Compartilhar

Bab 90

Autor: Myafa
last update Data de publicação: 2026-09-23 21:56:04

“Dia mau berterima kasih pada Pak Axel.” Senyum Nasya mengembang sempurna di wajah cantiknya.

Axel menatap geli pada kucing yang berada di gendongannya itu. Ia teringat bagaimana kucing itu tadi pagi menggelitik hidungnya.

Buru-buru Axel menurunkan kucing tersebut karena dia tidak sanggup menggendongnya lama-lama.

“Tidak perlu berterima kasih. Dia juga tidak bisa bicara.”

Nasya mengembuskan napasnya. Ia paham jika Axel tidak mudah menerima kucing tersebut.

“Kalau begitu saya saja yang mengu
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (4)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
lannut thor
goodnovel comment avatar
Anna Waliana
moly ini sebenarnya bikin gemes Axel apa marah ......
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Hahaha..... lucu sekali Molly 🫢🫢🫢🫢 Dan Axel ditanya karyawan apa punya kucing, karena ada bulu kucing di jas nya 🫣🫣🫣
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 132

    Nasya tampak begitu penasaran sekali karena perubahan wajah Axel begitu drastis. “Mama.” Axel menatap Nasya. Entah kenapa mendengar jawaban Axel, jantung Nasya berdegup begitu kencangnya. Sejak tadi mereka membahas Mama Helena, tapi saat tiba-tiba Mama Helena, langsung tubuhnya gemetar. Axel yang melihat mamanya menghubungi langsung mengangkat sambungan telepon tersebut. “Halo, Ma.” “Axel, besok ada acara di hotel. Mama harap kamu datang.” Suara Mana Helene terdengar dari sambungan telepon. Axel terdiam sejenak. Sampai akhirnya ia bersuara. “Aku akan datang, Ma.” “Baiklah.” Suara Mama Helena terdengar kembali. Akhirnya sambungan telepon berakhir. Nasya sudah tahu siapa yang menghubungi, karena ada panggilan ‘ma’ yang tersemat tadi. Axel kembali ke meja makan. Kemudian menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya. Ia menatap Nasya.“Mama meminta aku datang ke pesta besok.”Nasya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kamu ikut aku besok.” Mata Nasya langsung membulat sempurna ke

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 131

    Mata Nasya langsung membulat sempurna mendengar hal itu. Ia tampak bingung dengan yang baru saja diucapkan Axel“Kamu punya teman tidur? Siapa?” tanya Nasya penasaran.“Kamu.” Axel tersenyum. “Aku?” Nasya menunjuk ke dirinya sendiri. Wajahnya masih tampak bingung sendiri. “Iya, sebentar lagi aku akan membuat kamu jadi teman tidurku. Jadi tidak perlu Moly.” Senyum Axel merekah di wajah tampannya. Pipi Nasya langsung merona mendengar apa yang baru saja dikatakan Axel. Kalimat itu artinya memang Axel akan menjadikannya istri. Namun, senyum itu seketika langsung pudar. Nasya langsung teringat jika Mama Helena tidak suka dengannya. “Kenapa?” tanya Axel.“Bu Helena pasti tidak setuju.” Wajah Nasya tampak begitu sedih. Ia merasa hubungannya akan sia-sia tanpa restu orang tuanya. “Tenanglah, aku akan mendapatkan restu mama.” Axel meraih tangan Nasya. Walaupun Nasya tidak yakin, ia tetap mengganggu. “Meow.” Suara Moly pun menghentikan pembicaraan Nasya dan Axel. Nasya langsung beralih

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 130

    Wanita itu pun tertawa mendengar apa yang dikatakan Nasya. Seolah ucapannya itu hanya lelucon. “Semua orang juga tahu kalau Pak Axel punya kekasih dan itu bukan kamu. Jadi jangan mengaku seperti itu.” Nasya mengembuskan napasnya kesal. Ia sudah menjelaskan, tapi justru tidak dipercaya. “Siapa yang mengaku kekasihku?” Tiba-tiba saja suara terdengar. Semua langsung mengalihkan pandangan pada sumber suara tersebut. Mereka melihat Axel berjalan ke arah Nasya dan teman-temannya. Semua karyawan takut, tetapi tidak dengan wanita yang sedari tadi merundung Nasya. Ia berani menatap Axel dan mulai bersuara. “Ini, Pak. Nasya mengaku jika dia kekasih Pak Axel.” Axel menatap wanita tersebut. Kemudian menatap Nasya. Wanita itu merasa puas sekali bisa membuat Axel marah pada Nasya. “Dia memang kekasihku.” Axel menatap lekat wajah Nasya yang begitu cantik. Semua orang langsung membulatkan matanya. Mereka begitu terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar. Termasuk wanita yang sejak tad

