/ Romansa / DENDAM CINTA MASA LALU / BAB 112 EVA DAN CHATRINE

공유

BAB 112 EVA DAN CHATRINE

작가: Jemyadam
last update 게시일: 2026-01-08 16:23:47

BAB 112 EVA DAN CHATRINE

Brakk!

Tubuh Evana membentur dada Chatrine yang baru saja keluar dari lift. Tumpukan berkas di tangan Chatrine jatuh berhamburan ke lantai marmer, tapi matanya tidak berpaling. Wajah Evana sembab dan penuh air mata.

"Evana?" Mata Chatrine membulat terkejut. "Apa yang terjadi?"

"Chatrine..." suara Evana bergetar, seperti ditarik dari dasar luka yang menganga dalam. "Tolong... bantu aku kabur!"

Eva mencengkeram bahu Chatrine yang masih syok, mata Eva memohon penuh kesungg
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (5)
goodnovel comment avatar
Haniubay
Bantuanmu untuk Eva bakal diketahui oleh Aron, Chaterine.... sungguh kau cari perkara..tapi aku berharap saat ini Eva benar2 berhasil kabur, biar tambah kebakaran jenggot Aron, salah sendiri tidak jujur dari kemarin²
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
ambil dah si aron sama elu cath... evana gak mau sama cowo mengerikan macam aron...
goodnovel comment avatar
Mart Marti
Bisa aja Chatrine..dia kan tertarik sama Aron.
댓글 더 보기

최신 챕터

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 170 EXSTRA PART

    BAB 170 EXSTRA PARTMusim semi kembali menyapa Yorkshire dengan kelembutan yang hanya bisa dihadirkan oleh bumi yang tengah bersyukur....Benih yang mati dan kering kembali tumbuh hidup setelah tersiram hujan dari langit.Kuntum-kuntum bunga liar bermekaran di sepanjang lereng bukit, menyemai warna-warni yang lembut... ungu lilac, merah muda pucat, kuning buttercup, dan putih daisy yang bergoyang lembut tertiup angin. Udara membawa aroma tanah basah dan harum bunga liar, dibalut cahaya matahari yang hangat dan tenang. Burung-burung kecil bersahutan dari dahan ke dahan, menciptakan irama pagi yang menggema ke seluruh lembah.Tanah keluarga Loghan, terbentang luas dari kaki hingga puncak perbukitan, terhampar hijau sejauh mata memandang. Kabut tipis pagi perlahan menguap, membuka pandangan akan padang rumput yang tenang, pohon-pohon tua yang rindang, dan kastil tua yang berdiri megah seperti istana. Jendela-jendela besar dibuka lebar, membiarkan angin musim semi ikut masuk membawa serta

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 169 PULANG KE YORKSHIRE

    BAB 169 PULANG KE YORKSHIRESenja baru saja turun di langit Yorkshire. Cahaya keemasan menimpa dinding batu tua rumah besar keluarga Loghan yang berdiri kokoh di tengah hamparan padang rumput. Atmosfer musim panas membuat sore terlihat masih benderang.Aron Loghan berdiri tegak di ruang utama, ruang tamu dengan langit-langit tinggi, jendela kaca besar, dan lampu gantung kristal yang berkilauan. Eva ada di sampingnya, mengenakan gaun lembut warna pastel yang sedikit agak longgar dan ringan. Kedua tangan mereka saling menggenggam. Meski wajah Eva tampak tegang, matanya berkilat gugup sekaligus bahagia.Di hadapan mereka, Geby sedang tersenyum memberi sambutan hangat dan pelukan."Jangan terlalu erat,Mom." Aron menegur ibunya yang sedang memeluk Eva. "Nanti istriku sesak nafas, kurang oksigen.""Oh, kau bicara apa?!" Geby melotot pada cara bercanda Aron."Di perut Eva sedang ada calon cucumu."Tangan Geby langsung reflek menutup mulut, air matanya nyaris menetes karena terlalu terkejut

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 168

    BAB 168TIGA BULAN BERIKUTNYAPagi di pulau tropis terasa begitu hangat. Matahari baru saja naik dari ujung timur, memantulkan cahaya keemasan di permukaan laut biru yang bergelombang tenang. Angin laut yang lembut mengibaskan tirai tipis kamar resort pribadi itu, membawa aroma asin bercampur wangi bunga tropis.Di dalam kamar, Eva masih bergelung di atas ranjang besar dengan seprai putih kusut. Rambut cokelatnya terurai, pipinya menempel pada bantal, matanya terpejam lelah setelah semalaman bercinta dalam berbagai pelukan, desahan, dan bisikan cinta yang nyaris membuat tubuhnya remuk tapi bahagia.Pagi-pagi Aron sudah segar dengan kemeja putih tipis dan celana santai linen, berjalan menghampiri ranjang. Senyum lembut mengembang di wajah tampannya yang terlalu aristokrat. Ia duduk di tepi ranjang, jemarinya menyibak rambut Eva dengan penuh sayang sebelum mengecup keningnya.“Apa kau tidak ingin berjemur?” suaranya rendah, serak, namun terdengar hangat.Eva hanya menggeliat pelan di ba

