Tawaran untuk mendapatkan beasiswa memanglah menggiurkan, apalagi dijamin sampai lulus. Ke depan paling tidak, Nasya tidak akan pusing dengan biaya kuliahnya. Hidup akan terasa lebih ringan, jika biaya kuliah aman. Namun, menjadi kekasih pura-pura Axel masih belum bisa diterima akal sehatnya, jadi ia masih belum menjawab permintaan atasannya itu. Selama perjalanan pulang, Nasya memikirkan tawaran Axel, sampai tanpa terasa langkah Nasya sampai juga di rumah. Saat hendak membuka pintu, tiba-tiba saja pintu sudah terbuka. Tampak wanita paruh baya di balik pintu. Ia adalah Bu Lisa—ibu tiri Nasya. Seolah hidup ringan yang sedang dibayangkan Nasya, sirna begitu saja melihat ibu tirinya itu. Selama ini Nasya tinggal bersama dengan ayah, ibu tiri, dan adik tirinya. Ibu kandung Nasya meninggal saat Nasya umur delapan tahun. Kemudian ayahnya menikah lagi dan dikaruniai satu anak laki-laki. Nasya pikir kedatangan ibu baru akan mengisi kekosongan karena sang ibu meninggal, tapi nyatanya tid
Last Updated : 2026-07-18 Read more