ketika memikirkan hal itu. Lantas tanpa menunggu lama, dokter Fais langsung mas







