LOGINKristen Rose never meant to marry billionaire Max Ethan Anderson. But fate and a cruel twist placed her at the altar. On what was supposed to be Max and Lena’s wedding day, Lena ran off for selfish reasons. When her plan backfired, she returned, accusing Kristen of kidnapping her. In truth, it was Lena who tricked Kristen into wearing her wedding gown and walking down that aisle. Max found out the truth right there on the stage right before the kiss. But instead of stopping the ceremony, he masked his fury. After the wedding, he gave Kristen a cold deal.... Twenty days to divorce Twenty days with a man who resents her for everything she never meant to do. But what Max didn’t expect was Kristen’s heart to be so real. And what Kristen didn’t expect was to start falling for the man behind the icy glare. Just when hope begins to bloom, Max shatters it all. He marries Lena instead, telling the world he’d never choose a "low-life" like Kristen even though he loved her more than anything. Lena, now his wife, sees Kristen as a threat. And she’ll do anything to erase her permanently. When tragedy strikes, the world believes Kristen is dead. Until she returns. Stronger. Smarter. Fearless. And this time, she’s not alone. Kristen is now teaming up with Max’s most powerful enemy. And Max never saw it coming.
View More***
Tamparan keras tiba-tiba saja mendarat di pipi Savana yang malam ini berlapiskan blush on tipis tersebut. Tamparan itu berasal dari seorang perempuan berparas cantik yang tampak marah di depannya.
“Dasar murahan! Mau saja kamu jadi selingkuhan tunanganku!” maki perempuan pemilik rambut panjang lurus itu kepada Savana.
Jangan kira seorang Savana akan berlinangan air mata atau menyesali perbuatannya. Senyum sinis justru muncul di antara sudut bibir perempuan Dua Puluh Enam tahun itu. Ia sama sekali tidak merasa bersalah telah menjadi orang Ketiga dalam hubungan Liana dan Ravano. Justru Savana senang melihat wajah Liana yang memerah karena marah. “Sekarang kamu pilih, Ava! Aku atau perempuan ini?” Mengabaikan makian Liana, Savana melayangkan tanya kepada Ravano atau yang akrab disapa Ava itu.
Ava mendengus sebal. Jika ditanya seperti itu, maka dia jelas akan memilih Liana. Bukan karena sangat mencintainya, tetapi Ava terlalu pengecut sebagai seorang pria. Dia takut karirnya akan hancur jika memilih Savana. “Liana tunanganku, dan kami akan segera menikah!” ujarnya.
Harga diri Savana seolah terinjak mendengar pilihan Ava. Amarahnya memuncak, itu dibuktikan dari telunjuknya yang semakin garang mengarah pada Ava. “Bajingan!” makinya tidak terima.
“Terima saja, Savana, kamu memang bukan tandinganku,” sindir Liana. Meskipun harga dirinya sempat jatuh lantaran Ava menyelingkuhinya dengan Savana, tetapi kini ia merasa berada jauh di atas puncak dibandingkan Savana.
“Diam kamu, Liana! Ava tidak mencintaimu!” bentak Savana membalas Liana. “Dan, kamu Ava!” telunjuknya kembali mengarah pada sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi mantan. “Dasar pengecut yang hanya mementingkan karir saja!” sinisnya.
Pertengkaran di sebuah club malam bergengsi itu menarik banyak mata untuk memperhatikan mereka. Ketiganya seolah lupa siapa mereka sebenarnya. Sampai-sampai kehadiran wartawan tak lagi mereka pedulikan.
Kehebohan itu juga menyita perhatian seorang lelaki tampan bernama Leonal Vadas Smith. "Siapa mereka, David?" Ia lantas bertanya kepada bawahannya.
"Lelaki itu bernama Ravano Pradikta, seorang aktor yang berasal dari Liana's Agency, pemiliknya perempuan berambut panjang lurus di sebelahnya," jawab David.
Leon mengernyit heran. Ternyata yang bertengkar di sana adalah seorang aktor terkenal yang diketahui telah lama bertunangan dengan perempuan berambut panjang tersebut. Liana namanya. "Lalu wanita pemarah itu siapa?" tanya Leon lagi. Dagunya menunjuk perempuan bergaun merah yang sedang menunjuk wajah Ravano si aktor.
David menelan ludah dengan susah payah. "Namanya Savana. Dia dari The Blue Agency, Pak Leon," terangnya.
"Apa?" Leon dengan cepat menoleh pada David. Seorang Aktor di bawah agency orang lain saja sudah membuatnya terkejut, dan apa kata David tadi? Perempuan bergaun merah pemarah itu dari …
Leon tak sempat melanjutkan pergumulan dalam benaknya lagi saat melihat asistennya bersikap pasrah.