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 129

    Nasya hanya bisa pasrah ikut Axel. Ia tidak tahu ke mana Axel akan membawanya. Namun, ia takut jika Axel membawanya ke apartemen lagi. Mengingat kejadian waktu itu. Ia takut menimbulkan masalah lagi. Namun, saat dalam perjalanan, ia melihat jika Axel tidak membawanya ke apartemennya. Mobil terus melaju menuju ke tempat lain yang Nasya tidak tahu. Mobil berhenti di sebuah apartemen mewah. Nasya hanya pasrah ikut Axel. Sampai akhirnya, mereka sampai di satu unit apartemen. Di depan pintu, Axel menekan bel dan menunggu pintu dibuka bersama Nasya. Sesaat kemudian pintu terbuka. Tampak Aletha di dalam sana. Wajahnya tampak terkejut melihat kedatangan Axel dan Nasya. “Ada apa kalian ke sini?” tanyanya. “Aku mau menitipkan Nasya dulu padamu, Kak.” Axel menatap lekat wajah kakaknya. Aletha melihat Nasya yang masih memakai baju kerja dengan wajah yang pucat dan make up yang sudah luntur akibat menangis. Ia yakin terjadi sesuatu dengan Nasya. “Ayo masuk dulu.” Aletha melebarkan pintu.

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 128

    Tangan Andre semakin keras memegangi pergelangan tangan Nasya. Seolah tidak melepaskan Nasya sama sekali. “Lepaskan aku.” Nasya terus menarik tangannya. Berusaha melepaskan diri. “Kamu ini jual mahal sekali. Apa kamu mau dengan CEO yang lebih kaya, makanya menolakku?” Andrea menarik tangan Nasya. Membuat tubuh Nasya masuk ke dalam pelukan Andre. Tangan Andre langsung mengunci pergerakan Nasya. Hingga wanita itu tidak bisa lepas. “Lepaskan aku!” Nasya berusaha mendorong tubuh Andrea sekuat tenaga. Sayangnya, tenaga Andre lebih kuat, hingga membuat Nasya kesulitan. “Ayolah. Jangan jual mahal. Jika kamu baik-baik, maka aku akan bersikap baik. Aku bisa berikan lebih dari yang Pak Axel berikan.” Andre mengeratkan pelukannya. “Lepaskan saya.” Nasya terus berontak. Sayangnya, Andre semakin mengencangkan pelukannya. Akhirnya Nasya memilih cara lain. Ia menendang kejantanan Andrea agar bisa melepaskan diri. Benar saja, lutut Nasya mengenai kejantanan Andre, seketika pelukan itu terle

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 127

    Akhirnya lift bisa kembali beroperasi dengan normal. Tepat saat itu juga Axel datang. Semua karyawan membiarkan Axel masuk lebih dulu. Nasya dan Andrea masuk setelahnya. Andre dan Nasya berdiri di depan Axel dan bersebelahan. “Kamu sudah coba restoran di apartemen kita belum?” Tiba-tiba Andre menatap Nasya. Mengajak wanita itu bicara. Nasya sebenarnya tidak enak diajak mengobrol Andre, apalagi ada Axel di belakangnya. Namun, tidak mungkin“Belum, Pak.” Ia menggeleng. “Wah … kamu harus coba. Di sana makanannya enak sekali.” Nasya memaksakan senyumnya. “Iya, saya akan coba, Pak.” Mendengar obrolan Nasya dan Adrea itu, Axel sedikit kesal. “Nasya, mundurlah. Berikan ruang buat mereka yang keluar lebih dulu.” Suara Axel terdengar. Mendengar itu, Nasya langsung mengangguk. “Baik, Pak.” Ia segera mundur.Pintu lift terbuka, satu per satu karyawan keluar dari dalam lift. Semua karyawan keluar, sampai tersisa hanya Axel dan Nasya saja di dalam. “Sebaiknya kamu jangan terlalu dekat den

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status