LOGINAlina terpaksa harus menyamar sebagai sekretaris di perusahaan Yuda Prasetya, mantan suami kakaknya, untuk mengetahui alasan di balik meninggalnya sang kakak. Sebab, seminggu setelah meninggalnya Aira, segala akses tentang kakaknya itu begitu cepat terputus dan menghilang. Apalagi Aira dikabarkan meninggal karena terjatuh dari kamar mandi. Tentu saja Alina tidak percaya begitu saja, sehingga dia memutuskan untuk masuk ke dalam keluarga Yuda Prasetya. Di tengah penyamarannya itu, Alina harus berperang dengan perasaan yang rumit, karena banyak sekali kebohongan yang terungkap. Termasuk tentang keberadaan Dani, keponakannya yang ikut menghilang di hari kematian Aira.
View More"Clara? Ngapain kamu di sini?" Bima terlihat tegang dengan kedatangan perempuan itu.Sementara Alina, ia menatap lekat ke arah Clara. Wajah cantik, adem dipandang, solehah, dan pastinya akan menjadi istri yang baik untuk Bima. Dia perempuan yang sempurna dan Alina hanya beban."Jadi Alina juga istri kamu, Mas?" tanyanya dengan halus.Ruangan itu senyap seketika. "Mas, aku mau bicara sama Clara berdua saja."Suara Alina memecahkan keheningan."Bicara apa, Lin? Aku akan tetap di sini.""Aku mohon, Mas. Tolong keluar dulu dari sini. Aku mau bicara berdua dengan Clara," bujuknya dengan memelas.Melihat mata berkilau istrinya, Bima melunak dan membiarkan mereka berdua saja di dalam ruangan. Sedikit canggung, tapi bagaimana pun mereka sudah jadi madu, membagi suami dengannya. Apakah Alina akan sanggup?Tapi semua ini bukan salah Clara, dia perempuan baik dan lembut. Pasti ia juga terpukul dengan kenyataan yang terjadi."Ada apa, Mbak?" ucapnya dengan tatapan teduh. "Bagaimana kandungan Mba
"Nikahi Clara sekarang juga," ucapnya lagi dengan nada lebih mengancam. "Saya hitung mundur. Tiga...."Suasana semakin ricuh, Bima masih belum bisa menyatukan hati dan pikiran saat ini. Jika menikah dengan Clara maka ia seakan menyakiti Alina bertubi tubi. Tapi jika tidak dilakukan, maka ia menyepelekan tugas dan mengorbankan Ririn."Dua....Saaa.....""Baik, saya akan menikahi Clara."Jawaban Bima membuat semua menatap dirinya tak percaya."Kak, apa yang sedang Kak Bima katakan? Tarik lagi, Kak. Ini semua jebakan, jangan percaya ucapan lelaki ini. Kak Bimaaa!" Berontak Ririn masih tidak berdaya."Bagus. Pilihan yang sangat bijak.""Kak Bima!""Diam!" gertak lelaki itu ke Ririn.Sementara Clara yang masih terbengong, kembali duduk di hadapan penghulu. Di sampingnya lelaki bertubuh kekar juga ikut duduk dan langsung menjabat tangan penghulu. Kuncoro sebagai wali nikah menyaksikan pernikahan anaknya dengan desir."Kak Bimaaaa, hentikan Kaaaak!"Teriakan Ririn tidak diperhatikan, Bima den
Pernikahan tiba.......Alina sudah selesai di rias dengan gaun putih melilit tubuhnya. Pilihan Ririn untuknya memang yang terbaik. Rasanya menikah untuk kedua kali tak pernah ia bayangkan, tapi takdir yang membawa perempuan itu pada pilihan."Kak Alina cantik sekali, kayak putri kerajaan," imbuh Ririn."Bisa aja mujinya.""Lah, memang benar, Kak. Ya sudah, kita turun. Sebentar," ucapnya menghampiri pintu kamar. Saat ia buka ternyata Bu Nuri."Sudah siap? Bima dan Bu Lila sudah datang.""Mama sudah datang?" tanya Ririn memastikan."Sudah, Rin. Mereka menunggu kalian turun. Dipercepat ya."Bu Nuri kembali berlalu, kini Alina berjalan keluar dibantu oleh Ririn. Semua mata menuju ke arahnya, apalagi Bima. Ia terus saja memandang secara bergantian wajah calon istri dan jam tangan. Team wedding Clara sudah menunggu di sana, kalau Bima tidak cepat akan sangat fatal. Sementara sang Mama masih menahan rasa yang bergejolak. Cantik memang cantik menantunya ini, tapi melihat perutnya yang mengg
Dengan gerakan panik, Bima menyetir mobil kecepatan tinggi. Sesaat sudah sampai, ia langsung bergegas menghampiri pintu. Namun belum saja diketuk, pintu sudah terbuka lebar."Happy birthday Om Biiiim....." teriak Dani mengibas ngibaskan balon ke atas.Hah? Lelaki itu malah menaikkan alis, ia saja tidak ingat tanggal kelahirannya sendiri."Tante Alina baik baik saja kan, Dan?" Ia masih saja mencemaskan perempuan itu.Alina begitu disebut namanya seketika nongol di belakang Dani dengan senyum."Lin, kamu nggak apa apa? Aku ditelpon Ibu, katanya kamu kesakitan.""Buktinya aku baik baik aja. Ibu sengaja bilang gitu, aku yang suruh.""Tidak lucu bercandanya Alina, aku panik.""Ide Ririn, aku juga ikut idenya dia."Hah? Bima memandang ke samping, baru wajah adiknya kembali terlihat."Kamu juga di sini?""Iya dong. Surprise buat Kakakku tercinta."Bima mendekat dan menyentil keningnya."Ya sudah, kita makan malam saja di dalam, ayok." Di meja makan sudah dipenuhi beberapa menu, tentunya mas
Valen melangkah menuruni tangga, pagi itu makanan sudah memenuhi meja. Dia bagai putri kerajaan yang apa-apa saja selalu menyuruh orang lain dan hanya bisa bersolek. Kali ini ia sengaja berpakaian dinas untuk merayu suaminya.Tangan putih membelai lembut pundak Yuda, beralih ke wajah, ia pun meraba
Rambut ikal melewati bahu tergerai cantik, langkahnya anggun mendekati nomor meja yang sudah dipilihkan Yasa untuk mereka bertemu. Beberapa kali mencari, baru ia melihat lambaian tangan pria itu di bagian ujung cafe. Alina menghampiri dan akhirnya bertemu sosok pria yang sudah lama tak melihat seny
"Maaf sebelumnya, Anda siapa ya?” tanya perempuan di ambang pintu keheranan. “Perkenalkan saya Alina, sekretaris Pak Yuda di kantor." Seketika perempuan itu mundur mengenai kursi, terlihat jelas di matanya ada cermin kegelisahan. "Ada apa ya, Mbak? Kok bisa sampai ke sini?" tanyanya sambil memin
Rambut ikal Alina berkibar cantik seiring dengan tiupan angin yang ringan. Rok hitam yang disertai dengan kemeja putih membuat tubuh rampingnya terlihat begitu elegan. Saat ini, di tangannya ada beberapa berkas yang harus segera ia berikan kepada bosnya. Namun, Alina masih saja berdiri memandangi












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.