David menghela napas lalu mengangguk. "Iya. Dia dari agency kita Pak Leon," ucapnya sembari menunjukan media sosial milik Savana. David yakin bosnya tak tahu soal Savana karena selama ini sang pemilik agency sibuk dengan perusahaannya sendiri. Sementara The Blue Agency adalah perusahaan yang baru saja jatuh ke tangannya setelah diwariskan oleh mendiang kakeknya. Bahkan hari ini adalah hari pertama Leon bekerja.
Sebagai aktris yang masih cukup baru, Leon pun belum tentu mengenal Savana, meski karir Savana melejit cukup cepat untuk seorang aktris yang belum lama debut. Bahkan dia kini menjadi anak emas The Blue Agency.
Leon terlihat terkejut sekaligus marah. "Kau sedang tidak mengada-ada, bukan?" tanyanya. "Ini akan menjadi skandal besar!" ujarnya melanjutkan. Bagaimana tidak? Savana ketahuan menjadi selingkuhan dan sedang bertengkar hebat bersama Liana dan Ravano Pradikta.
David ingin sekali membantah dan meluruskan bahwa Savana tidak begitu, tetapi bagaimana mungkin ia menutupi skandal ini? Pada akhirnya David hanya bisa mengiakan dengan anggukan kepala.
Tidak salah lagi, skandal besar akan menimpa Savana. Tentu hal itu juga akan berimbas pada agensi mereka.
Leon mendesis di depan David. Ia mengalihkan perhatian pada Savana sekali lagi. "Sial!" makinya kala melihat beberapa wartawan mulai memotret Savana, Liana dan Ravano. "Lakukan sesuatu!" perintahnya pada David.
Leon tak ingin agensi yang baru saja jatuh ke tangannya itu hancur karena ulah Satu orang. Dia masih harus melaksanakan amanah sang kakek tentang The Blue Agency.
David mengangguk singkat, lalu bergegas melakukan apapun yang ia bisa. David berlari menghampiri Savana. "Pergi dari sini!" ujarnya dengan nada menakutkan sembari membawa Savana menjauh dari keramaian.
Namun, tentu saja usaha yang David lakukan sia-sia, sebab wartawan terlanjur menyimak pertengkaran malam itu.
Alhasil, pagi harinya nama Savana, Ravano Pradikta dan Liana memenuhi majalah dan layar kaca per televisian.
Savana benar-benar frustrasi, begitu juga dengan Ava. Mereka tak menyangka hubungan mereka yang penuh dengan rahasia akhirnya diketahui oleh publik.
Nama Liana pun ikut terseret di dalamnya. Liana menjadi orang yang paling tersakiti. Sementara Savana di cap sebagai perebut tunangan orang. Seketika nama baik sang aktris yang belum lama diperbincangkan karena prestasinya itu mengalami krisis.
Leon sang CEO benar-benar marah. Di dalam ruang kerja barunya Leon menatap David dengan tajam. "Apa yang kau lakukan, David? Kenapa masalah ini tak bisa kau selesaikan?" tanyanya dengan suara yang terlampau dingin.
David terdiam. Ia sudah berusaha memblokir beberapa wartawan yang terlibat, tetapi nyatanya masih ada media yang luput darinya hingga berita ini naik ke permukaan.
"David!" bentak Leon.
"Maafkan saya Pak Leon. Tetapi, Savana dan agensi tak bisa terselamatkan dari kritikan. Orang-orang mulai menyalahkan kita karena tak mendidik attitude Savana dengan baik," Suara David mulai bergetar. Bos barunya ini memang terkenal dingin dan kejam. Tak heran bila sekarang terlihat sangat marah.
"Sial! Wanita itu pasti akan menghinaku bila sampai berita ini dia dengar!"
David tahu siapa yang Leon maksud. Wanita yang dia sebut adalah Clara Ravanda Smith, istri muda kakeknya yang gila harta.
Sekadar informasi, The Blue Agency diperebutkan oleh Clara juga. Beruntung sang Kakek mewariskan The Blue Agency kepada Leonal Vadas Smith sebelum beliau meninggal dunia Tiga bulan lalu.
"Aku mempunyai satu cara!" ujar Leon secara tiba-tiba.
"Apa itu, Pak?" tanya David.
Leon tersenyum sinis. Ingat! Apapun akan dirinya lakukan untuk mempertahankan The Blue Agency agar tetap berada di tangannya dengan aman. "Aku akan menikah secara kontrak dengan Savana!" tegasnya.
David benar-benar terkejut mendengarnya. "Maksud Anda, Pak?" tanyanya sekali lagi.
"Hanya dengan menikahinya maka semua pemberitaan tentang perselingkuhan itu akan berakhir. Kau urus kerjasama dengan agensi Ava dan Liana, buat mereka untung hingga lupa pada masalah ini!" perintah Leon usai menjelaskan maksudnya pada David.
