登入Novel ini menceritakan tentang seseorang kakak beradik, yang sedari kecil sudah ditinggal oleh orang tua, dan bertahan hidup hanya dengan mencari berbagai tumbuhan dan hewan yang bisa dimakan di gunung, namun tak lama setelah itu, Hendra yang merupakan kakak dari dua bersaudara itu mendapatkan sistem poin kekayaan, yang dapat merubah kehidupan mereka bagaimana cerita selengkapnya, mari kita baca bersama-sama #Novel ini hanya karangan fiksi, jadi mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama toko, tempat
查看更多Di sebuah desa yang bernama desa tlogo yang terletak di lereng gunung Merbabu, terdapat dua orang kakak adik yang kini menjalani hidup sehari-hari karena ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sedari kecil.
Dimana kedua orang kakak beradik itu bernama hendra, laki-laki berumur 25 tahun, yang memiliki tubuh kurus, serta rambut yang sangat panjang yang tidak pernah ia rawat. Sedangkan yang satu lagi bernama hani yang merupakan seorang perempuan berumur 19 tahun, dimana hani ini memiliki wajah yang sangat bersih, namun dikarenakan kehidupan yang ia jalani sehari-hari, wajah cantik nya pun tidak terlihat. Mereka berdua semenjak ditinggal oleh kedua orang tua nya menjalani kehidupan sehari-hari dengan cara mencari berbagai tumbuhan dan juga hewan yang bisa dimakan ataupun di jual untuk mereka bertahan hidup. "Kakk, kak bangun kak, ibu siti dan beberapa ibu-ibu datang ke rumah kita, ibu Siti telah mengetahui kalau kita telah mencuri jamur miliknya, kakk bangun ini harus bagaimana" Dimana hani pun sangat panik lantaran pintu rumah nya terus digedor-gedor oleh ibu-ibu yang ada di depan, dan karena hani takut untuk membuka pintu rumah tersebut, ia pun membangunkan kakak nya yaitu Hendra yang sedari tadi tidur. "Kakkk bangun kakk.... ini kita harus bagaimana". "Hahh ada apaa han? kenapa kamu berisik sekali seperti itu, menganggu waktu tidur ku". "Jangan tidur terus, itu diluar ada ibu Siti yang sudah menunggu kita untuk mengganti jamur yang telah kita curi". "Apaaa Bu Siti sudah tau kalau kita telah mencuri jamur nya" ucap Hendra yang sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh adik nya. "Iya kak, maka dari itu para ibu-ibu itu datang ke rumah kita untuk menagih jamur yang kita ambil". "Yaudah kalau gitu, karena kita telah berbuat salah, maka kita harus berani nanggung akibatnya, bukan malah kita melarikan diri, ingat kemarin kita mencuri jamur bu siti hanya untuk bertahan hidup, lantaran kita sudah tidak memiliki apa-apa di rumah". "Tapi kak, bagaimana cara kita mengganti nya, kita aja sudah tidak memiliki apa-apa, jamur yang kita ambil dari Bu Siti hanya tersisa beberapa saja" Hani pun menunjukkan keranjang yang biasa ia gunakan untuk menyimpan tumbuhan ataupun bahan makanan lainnya yang biasa ia gunakan untuk menyimpan hasil yang mereka dapatkan di gunung, dan keranjang tersebut kini tersisa satu jamur. "Tenang saja, yang penting saat ini kita temui mereka terlebih dahulu" setelah Hendra mengatakan hal tersebut, ia pun langsung bangkit dari tempat tidur nya, dan ia langsung berjalan menuju ke pintu rumah nya. Mendapati hal tersebut, Hani yang