Share

Cemburu

Penulis: Jannah Zein
last update Tanggal publikasi: 2026-07-23 11:11:46

​Bab 22: Cemburu

​Subuh bertabur embun yang menempel di kaca jendela kamar utama, aura kesejukannya seolah teramat betah membuai wajah lelap Bilqis. Namun gadis itu menggeliat pelan, merasakan kehangatan yang melingkupi tubuhnya. Saat kesadarannya pulih sepenuhnya, ia menyadari lengan kokoh Andika masih melingkar protektif di pinggangnya, memeluknya erat dari belakang seolah takut ia akan menghilang.

​Bilqis menahan napas sejenak, menatap wajah tidur suaminya dari jarak dekat. Dalam kondisi ter
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Pelukan di Balik Pintu

    Bab 29: Pelukan di Balik PintuPintu ruangan kerja Andika diketuk dua kali secara perlahan sebelum akhirnya terbuka. Bilqis melangkah masuk dengan anggun, menutup pintu rapat-rapat, menguncinya dari dalam demi privasi.​Andika masih terduduk di kursinya, menyangga kening dengan kedua tangan. Bahunya yang biasa tegak tampak sedikit merosot karena beban mental yang bertubi-tubi, mulai dari ketegangan domestik tadi subuh hingga tamparan realitas dari dr. Eddy barusan.​Bilqis berjalan mendekat tanpa suara, lalu berdiri di belakang kursi Andika. Kedua tangannya perlahan turun ke bahu Andika, memijatnya dengan lembut, menyalurkan kehangatan yang instan menenangkan.​"Mas..." bisik Bilqis lembut. Situasi hubungan mereka tadi subuh boleh saja kacau, namun Bilqis tahu persis, saat ini Andika sedang butuh dukungan darinya. Dia meruntuhkan egonya sampai ke dasar.Demi Andika. Demi pria yang sudah membersamainya sejak kecil, dan kini sudah menjadi suami rahasianya.Kedatangannya ke RSIA Keira i

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Jangan Salahkan Saya

    Bab 28: Jangan Salahkan Saya​Sisa lelah operasi dini hari tadi masih membekas di kantung mata Andika. Namun, pagi ini dia tidak bisa bersantai. Begitu membaca data laporan visite pagi dari ICU mengenai pasien ruptur uteri semalam, Andika langsung memanggil dr. Eddy ke ruangannya.​Andika duduk di balik meja kerjanya yang elegan, sementara dr. Eddy duduk di depannya dengan gestur tubuh yang defensif, bahu sedikit membungkuk, khas orang introvert yang enggan berkonfrontasi, tapi siap mempertahankan diri.​"Dokter Eddy," Andika membuka suara, nadanya rendah namun sarat penekanan. "Saya sudah baca rekam medis pasien semalam sebelum masuk ruang operasi cito. Kenapa bisa sampai lolos ke tahap ruptur? Di mana fungsi edukasi awal saat pasien kontrol di poli kandungan dengan Anda? Pasien punya riwayat SC dua kali, Dok. Membiarkan dia masuk ke fase inpartu tanpa proteksi dan edukasi yang ketat itu sama saja dengan menjemput maut."Dr. Eddy menghela napas, membetulkan letak kacamatanya. Dia ti

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Hanya Ingin Pulang (2)

    Bab 27: Hanya Ingin Pulang (2)​Jarum jam sudah menunjuk ke angka tiga dini hari saat mobil Andika perlahan memasuki pekarangan rumah pribadinya. Andika mematikan mesin, namun tangannya masih mencengkeram kemudi selama beberapa saat. Kepalanya berdenyut. Dia baru bisa meninggalkan RSIA Kiera Medika Utama setelah memastikan kadar hemoglobin pasien pasca-ruptur uteri itu stabil di ICU dan bayinya aman di NICU.​Dia keluar dari mobil dengan langkah terseret. Tubuhnya lelah luar biasa, aroma antiseptik dan sisa ketegangan ruang operasi seolah masih menempel di kulitnya.Bukan cuma itu. Rasa kantuk menderanya begitu hebat.​Andika membuka pintu depan dengan sangat pelan, tidak ingin membangunkan Bilqis. Namun, begitu melangkah ke ruang tengah yang hanya diterangi lampu temaram, langkahnya mendadak terkunci.​Di atas sofa, Bilqis duduk bersandar. Matanya sembap, dia memegang sebuah bantal kecil di pelukannya.​"Sayang... Kamu belum tidur?" Andika mendekat, rasa terkejut dan bersalah langs