Pupil mata David melebar. "Tapi Pak ... " Sungguh dirinya tak setuju. Namun, dengan mata tajam Leon menghentikan apapun yang ingin ia ucapkan.
"B-baik Pak." Pada akhirnya David hanya bisa mengiakan perintah Leon dengan pasrah. Entah apakah ia harus memaksa Savana menikah dengan Leon atau membiarkan Savana pergi dari agency.
David mendengus sebal ketika sudah keluar dari ruangan Leon. “Sial!” makinya. Jika ia berani melawan perintah Leon, maka semua yang selama ini direncanakannya akan berakhir sia-sia.
To be continued.
Max’s face slowly fell as his eyes remained fixed on Kristen.Paloma Da Silva… was none other than Kristen Rose.This was the same woman who had been systematically targeting him, his business, and his family for years. She was the shadow he had chased through endless dead ends. The ghost whose face he had searched everywhere to find, yet had gotten nothing. The mastermind behind his ruin was his own Kristen… the woman he had loved dearly.He swallowed hard, calling out the name one more time.“Are you Paloma Da Silva?” he muttered as he reached his hands toward her.But Kristen pulled away instantly.Before he could grab her again, the gentleman stepped in, cutting off his path and coming between them. Kristen broke his gaze and turned her back on him without a word as she stepped into the waiting car.Max stood glued to the spot, completely frozen, watching helplessly as they drove away into the night.He was still in total denial.The name Da Silva was a name he had begun to hate w
Two days later, in the evening, Max walked slowly along the stone pathway outside the children's charity home his company had supported for years. He had spent the afternoon with the children, trying to smile despite the pain he felt inside..Now, he walked past the huge open field, lost in deep thought about the wreckage of his own life. He lowered his head, continuing his slow walk down the stretch of pavement as the cold wind brushed across his face, making his hair dance across his forehead.Then, something made him freeze.A familiar figure was walking up the very same pathway, coming from the opposite direction. Even from a distance, the shape of her face, the way she moved and the slight tilt of her head sent a violent shockwave straight through his body. It felt as though his exhausted mind was playing a cruel trick on him. It felt like looking at a miracle or a ghost."Kirsten...?" Max whispered, the name leaving his lips in disbelief.As if she heard his voice, the woman slow
The shock of seeing Kristen left Lena hyperventilating throughout the entire drive home. She completely ignored whatever her manager was saying. She could think of only one thing: Kristen Rose was alive."No... no..." Lena whispered, shaking her head over and over again. She suddenly slapped her own cheeks repeatedly, as though trying to wake herself from a nightmare."No... this can't be happening. Kristen is dead... she's dead..." she muttered frantically."I know she is. I was there... I was there by the water..." she repeated, her voice breaking as she clung desperately to the memory she had believed for years.Her heart pounded violently against her chest like it was about to explode. Tears gathered in her eyes as fear completely consumed her. Her hands trembled uncontrollably on the steering wheel, which was now wet with cold sweat.When she finally reached the house, she froze. The flashing lights of a police cruiser reflected in her windshield as they were parked directly in f
Two hours later, Lena arrived at the towering corporate headquarters hosting the high-profile PR contract merger. Her manager had called her about the deal, and she had quickly rushed here. She was feeling incredibly excited inside, as it had been a long time since she was offered a contract like this. Still, she had spent the entire car ride applying heavy makeup to hide the pale terror on her face. This deal was her absolute last lifeline. With Max pulling away from her and her public reputation sinking, securing this massive contract would give her the financial power and leverage she desperately needed to stay independent… even from her parents' name.She smoothed down her designer dress, putting on her practiced smile, the same one she always wore for the spotlight. She stepped into the conference room alongside her manager, who had been waiting for her at the entrance. The long glass table was already surrounded by top-tier investors and flashing cameras. Lena took her seat at t
The morning light cast a magical glow over the white filled hall, where everything shimmered like freshly fallen snow. The room was filled with guest, all dressed in shades of white.Their laughter and chatter mingled harmoniously with the gentle piano music playing softly in the background. Bundle
"I'll take care of it, sir. Why don’t you go back home and get some rest? Your wedding is in two days, you’ll need it," Mr. Green said, reaching to collect the files in front of Mr. Anderson."What’s the difference? It’s just another business deal, nothing major… you don’t have to worry about me,"
Mr Donovan Creed’s residence"Damn it, I want them dead! Every single one of the Andersons... I don’t care what it takes. I will strip everything from them!" Mr. Creed snarled, his voice echoing as he slammed the door behind him. In his hand, he held a crumpled copy of the Daily Graphic, his finger
The morning sun cast its golden light upon the mansion, as the flowers swayed gracefully in the garden."Gracious Lord, my rice porridge on the fire!"Mrs Sophia exclaimed as she set down the watering can heavily on the ground and quickly rushed through the garden to enter the house...…..."This is












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews