MasukAron Loghan, seorang billionaire yang terkenal paling dingin, keras, tidak tersentuh. Ternyata diam-diam menyimpan trauma dari bully di masa sekolah. Penghianatan keji dari cinta pertama membuat Aron benci dan jijik pada wanita. Dua puluh tiga tahun kemudian, Aron menjebak Evana Collins dalam kontrak pernikahan keji untuk membalas dendam. Jika Aron telah hancur maka wanita itu juga harus ikut hancur. Tapi masalahnya, bagaimana jika ternyata Aron salah mengenali adiknya? Evana dan Evanka memiliki panggilan yang sama, nama belakang yang sama, rumah yang sama, pernah bersekolah di tempat yang sama, mata kelabu dan rambut gelap yang sama. Tidak pernah terbersit sedikitpun jika selama ini Aron telah salah membenci, salah menghukum, dan salah mendendam....
Lihat lebih banyakBAB 1 ARON LOGHAN
New York tidak pernah benar-benar tidur. Bahkan di pagi hari, kota ini sudah berdenyut dengan ambisi. Di puncak salah satu menara kaca yang menjulang tinggi, tepatnya di lantai 87 kantor pusat Denton Global, seorang pria duduk membisu di balik meja onyx besar, mengamati jalanan Manhattan yang penuh kesibukan dengan kepala hening tidak tertebak. Aron Loghan, pria tiga puluh delapan tahun yang sudah sangat matang. CEO Denton Global, perusahan tambang raksasa yang kini merambah ke bidang keuangan, properti, dan teknologi global. Penampilannya bagaikan lukisan klasik yang tidak terpengaruh zaman, rambut hitam legam tersisir rapi, rahang kokoh, dengan sorot mata biru tajam menolak disentuh kelembutan. Aron Loghan bukan pria yang mudah ditebak, apalagi dibaca isi pikirannya. Aron dikenal karena ketegasannya. Sekali ia bicara, seisi ruangan akan sunyi. Sekali ia membuat keputusan, tak ada ruang untuk negosiasi. Sejak usia dua puluh lima tahun, Aron sudah mengambil alih kendali penuh perusahaan dari ayahnya, Jeremy Loghan, pria aristokrat Inggris yang nyaris tak pernah bicara kecuali dalam bentuk perintah. Dan sama persis seperti perangai ayahnya, Aron Loghan tumbuh menjadi lelaki yang nyaris beku di balik keanggunan maskulin yang memukau. Pukul sembilan tepat, ketukan halus terdengar di pintu kayu mahoni yang mengisolasi ruang kerja privatnya dari kebisingan dunia luar. “Masuk,” suaranya rendah namun tegas, mengandung nada perintah alami. Catherine melangkah masuk dengan elegan. Sekretaris pribadi Aron selama tiga tahun itu adalah potret sempurna dari kecantikan, kecerdasan, dan kecekatan. Rambut pirang Catherine digulung rapi, setelan jas abu muda melekat sempurna dengan siluet tubuhnya. Bahkan sepatu hak tinggi di tumitnya tidak pernah menimbulkan suara sumbang ketika wanita cantik itu melangkah anggun profesional. "Selamat pagi, Mr. Loghan,” Chaterine menyapa lembut. Aron hanya mengangguk. Tatapan tajamnya sama sekali tidak berubah. “Duduk. Aku perlu bicara!” Chatrine duduk dengan patuh, meletakkan tablet digitalnya di atas meja kaca. Ia sudah terbiasa dengan cara kerja Aron Loghan, tidak ada basa-basi. “Aku membutuhkan seorang wanita,” Aron bicara tanpa ekspresi. Chatrine mengangkat alis tipisnya sedikit. “Seorang wanita dalam konteks profesional, Sir?” “Tidak.” Aron menautkan jari-jarinya, lalu menatap lurus ke mata sekretarisnya yang cantik. “Aku ingin seorang wanita. Untuk menjadi ibu pengganti.” Kejutan itu datang seperti petir tanpa guntur. Chatrine nyaris kehilangan napas dan lupa cara