tidak tau apa yang akan dilakukan oleh kakak nya, sehingga ia hanya bisa mengikuti dari belakang. "Ngueekkkkk" suara pintu rumah terbuka, dan hendra bersama dengan Hani keluar rumah untuk menemui para ibu-ibu yang sudah menunggu di depan rumah kita. "Akhirnya kamu keluar juga, dimana jamur yang telah kamu curi kemarin, cepat kembalikan, jangan bilang kalau kamu tidak tau apa-apa" Siti yang melihat wajah dari Hendra dan Hani, ia pun langsung menagih jamur miliknya. "Iya betul jangan bilang kalau kalian tidak tau, kemarin aku lihat dengan mata kepala ku sendiri kalau kalian telah mencuri jamur milik Bu Siti". "Di luar bersikap ramah, eh gak taunya pencuri, apa jangan-jangan kalian selama ini menjalani hidup kalian dengan mencuri". "Heii jaga bicara ibu, meskipun kami tidak punya apa-apa kami tidak pernah mencuri" sahut Hani yang tidak terima ia dan kakak nya dituduh pencuri. "Apaa? tidak pernah mencuri? hahaha kemarin aku lihat sendiri kalau kalian telah mencuri, ini alasan tidak pernah mencuri" sahut bu Dian yang juga tetangga Hendra dan Hani. Melihat kondisi sudah sangat ribut, Hendra pun membuka suara untuk menenangkan mereka semua. "Ibu-ibu, harap tenang dulu, ya kami akui kalau kemarin kami mengambil jamur milik bu Siti, namun kami hanya mencuri itu saja untuk kami makan, selebihnya kami tidak pernah mencuri sama sekali". "Tuhhh kakak nya aja mengakui, ini adik nya alasan, sudah mencuri nyolot lagi". "Apaaa...." Hani yang mendengar itu, ia pun semakin tidak terima. Sedangkan Hendra yang melihat adik nya sudah sangat emosi, dia pun langsung menenangkan adik nya. "Han jangan seperti itu, ini kita yang salah, jadi kita harus mengakui kesalahan kita". "Tapi kak.....". "Udah diam aja kamu". "Ehemm mau kalian lapar kek, gak makan berhari-hari kek, nahh itu bukan urusan ku, jadi sekarang cepat ganti jamur yang kalian ambil, atau kalau tidak aku akan melaporkan kalian berdua kepada kepala desa" sahut bu siti yang terus menagih jamur miliknya. "Kakk bagaimana iniii... bagaimana cara kita mengganti nya, ini sudah sore bentar lagi juga malam, jadi tidak mungkin kalau kita pergi ke gunung sekarang juga untuk mencari jamur, karena tentunya sangat berbahaya" Hani pun menarik-narik ujung baju Hendra, dikarenakan ia merasa sangat panik dan tidak tau harus berbuat apa. "Bagaimana kalau aku meminta waktu untuk mengembalikan jamur milik bu siti" sahut Hendra. "Hmm karena aku kasihan dengan kalian, baiklah kalau gitu aku beri kalian waktu sampe besok, tapi kalian harus mengembalikan nya dua kali lipat dari jamur yang telah kalian curi". "Hahh dua kali lipat, melihat jamur saat ini di gunung sangat susah untuk dicari, bagaimana caranya mendapatkan jamur-jamur itu hanya dalam waktu satu hari" Hani yang mendengar apa yang dikatakan oleh bu Siti, ia pun merasa tidak yakin kalau dirinya dan kakak nya dapat mengumpulkan jamur yang diminta oleh bu Siti. "Ya itu urusan kalian, kalau begitu aku pergi dulu, mari ibu-ibu kita pergi dari sini" ibu Siti pun mengajak ibu yang lainnya pergi meninggalkan rumah Hendra. Setelah kepergian ibu Siti, Hendra bersama dengan hani sedang merasa bingung memikirkan cara mendapatkan jamur-jamur tersebut. "Kakk bagaimana kalau kita pergi ke rumah nenek, siapa tau kakek dan nenek memiliki banyak jamur saat ini". "Hussstt gausah, kita sudah dari kecil dibantu oleh kakek dan nenek, dan sekarang mereka berdua sudah sangat tua, jadi lebih baik saat ini kita jangan menyusahkan nya, untuk urusan jamur ini kita pikirkan besok, bagaimana cara mendapatkan nya". Meskipun Hendra juga harus bagaimana mendapatkan jamur-jamur tersebut, namun ia sangat yakin kalau besok dirinya dapat mendapatkan jamur-jamur yang diminta oleh bu Siti. "Oh iya untuk malam ini apakah tidak ada makanan sama sekali yang dapat dimakan". "Gak ada kak, ini hanya tersisa satu jamur". "Yauda kalau gitu kamu makan aja". "Lah terus kakak bagaimana". "Tenang saja, aku masih kenyang dapat bertahan sampe besok". "Serius kak, atau kalau gak kita bagi dua aja". "Kruuggghh" ketika hani mengatakan untuk membagi dua jamur yang hanya tersisa satu itu, tiba-tiba terdengar suara perut yang berbunyi. "Hahaha tuh perut kamu gak bisa bohong kalau kamu sudah sangat kelaparan, itu jamur kamu aja yang makan nanti malam, setelah itu tidur". "Baik kakk' hani pun merasa sangat malu dikarenakan perut nya yang tiba-tiba berbunyi sangat keras di depan kakak nya. "Yaudah kalau giru aku pergi dulu ke depan rumah, mau nyantai dulu" ketika Hendra sudah berada di depan rumah ia pun merasa sangat-sangat bingung dengan apa yang harus ia lakukan. "Bagaimana ini aku sudah dewasa, menghidupi diriku dan adikku, yakali aku bergantung terus kepada kakek dan nenek, apa yang harus aku lakukan, melihat kondisi saat ini sedang dalam musim kemarau, tentunya sangat susah apabila harus mencari jamur 10 besok di gunung". Hendra yang mengambil 5 jamur dari bu siti, dan bu siti meminta nya untuk mengembalikan dua kali lipat, sehingga ia pun harus mengganti 10 jamur. *DING* "Selamat kepada tuan rumah, karena berhasil aktivitas sistem kumpulkan barang-barang di gunung untuk mendapatkan poin, poin dapat ditukar dengan barang apa saja yang ada di toko sistem, dan apabila tuan rumah telah mengumpulkan 500 poin dan kelipatan nya, maka tuan rumah dapat melakukan gacha gratis".Reno yang melihat kedatangan Anisa, ia pun meminta tolong kepada Anisa mengenai hal itu, akan tetapi Hendra pun tidak menerima pertolongan dari Anisa dan temannya, dia yakin sengan surat kepemilikan yang ia miliki. "Sudah aku katakan aku mau lihat villa ku yang ada di dalam, berani sekali kalian menghalangi ku, kalau atasan kalian tau bagaimana". "Hahh atasann? tau? hahahaha dengan surat kepemilikan mu yang palsu ini, sepertinya atasan kami pun tidak akan segan kepada mu". "Udahh cepat pergi dari sini" lantas penjaga keamanan itu pun mendorong-dorong Hendra untuk segera pergi. Reno yang melihat itu, ia pun langsung menghampiri Hendra dan mengajak nya untuk masuk kedalam mobil. "Ren tenang saja, kamu masuk aja kedalam mobil, sepertinya para penjaga keamanan ini terlalu sombong, jelas-jelas aku membawa surat kepemilikan tapi tetap aja gak di terima". "Tapi ndra......" Hendra yang terus-menerus di dorong, ia pun langsung menangkap tangan orang tersebut, dan mematahkan nya.
Reno yang membawa Hendra ke kawasan villa yang ada di kota Anvil, melihat penjaga gerbang di villa tersebut berbadan besar dan terlihat sangat menyeramkan, sehingga hal itu membuat Reno pun ketakutan. Namun berbeda dengan Hendra, ia yang sudah membaca surat yang diberikan oleh sistem, lantas Hendra pun dengan keluar dari mobil dan dengan langkah tegap berjalan menghampiri para penjaga gerbang itu. Sedangkan Reno yang melihat temannya itu, ia pun hanya menepuk jidatnya lantaran tidak tau harus berbuat apa. "Ada urusan apa". "Aku hanya ingin melihat villa ku yang ada di dalam sini apakah aku tidak boleh" sahut Hendra "Hahhh, kalau gitu coba lihat tanda pengenal nya" ucap penjaga keamanan itu yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang di hadapan nya yang tak lain adalah Hendra. "Hahh tanda pengenal apa itu, aku tidak tau dan sepertinya aku tidak memiliki nya". "Hahahaha sudah aku tebak kalau orang seperti mu itu datang kesini pasti ingin membuat keributan, udah cep
Hendra yang baru saja membeli 3 hp terbaru, dengan merk ipong, ia pun sangat terkejut dengan uang yang ia keluarkan. "Busettt dengan uang sebanyak itu, kira-kira buat makan bisa kali untuk setengah tahun" sahut Hendra, dikarenakan ia sedari kecil hidup sangat hemat dengan makan apa yang ada, sehingga uang 48 JT pun sangat banyak di mata Hendra. "Yaelah ndraa, dengan kemampuan mu saat ini, kamu bisa mengobati orang, kamu bisa judi batu, uang itu tidak ada artinya bagi mu" sahut Reno. Mendengar apa yang dikatakan oleh Reno, Hendra pun baru teringat dengan kemampuan yang ia miliki, ia pun baru terpikirkan untuk mencari uang dengan kemampuan tersebut. "Yaudahh lah pikir nanti, ayo sekarang kita pergi ke pergi ke vila". "Hahh kamu seriusan mau pergi kesana?, buat apa ndraa, kalau mau lihat-lihat bisa lihat di handphone kan gampang". ucap Reno. "sudahh ayoo datang kesana" sahut Hendra. Meskipun reno masih penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Hendra, akan tetapi Reno pu
Hendra yang mendapatkan hadian berupa sepasang belati kembar, ia pun sangat terkejut mendengar efek dari kedua belati tersebut. "Sistem kalau aku terus-terusan membawa kedua belati ini, yang ada polisi pun akan menangkap ku dikiranya apa". "DING" "Tuan dapat mengeluarkan belati tersebut sesuai kehendak tuan, dalam arti belati itu akan muncul dengan sendirinya ketika tuan memerlukan nya". "Wuihhhhh kerenn banget kalau gituu, hmm sepertinya nya boleh lah kapan-kapan untuk di coba". "Woiiii ndraaa, ngapa diam aja dari tadi, ini kita mau kemana". "Ehh iya renn maaf, inii kita datang ke villa yang ada di ujung kota Anvil, kamu tau gak". "Hahhh mau apa kesana, kalau tau sih tau, karena di kota Anvil hanya terdapat 1 kawasan villa yang di dalam kawasan tersebut terdapat berbagai macam villa, selain itu harganya juga sangat mahal, bahkan ayah ku sendiri pun harus mikir-mikir ketika mau beli villa disana". "Hahhh emang semahal itu renn" "Iya ndraa seriussan, kebanyakan penghuni villa
Ketika semua orang sudah berkumpul termasuk Hendra di halaman depan hotel, karena tampilan Hendra yang telah berubah setelah memakan pill perubahan, lantas Zidan pun memerintahkan semua anak buah nya untuk mencari orang yang telah memukul anak buahnya, lantas anak buah zidan pun langsung. Selang b
Setelah Hendra pergi dari tempat Cintya, ia pun langsung kembali ke kamar nya, namun sesampainya di sana, ia mendapati bahwa pintu kamar terkunci, lantas Hendra pun memanggil Andika untuk membukakanya. Setelah pintu terbuka, Hendra pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terl
Di tempat Hendra yang sebelumnya bertarung dengan para preman, tempat tersebut pun kini didatangi oleh geng scorpion. "Apakah kamu serius dengan apa yang kamu katakan tadi" ucap Zidan yang merupakan wakil pemimpin dari geng scorpion. "Iya tuan zidan, ketika kami ingin menghabisi Jarot itu, tiba
Hendra yang sedang jalan-jalan di sekitar hotel itu, ia pun melihat adanya pengeroyokan yang tak jauh dari hadapan nya. Mendapati hal itu Hendra pun tidak bisa untuk membiarkan nya begitu saja, alhasil dia pun ikut campur dalam masalah tersebut, dan melawan rombongan orang dengan tato kalajengking






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.