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Hanya Ingin Pulang

    Bab 26: Hanya Ingin PulangAndika menyandarkan punggungnya di jok mobil setelah melepaskan jas putihnya yang mendadak terasa sesak setelah adu mulut yang melelahkan dengan ibunya. Pikirannya melayang pada Bilqis, istri rahasianya yang pasti sedang menunggu di rumah dengan cemas. Andika hanya ingin pulang, memeluk tubuh ringkih itu, dan melupakan sejenak beban dunia luar.Di balik izinnya, Andika tahu hati Bilqis begitu berat. Sorot mata bening itu tak bisa berbohong. Namun saat itu Andika sudah tidak punya waktu lagi untuk menenangkan istrinya. Dia harus segera ke hotel, menemui ibunya dan menyelesaikan masalah ini"Maaf, Sayang." Pria itu mengusap dadanya, lalu kembali menegakkan tubuh, bersiap untuk menjalankan mobilnya kembali.​Namun, nada dering khusus dari ponselnya terdengar nyaring, menghancurkan ketenangan yang baru saja ingin dia renggut. Nama 'Sisil' berkedip di layar.​"Ya, Sil?" Andika menjawab, suaranya berat dan lelah.​"Dokter Andika, maaf mengganggu malam-malam. Ada p

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Terusik (2)

    ​Bab 25: Terusik (2)​Lampu kristal mewah yang menggantung di langit-langit restoran VVIP room Hotel Emerald memantulkan cahaya berkilauan, menciptakan atmosfer eksklusif yang tenang. Namun, ketenangan itu sama sekali tidak berbanding lurus dengan gemuruh emosi di dada Andika saat ia melangkah memasuki ruangan.​Dari kejauhan, ia sudah bisa melihat mama Novia duduk anggun mengenakan gaun brokat mahal. Di hadapan ibunya, duduk seorang pria paruh baya, salah satu kolega bisnis Roy, papa tirinya, bersama seorang gadis muda berwajah modis yang tampak sesekali merapikan riasannya.​"Ah, ini dia Andika!" seru Mama Novia dengan senyum merekah, langsung bangkit berdiri menyambut putranya. "Kenalkan, ini Andika, dokter spesialis kandungan kebanggaan keluarga kami. Dia juga owner RSIA Kiera Medika Utama yang terkenal itu."​Andika memasang wajah datar terbaiknya. Dia menjabat tangan pria paruh baya itu dan mengangguk sopan pada gadis di sebelahnya dengan formalitas yang teramat kaku. "Mohon ma

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Terusik

    ​Bab 24: Terusik ​Andika melajukan SUV hitamnya membelah jalanan kota Banjarmasin dengan kecepatan di atas rata-rata. Pikirannya carut-marut. Intervensi Mama Novia yang melangkahi otoritasnya sebagai dokter senior benar-benar telah menginjak-injak harga dirinya. Namun, Andika bukan pria lemah yang bisa disetir begitu saja, sekalipun oleh ibunya sendiri.​Setibanya di RSIA Kiera Medika Utama, Sisil langsung menyambut di depan ruangan poli kandungan. Wajah gadis itu terlihat pucat pasi dan tertunduk.​​"Saya tidak menyalahkanmu, Sil," potong Andika cepat dengan suara baritonnya yang dingin namun tenang. Pria itu melangkah masuk dengan cepat, lalu menutup pintu, sehingga di ruangan ini hanya ada mereka berdua. "Tapi dengar instruksi saya. Kembalikan semua sistem jadwal seperti semula. Jika ada pasien darurat atau pembukaan lengkap yang masuk malam ini atas nama pasien saya, langsung hubungi saya. Ingat, Sil, kamu digaji oleh rumah sakit di bawah manajemen saya, bukan oleh ibuku. Paham

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status