mengerjap. Namun sikap profesional tetap memagari ekspresi wajahnya dengan ketat. “Maaf, apakah saya mendengar dengan benar?” Aron mengangguk pelan. “Aku ingin memiliki ahli waris. Tanpa keterikatan emosional. Tanpa pernikahan. Tanpa ilusi romansa. Hanya sebuah perjanjian legal, bersih dan terhormat.” Chatrine menyandarkan punggungnya perlahan, mencoba mencerna keterkejutan di pagi hari. Chaterine bukan wanita naif. Ia tahu dunia pria seperti Aron Loghan tidak pernah bergerak dengan cara konvensional. Tapi tetap saja, permintaan mendadak ini tidak biasa. “Anda ingin saya mencarikan wanita yang sesuai?” Chatrine bertanya hati-hati. “Ya, aku tidak mau sembarang wanita.” Aron mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, suaranya lebih dalam. “Dia harus cantik, namun bukan tipe yang menjual kecantikan. Cerdas. Berpendidikan tinggi. Stabil secara emosional. Tegas, independen, dan tidak haus perhatian.” Chatrine mencatat dalam benaknya. Semakin banyak kriteria yang diucapkan oleh Aron Loghan, semakin aneh pula perasaannya. Nyaris semua persyaratan yang diminta Aron, menggambarkan karakter Chatrine. Namun kalimat Aron selanjutnya membuat semuanya berubah. “Dan satu hal yang tak bisa ditawar! Dia harus berambut hitam dan bermata kelabu.” Chatrine terpaku. Wanita cantik itu merasa dadanya sedang dihantam oleh fakta yang tidak ia duga akan begitu menyakitkan. Chatrine terlalu pirang. Matanya terlalu biru. Dan ia terlalu berharap. Chaterine tahu persis kepada siapa Aron sedang mengacu, bahkan jika pria itu sendiri tidak menyadarinya. Aron menginginkan wanita seperti ibunya yang berambut gelap dengan mata kelabu. Geby, wanita cerdas berdarah bangsawan Inggris, pemilik ketegasan dan pesona klasik yang selama ini diam-diam menjadi poros dalam hidup Aron. Aron sedang mencari duplikat ibunya. Bukan seorang pasangan. Bukan seorang kekasih. Hanya seorang rahim sempurna yang bisa meneruskan garis keturunan Loghan. "Aku ingin segera, minggu ini dapatkan wanita itu!" “Baik, Mr. Loghan,” Chatrine menjaga suaranya tetap netral. “Saya akan memulai proses seleksi secara tertutup. Kriteria Anda akan menjadi acuan utama.” Aron hanya mengangguk. “Gunakan segala sumber daya yang kau perlukan. Tapi pastikan satu hal! Aku tidak ingin komplikasi. Tidak ada motif tersembunyi. Ini murni transaksional.” “Ya, saya paham.” Chatrine bangkit, membungkukkan kepala sedikit, lalu melangkah keluar dengan langkah yang tetap anggun meski hatinya retak pelan. Di balik pintu yang kembali tertutup, Chatrine berhenti sejenak dan memejamkan mata. Untuk pertama kalinya sejak bekerja di sisi Aron Loghan, ia menyadari sesuatu yang pahit. ******BAB 170 EXSTRA PARTMusim semi kembali menyapa Yorkshire dengan kelembutan yang hanya bisa dihadirkan oleh bumi yang tengah bersyukur....Benih yang mati dan kering kembali tumbuh hidup setelah tersiram hujan dari langit.Kuntum-kuntum bunga liar bermekaran di sepanjang lereng bukit, menyemai warna-warni yang lembut... ungu lilac, merah muda pucat, kuning buttercup, dan putih daisy yang bergoyang lembut tertiup angin. Udara membawa aroma tanah basah dan harum bunga liar, dibalut cahaya matahari yang hangat dan tenang. Burung-burung kecil bersahutan dari dahan ke dahan, menciptakan irama pagi yang menggema ke seluruh lembah.Tanah keluarga Loghan, terbentang luas dari kaki hingga puncak perbukitan, terhampar hijau sejauh mata memandang. Kabut tipis pagi perlahan menguap, membuka pandangan akan padang rumput yang tenang, pohon-pohon tua yang rindang, dan kastil tua yang berdiri megah seperti istana. Jendela-jendela besar dibuka lebar, membiarkan angin musim semi ikut masuk membawa serta