  • DENDAM CINTA MASA LALU    167 CHATRINE & LIAM

    167 CHATRINE & LIAMMalam itu kastil megah keluarga Loghan mulai meredup dari hiruk pikuk pesta. Lampu kristal di aula besar sudah dipadamkan, hanya beberapa lilin dan lampu taman yang masih menyala di jalur setapak menuju sayap kastil. Para pelayan, yang sejak pagi sibuk melayani keluarga bangsawan, sudah beristirahat di kamar masing-masing.Udara malam terasa sejuk, langit begitu cerah. Rembulan menggantung tinggi, ditemani taburan bintang yang berkelip di angkasa. Dari kejauhan terdengar suara serangga malam berpadu dengan desir angin yang melewati pepohonan di perbukitan rendah. Kastil keluarga Loghan yang megah dan anggun kini berdiri sunyi, seolah menjadi saksi bisu rahasia keluarga dari generasi ke generasi.Liam, yang tidak bisa tidur, memutuskan keluar dari kamarnya untuk berjalan ke teras samping. Ia hanya ingin menghirup udara segar, menjernihkan kepalanya yang penuh dengan berbagai pikiran. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang sudah berdiri di sana.Chatrin

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 166

    BAB 166Eva masih terbaring di dada Aron, matanya setengah terpejam, napasnya masih belum sepenuhnya teratur. Aron menyibakkan helaian rambut basah istrinya, lalu menempelkan kecupan singkat di dahinya.“Kita benar-benar akan terlambat,” gumam Eva sambil meringis kecil, meski senyumnya belum juga hilang.Aron mengangkat wajahnya, menatap istrinya dengan mata berkilat penuh kemenangan. “Kalau mereka tahu alasan kita terlambat, mungkin mereka akan memaklumi.”Eva langsung menepuk pelan pipi suaminya. “Jangan konyol! Mereka semua datang jauh-jauh untuk kita.”Aron menggetarkan tawa rendah, lalu bangkit dari ranjang begitu saja. Berdiri telanjang tanpa canggung, tubuhnya yang masih basah oleh keringat sempat membuat Eva ingin mengelak tak percaya. Mereka berdua benar-benar baru mandi peluh lengket bersama.Dengan santai, Aron membopong tubuh Eva ke kamar mandi sambil terus dia lumat bibirnya.“Cukup, Aron! Satu ciuman lagi, dan kita tidak akan pernah sampai ke meja makan.” Eva mendorong d

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 165

    BAB 165Sementara Eva masih pergi ke makam ibunya... Liam kembali ke kamar tamu. Kamar tamu pun sangat luas dan mewah.Liam menutup pintu kamar perlahan. Aroma kayu tua bercampur wangi bunga segar dari vas di meja kecil memenuhi udara. Tatapannya langsung jatuh pada beberapa stel pakaian baru yang sudah tersusun rapi di atas ranjang... kemeja berwarna lembut, celana formal yang digantung dengan rapi, bahkan dasi yang dilipat sempurna dan satu kotak pakaian dalam pria.Liam merasa sedikit terganggu membayangkan siapa yang telah menyiapkan pakaian seperti itu untuknya.Di atas tiap stel pakaian dalam memo masing-masing. Salah satunya tertulis..."Untuk makan malam."Liam membaca tulisan tangan Chatrine yang sangat cantik dan rapi.Hanya beberapa kata sederhana, namun cukup membuat dada Liam terasa getir. Ia mengambil memo itu, menimangnya sejenak, lalu reflek menyelipkannya di saku kemeja.Liam kembali memperhatikan pakaian barunya yang harum, licin dengan aroma parfum yang sangat masku

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 103 BERTEKAD MEMULAI PROGRAM KEHAMILAN

    BAB 103 BERTEKAD MEMULAI PROGRAM KEHAMILANKadang untuk memiliki anak-anak memang bukan perkara mudah.Bahkan bagi beberapa pasangan membutuhkan perjuangan yang sangat keras. Banyak ujian, banyak rintangan, banyak pengorbanan dan banyak pembelajaran.Seringkali masalah-masalah dalam rumahtangga ada

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 102 ARON LOGHAN DAN KEKERASAN HATINYA

    BAB 102 ARON LOGHAN DAN KEKERASAN HATINYAMonte Carlo, pukul 09.15 pagi.Rumah Sakit Princess Grace.Chatrine melangkah cepat mengikuti tuannya yang berjalan di depan. Aron Loghan. Tegas. Dingin. Kaku seperti tiang baja. Tapi pagi itu, ekspresinya terlalu banyak utuk dia catat ke dalam notepad.“Mi

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 101 BICARA TENTANG EVANKA

    BAB 101 BICARA TENTANG EVANKA"Apa urusanmu dengan Henry sudah selesai?" Eva ikut duduk di samping Aron."Ya." Aron meletakkan cangkir kopi dingin. "Henry menitipkan salam untukmu."Eva tahu Aron sedang berbohong. Eva tahu Aron sedang menyembunyikan sesuatu. Eva tahu Aron tidak bertemu Henry. Entah

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 100 TERASA DINGIN

    BAB 100 TERASA DINGIN"Pergi! Jangan pernah muncul lagi di depan adikmu!"Sebelum pergi evanka menatap Aron Loghan utuk menyampaikan kesungguhan. Tapi pria dingin dan keji itu pilih berpaling membuang muka, menolak ditatap."Aku akan pergi sejauh mungkin dari adikku." Evanka tetap bicara, kemudian

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status