BAB 169 PULANG KE YORKSHIRESenja baru saja turun di langit Yorkshire. Cahaya keemasan menimpa dinding batu tua rumah besar keluarga Loghan yang berdiri kokoh di tengah hamparan padang rumput. Atmosfer musim panas membuat sore terlihat masih benderang.Aron Loghan berdiri tegak di ruang utama, ruang tamu dengan langit-langit tinggi, jendela kaca besar, dan lampu gantung kristal yang berkilauan. Eva ada di sampingnya, mengenakan gaun lembut warna pastel yang sedikit agak longgar dan ringan. Kedua tangan mereka saling menggenggam. Meski wajah Eva tampak tegang, matanya berkilat gugup sekaligus bahagia.Di hadapan mereka, Geby sedang tersenyum memberi sambutan hangat dan pelukan."Jangan terlalu erat,Mom." Aron menegur ibunya yang sedang memeluk Eva. "Nanti istriku sesak nafas, kurang oksigen.""Oh, kau bicara apa?!" Geby melotot pada cara bercanda Aron."Di perut Eva sedang ada calon cucumu."Tangan Geby langsung reflek menutup mulut, air matanya nyaris menetes karena terlalu terkejut
BAB 168TIGA BULAN BERIKUTNYAPagi di pulau tropis terasa begitu hangat. Matahari baru saja naik dari ujung timur, memantulkan cahaya keemasan di permukaan laut biru yang bergelombang tenang. Angin laut yang lembut mengibaskan tirai tipis kamar resort pribadi itu, membawa aroma asin bercampur wangi bunga tropis.Di dalam kamar, Eva masih bergelung di atas ranjang besar dengan seprai putih kusut. Rambut cokelatnya terurai, pipinya menempel pada bantal, matanya terpejam lelah setelah semalaman bercinta dalam berbagai pelukan, desahan, dan bisikan cinta yang nyaris membuat tubuhnya remuk tapi bahagia.Pagi-pagi Aron sudah segar dengan kemeja putih tipis dan celana santai linen, berjalan menghampiri ranjang. Senyum lembut mengembang di wajah tampannya yang terlalu aristokrat. Ia duduk di tepi ranjang, jemarinya menyibak rambut Eva dengan penuh sayang sebelum mengecup keningnya.“Apa kau tidak ingin berjemur?” suaranya rendah, serak, namun terdengar hangat.Eva hanya menggeliat pelan di ba
167 CHATRINE & LIAMMalam itu kastil megah keluarga Loghan mulai meredup dari hiruk pikuk pesta. Lampu kristal di aula besar sudah dipadamkan, hanya beberapa lilin dan lampu taman yang masih menyala di jalur setapak menuju sayap kastil. Para pelayan, yang sejak pagi sibuk melayani keluarga bangsawan, sudah beristirahat di kamar masing-masing.Udara malam terasa sejuk, langit begitu cerah. Rembulan menggantung tinggi, ditemani taburan bintang yang berkelip di angkasa. Dari kejauhan terdengar suara serangga malam berpadu dengan desir angin yang melewati pepohonan di perbukitan rendah. Kastil keluarga Loghan yang megah dan anggun kini berdiri sunyi, seolah menjadi saksi bisu rahasia keluarga dari generasi ke generasi.Liam, yang tidak bisa tidur, memutuskan keluar dari kamarnya untuk berjalan ke teras samping. Ia hanya ingin menghirup udara segar, menjernihkan kepalanya yang penuh dengan berbagai pikiran. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang sudah berdiri di sana.Chatrin
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak